Kelanjutan keputusan tenaga honorer dihapus, nasib honorer ditentukan sampai tahun 2023.

Simak berita selengkapnya dalam artikel Finansialku di bawah!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Diberi Waktu 5 Tahun

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) memutuskan untuk memberikan tenggat waktu sejak 2018 hingga 2023 untuk masa transisi pada pegawai honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Dilansir dari laman kompas.com, mereka wajib ikut dan lolos seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk dapat diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomo 49 Tahun 2018 tentang manajemen PPPK.

Setiawan Wangsaatmaja, Deputi bidang SDM Aparatur Kementerian PAN-RB, dikutip dari laman kompas.com, Senin (27/01):

“Kita punya waktu transisi lima tahun. Jadi di dalam lima tahun itu diharapkan silakan mereka (tenaga honorer) mengikuti prosedur untuk mengikuti seleksi (CPNS).”

 

Setiawan juga menambahkan kalau para pegawai honorer dapat mengikuti seleksi PPPK atau PNS sesuai dengan bidang keahliannya.

Pelaksanaan seleksi CPNS bagi honorer sendiri akan dibuka tergantung pada kebutuhan dari instansi-instansi terkait. Karena itu, pihaknya tidak dapat memastikan kapan seleksi akan digelar.

“Fokus kita semua instansi pemerintah harus mengusulkan berdasarkan kebutuhan untuk instansi unit organisasi. Orientasi kita bukan pada orang, tapi jabatan yang dibutuhkan.”

 

Adapun syarat yang harus dipenuhi para tenaga honorer yang akan mengikuti seleksi CPNS harus berusia maksimal 35 tahun ketika mengikuti tes. Sedangkan untuk tenaga honorer yang berusia di atas 35 tahun, bisa mengikuti tes PPPK.

Dilansir dari laman detik.com, Tjahjo Kumolo, Menteri PAN-RB, mengatakan bahwa kesempatan bagi tenaga honorer untuk menjadi PNS dan PPPK tertuang dalam keputusan bersama antara pemerintah dengan tujuh komisi gabungan DPR pada 23 Juli 2018 lalu.

Pemerintah Sepakat Hapus Tenaga Kerja Honorer 04

[Baca Juga: Pemerintah Sepakat Hapus Tenaga Kerja Honorer]

 

Hingga tahun 2018 lalu, tenaga honorer yang berusia di bawah 35 tahun dan memenuhi persyaratan pengangkatan yang tertuang dalam Undang-Undang,  dikatakan dari 8.765 pelamar, terdaftar lulus sebanyak 6.638 guru dan 173 tenaga kesehatan.

Sedangkan eks THK-II yang berusia di atas 35 tahun yang memenuhi syarat mengikuti seleksi PPPK, setelah dilakukan seleksi akhir Januari 2019 lalu, maka hasil dari seleksi yang didapatkan adalah: Tenaga guru lulus sebanyak 34.954, tenaga kesehatan yang lulus sebanyak 1.792, dan Penyuluh pertanian lulus sebanyak 11.670 orang.

Berdasarkan catatan Kementerian PAN-RB, jumlah tenaga honorer yang belum lulus sendiri terdapat 438.590 orang.

Hingga saat ini, proses seleksi masih terus dilakukan secara bertahap dan akan dihentikan pada tahun 2023.

Apabila selama masa transisi tersebut terdapat tenaga honorer yang tidak lulus tes seleksi PPPK atau CPNS, maka pemerintah akan memerikan kewenangan bagi instansi terkait untuk memutuskan akan melanjutkan atau tidak honorer tersebut.

“Pertama kita kembalikan tenaga honorer itu dikontrak siapa, itu dulu yang harus kita tahu. Dalam rapat bersama dengan komisi gabungan disebutkan bahwa mereka memberikan kesempatan sepanjang dibutuhkan instansi pemerintah dan diberikan gaji sesuai UMR di wilayahnya.”

 

Setelah tahun 2023, apabila dinilai masih diperlukan perpanjangan masa transisi, maka Kementerian PAN-RB akan mengadakan rapat lanjutan bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Keuangan, dan instansi pemerintah terkait lainnya.

 

Tiga Profesi Diutamakan

Mengenai masa transaksi bagi tenaga honorer untuk PPPK dan CPNS ini sendiri, Kementerian PAN-RB juga mengatakan kalau mereka memprioritaskan tiga profesi honorer.

Setiawan Wangsaatmaja selaku Deputi Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian PAN-RB menjelaskan, terdapat tiga profesi yang diutamakan, yaitu guru, dosen, dan tenaga kesehatan.

Alasan penempatan skala prioritas pada tiga profesi yang disebutkan adalah karena saat ini, jumlah pegawai yang bersifat administrasi masih mendominasi.

Karena itu pula, saat ini pemerintah masih terus melakukan pengupayaan untuk memperbaiki komposisi Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurut Setiawan, pemerintah masih lebih membutuhkan pegawai teknis untuk mengisi bangku kosong di pemerintahan.

“Jadi untuk sekarang sampai tiga atau lima tahun ke depan, tenaga administrasi ini akan kita kontrol betul, sangat selektif betul.”

 

GRATISSS Download!!! Ebook Panduan Sukses Atur Gaji Ala Karyawan

Mockup Ebook Karyawan

Download Ebook Sekarang

 

Upaya pemerintah dalam proses penghapusan tenaga honorer ini akan menjadi perjalanan yang cukup panjang. Sebagai warga negara, kita tentu harus turut mengawasi jalannya transisi ini agar tidak terjadi hal-hal yang melanggar.

Apakah langkah pemerintah ini sudah dapat dikatakan benar? Bagaimana menurut Anda? Utarakan pendapat Anda di kolom komentar, ya!

 

Sumber Referensi:

  • Fitria Chusna Farisa. 27 Januari 2020. Tenaga Honorer Diberi Waktu Hingga 2023 untuk Dapat Diangkat Sebagai PNS. Kompas.com – http://bit.ly/3aRK2lo
  • Fadhly Fauzi Rachman. 27 Januari 2020. Mau Dihapus, Bagaimana Nasib Tenaga Honorer?. Detik.com – http://bit.ly/2O6jRgK
  • Caesar Akbar. 27 Januari 2020. Tenaga Honorer Dihapus, Kemenpan Utamakan 3 Jabatan Ini Jadi CPNS. Tempo.co – http://bit.ly/2RAELHj
  • Admin. 27 Januari 2020. Guru dan Tenaga Medis Honorer Prioritas jadi PNS atau PPPK. Cnnindonesia.com – http://bit.ly/2RTkmvU
  • Admin. 27 Januari 2020. Tenaga Honorer Diberi Tenggat Ikut Seleksi CPNS Sampai 2023. Cnnindonesia.com – http://bit.ly/2Gu0WZm
  • Fadhly Fauzi Rachman. 28 Januari 2020. Balada Nasib Tenaga yang Mau Dihapus. Detik.com – http://bit.ly/2U34VEa
  • Hendra Kusuma. 25 Januari 2020. Mau Dihapus, Tenaga Honorer Bisa Pilih Jadi CPNS atau PPPK. Detik.com – http://bit.ly/310VdDF

 

Sumber Gambar:

  • Tenaga Honorer Dihapus – http://bit.ly/2U2PNGU