18 Rumah Sakit Tak Lagi Terima Peserta BPJS Kesehatan

Mulai 1 Januari 2019 terdapat 18 rumah sakit yang tak lagi terima peserta BPJS Kesehatan sebagai pasien. Apa penyebabnya?

Mari simak pembahasannya mengapa saat ini sebagian rumah sakit tidak lagi menerima pasien dengan layanan JKN atau Jaminan Kesehatan Nasional ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Penyebab 18 Rumah Sakit Tak Lagi Kerja Sama Dengan BPJS

Terdapat 18 rumah sakit di dua provinsi, yakni Jawa Barat dan Jawa Timur tak bisa lagi melayani peserta BPJS Kesehatan. Ke 18 rumah sakit ini dikabarkan memutuskan kerja sama dengan layanan Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN, BPJS Kesehatan.

Sundoyo selaku Kepala Biro Hukum Kementrian Kesehatan, angkat bicara terkait masalah ini. Sundoyo memaparkan bahwa hal ini berkaitan dengan akreditasi dari rumah sakit.

Menurut Sundoyo, rumah sakit yang menghentikan layanan BPJS Kesehatan itu tidak memenuhi standar akreditasi dari Kementerian Kesehatan.

Pada hari Jumat, 4 Januari 2019 di acara Kabar Petang yang tayang di tvOne, Sundoyo memberikan pernyataan sebagai berikut:

“Ini terkait masalah akreditasi. Satu hal yang harus kami sampaikan, akreditasi ini berkaitan dengan pemberian mutu pelayanan.”

 

Sundoyo pun menambahkan bahwa para peserta BPJS Kesehatan harus mendapatkan pelayanan yang layak, seperti pada pernyataannya berikut ini:

“Warga negara itu berhak dapat pelayanan kesehatan yang layak, dan layak itu juga berarti bermutu.”

 

Sundoyo menerangkan bahwa akreditasi merupakan persyaratan wajib bagi rumah sakit untuk dapat bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Oleh karena itu, 18 rumah sakit ini harus meningkatkan akreditasinya.

18 Rumah Sakit Tak Terima BPJS Kesehatan 02 BPJS Kesehatan 2 - Finansialku

[Baca Juga: Penyakit Epilepsi Adalah Penyakit Berbahaya! Apa Benar Di Tanggung BPJS?]

 

Karena menurutnya, pemerintah wajib untuk menyediakan fasilitas yang layak untuk masyarakat Indonesia.

Menurut Sundoyo, Kementerian Kesehatan sebenarnya sudah mengirimkan surat edaran kepada setiap rumah sakit, terutama yang bekerja sama dengan BPJS sebanyak tiga kali di sepanjang tahun 2018.

Namun, masih banyak yang belum juga memenuhi standar akreditasi rumah sakit tersebut. Sundoyo menegaskan bahwa Menteri Kesehatan akan merekomendasikan lagi kepada rumah sakit yang ada agar segera melakukan akreditasi.

Sementara itu, masyarakat pengguna layanan BPJS Kesehatan tidak perlu merasa khawatir, karena mereka akan tetap dilayani.

 

Sundoyo mengungkapkan bahwa setelah dilakukan koordinasi dengan BPJS, ternyata ada beberapa rumah sakit yang belum diberikan rekomendasi sehingga akan direkomendasikan lagi setelah mereka berkomitmen untuk segera melakukan akreditasi.

Nantinya, rumah sakit yang menghentikan layanan BPJS Kesehatan itu tetap bisa menerima pasien BPJS Kesehatan asalkan ada komitmen dari pihak rumah sakit untuk melakukan rekomendasi.

Sundoyo menegaskan agar masyarakat tak perlu resah, karena pemerintah akan menjamin bahwa peserta BPJS akan tetap mendapatkan pelayanan seperti yang selama ini sudah ada.

KB Ditanggung BPJS 01 Finansialku

[Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan: Antara Digitalisasi vs Efisiensi]

 

Bagaimana Dengan Nasib Pasien Peserta BPJS Kesehatan?

Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Kustati Surakarta, Jawa Tengah, merupakan salah satu rumah sakit yang menghentikan pelayanan kepada pasien peserta BPJS Kesehatan.

Dilansir oleh Tribunnews.com, Kepala Bagian Sumber Daya Manusia RSUI Kustati, Pujianto menyampaikan bahwa penghentian kerja sama itu berdasarkan surat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tertanggal 30 Desember 2018 perihal Perpanjangan Kerja Sama Rumah Sakit dengan BPJS Kesehatan.

Pujianto menungkapkan bahwa:

“Untuk sementara waktu RSUI Kustati belum bisa memberikan pelayanan kepada seluruh pasien BPJS Kesehatan.”

 

Menurut Pujianto, penghentian layanan pasien BPJS Kesehatan ini tergolong mendadak, karena pihaknya baru menerima surat penghentian kerja sama dari Kemenkes melalui pesan email pada hari Selasa sore tanggal 2 Januari 2019.

Sementara itu untuk pasien rawat inap yang masuk per 1 Januari 2019 akan dirujuk ke rumah sakit yang melayani BPJS Kesehatan di wilayah Solo.

Fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di tahun 2019 harus sudah memiliki sertifikat akreditasi.

