Banyak yang bilang kalau reksadana pasar uang cocok buat ngumpulin dana darurat. Emang apa, sih, alasannya?

Yuk, cari tahu informasi selengkapnya di artikel video Finansialku satu ini!

 

Jangan berhenti belajar hanya dengan tonton video ini saja, ya! Buruan kunjungi kanal youtube Finansialku untuk dapetin wawasan lainnya tentang finansial GRATIS!

 

 

Sebelum masuk ke pembahasan, jangan lupa juga untuk tinggalkan jejak komentar, suka, dan beri kami dukungan dengan menekan tombol subscribe di bawah ini, ya! Terima kasih!

 

 
 

Kenapa Reksadana Pasar Uang Cocok Untuk Dana Darurat?

Sobat Finansialku yang masih dalam proses atau pun yang baru mau mengumpulkan dana darurat, pasti sering dengar rekomendasi untuk investasikan dananya di instrumen reksadana pasar uang?

Kita-kita yang masih pemula, kadang suka bingung kenapa harus investasi di instrumen reksa dana pasar uang, ya?

Kali ini, Sobat Finansialku enggak perlu lagi bingung, karena Finansialku punya 5 alasannya. Ini dia!

 

Alasan Reksadana Pasar Uang Cocok Untuk Dana Darurat #1 Mudah

Alasan pertama kenapa reksadana pasar uang cocok untuk simpan dana darurat adalah karena mudah.

Kita enggak perlu setiap waktu memantau investasi kita, karena uang kita akan dikelola oleh Manajer Investasi yang profesional dan diawasi oleh OJK.

 

#2 Mudah Dicairkan

Ketika kita menabung dana darurat di reksadana pasar uang, berbeda dengan investasi saham, instrumen reksadana ini cenderung mudah dicairkan.

Jadi, ketika Sobat Finansialku berada dalam keadaan darurat dan harus menggunakan dana darurat, uang yang ada di reksa dana pasar uang ini mudah dicairkan tanpa harus menunggu jatuh tempo.

 

#3 Bebas Pajak

Kenapa reksadana pasar uang cocok untuk menyimpan dana darurat? Karena instrumen investasi ini tidak termasuk objek pajak.

Peraturan ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan Pasal 4 Ayat 2 huruf (i), yang berbunyi:

Bagian laba yang diterima atau diperoleh anggota dari perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham-saham, persekutuan, perkumpulan, firma, dan kongsi, termasuk pemegang unit penyertaan kontrak investasi kolektif.”

 

#4 Risiko Rendah

Alasan keempat kenapa reksadana pasar uang cocok untuk menyimpan dana darurat, adalah tingkat risikonya yang rendah.

Jenis instrumen ini memiliki fluktuasi yang rendah dan pergerakan aset yang relatif stabil.

 

GRATISSS Download!!! Ebook Panduan Praktis Investasi Reksa Dana Pertama

Ebook Reksa Dana Pertama Kamu

Download Ebook Sekarang

 

#5 Murah

Terakhir, kenapa reksadana pasar uang cocok untuk menyimpan dana darurat adalah harganya yang murah dan mudah dibeli.

Hanya dengan modal Rp 100 ribu saja, Sobat Finansialku sudah bisa melakukan investasi di reksa dana pasar uang.

Seperti salah satunya adalah reksa dana pasar uang Aberdeen Standard Indonesia Money Market Fund.

Aberdeen Standard Indonesia ini, per tanggal 31 Mei 2020, punya dana kelolaan mencapai Rp 133,855,324,338, lho!

Bukan hanya itu, Aberdeen Standard Indonesia punya nilai sharpie ratio sebesar 0,2864, dan standard deviation 0,0002.

ini artinya, ketika melakukan investasi di sini, Sobat Finansialku bisa mendapatkan keuntungan mulai dari 0,2864 persen!

Aberdeen Standard Indonesia juga sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK, lho! Jadi, dana yang diinvestasikan dijamin seratus persen aman!

Tertarik untuk investasi di sini?

Gampang banget! Sobat Finansialku hanya perlu memastikan sudah terdaftar di mandiri sekuritas dengan mengakses situs register.most.co.id, lalu buka halaman mutual fund, dan cari produk reksadana dengan kode ABI-MONEY.

Enggak mau ribet? Instal aplikasi MOTS Mobile Mandiri Sekuritas aja di play store atau apps store sekarang!

 

Apakah di antara Sobat Finansialku ada yang sudah aktif melakukan investasi di reksa dana pasar uang? Kalau ada, jangan ragu untuk bagikan pengalamannya di kolom komentar, yuk!

Selain membagikan pengalaman, Sobat Finansialku juga bisa membagikan informasi ini kepada rekan dan keluarga melalui pilihan platform yang tersedia di bawah ini, lho!