Telur infertil adalah telur yang bibitnya gagal menjadi ayam saat proses pengeraman, yang bahaya saat dikonsumsi! Kenapa?

Cari tahu informasi selengkapnya di berita Finansialku di bawah ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Apa Itu Telur Infertil?

Pada Selasa (09/06) lalu, Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Tasikmalaya melaporkan adanya temuan penjualan telur infertil di wilayah Komplek Pasar Induk Cikurubuk, Tasikmalaya, sebagaimana dilansir laman kompas.com, Kamis (11/06).

Saat itu, ditemukan fakta bahwa para pedagang di pasar menjual murah telur tersebut dengan harga Rp 15.000 per kg.

Melansir laman kompas.com, telur infertil nyatanya adalah jenis telur yang dilarang untuk diperjual belikan, mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 32 Tahun 2017 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam RAS dan Telur Konsumsi.

“Telur itu tidak boleh diperjual belikan, karena ada peraturan di Permentan No. 32 Tahun 2017 pasal 13 ayat (4), larangan jual-beli telur tertunas dan telur infertil.” Kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Tasikmalaya, Tedi Setiadi, dikutip dari laman popmama.com, Kamis (11/06).

Bikin Geger, Ini Fakta yang Harus Diketahui Soal Telur Infertil! 02

[Baca Juga: Mau Dapat Untung Dari Beternak? Yuk Belajar Ternak Ayam Petelur]

 

Lalu, sebenarnya apa itu telur infertil?

Telur infertil atau Hatched Egg, adalah telur yang tidak menetas atau, bibitnya gagal menjadi ayam saat proses pengeraman, karena tidak ada sperma ayam jantan pada telur infertil ini.

Ada dua kasus yang biasa ditemui dalam telur ini, sengaja tidak ditetaskan, dan memang gagal menetas, sebagaimana pengertian di atas.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita menjelaskan kalau telur infertil ini dibagi menjadi dua jenis.

Kedua jenis telur ini dibagi berdasarkan asal sumber telurnya, sebagaimana dilansir laman republika.co.id, Minggu (14/06).

Jenis telur infertil yang pertama adalah telur infertil yang berasal dari ayam ras petelur atau layer komersial hasil budidaya (dalam pemeliharaannya tidak dicampur dengan pejantan).

Jenis telur yang pertama ini sering disebut dengan telur konsumsi, yang aman dan sehat untuk dikonsumsi.

Sementara telur yang kedua, adalah telur hasil breeding farm ayam ras.

Bikin Geger, Ini Fakta yang Harus Diketahui Soal Telur Infertil! 03

[Baca Juga: Cara Memulai Bisnis Ternak Ayam Kampung]

 

Telur ini lah yang disebut dengan hatced egg atau telur tetas, yang tidak dibuahi sperma ayam jantan.

Jenis telur yang kedua ini merupakan ayam ras yang telah melewati masa inkubasi selama 18 hari.

Jenis telur ini juga, yang dilarang peredarannya karena ada potensi risiko kesehatan bagi masyarakat apabila dikonsumsi.

Karena jenis telur ini memiliki residu fumigasi dari formaldehid (formalin), yang berbahaya untuk kesehatan yang mengonsumsi.

 

GRATISSS Download!!! Ebook Panduan Cara Mengatur Keuangan yang Benar Untuk Ibu Rumah Tangga

Ebook Mommy and Money

Download E-book Sekarang

 

Ciri-ciri

Telur infertil yang tidak layak dikonsumsi, biasanya punya ciri-ciri yang menonjol dibandingkan dengan telur yang layak dikonsumsi sebagaimana dilansir dari beberapa sumber, di antaranya adalah:

  • Kulit telurnya yang berwarna agak pucat dan cenderung tidak segar apabila dibandingkan dengan telur normal lainnya.
  • Cangkangnya cenderung lebih tipis jika dibandingkan dengan cangkang telur normal pada umumnya.
  • Rasa telurnya berbeda, cenderung tidak gurih seperti telur normal lainnya.
  • Kuning telur bercampur dengan putih telur. Selain itu, tekstur keseluruhan telurnya akan cenderung cair dan tidak kental serta berlendir seperti telur segar.
  • Ada bintik hitam atau merah pada isinya, yang akan terlihat saat dilihat menggunakan sorotan cahaya dari senter.
  • Harga cenderung lebih murah. Biasanya, telur infertil dijual dengan harga jauh lebih murah dari pasaran, yaitu sekitar Rp 7 ribu sampai Rp 10 ribu per kg-nya.
  • Tidak tahan lama, atau mudah busuk. Hal ini karena telur biasanya sudah disimpan selama beberapa hari di mesin tetas perusahaan sebelum dipasarkan.

