Hari ini ST009 rilis. Imbal hasil sampai 6,15% per tahun Kemenkeu tawarkan buat investor. Tertarik?

Sebelum beli, cari tahu fakta-faktanya terlebih dulu di artikel Finansialku satu ini!

 

Summary:

  • Waktu penawaran ST009 mulai dari tanggal 11 sampai 30 November 2022.
  • Tingkat kupon untuk 3 bulan pertama adalah 6,15% yang berlaku sebagai tingkat kupon minimal.

 

Kemenkeu Tawarkan ST009 Mulai Hari Ini, Jumat (11/11)

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan resmi membuka masa penawaran green sukuk ritel keempat yang rilis tahun ini.

Adalah ST009, yang penawarannya berlangsung mulai dari 11 sampai 30 November 2022 mendatang.

“ST009 merupakan green sukuk, saya kira ini untuk dapat menyasar investor yang lebih luas. Tentu dari sisi ritelnya adalah individu investor, dari sisi sukuknya menyasar investor memiliki konsen terhadap syariah, dan dari sisi green-nya bisa menyasar investor yang konsen pada pembangunan hijau.” Kata Dirjen Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Kemenkeu Sumito, melansir laman liputan6.com, Jumat (11/11).

 

Pemerintah mengatakan, hasil investasi ini akan pemerintah gunakan untuk membiayai proyek-proyek hijau dalam APBN.

Hal ini pemerintah lakukan untuk mengatasi dampak perubahan iklim, sebagaimana yang digariskan dalam green bond/sukuk framework.

Sebagai informasi Green Sukuk ini merupakan instrumen investasi yang pemerintah keluarkan untuk pembiayaan pada proyek-proyek yang berkaitan dengan program lingkungan.

Proses penerbitan ini berlangsung secara online untuk mempermudah akses masyarakat yang tertarik untuk melakukan investasi.

[Baca Juga: Resesi Global dan Dampaknya ke Saham, Reksa Dana, dan Emas!]

 

Karakteristik dari kupon ST009 ini adalah mengambang atau floating with floor, yang artinya penyesuaian imbalannya mengacu pada tingkat suku bunga BI.

Selain itu, kupon ini sifatnya imbalan minimal, yang mana jika mengacu pada laman liputan6.com, ini berarti bahwa imbalan pertama yang pemerintah tetapkan akan menjadi imbalan minimal yang berlaku sampai jatuh tempo.

Kupon ini bentuknya tanpa warkat, artinya tidak dapat investor perdagangkan, alihkan, dan cairkan sampai jatuh tempo kecuali pada periode early redemption.

Adapun, tanggal-tanggal penting yang harus investor ingat adalah:

  • Tanggal penetapan hasil penjualan: 5 Desember 2022
  • Tanggal setelmen: 7 Desember 2022
  • Tanggal jatuh tempo: 10 November 2024
  • Pembayaran imbalan atau kupon pertama kali: 10 Januari 2023, kemudian akan pemerintah lakukan per tanggal 10 setiap bulannya, dan jika di tanggal tersebut bukan hari kerja maka akan pemerintah lakukan pada hari kerja berikutnya tanpa kompensasi.

 

Pemesanan minimum adalah Rp1 juta, dan maksimum Rp2 miliar dengan akad wakalah.

Adapun, tingkat kupon untuk 3 bulan pertama adalah 6,15% yang berlaku sebagai tingkat kupon minimal yang tidak berubah sampai jatuh tempo.

 

Perbandingan ST dengan ORI, SR, dan SBR

Melansir laman bareksa.com, terdapat lima perbedaan antara ST dengan ORI, SR, dan SBR. Berikut adalah penjelasannya!

 

#1 Syariah dan Tidak

Pada perbedaan di poin pertama ini, ORI dan SBR merupakan kupon yang dikelola dengan sistem konvensional.

Tidak ada pernyataan halal (syariah) dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Sementara itu, ST dan SR terjamin secara syariah karena mendapatkan fatwa halal dari DSN-MUI.

Dalam pengelolaannya, ST dan SR juga memiliki akad wakalah (perwakilan), di mana pada akad ini investor memberikan mandat kepada Perusahaan Penerbit Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

 

#2 Perdagangan di Pasar Sekunder

Perbedaan kedua terdapat pada sifat perdagangan di pasar sekunder, di mana ORI dan SR bisa investor jual kembali sebelum jatuh tempo, dan bisa diperdagangkan di pasar sekunder (tradable).

