Beredar kabar Jalan Tol Cipularang putus karena longsor viral di media sosial! Informasi hoax atau valid?

Temukan jawabannya di artikel Finansialku di bawah ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Viral, Jalan Tol Cipularang Bakal Putus Karena Longsor?

Tanah longsor yang tepat berada di pinggir Tol Cipularang KM 118 sempat membuat pengguna jalan tol khawatir.

Sebelumnya peristiwa longsor terjadi di Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Selasa (11/02) malam, tepatnya pukul 21.00.

Melansir dari laman tekno.tempo.co, peristiwa ini mengakibatkan satu orang warga luka ringan, enam unit rumah warga rumah rusak berat sementara delapan puluh rumah lainnya terancam kena longsor.

Viral Tol Cipularang Bakal Putus Karena Longsor! Masa, sih_ 02

[Baca Juga: Jasa Marga dan Waskita Rencanakan Tol Trans Jawa RIlis IPO!]

 

Selain itu, longsor juga turut memporak-porandakan lahan pertanian sawah sekitar 3 Ha, enam kolam ikan, pipa saluran air bersih sepanjang 1500 meter dan memutus aliran listrik di Desa Sukatani.

Karena kecemasan ini pula, akhirnya muncul kabar burung di media sosial kalau Tol Cipularang KM 118 terancam akan putus akibat adanya longsor susulan.

Menanggapi hal itu, Kompol Zainal Abidin, selaku Kasat PJR Dirlantas Polda Jabar, menyampaikan bahwa Tol Cipularang masih aman dilintasi oleh kendaraan untuk di kedua arah.

Dia juga mengatakan kalau ancaman Tol Cipularang KM 118 akan terputus, adalah kabar yang tidak benar atau hoax.

“Kepada seluruh pengguna jalan yang melintasi Tol Cipularang, kami sampaikan bahwa hingga sore ini, jalan tol tersebut baik yang menuju Bandung maupun yang menuju ke arah Jakarta masih aman untuk dilintasi di kedua arah. Sehingga informasi-informasi yang beredar apalagi sampai jalan terputus itu tidak benar.” Tuturnya sebagaimana dilansir laman liputan6.com, Minggu (16/02).

Serupa dengan pernyataan Zaenal, pihak Jasa Marga juga turut menekankan bahwa tidak ada longsor lanjutan yang akan mengancam Tol Cipularang.

“Kami menjamin kondisi Jalan Tol Cipularang tepatnya di KM 118+600 dapat dilintasi oleh pengguna jalan, baik yang menuju ke arah Bandung maupun ke arah Jakarta dengan aman.” Kata Pratomo Bimawan Putra selaku General Manager Jasa Marga Cabang Purbaleunyi, dilansir dari laman yang sama.

Pihak Jasa Marga juga sudah melakukan upaya perbaikan dan antisipasi dengan melakukan pemasangan dolken atau cerucuk dan sandbag, sekaligus pemasangan terpal untuk menghindari peresapan langsung dari air hujan.

“Kondisi saat ini pada lokasi longsor KM 118+600 arah Jakarta telah dilakukan pemasangan dolekn atau cerucuk dan sandbag. Pemasangan terpal utnuk menghindari meresapnya air hujan secara langsung, pengaliran drainase air hujan, serta menyiagakan petugas pengawasan.” Tutur Bimawan, sebagaimana dilansir dari laman liputan6.com, Minggu (16/02).

Viral Tol Cipularang Bakal Putus Karena Longsor! Masa, sih_ 03

[Baca Juga: Tarif Tol Naik, Ini Daftar Tol yang Mengalami Kenaikan]

 

Sebelum itu, Bimawan juga mengaku kalau pihaknya juga sudah melakukan pengujian sondir pada area longsoran untuk mengetahui karakteristik tanah.

Pihaknya juga sudah berencana untuk melakukan penanganan lereng dengan melakukan perkuatan menggunakan boredpile dan retaining wall.

Sementara itu, ditemui di kesempatan berbeda, Andri Tohari dari tim dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan kalau kejadian ini merupakan timbunan tanah.

Menurut Andri yang dikutip dari laman tekno.tempo.co, longsor dialami sebagian oleh lereng timbunan dan sebagian lain lereng asli di jalur ke arah Jakarta, dan bukan disebabkan oleh air hujan.

Selain itu, ditemukan fakta lain di lapangan kalau terdapat genangan di sisi lereng timbunan jalan tol arah Bandung diakibatkan oleh penyumbatan yang terjadi di gorong-gorong oleh material longsoran yang terjadi Desember 2019 lalu.

Andri mengatakan, secara ilmu hidrolika, air genangan dapat mengalir ke dalam timbunan ke arah lereng di sisi seberangnya.

Bukan hanya itu, ditemukan juga banyak mata air di daerah lereng longsoran, yang mana dikatakan oleh Andri artinya, terdapat aliran air di dalam timbunan yang longsor.

Hal ini, kata Andri, terjadi karena aliran air di dalam lereng timbunan akan menghasilkan rembesan (seepage) di daerah kaki lereng.

Dampaknya, tanah di daerah kaki atau bagian bawah lereng menjadi jenuh air, akibatnya, daerah kaki lereng menjadi labil dan longsor sehingga tidak mendukung massa tanah di atasnya.

 

Kontur tanah Tol Cipularang nyatanya memiliki karakteristik yang berbeda dengan tanah jalan Tol lainnya. Untuk Sobat Finansialku yang rutin menggunakan Tol Cipularang untuk mobilisasi, Finansialku ingatkan untuk tetap berhati-hati, ya!

Maukah Anda membantu Finansialku untuk menghentikan kabar hoax yang tersebar dengan menyebarkan informasi pada rekan-rekan Anda melalui platform yang tersedia di bawah? Terima kasih!

 

Ebook Perencanaan Keuangan ENTREPRENEUR & FREELANCE

Download Sekarang, GRATISSS!!!

Mockup ebook entrepreneur dan freelancer

Download Ebook Sekarang

 

Sumber Referensi:

  • Anwar Siswadi. 17 Februari 2020. Temuan LIPI di Lokasi Longsor Sisi Jalan Tol Cipularang Km 118. Tekno.tempo.co – http://bit.ly/3286XVy
  • Nanda Perdana Putra. 16 Februari 2020. Polisi: Kabar Tol Cipularang Terancam Putus Akibat Longsor Hoaks. Liputan6.com – http://bit.ly/2uQa5ZT
  • Nanda Perdana Putra. 10 Februari 2020. Longsor Tol Cipularang Masih Proses Perbaikan, Jalan Aman Dilalui Pengendara. Liputan6.com – http://bit.ly/2P2VsJI
  • Admin, 16 Februari 2020. Hoaks Foto Tol Cipularang KM 118+600 Kembali Longsor dan Terancam Putus. Regional.kompas.com – http://bit.ly/3287UNC

 

Sumber Gambar:

  • Tol Longsor 01 – http://bit.ly/3bInpjr
  • Tol Longsor 02 – http://bit.ly/37uXmct
  • Tol Longsor 03 – http://bit.ly/2UX4sUn