Ini kisah Nicholas Kurniawan, seorang milyarder ikan hias yang belum banyak diketahui orang!

Apa itu? Ketahui informasi selengkapnya di artikel video Finansialku di bawah ini.

 

Kurva penyebaran virus corona belum menunjukkan penurunan. Ini sebabnya, jika tidak ada kepentingan mendesak, lebih baik kamu bertahan diam di rumah, ditemani dengan video-video informatif yang ada di kanal youtube Finansialku, yuk!

 

 

Jangan lupa untuk tekan tombol subscribe di bawah ini dan nyalakan lonceng agar kamu tidak ketinggalan video-video terbaru dari Finansialku, ya!

 

 

Kisah Sukses Nicholas Kurniawan

Siapa sangka, bisnis ikan hias ternyata bisa membawa Nicholas Kurniawan menjadi seorang milyarder muda?

Ya, laki-laki kelahiran 29 Januari 1993 ini ternyata sudah menekuni bisnis ikan hias sejak SMA, lho! Saat itu, omzet per bulannya masih Rp 2-3 juta saja.

Tapi dengan ketekunannya, di usia 23 tahun, dia berhasil meraup keuntungan ratusan juta dari bisnis ikan hias ini.

Seperti pebisnis lainnya, Nicholas Kurniawan juga punya cerita mengharukan dan inspiratif yang siap Finansialku bagikan cuma untuk kamu, nih! Pantengin sampai akhir, ya!

 

GRATISSS, Yuk Download SEKARANG!!!

Ebook Pentingnya MENGELOLA KEUANGAN Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

Download Ebook Sekarang

 

#1 Berprestasi

Nicholas Kurniawan, adalah sosok siswa yang berprestasi di sekolah. Keterbatasan finansial keluarga tidak jadi alasan buat dia untuk belajar dan belajar.

Beberapa prestasi yang berhasil dia raih di bangku sekolah dulu di antaranya adalah, lulusan terbaik SD Santa Maria Djuanda, Peraih nilai tertinggi matematika sejak SMP hingga SMA kelas 1.

Selain itu, Nicholas Kurniawan juga punya nilai rapor di atas rata-rata, lho! Makanya tidak aneh kalau orangtuanya sangat bangga terhadapnya.

 

#2 Apapun Dijual Asal Halal

Di tengah keterpurukan kondisi keuangan keluarga, Nicholas Kurniawan bertekad untuk menjadi tulang punggung dan membantu memperbaiki keadaan ekonomi keluarga.

Sejak usia 8 tahun, Nicholas Kurniawan sudah aktif berjualan dengan menawarkan produk seperti makanan, minuman, pakaian, atau barang lain yang dianggapnya bisa laku di sekolah.

Kemudian saat usia SMP, dia pernah menyeburkan diri di dunia MLM hingga asuransi. Apapun dia lakukan, asal bisa menghasilkan.

 

#3 Jual Ikan Hias

Semua jenis produk sudah ditawarkannya. Sampai akhirnya saat duduk di bangku SMA, seorang temannya memberikan satu paket ikan Garra Rufa, yang biasa digunakan untuk terapi.

Bermodalkan iseng, dia kemudian mencoba untuk menjual ikan-ikan hasil pemberian temannya ini di forum jual beli kaskus.

Tidak disangka, ikan yang ditawarkannya ini punya banyak peminat! Melihat ini, Nicholas Kurniawan tidak mau membuang kesempatan.

Dia mencari informasi dan mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan ikan Garra Rufa ini.

Dari situ kemudian lahirlah “Garra Rufa Center”, sebuah toko online khusus menjual ikan Garra Rufa beserta perlengkapannya dengan harga yang relatif murah.

Penghasilan dari toko online-nya saat itu berkisar antara Rp 2-3 juta per bulan, dan terus mengalami kenaikan lebih dari 3 kali lipat, lho!

 

#4 Titik Balik Hidup

Bisnis itu masih menjadi sampingan Nicholas Kurniawan sementara dia menjalani kewajibannya sebagai seorang siswa SMA.

Menjadi siswa yang berpenghasilan tak elak membuat dia menjadi sosok yang sombong dan terlalu membanggakan dirinya sendiri, hingga ia lupa kalau di atas segalanya ada Tuhan yang Maha Kuasa.

Dia mengakui, saat itu dia terlalu jauh dari Tuhan. Dari situ, dia sadar dan mulai membenahi diri dan kembali merancang tujuan hidup dan impiannya.

 

#5 Meroket

Meski sudah menjadi seorang pebisnis yang bisa dikatakan sukses, Nicholas Saputra tetap tidak merasa puas.

Dengan mimpinya ingin berkuliah di Prasetya Mulya Business School, dia akhirnya menaikkan target omzet, yaitu Rp 10 juta per bulan.

Tapi dia sadar, hanya dengan memanfaatkan toko online-nya saja tidak akan cukup untuk menyentuh target. Hingga akhirnya, dia mulai merambah ke dunia ekspor ikan hias.

Pertama, dia membuat sebuah website dengan nama Tropical Fish Indonesia, dan rajin mengiklan di dunia maya.

Selain itu, dia juga mulai mendekati toko ikan hias dengan memberikan proposal bisnis, walau sialnya, dari 100 proposal yang dikirimkan, hanya ada 10 penjual yang merespon.

Meski begitu, ini tidak menghalangi langkahnya. Karena tokonya selalu mendapatkan kredibilitas dari pelanggan karena kualitas produk dan pembayaran yang lancar kepada para pemasok dari sejumlah penangkar di Pulau Jawa hingga Papua.

Sejak saat itu, bisnisnya mulai berkembang hingga sekarang.

 

Dari kisah ini, lagi-lagi membuat kita menyadari kalau usaha tidak akan pernah menghianati hasil.

Untuk itu, bagi Sobat Finansialku yang sedang berusaha merintis usahanya, jangan sampai menyerah hingga menyentuh garis finish, ya!