X

Seberapa Perlukah Mahasiswa Memiliki Kartu Kredit?

Telah di tinjau oleh L. Nathania, CFP®

Selain kartu debit, kamu mengenal kartu kredit. Keduanya bisa dimanfaatkan untuk melakukan transaksi. Tapi, apakah mahasiswa perlu memilikinya?

Silakan simak pembahasan berikut untuk mengetahui informasi selengkapnya.

 

Apa Itu Kartu Kredit?

Tentu kamu sering mendengar kata kartu kredit di mana-mana. Tapi, apakah kamu tahu apa yang dimaksud kartu kredit?

Kartu kredit merupakan kartu yang bisa digunakan untuk bertransaksi dengan penggunaan dan pelunasan pada periode tertentu, dengan pembayaran sekaligus atau diangsur dengan minimum tertentu.

Pemilik kartu diberikan kebebasan untuk memanfaatkannya tanpa melebihi limit yang disepakati.

Jika pemegang kartu (card holder) bertransaksi melebihi limit, maka dikenakan tingkat bunga yang lebih tinggi ditambah angsuran wajib tiap bulan.

[Baca Juga: 10 Cara Cerdas untuk Mengatur Tagihan Kartu Kredit]

 

Kartu kredit merupakan bentuk kepercayaan bank terhadap seseorang sehingga mau memberikan pinjaman dengan nominal tertentu.

Sesuai namanya, maka kamu wajib mengembalikan dana yang telah digunakan beserta bunganya ketika jatuh tempo.

Maka, usahakan untuk menyelesaikannya tepat waktu agar tidak bermasalah di kemudian hari. Oleh karena itu, mengatur keuangan adalah cara yang tepat agar terhindar dari masalah tersebut, apalagi untuk mahasiswa.

Untuk membantu kamu mengatur keuangan dengan baik sebagai mahasiswa, kamu bisa mencoba tips keuangan dengan mendengarkan audiobook berikut ini.

 

Kelebihan dan Kekurangan Kartu Kredit

Bijak atau tidak bijak memiliki kartu kredit tergantung dari siapa yang memegangnya. Jika kamu sudah melek literasi keuangan, maka kamu bisa menggunakannya dengan bijak sehingga tagihan tidak membengkak. Begitu pun sebaliknya.

Mahasiswa yang belajar di luar negeri memiliki kesempatan untuk memiliki kartu ini. Sebab, banyak bank internasional yang membuka kesempatan bagi pelajar asing untuk memilikinya. Namun, tetap saja prosesnya tidak akan semudah warga lokal.

 

Jika kamu mengajukan pengaplikasian kartu , bank akan melihat track record-mu di keimigrasian untuk melihat catatan overstay, sisa VISA, dan keterlambatan dalam mengurus VISA.

Simak kelebihan dan kekurangannya berikut jika kamu ingin memilikinya:

 

#1 Kelebihan Kartu Kredit

  • Menawarkan kepraktisan untuk transaksi

Kamu tidak perlu membawa uang cash untuk melakukan pembayaran. Kamu hanya cukup menyerahkan kartu. Kemudian kasir akan menggesekkan kartu untuk bertransaksi.

Bentuknya tergolong kecil dan tipis sehingga bisa di bawa ke mana pun. Kamu juga tidak perlu mencari mesin ATM untuk tarik tunai seperti pada kartu debit.

  • Membantu mengevaluasi pengeluaran bulanan

Pihak bank akan mengirimkan informasi seluruh transaksi yang kamu lakukan selama sebulan terakhir agar kamu bisa melihat apa saja yang telah dibeli.

Di sini, kamu bisa mengecek ulang, apakah pengalokasian danamu sudah bijak atau belum. Jika belum temukan solusinya dan aplikasikan di bulan selanjutnya.

  • Fasilitas Cicilan 0%

Dalam melakukan transaksi yang tergolong besar, mendesak, atau untuk kebutuhan produktif, Sobat Finansialku juga dapat memanfaatkan fasilitas cicilan 0% dari Bank.

