Alokasi asset (dalam bahasa Inggrisnya asset allocation) adalah penempatan sejumlah dana atau sejumlah uang ke beberapa tempat (baca: produk-produk investasi), dengan tujuan untuk mengurangi risiko total. Alokasi asset mempertimbangkan beberapa faktor, seperti umur, harapan hidup seseorang, kewajiban dan tanggung jawab, dan lain-lain.

asset-allocation

Alokasi asset sebaiknya disesuaikan dengan kondisi keluarga saat ini dan tujuan-tujuan keuangan yang hendak dicapai. Finansialku akan membahas alokasi asset, yang disesuaikan dengan keluarga dan tujuan-tujuan keuangan.

 

Alokasi Asset itu Reksadana?

5 Cara Alokasi THR di Bulan Ramadhan ala HaloMoney - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca juga : Mewujudkan Mimpi dan Tujuan Keuangan]

 

Anda sudah mulai membuat strategi investasi atau pendanaan untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan tersebut. Investasi di salah satu produk investasi bisa jadi kurang sesuai, karena tingkat pengembalian dan/atau risiko yang akan dialami.

Kegiatan alokasi asset atau penempatan dana pada beberapa produk keuangan dapat juga disebut pembuatan portofolio. Di Indonesia ada kumpulan professional di bidang keuangan yang memiliki pekerjaan untuk membantu klien atau customer untuk membuat alokasi asset. Profesional tersebut dinamai manajer investasi (MI). Produk investasi yang mereka buat salah satunya adalah reksadana (mutual fund).

Apakah Kita sebagai orang-perseorangan atau keluarga boleh membuat alokasi asset sendiri? Jawabannya adalah: sangat-sangat boleh (tetapi hanya untuk penggunaan pribadi). Jika Anda ingin menjual formulasi aset alokasi Anda, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Berikut ini terdapat video yang menjelaskan mengenai alokasi asset:

Video 1 Alokasi Asset

 

Video 2 Alokasi Asset

 

Faktor yang dipertimbangkan dalam Alokasi Asset

Dalam melakukan alokasi asset, seseorang harus memperhatikan beberapa faktor seperti usia, pengetahuan dan pengalaman atas suatu investasi, kewajiban dan tanggung jawab keuangan, jangka waktu, tujuan yang spesifik, dan sumber kemampuan menerima risiko. Mari kita bahas singkat mengenai faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam alokasi asset:

  • Usia: Umumnya semakin muda usia seseorang, relatif orang tersebut dapat menerima risiko yang lebih tinggi. Semakin bertambahnya usia seseorang maka orang tersebut berusaha mengurangi risiko yang harus ditanggungnya.
  • Pengetahuan dan Pengalaman: Seseorang dengan pengetahuan yang banyak dan pengalaman yang panjang (atau jam terbangn yang tinggi) maka orang tersebut cenderung dapat menerima investasi-investasi yang memiliki potensi risiko tinggi.
  • Kewajiban dan Tanggung Jawab Keuangan: Semakin besar kewajiban dan tanggung jawab keuangan yang harus diselesaikan, seseorang cenderung semakin konservatif. Orang-orang berpikir untuk fokus melunasi utang, sebelum melakukan investasi (terlebih investasi dengan potensi risiko tinggi).
  • Jangka Waktu: Jangka waktu yang semakin panjang, biasanya dimanfaatkan orang-orang untuk mengambil investasi dengan risiko yang lebih tinggi. Banyak perencana keuangan terlebih perencana keuangan independen yang menyarankan agar Kita mulai merencanakan tujuan-tujuan keuangan Kita sejak dini. Hal ini dilakukan untuk membeli waktu (buying time) atas investasi-investasi yang akan Kita lakukan.
  • Tujuan Keuangan: Orang-orang yang memiliki tujuan keuangan yang spesifik biasanya lebih teratur dalam melakukan investasi. Teratur maksudnya semakin jelas tujuan keuangan dan kondisi keuangan, maka orang akan lebih rasional dalam memilih produk investasi.
  • Kemampuan menerima Risiko: Orang yang memiliki dana yang mepet biasanya lebih konservatif dibanding orang yang memiliki modal lebih besar. Misal ada sebuah kesempatan (opportunity) bagus untuk mendapatkan keuntungan sebesar Rp 6.000.000 jika membeli saham X, namun konsekuensinya adalah bisa kehilangan uang sebesar Rp 5.000.000 jika saham X tiba-tiba turun tajam. Orang dengan modal Rp 100.000.000 akan lebih rela dan lebih berani membeli saham X dibanding orang dengan modal Rp 10.000.000.

Nah faktor-faktor di atas yang biasanya menjadi pertimbangan seseorang saat melakukan keputusan alokasi asset.

 

Alokasi Asset berdasarkan Keluarga dan Tujuan Keuangan

5-perubahan-kecil-untuk-masa-depan-keuangan-yang-lebih-baik-finansialku

[Baca juga : Pertama:Tentukan Rencana Keuangan!]

 

Dalam membuat sebuah alokasi asset juga perlu disesuaikan dengan keluarga dan tujuan keuangan yang akan dicapai. Berdasarkan keluarga dan tujuan keuangan yang hendak dicapai, pembagian aset alokasi dibedakan menjadi:

  1. Alokasi Asset untuk pribadi belum/tidak menikah
  2. Alokasi Asset untuk pasangan muda
  3. Alokasi Asset untuk pasangan dengan tanggungan anak
  4. Alokasi Asset untuk pasangan dengan perhatian pada pendidikan anak dan pensiun
  5. Alokasi Asset untuk pensiunan

Penjelasan detil dari masing-masing alokasi asset di atas akan dijelaskan pada artikel Finansialku selanjutnya. Jadi tetap kunjungi website Finansialku dan jangan lupa untuk berpartisipasi dengan memberikan pendapat, ide, saran atau diskusi.

 

Kesimpulan

Seperti yang dijelaskan pada artikel di atas terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi keputusan seseorang untuk melakukan alokasi asset.

Alokasi asset juga turut mempertimbangkan kondisi keluarga dan tujuan keuangan yang hendak dicapai. Lebih detilnya tunggu artikel Finansialku mengenai lanjutan alokasi asset.