Ternyata penjaringan minyak sawit terbesar di dunia ada di Indonesia, milik Bachtiar Karim! Siapa dia?

Yuk, cari tahu selengkapnya tentang Bachtiar Karim di artikel video Finansialku di bawah ini.

 

Pahlawan adalah mereka yang berjuang sampai akhir. Kalau Sobat Finansialku benar-benar pahlawan untuk orang tersayang, buktikan kalau Sobat Finansialku belum menyerah, dengan tetap berada di rumah kalau tidak ada keperluan yang mendesak.

Tenang, Sobat Finansialku tidak perlu bingung bagaimana menghabiskan waktu selama di rumah, karena kanal youtube Finansialku punya ratusan video informatif yang akan menemanimu. Jangan lupa mampir, ya!

 

 

Jangan lupa juga untuk tekan tombol subscribe di bawah ini dan nyalakan lonceng agar Sobat Finansialku tidak ketinggalan video-video terbaru dari Finansialku, ya!

 

 

 

Kisah Bachtiar Karim: Pemilik Penjaringan Minyak Sawit Terbesar di Dunia

Musim Mas Group. Siapa dari Sobat Finansialku yang masih ngerasa asing atau bahkan nggak tahu sama sekali sama perusahaan satu ini? Mayoritas mungkin nggak bakal tahu perusahaan yang jarang disorot media ini.

Perusahaan ini sendiri adalah perusahaan yang memproduksi minyak sawit, milik Bachtiar Karim. Siapa Bachtiar Karim? Sobat Finansialku, Bachtiar Karim adalah salah satu pengusaha minyak sawit sukses di Indonesia. Dia sempat masuk ke dalam jejeran 10 besar orang Indonesia terkaya versi majalah Forbes tahun 2015, lho!

Mau tahu kisahnya? Ini dia!

 

#1 Melanjutkan Bisnis Keluarga

PT Musim Mas, adalah perusahaan yang udah dirintis oleh kakeknya sejak 1932 di Medan. Nggak seperti sekarang, awal mulanya, perusahaan ini fokus pada produksi sabun dengan nama pabrik Nam Cheong. Saat Kakeknya meninggal, bisnis itu kemudian diteruskan oleh ayahnya, Anwar Karim.

Di tangan ayahnya, perusahaan ini mendirikan pabrik refinasi dan mengganti nama perusahaan menjadi PT Musim Mas, yang awalnya adalah PT Lambang Utama.

Kemudian tahun 1998, Musim Mas pun mengembangkan usahanya ke bidang perkebunan, tepatnya minyak sawit.

 

#2 Mulai Dari Dasar

Ketika sudah beranjak dewasa, Bachtiar Karim dia ditempatkan di posisi dasar, agar dia bisa belajar beragam aspek bisnis dan detail-detailnya.

Semua departemen dia sambangi, mulai dari departemen teknis, accounting, sampai manajemen. Bukan cuma itu, dia juga belajar ke luar negeri dan menggali banyak pengalaman dari sana untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

 

#3 Berbuah Hasil

Dari kedisiplinan dan tekadnya yang kuat, dia akhirnya berhasil meningkatkan produksi perusahaan, lho! Dari 120 ton per bulan jadi 400 ton per bulan.

Bukan cuma itu, di tahun 2015, Bachtiar Karim bahkan berhasil dapat total kekayaan bersih mencapai US$3,3 miliar atau setara dengan Rp 44,037 triliun! Hebat, ya!

 

#4 Punya Banyak Inovasi

Selain menaikkan produksi perusahaan, Bachtiar Karim juga punya inovasi lain yang menguntungkan perusahaan, lho! Seperti metode produksi dengan penggunaan energi rendah, yang mengurangi risiko kebocoran.

Bukan cuma itu, dia juga punya prinsip berkelanjutan di fasilitas kimia oleo dan pabrik kelapa sawitnya. Keren, ya!

 

#5 Bergabung dalam IPOP

Di tahun 2015, perusahaan yang dikelolanya ini sepakat untuk gabung dalam perjanjian bernama Indonesia Palm Oil Pledge. Di dalam perjanjian ini ada misi menciptakan sebuah iklim kondusif untuk mempromosikan produksi kelapa sawit Indonesia secara berkelanjutan dengan menerapkan praktik bertanggung jawab menghentikan deforestasi.

Selain itu, di tahun yang sama, perusahaan miliknya juga menandatangani perjanjian dengan perkebunan kelapa sawit Malaysia, Genting Plantation untuk kerja sama membangun US$ 82 juta kilang minyak sawit di Sabah.

 

Dari kisah Bachtiar Karim di atas, apa hikmah yang bisa dipetik oleh Sobat Finansialku, nih? Yuk, sampaikan di kolom komentar!

Jangan lupa untuk bagikan informasi ini lewat pilihan platform yang tersedia di bawah kepada orang terdekat, ya!