Namun, tetap harus bijak dengan menjaga cicilan bulanan agar tidak melebihi 30% dari penghasilan bulanan ya. Perhatikan pula syarat dan ketentuan dari bank serta merchant untuk transaksi dengan fasilitas cicilan 0%.

  • Dapat promo menarik

Banyak merchant yang menawarkan diskon bagi penggunanya. Kamu bisa memanfaatkan momen-momen seperti ini untuk berbelanja. Tapi, jangan sampai belanja berlebihan. Baca juga promo kartu kredit yang harus diketahui sebelum apply.

Bukan hanya diskon, pemegang kartu juga biasanya bisa mendapatkan reward yang bisa dimanfaatkan di waktu mendatang.

Kamu bisa menggunakan reward yang diterima untuk mendapatkan kemudahan berbelanja dan mendapat lebih banyak promo.

 

#2 Kekurangan Kartu Kredit

  • Memiliki minimal transaksi

Meskipun tergolong salah satu instrumen pembayaran paling mudah, beberapa merchant memiliki ketentuan minimal transaksi jika ingin membayar dengan kartu kredit.

Hal tersebut menyebabkan pemegang kartu menambah barang yang akan dibeli sehingga berdampak pada tagihan bulanan.

Tentu saja ini bukan kabar baik, karena kamu membeli barang yang sebetulnya tidak kamu inginkan. Kamu melakukannya hanya agar bisa bertransaksi dengan kartu.

  • Aturan yang ketat dan berujung pada bertambahnya tagihan

Aturan dalam penggunaan kartu sangat ketat dengan ancaman berupa bunga tambahan. Jika telat membayar, kamu akan dikenakan bunga pada tagihan yang tertunggak.

Selain itu, biaya administrasi juga patut kamu perhatikan dan dibayar setiap periode.

 

 

Tips Menggunakan Kartu Kredit Bagi Mahasiswa

Memiliki kartu kredit bagi mahasiswa bukan suatu dosa, kok, selama digunakan dengan bijak dan tidak berlebihan. Bahkan, kartu ini bisa berguna jika dimanfaatkan untuk hal-hal produktif.

Sayangnya, sebagai anak muda, kadang kamu terlena dengan beragam kemudahan yang ditawarkan. Padahal, menganggap remeh hal-hal terkait kartu kredit juga bukan hal bagus, lho.

Untuk itu, kamu perlu membaca tips berikut agar terhindar dari kerugian di masa mendatang yang disebabkan oleh kelalaian penggunaan kartu:

 

#1 Pilih Kartu Kredit yang Paling Sesuai Untukmu

Sebagai mahasiswa, tentu sebaiknya kamu tidak membeli barang-barang di luar kebutuhan kuliah. Kamu harus menyesuaikan kartu yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.

Hal ini berpengaruh terhadap range dan besaran bunga yang harus kamu bayar nanti.

Untuk menghemat pengeluaran, kamu bisa mengajukan aplikasi kartu kredit yang sering memberikan promo dan cashback. Meski tidak terlalu banyak, kamu bisa menyimpan dana untuk keperluan lain.

[Baca Juga: Hati-hati! Ini Akibatnya Kalau Telat Bayar Kartu Kredit]

 

#2 Gunakan Kurang dari Limit

Kamu harus memiliki mindset yangbenar mengenai kartu kredit. Limit kartu kredit bukanlah saldo rekening tambahanmu, juga bukan sebagai jalan pintas untuk memenuhi keinginan sesaat secara instan.

Jadi, bukannya kamu menyesuaikan belanjamu dengan limit kartu kreditmu, tapi sebaiknya kamu menjaga penggunaan kartu kredit agar selalu jauh dari limit. Jika limit kartumu Rp 2,5 juta, maka kamu sebaiknya tidak menggunakannya sampai Rp 2,5 juta.

