Sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia yang telah dual listing, transformasi TLKM ke perusahaan digital membuatnya semakin menarik.

Mari kita cek prospeknya!

 

Artikel ini dipersembahkan oleh

Logo Rivan Kurniawan

 

Penetrasi Ke Bisnis Digital TLKM

Transformasi ke Bisnis Digital, TLKM Semakin Menarik Digital Business 

TLKM memiliki beberapa penetrasi langsung ke sektor digital, seperti LinkAja!, Dunia Games, dan produk-produk lainnya.

Sampai dengan 1Q21 kemarin (TLKM belum merilis LK 2Q21), perlu Anda ketahui bahwa bisnis digital berkontribusi sebesar ~77% of total pendapatan perusahaan, dan akan menjadi key driver bagi pertumbuhan bisnis perusahaan.

[Baca Juga: Investment Outlook: The Fed Putuskan No Tapering Dalam Jangka Pendek]

Berbeda dengan tren pendapatan perusahaan yang sebelumnya didapatkan dari produk-produk konvensional seperti pulsa dan paket data, TLKM telah melebarkan gurita bisnisnya.

Di luar bisnis sebagai provider telekomunikasi, TLKM juga aktif untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan digital seperti Gojek.

 

Transformasi ke Bisnis Digital, TLKM Semakin Menarik 2

 

Beberapa hal yang telah dibuktikan oleh TLKM terkait dengan kesuksesan strateginya adalah peningkatan yang nyata dari data operasional bisnis digitalnya.

Secara keseluruhan, di tengah pertumbuhan yang melambat karena Covid-19, pendapatan dari bisnis digital TLKM masih mampu meningkat sebesar +3,1% YoY dari Rp 15,8 triliun di 1Q20 ke Rp 16,3 triliun pada 1Q21.

User meningkat dengan ciamik ke level 114,8 juta pada 1Q21 dari 105,1 juta pada 1Q20.

Yang menjadi kunci pertumbuhan adalah pertumbuhan data konsumsi.

Data user consumption meningkat +48,7% YoY, pertumbuhan yang sangat positif untuk dicapai, dan diikuti dengan traffic data yang juga bertumbuh hampir 60% YoY dari 1,95 petabyte menjadi 3,1 petabyte pada 1Q21.

Jangan lupakan perangkat-perangkat yang mampu mengakses jaringan internet, karena potensi peningkatan pendapatan TLKM juga bersumber dari potensi peningkatan penetrasi internet ke seluruh Indonesia.

Semua hal ini membuktikan secara nyata pertumbuhan bisnis digital TLKM yang terus memberikan kontribusi positif bagi perusahaan.

 

Transformasi ke Bisnis Digital, TLKM Semakin Menarik

 

TLKM juga menambah amunisi investasi sebesar US$ 300 juta (sekitar Rp 4,3 triliun atau setara dengan 20% laba TLKM dalam satu tahun).

Penambahan stake di Gojek ini akan membawa dampak positif, seiring dengan sinergi antara TLKM dengan Gojek akan terus berjalan, ataupun mendapatkan value added dari Gojek ketika GoTo akan melakukan IPO nantinya.

Penetrasi ke 5G dan juga meluncurkan brand identity merupakan strategi TLKM untuk mendapatkan market share dan melakukan penetrasi ke generasi milenial.

Ke depannya, dengan demografi yang akan berfokus ke usia produktif, penting untuk dapat mengikuti perkembangan zaman dengan kecepatan internet 5G serta brand identity yang bisa relate dengan kondisi demografi tersebut.

 

Transformasi ke Bisnis Digital, TLKM Semakin Menarik

 

Diversifikasi yang dilakukan TLKM juga akhirnya berbuah, karena di tengah peningkatan pendapatan yang dicapai oleh TLKM, kontribusi bisnis non-mobile (non pulsa dan data), telah meningkat drastis dalam 5 tahun terakhir, baik dari sisi revenue maupun laba bersih.

Net income non mobile di 1Q21 saja sudah berkontribusi sebesar seperempat dari total laba bersih perusahaan, hal ini akan menjadi sinyal positif seiring dengan peningkatan penetrasi digital di Indonesia.

Transformasi ke Bisnis Digital, TLKM Semakin Menarik

 

Key driver pertumbuhan TLKM, kami lihat, akan juga tersumbang dari pertumbuhan Indihome, yang pada 1Q21 telah meningkat 25% YoY.

Pertumbuhan pemakaian jaringan internet ini mampu meng-offset penurunan pendapatan yang terjadi di beberapa segmen lainnya seperti SMS, fixed dan cellular yang turun juga sebesar -25.4% YoY, serta penurunan pendapatan interconnection sebesar -11% YoY.

Transformasi ke Bisnis Digital, TLKM Semakin Menarik 6 (1)

 

Bahkan, dinamika pertumbuhan dan penurunan kontribusi pendapatan tersebut masih menyebabkan margin keuntungan TLKM meningkat.

EBITDA margin tumbuh ke angka 55,4% (+0,3% YoY) serta margin laba bersih meningkat ke level 17,7% (meningkat +0,6% YoY).

Pertumbuhan ini tentu saja menjadi angin segar bagi TLKM, dan kami ekspektasikan tren-nya akan sejalan dengan pertumbuhan kinerja di 1Q21.

Mempunyai pengalaman lebih dari setengah abad tentu menjadi bukti nyata TLKM yang terus melakukan inovasi untuk tetap berada top of the game.

Ke depannya, kami melihat juga masih akan ada kejutan-kejutan baru yang ditawarkan oleh TLKM untuk meningkatkan kinerja bisnisnya.

 

Bagaimana menurut Anda? Apakah emiten satu ini jadi lebih menarik?

Bergabung dengan diskusi seru mengenai saham bersama saya Rivan Kurniawan dan Melvin Mumpuni, CFP®, CEO dan founder Finansialku.com dalam Komunitas Belajar Saham Finansialku.

 

Editor: Eunice Caroline