Para pakar di India menyebut tsunami covid-19 ini kemungkinan disebabkan karena adanya varian baru corona yang lebih cepat menular.

Baca selengkapnya dalam artikel Finansialku berikut.

 

Gelombang Tsunami Covid-19 di India, Rumahsakit Kewalahan

Tengah terjadi gelombang besar penyebaran virus corona di India, fenomena ini oleh media nasional diibaratkan seperti tsunami Covid-19.

Memang dalam beberapa pekan terakhir ini India mencatat kenaikan signifikan kasus corona (Covid-19), setelah kasus sempat menurun, bahkan dilaporkan terjadi herd immunity.

Dari data Worldometers, kasus corona di India kini tercatat 15.057.767. Dengan begini, menempatkan Negeri Bollywood di bawah posisi pertama, Amerika Serikat, yang memiliki 32.4040.454 kasus.

Para pakar di India menyebut lonjakan kasus ini kemungkinan disebabkan karena adanya varian baru corona yang lebih cepat menular.

Selain varian baru corona, lonjakan kasus juga diperburuk dengan banyaknya warga India yang tak lagi khawatir akan bahayanya virus tersebut.

“Orang-orang menjadi sangat terlena, bertindak seolah-olah virus itu telah hilang, yang tidak masuk akal,” kata Senthil, ahli urologi di Coimbatore, Tamil Nadu, dikutip dari The Guardian dari Detikcom.

Saat ini virus corona bahkan menyerang kaum muda dan anak-anak. Membeludaknya kasus juga mendorong sistem perawatan India ke ambang kehancuran.

Sejumlah negara bagian bahkan memperketat pembatasan sosial di akhir pekan dalam upaya mengekang infeksi.

Maharashtra, tempat pusat perfilman Mumbai berada melakukan lockdown pada akhir pekan. Sementara Dehli, ibu kota, memberlakukan jam malam.

Yang mengenaskan, mayat-mayat bertumpuk di luar rumah sakit pemerintah di Rainpur, negara bagian Chhattisgarh. Kremasi, karena banyaknya korban tewas corona, tak bisa dilakukan dengan cepat oleh rumah sakit (RS).

Tsunami Covid-19 Tengah Melanda India, Kenapa Bisa Terjadi_ 02

[Baca Juga: Jangan Khawatir, Vaksinasi Covid-19 Takkan Batalkan Puasa, Ini Jelasnya]

 

“Kasus tsunami yang parah ini telah membanjiri infrastruktur perawatan kesehatan di negara bagian itu,” kata Dr Shashank Joshi, anggota gugus tugas Covid Mumbai.

“Kali ini kami melihat orang-orang yang lebih muda antara 20 dan 40 menjadi terkena dampak serius dan bahkan anak-anak sekarang dirawat di rumah sakit dengan gejala yang parah. Kapasitas sistem perawatan kesehatan untuk bertahan semakin menyusut. “

Seperti diketahui, India merupakan salah satu pusat farmasi dunia, termasuk pabrikasi vaksin corona. Sejauh ini lebih dari 108 juta orang telah divaksin di negara dengan jumlah penduduk 1,3 miliar itu.

Namun akibat gelombang kedua corona yang sudah tak terbendung, India membatasi ekspor vaksin corona yang diproduksi dan obat corona Remdesivir.

Oleh sebab itu, India akhirnya menyetujui pembelian vaksin Rusia, Sputnik V, untuk penggunaan darurat dan berencana memberi izin vaksin AS seperti Pfizer dan Moderna, melansir dari Cnbcindonesia.com

“Tingkat di mana kasus meningkat dalam gelombang ini jauh melebihi tingkat di mana kasus tumbuh pertama kali,” kata Gautam Menon, profesor fisika dan biologi di Universitas Ashoka.

“Jelas ada bukti bahwa itu menyebar lebih cepat, menunjukkan bahwa kemungkinan lebih menular.”

 

Indonesia Harus Waspada

Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Prof Amin Soebandrio, mengatakan, Indonesia harus belajar dari India. Sebab jika ada mutasi baru dan masyarakat kurang waspada, maka virus sangat cepat menular.

“Kalau (virus) yang mendominasi itu memiliki tingkat penularan yang tinggi, tentu dia bisa dengan cepat mendominasi. Nah itu sangat dipengaruhi angka reproduksi kan? Satu kasus bisa menularkan ke beberapa orang,” jelasnya.

“Dan itu faktornya tidak hanya mutasi virus itu saja tapi juga perilaku manusianya. Kayak di India kan kita lihat dari gambarannya, apa yang mereka lakukan, kan bisa ngerti kenapa kasusnya (naik)” imbuhnya, mengutip dari kumparan.com

India mengalami lonjakan ribuan kasus corona usai melaksanakan ritual Kumbh Mela di Sungai Gangga. Dalam festival keagamaan ini puluhan ribu orang mandi bersama dan berdesakan di Sungai Gangga tanpa protokol kesehatan.

 

banneraudiobook -pentingnya asuransi penyakit kritis

 

Bagaimana menurutmu, Sobat Finansialku tentang fenomena tsunami Covid-19 di India ini? Kalian bisa berbagi pendapat lewat kolom komentar di bawah ini.

Bagikan informasi ini lewat berbagai platform yang tersedia. Tetaplah terapkan protokol kesehatan, stay healthy!

 

Sumber Referensi:

  • Thea Fathanah Arbar. 19 April 2021. Mencekam, Tsunami Covid-19 Terjadi di India. Cnbcindonesia.com – https://bit.ly/3dCqlBv
  • Sarah Oktaviani Alam. 20 April 2021. 5 Fakta ‘Tsunami’ COVID-19 di India, Menerjang Saat Dekati Herd Immunity. Detik.com – https://bit.ly/3apfed7
  • Wisnu Prasetiyo. 19 April 2021. Melihat Gambaran Tsunami Kasus Corona di India, Indonesia Harus Waspada. Kumparan.com – https://bit.ly/3sws4fF

 

Sumber Gambar:

  • 01 – https://bit.ly/3gp9K5W
  • 02 – https://bit.ly/3n0JKit