Sementara itu, SBR dan ST tidak bisa investor perdagangkan di pasar sekunder (non-tradable).

Ini berarti investor harus memegang kepemilikannya sampai jatuh tempo nanti.

Meski begitu, investor tidak perlu khawatir karena terdapat fasilitas early redemption atau pelunasan sebagian sebelum jatuh tempo.

[Baca Juga: Hadapi Resesi 2023, Jangan Asal Memilih Instrumen Investasi!]

 

#3 Tenor

ORI dan SR memiliki tenor sebanyak 3 tahun, tetapi bisa investor jual sebelum jatuh tempo dan bisa investor perdagangkan di pasar sekunder (tradable).

Sementara itu, SBR dan ST memiliki tenor hanya 2 tahun, dan tidak bisa investor jual belikan di pasar sekunder.

 

#4 Kupon

Keuntungan ORI dan imbal hasil SR besarannya tetap hingga tanggal jatuh tempo nanti.

Sementara SBR dan ST memiliki kupon yang sifatnya floating with floor, yang mana jika suku bunga acuan naik, maka persentase keuntungan pun akan ikut naik.

Sementara jika suku bunga acuan turun, keuntungan tidak bisa turun lebih rendah daripada batas minimal yang pemerintah tetapkan.

 

#5 Potensi Capital Gain

Harga ORI dan SR sifatnya fluktuatif, bisa naik dan turun tergantung pada permintaan pasar.

Sementara SBR dan ST tidak punya potensi kenaikan harga atau capital gain.

 

Cara Membeli 

Untuk melakukan pembelian, calon investor bisa menghubungi 33 mitra distribusi yang sudah pemerintah tunjuk, di antaranya:

  • Bank Central Asia
  • Bank Commonwealth
  • Bank CIMB Niaga
  • Bank Danamon Indonesia dan Bank DBS Indonesia
  • Bank Mandiri
  • Bank Negara Indonesia
  • Bank Rakyat Indonesia
  • Bank Tabungan Negara
  • Bank Syariah Indonesia
  • Bank Muamalat
  • Bahana Sekuritas
  • BRI Danareksa Sekuritas
  • Mandiri Sekuritas
  • Trimegah Sekuritas Indonesia
  • Bareksa Portal Investasi

 

Dengan hasil imbal yang terbilang cukup tinggi, ini mungkin bisa jadi salah satu pilihan instrumen investasi yang aman untuk kita.

Meski begitu, ada baiknya tetap pertimbangkan matang-matang keputusanmu sebelum benar-benar membeli, ya.

Pasalnya, tidak semua instrumen investasi cocok untuk kamu, mengingat setiap orang memiliki tujuan keuangan yang berbeda-beda.

Oleh karena itu, penting untuk kamu terlebih dulu berdiskusi dengan perencana keuangan dari Finansialku, yang mana dalam hal ini adalah ahli yang bisa kamu percaya.

Berdiskusi dengan ahli, memberikan kamu keuntungan berupa sudut pandang yang lebih objektif dan terarah, tidak gegabah.

Kamu bisa menghubungi mereka melalui nomor WhatsApp: 0813-1646-8488 atau dengan menekan banner di bawah ini sekarang!

Banner Konsultasi WA - DM NEW

 

Apakah kamu punya pertanyaan terkait instrumen investasi pemerintah satu ini? Jika ada, jangan ragu untuk tuliskan pertanyaanmu di kolom komentar, ya!

 

Editor: Ratna Sri H.

Sumber Referensi:

  • Abdul Malik. 08 November 2022. ST009 Terbit 11 November, Ini Perbedaan Sukuk Tabungan dengan SBN Ritel Lainnya. Bareksa.com – http://bit.ly/3TrwXEq
  • Sanya Dinda Susanti. 11 November 2022. Pemerintah buka penawaran Sukuk Tabungan ST009. Antaranews.com – http://bit.ly/3En0Hh7
  • Tira Santia. 11 November 2022. Kemenkeu Tawarkan Green Sukuk ST009, Imbal Hasil 6,15 Persen. Liputan6.com – http://bit.ly/3hBjZ9B