Target BPJS Kesehatan 2019 Akan Tanggung 240 Juta Kepesertaan

Pemerintah terus melakukan gebrakan baru di tahun 2019 salah satunya melalui BPJS Kesehatan. Apa sih yang menjadi target BPJS Kesehatan 2019?

Simak artikel berikut selengkapnya!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Secure

 

Menanggung 240 Juta Penduduk Indonesia, Jadi Target BPJS Kesehatan 2019

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan merupakan badan hukum yang bertugas untuk menyelenggarakan jaminan Kesehatan Nasional bagi seluruh rakyat Indonesia.

BPJS Kesehatan memiliki tanggung jawab langsung kepada Presiden dan menjadi program pemerintah dalam kesatuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diresmikan pada tanggal 31 Desember 2013.

Sejak resmi beroperasi pada 1 Juli 2014, manfaat BPJS Kesehatan telah banyak dirasakan masyarakat Indonesia, meski belum merata secara keseluruhan.

Karena itulah, menyambut tahun yang baru ini BPJS Kesehatan memiliki sejumlah resolusi di tahun 2019 salah satunya adalah menanggung sebanyak 240 juta dari total 267 juta penduduk Indonesia hingga akhir 2019.

Target BPJS Kesehatan 2019 Akan Tanggung 240 Juta Kepesertaan 02 Jaminan Kesehatan 2 - Finansialku

[Baca Juga: Cara Praktis Registrasi BPJS Kesehatan Online Tahun 2018]

 

Seperti dilansir dari Republika.co.id (Senin, 21/12/2018), BPJS Kesehatan mengaku terus mengejar target kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) per 1 Januari 2019, sebanyak 95% bisa tercapai.

Sebab, kepesertaan JKN-KIS secara nasional masih sekitar 77% hingga per 1 November 2018.

 

Per 1 Januari 2019 jaminan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) telah diwajibkan sehingga pemerintah bersama BPJS Kesehatan terus berupaya untuk menambah kepesertaan baru.

Seperti dikatakan oleh Kepala Humas BPJS Kesehatan saat media workshop BPJS Kesehatan, di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur (Jatim), Kamis (22/11), M Iqbal Anas Ma’ruf mengatakan:

“Pertama berkaitan dengan sumber data, nomor induk kependudukan (NIK) yang disampaikan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Ini ikut membantu proses (penambahan peserta JKN-KIS).”

 

Temuan di lapangan, ternyata masih terdapat beberapa kendala misalnya saja identitas penduduk yang bermasalah karena ada lima juta NIK ganda.

Jadi, proses ini tidak bisa ditangani sendiri oleh pihak BPJS Kesehatan, melainkan perlu adanya sinergi dengan pihak terkait.

Selain NIK ganda, permasalahan lainnya juga muncul karena ada peningkatan kepesertaan Penerima Bantuan iuran (PBI) JKN-KIS yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang menjadi 96,8 juta jiwa per 2019.

Bertambahnya PBI baru, maka akan berkontribusi dalam penambahan peserta yang didaftarkan di program JKN-KIS.

Meningkatnya jumlah penduduk yang ditanggung BPJS Kesehatan tentunya menambah pembiayaan untuk jaminan kesehatannya.

 

Sanksi Kepesertaan BPJS Kesehatan

Selain fokus pada pendataan kepesertaan dengan bidang kerja terkait, BPJS Kesehatan juga melakukan pengawasan pekerja penerima upah di badan usaha.

BPJS Kesehatan turut monitoring perusahaan yang tidak melaporkan semua tenaga kerjanya untuk menjadi peserta JKN-KIS.

Target BPJS Kesehatan 2019 Akan Tanggung 240 Juta Kepesertaan 03 Jaminan Kesehatan 3 - Finansialku

[Baca Juga: 3 Cara Cek Tagihan BPJS Kesehatan Perusahaan]

 

Bahkan pihaknya telah mengantongi aturan hukum jika ada masyarakat yang belum menjadi peserta. Sanksi diatur dalam perubahan peraturan presiden nomor 82 tahun 2018.

Dalam aturan tersebut telah menjelaskan peserta baru JKN-KIS yang menggunakan layanan kesehatan kurang dari 45 hari setelah kartunya aktif maka dikenakan denda pelayanan kesehatan 2,5% kali diagnosa awal dan prosedur.

Seperti diketahui, Peserta JKN-KIS secara nasional sebanyak 205.071.003 jiwa Per 1 November 2018. Sementara jumlah penduduk Indonesia menurut Dukcapil Semester I tahun 2018 sebanyak 263.950.794 jiwa.

Artinya tingkat kepesertaan JKN-KIS baru 77,69% hingga 1 November 2018 dan sebanyak 22,2% belum menjadi peserta.

Dilansir dari JJP.go.id, terkait defisit, BPJS Kesehatan telah menerima dana talangan (bailout) sebesar Rp4,9 triliun dari Kementerian Keuangan.

Namun BPJS masih memiliki defisit Rp10,98 triliun. Untuk mengatasi sisa defisit tersebut, BPJS terus melakukan efisiensi dan juga ditutupi melalui cukai rokok.

 

Aduan untuk BPJS Kesehatan

Sementara itu, di lain pihak masyarakat kerap kali mengeluhkan banyaknya kendala ketika menggunakan BPJS Kesehatan.

Tak jarang kendala tersebut justru menghambat proses administrasi di rumah sakit dan membuat masyarakat cenderung underestimate terhadap BPJS Kesehatan.

KB Ditanggung BPJS 01 Finansialku

[Baca Juga: Setiap Peserta BPJS Kesehatan Perlu Mengetahui Sistem Rujukan BPJS Kesehatan]

 

But, u have to know bahwa BPJS Kesehatan telah memiliki berbagai metode dalam melayani keluhan pelanggan.