Cara-Praktis-Registrasi-BPJS-Kesehatan-Online-Tahun-2018-2-Finansialku

[Baca Juga: Kenali Cara Beli Rumah Pakai BPJS, KPR BPJS Ketenagakerjaan]

 

Dimana sertifikat akreditasi tersebut merupakan persyaratan wajib yang harus dipenuhi oleh setiap rumah sakit yang melayani Program JKN-KIS.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 99 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas Ma’ruf menjelaskan dalam siaran persnya pada tanggal 3 Januari 2019 bahwa akreditasi yang sesuai dengan regulasi merupakan syarat wajib, sehingga diharapkan setiap rumah sakit dapat memenuhi syarat tersebut.

Ia juga menjelaskan sesuai dengan Perpres 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan di pasal 67 bahwa fasilitas kesehatan swasta yang memenuhi persyaratan dapat menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan, dan ketentuan persyaratan diatur dalam Peraturan Menteri.

 

BPJS Kesehatan melakukan seleksi dan kredensialing dengan melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat dan/atau Asosiasi Fasilitas Kesehatan.

Kriteria teknis yang menjadi pertimbangan BPJS Kesehatan untuk melakukan seleksi fasilitas kesehatan yang ingin bergabung antara lain sumber daya manusia (tenaga medis yang kompeten), kelengkapan sarana dan prasarana, lingkup pelayanan, dan komitmen pelayanan.

Iqbal mengatakan bahwa fasilitas kesehatan swasta yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan wajib memperbaharui kontraknya setiap tahun. Namun pada dasarnya kontrak memiliki sifat sukarela, dan hakekat dari kontrak adalah semangat mutual benefit.

Jangan Pernah Lupa Akan 4 Hal Penting BPJS Kesehatan 01 - Finansialku

[Baca Juga: Apa Itu Penyakit Diabetes Melitus Tipe I dan Tipe II? Apakah Dicover BPJS Kesehatan?]

 

Pembaharuan Kontrak

Dalam proses memperbarui kontrak kerja sama, dilakukan rekredensialing untuk memastikan benefit yang diterima peserta berjalan dengan baik sesuai kontrak selama ini.

Proses ini juga mempertimbangkan pendapat Dinas Kesehatan setempat dan memastikan bahwa pemutusan kontrak tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat dengan melalui pemetaan analisis kebutuhan faskes di suatu daerah.

Dengan demikian rumah sakit yang dikontrak BPJS Kesehatan harus sudah terakreditasi sehingga dapat menjamin pelayanan kesehatan yang bermutu untuk masyarakat, kecuali ada ketentuan lain.

Iqbal mengungkapkan bahwa anggapan penghentian kontrak kerja sama dikaitkan dengan kondisi defisit BPJS Kesehatan adalah informasi yang tidak benar.

Iqbal mengatakan bahwa sampai saat ini pembayaran oleh BPJS Kesehatan tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Rumah sakit bisa menggunakan skema supply chain financing dari pihak ke-3 apabila ada fasilitas kesehatan yang belum terbayarkan oleh BPJS Kesehatan.

Bagaimana Caranya Menyekolahkan Anak dari TK sampai Sarjana, Tanpa Utang!

Silakan download ebook-nya, GRATIS!!!

Ebook Dana Pendidikan Anak - Finansialku Mockup

Download Sekarang

 

18 Rumah Sakit Yang Tak Lagi Layani Peserta BPJS

Berikut ini adalah daftar nama-nama rumah sakit yang sudah tidak lagi melayani peserta BPJS.

Jawa Barat

  1. RS Citama, Bogor
  2. RS Bina Husada, Bogor
  3. RSU Annisa, Bogor
  4. RS DR. Sismadi, Bogor
  5. RSIA Permata Pertiwi, Bogor
  6. RS Asysyifaa, Bogor

 

Jawa Timur

  1. RS Petrokimia Gresik
  2. RS Siloam Jember
  3. RS Bhakti Persada Magetan
  4. RS Anna Medika Bangkalan
  5. RS Husada Utama Surabaya
  6. RSUD Lawang, Malang
  7. RSIA Puri Malang
  8. RSUS Kanjuruhan, Malang
  9. RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang
  10. RSUD Grati Pasuruan
  11. RS Citra Medika Sidoarjo
  12. RS Umar Bawean, Gresik

 

Nah, itulah daftar 18 rumah sakit di Jawa Barat dan Jawa Timur yang sudah tidak lagi melayani pasien peserta BPJS Kesehatan.

 

Tuliskan tanggapan dan pertanyaan Anda pada kolom komentar yang sudah disediakan di bawah. Jangan lupa juga untuk membagikan artikel ini kepada orang lain di sekitar Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Murhan. 7 Januari 2019. Daftar 18 Rumah Sakit yang Tak Layani Lagi Pasien BPJS Kesehatan, Jawa Barat Hingga Jawa Timur. Tribunnews.com – https://goo.gl/P2omhB
  • Sakinah Sudin. 6 Januari 2019. Penyebab 18 Rumah Sakit Tak Lagi Terima Peserta BPJS Kesehatan, Nasib Pasien yang Masuk 1 Januari. Tribunnews.com – https://goo.gl/weQ1Hn

 

Sumber Gambar:

  • BPJS Kesehatan 1 – https://goo.gl/aMvvoV
  • BPJS Kesehatan 2 – https://goo.gl/dYPaAP
By |2019-01-07T16:45:54+07:00January 7th, 2019|Categories: Berita, BPJS, BPJS Kesehatan|Tags: , , , , , |0 Comments

About the Author:

Dendy Agustiyan
Dendy Agustiyan, S.I.Kom. Seorang digital marketer yang terus belajar untuk mengembangkan kemampuannya. Memiliki latar belakang pendidikan S1 Ilmu Komunikasi di Fakultas Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia. Dengan pengalaman sebagai online marketing dan tele marketing.

Leave A Comment