Sebab, perlu disadari bahwa kartu kredit adalah utang. Kamu tetap akan membayar utang sesuai dengan tempo yang disepakati.

 

#3 Bertransaksi Secara Wajar dan Mampu Dibayar

Lagi-lagi, mindset yang baik sangat penting untuk mahasiswa yang memiliki kartu kredit. Selalu ingat untuk tidak membeli barang yang tidak terjangkau, apalagi dengan memanfaatkan kartu kredit.

Jika kamu memang belum bisa membelinya dengan keuangan yang saat ini dimiliki, artinya ini memang bukan waktu yang tepat memilikinya.

Kamu punya prioritas, yakni pendidikan, yang harus selalu jadi fokus utama. maka, manfaatkan kartu kreditmu untuk hal yang benar-benar kamu butuhkan.

 

#4 Jangan Telat Bayar Tagihan dan Periksa dengan Baik Riwayat Transaksimu

Kamu bisa membayar tagihan kartu kreditmu sebelum jatuh tempo. Itu perlu lakukan untuk menghindari biaya tambahan atau denda.

Kamu perlu memeriksa pemberitahuan dari bank dan menelaah seluruh transaksi. Pastikan tidak ada yang aneh (untuk menghindari adanya penyalahgunaan oleh pihak yang tak bertanggung jawab).

Jika kamu telat membayar, kepercayaan bank bisa turun sehingga berdampak pada limit kredit yang tidak naik atau bahkan diturunkan.

 

#5 Jangan Meminjamkan Kartu

Jika seseorang ingin menggunakan kartu kreditmu, maka kamulah yang melakukannya. Jangan pernah berikan informasi apa pun kepada siapa pun.

Dikhawatirkan, ada pihak yang memanfaatkan celah itu untuk membuat tagihan membengkak tanpa sepengetahuanmu.

 

#6 Miliki Maksimal Dua

Ingat, kartu kreditmu adalah utang. Dan utang tersebut memiliki bunga, kecuali kamu menggunakan fasilitas cicilan 0%. Dengan banyak kartu yang aktif, sama saja kamu membukakan jalan untuk jatuh ke dalam risiko memiliki banyak utang.

Lebih baik kamu memanfaatkan satu kartu yang kamu punya sesuai porsinya. Jangan pernah tergiur dengan beragam promo atau penawaran yang diberikan. Cukup miliki satu, maksimal dua kalau memang betul-betul dibutuhkan.

 

#7 Jangan Tarik Tunai

Meski bisa digunakan untuk tarik tunai, sebaiknya kamu tidak melakukannya. Kartu kredit memiliki biaya penarikan yang besar, yakni rata-rata 4% atau minimal Rp 50 ribu. Ini akan sangat merugikanmu.

 

Boleh Punya Kartu Kredit, Tapi Harus Bijak!

Itulah pembahasan mengenai kartu kredit untuk mahasiswa di luar negeri. Intinya, kamu boleh memiliki selama mampu memanage-nya. Jangan sampai hal tersebut menjadi bumerang bagimu.

 

Kini Sobat Finansialku sudah mengerti, bukan, mengenai penggunaan kartu kredit untuk mahasiswa, khususnya yang berada di luar negeri. Apakah ada pertanyaan? Kalian bisa tuliskan dalam kolom komentar dan tim kami akan membalasnya.

Selalu share informasi yang baik dan membangun pada rekan-rekan Sobat Finansialku ya!

Wujudkan masa depan, raih kesuksesan bersama Finansialku.com!

 

Sumber Gambar:

  • https://bit.ly/3gWMBYv
  • https://bit.ly/2PHEu73
  • https://bit.ly/3eP7xhw

Posting ini diterbitkan pada 03/05/2021 11:00

Andre Fauzi: Sedang menempuh pendidikan S1 di Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri Metro, Lampung. Memiliki ketertarikan dengan pengembangan diri, broadcasting, dan entrepreneurship.