Berikut beberapa cara yang bisa digunakan bila ingin melakukan pengaduan atau membutuhkan informasi terkait BPJS Kesehatan.

 

#1 Mobile JKN

Aplikasi Mobile JKN merupakan transformasi digital layanan BPJS Kesehatan yang biasanya dilakukan di kantor cabang. Artinya seluruh kegiatan yang semula dilakukan di kantor kini dapat dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN.

Mobile JKN merupakan layanan self-service yang membuat pengguna dapat melakukan berbagai hal kapanpun tanpa batasan waktu. Cukup mengunduh aplikasi tersebut melalui Google Play Store atau Apps Store.

Selain pengaduan, aplikasi ini memudahkan para penggunanya untuk mengakses fasilitas lain tanpa perlu datang ke kantor BPJS Kesehatan, seperti pendaftaran peserta, pembayaran, dan lain sebagainya.

 

#2 Aplikasi LAPOR!

Era perkembangan teknologi juga mendasari adanya Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat atau LAPOR. Layanan ini memungkinkan Anda menghubungi berbagai instansi, salah satunya adalah BPJS Kesehatan.

Cukup kunjungi laman LAPOR di Lapor.go.id, lalu pilih BPJS Kesehatan. Setelah itu Anda akan langsung terhubung dan hanya perlu mengisi form pengaduan.

Aduan Anda akan langsung direspon dalam waktu yang cukup cepat oleh BPJS Kesehatan.

Selain pengaduan, pada LAPOR juga telah terdapat berbagai pertanyaan dari orang lain, sehingga Anda bisa menggunakan pertanyaan tersebut sebagai acuan atau referensi jawaban keluhan Anda.

 

#3 Petugas BPJS Kesehatan di Fasilitas Kesehatan

Bila dalam keadaan darurat dan membutuhkan tanggapan yang cepat, salah satu cara mengadu yang bisa dilakukan adalah dengan mendatangi petugas BPJS Kesehatan di fasilitas kesehatan.

Namun saat ini, di beberapa rumah sakit, keberadaan petugas BPJS Kesehatan telah ditarik dan ditempatkan di BPJS Kesehatan care center. Sehingga jangan heran bila tak menemukan petugas BPJS di fasilitas kesehatan.

 

#4 BPJS Kesehatan Care Center

Anda juga bisa memilih cara ketiga ini, yakni menghubungi call center BPJS Kesehatan. Cukup telepon nomor 1500 400, sampaikan keluhan Anda dan pihak BPJS akan memberikan jawaban terkait keluhan Anda.

Selain sebagai pusat informasi dan pengaduan, melalui call center BPJS, Anda juga bisa melakukan pendaftaran. Sehingga tak perlu mendatangi kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat.

 

#5 Kantor Cabang

Cara terakhir yang cukup merepotkan dan tidak efektif adalah dengan mendatangi langsung kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat. Namun jangan harap bisa mendapatkan layanan yang cepat.

Anda diharuskan mengambil nomor antre dan menunggu cukup lama untuk dipanggil dan barulah bisa melaporkan keluhan Anda. Sehingga mendatangi kantor cabang merupakan pilihan terakhir yang bisa Anda lakukan.

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Kepesertaan BPJS Kesehatan Kian Bertambah

Upaya pemerintah bersama BPJS Kesehatan untuk memberikan jaminan kesehatan pada masyarakatnya patut diapresiasi positif.

Karena itulah, masyarakat yang belum menjadi peserta BPJS Kesehatan diharapkan lebih aware dan bekerja sama dengan pihak terkait yang melakukan pendataan.

Berbagai keluhan yang selama ini dirasakan merupakan bagian dari evaluasi yang terus dijadikan rekomendasi bagi BPJS Kesehatan. Dengan gotong royong semua tertolong.

Berbicara mengenai kesehatan, selain mengandalkan BPJS, Apakah Anda sudah menganggarkan dana untuk kesehatan atau dana darurat lainnya? Atau Anda masih sulit dalam merencanakan dan mengelola keuangan Anda?

Aplikasi Finansialku dapat membantu Anda merencanakan dan mengelola keuangan dengan mudah. Anda dapat download Aplikasi Finansialku melalui link di bawah ini atau melalui Google Play Store.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Apakah Anda merasa terbantu dengan adanya artikel ini? Jangan ragu untuk membagikan pada teman Anda. Agar semua orang bisa mendapatkan manfaat dan merasakan keuntungannya. Terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Rr Laeny Sulistyawati. 22 November 2018. Jelang 2019, BPJS Kesehatan Terus Kejar Target Kepesertaan. Republika.co.id – https://goo.gl/ThQdnB
  • Nuraini. 25 Oktober 2018. Target Pemerintah, 2019 BPJS Kesehatan Tanggung 240 Juta Penduduk. JJP.go.id – https://goo.gl/SZuwUJ

 

Sumber Gambar:

  • Jaminan Kesehatan – https://goo.gl/LckqgU
  • Jaminan Kesehatan 2 – https://goo.gl/uiMGTZ
  • Jaminan Kesehatan 3 – https://goo.gl/6Lhw3r
Ismyuli Tri Retno Kusuma Wardani, S.I.Kom,
Ismyuli Tri Retno Kusuma Wardani, S.I.Kom, seorang praktisi humas di salah satu perguruan tinggi di Kota Bandung. Memiliki background pendidikan S1 Program Studi Ilmu Komunikasi Konsentrasi Humas di Universitas Komputer Indonesia, dengan pengalaman menjadi bagian dari Media Mahasiswa Indonesia dan tertarik mengembangkan kemampuan di bidang penulisan.

Leave A Comment