 

Aman dan Tidak Aman Dikonsumsi

Telur infertil ini berbeda dengan telur normal lainnya. Telur ini baru diketahui sebagai infertil setelah berakhirnya masa inkubasi.

Sementara, masa simpan telur konsumsi mengacu pada Standar Nasional Indonesia, adalah 14 hari setelah produksi pada suhu ruangan dengan kelembapan ruangan 80-90 persen.

Sementara telur infertil disimpan di suhu ruangan yang tinggi, dan baru saja dipasarkan setelah melewati beberapa proses yang melebihi waktu standar masa simpan telur.

Ini yang akhirnya menjadi alasan kenapa telur infertil rentan busuk dan bahaya untuk dikonsumsi.

Tapi dari beberapa sumber lain, ada pula yang mengatakan kalau telur ini aman-aman saja untuk dikonsumsi.

Karena baik telur fertil dan telur infertil, keduanya sama-sama berasal dari ayam-ayam yang sehat.

Yang membedakan adalah keadaan fisiknya, telur infertil sudah tidak baik lagi, karena terlalu lama disimpan di ruangan sebelum dipasarkan.

“Urusan berbahaya, walaupun fisiknya sudah seburuk itu, tapi jika tidak terpapar dengan mikroba maka yang yang ‘mau’ memakannya, ya aman-aman saja.” Kata Prof. Dr. Ir. Niken Ulupi, MS, dari Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan Fakultas Peternakan IPB, dikutip dari laman kompas.com, Minggu (14/06).

Tapi yang pasti, telur infertil adalah jenis telur yang perdagangannya dilarang oleh pemerintah.

Selain karena dianggap berbahaya, penjualan telur ini akan mengganggu harga telur negeri yang diproduksi peternak ayam layer karena harganya jauh lebih murah.

Sobat Finansialku, jangan sampai kita tergiur dengan harga telur di pasaran yang murah, ya!

Karena selain berbahaya bagi kesehatan pencernaan, dengan membeli telur ini, artinya kita melanggar peraturan yang sudah ditetapkan.

 

Bagaimana pendapat Sobat Finansialku mengenai telur ini? Mari sama-sama kita diskusikan di kolom komentar!

Jangan lupa untuk bagikan juga informasi penting ini pada rekan dan keluarga, agar mereka terhindar dari jebakan telur infertil yang lebih murah!

 

Sumber Referensi:

  • Nur Rohmi Aida. 12 Juni 2020. Ciri-ciri TelurInfertil dan Cara Membedakannya dengan Telur Konsumsi. Kompas.com – https://bit.ly/2Y1BcNl
  • Nur Rohmi Aida. 11 Juni 2020. Apa Itu TelurInfertil?. Kompas.com – https://bit.ly/2MXvk1d
  • Putri Syifa Nurfadilah. 11 Juni 2020. Apa itu TelurInfertil? Berikut Ciri-Ciri dan Bahayanya. Popmama.com – https://bit.ly/2Y2wWxd
  • Yana Gabriella Wijaya. 14 Juni 2020. Viral Penjualan TelurInfertil, dari Mana Asal Telur Infertil?. Kompas.com – https://bit.ly/3fpulTG
  • Admin. 14 Juni 2020. Mengenal Lebih Dekat TelurInfertil. Republika.co.id – https://bit.ly/3hp4ehA

 

Sumber Gambar:

  • Hatched Egg 01 – https://bit.ly/2MZaKgY
  • Hatched Egg 02 – https://bit.ly/3fiYLaa
  • Hatched Egg 03 – https://bit.ly/2MXi6ll