Cara Mengelola THR dan Oportunis? Kali ini Perencana Keuangan Independen Finansialku akan berbagi salah satu tulisan yang juga dimuat di Koran Jakarta, edisi Senin 5 Juli 2015. Judulnya Pengelolaan THR dan Oportunis.

Koran Jakarta

 

Cara Mengelola THR dan Oportunis

Marhaban ya Ramadhan. Bulan ini merupakan bulan penuh sukacita, dimana Umat Muslim di dunia mempersiapkan Hari Raya, dan non-Muslim pun ikut bersukacita dalam banyak acara buka puasa bersama, sale dan acara silaturahmi lainnya.

Banyak dibahas di bulan ini di media lain tentang cara mengelola THR (Tunjangan Hari Raya). Karena anti mainstream (istilah masa kini : tidak mau seperti kebanyakan), kami ingin membahas tidak cuma pengelolaannya bagi penerima THR, tapi juga bagi yang memberi THR.

Yuk kita bahas dari yang “menerima THR” dulu.

 

Cara Mengelola THR untuk Penerima

Banyak orang yang menantikan THR dan merencanakannya sebagai sesuatu yang harus ‘DIHABISKAN’. Harus diingat bahwa masih ada 1 tahun lagi kedepan sebelum menerima THR lagi. Jangan sampai setelah Lebaran menjadi ‘tekor’ atau malah terjerat hutang. 

Cara Mengelola THR dan Oportunis - Ramadhan Tiba - Perencana Keuangan Finansialku

 

Alangkah bijaksananya jika kita mencatat dulu mau dikemanakan uang THR ini. Kita asumsikan besaran pendapatan bulan ini yang diterima adalah gaji + THR. Berikut ini 5 tips cara mengelola keuangan untuk yang menerima THR:

  1. Dibulan penuh rahmat ini jangan lupa untuk berbagi, sisihkan sebagian untuk zakat atau menyenangkan sesama yang berkekurangan, baik yang Muslim ataupun yang non Muslim.
  2. Alokasikan sebagian untuk mengurangi/melunasi sisa hutang yang sifatnya variable/tidak tetap/tanpa jaminan (contoh: Kartu kredit/KTA) karena bunganya yang cukup besar, jangan malah menambah hutang. Kita alokasikan maksimum 30% dari pendapatan bulan ini
  3. Bayar kewajiban & Bonus (misalnya apabila punya asisten rumah tangga, supir, dll)
  4. Baiknya simpan dulu 10% minimum untuk investasi, atau bahkan apabila lebih untuk modal usaha – ini yang akan kita bahas lebih lanjut.
  5. Sisanya adalah jumlah yang boleh dialokasikan untuk keperluan Hari Raya (biaya mudik, belanja lebaran dan lain-lain).

 

Bagi Pemberi THR

Bagaimana bagi yang “memberi THR”?

Jangan sedih! Malah harus bahagia. Selain membuat karyawan senang, akan selalu ada celah untuk meningkatkan pendapatan di bulan ini.

Karena posisi menjadi pemberi THR, maka untuk bulan ini peningkatan pengeluaran tidak dapat dihindarkan, harus lebih bijaksana menghitung dan mengalokasikan jauh jauh hari.

Selain itu ya jadi oportunis. Wah?? Yuk kita bahas lebih lanjut.

 

Jadi Oportunis

Oportunis – apabila diartikan dan dilakukan secara positif bisa berarti tindakan bijaksana mengambil keuntungan dari keadaan yang berlaku (Wikipedia Indonesia). Ini berlaku buat penerima THR dan yang memberikan THR, ya. Bagaimana cara mengelola THR dengan menjadi seseorang yang oportunis?

 

Oportunis pendapatan tambahan musiman

Alokasikan budget dan pertimbangkan untuk membuka bisnis musiman. Namanya saja bulan penuh berkah, harus diingat bahwa Yang Maha Kuasa tak henti hentinya memberikan rahmatNya bagi umatNya, diumpamakan seperti hujan berkat. Yang sering dilupakan adalah: lupa membuat penampungan berkat. Karena malas atau kurang peka atau tidak tau caranya? Jawab dari diri sendiri ya.

Cara Mengelola THR dan Oportunis - Kerjaan Sampingan - Perencana Keuangan Finansialku

 

Bagaimana caranya? Cari tahu apa kelebihan kita atau apa yang bisa kita lakukan di bulan ini yang bisa menghasilkan pendapatan tambahan.

  • Yang pintar bikin kue mulai memasarkannya sebelumnya. Yang pintar membuat event jadi lebih kreatif membuat acara yang berhubungan dengan bulan Ramadhan ini.
  • Yang punya kendaraan lebih mungkin bisa menyewakan untuk servis pengiriman parcel, antar jemput bandara untuk teman/kenalan yang akan datang.
  • Yang punya rumah makan menambah armada tambahan sementara untuk servis pengiriman, dan seterusnya.

Jangan takut untuk investasi sedikit lebih banyak dari biasanya untuk hal ini (ingat juga alokasi budget untuk hal ini bagi penerima THR juga).

Tidak perlu biaya mahal untuk bisnis musiman ini. Maksimalkan dana yang ada di tangan dan gadget kita! Gadgetnya jangan cuma digunakan untuk update status dan social chatting.

Penulis pernah menyewakan unit apartment bulanan untuk kemudian disewakan secara harian untuk kenalan baik. Sewa bulanan akan lebih murah daripada harian (nah!). Karena penulis memiliki pengalaman di bidang industri servis dan suka jalan jalan untuk mencari inspirasi atau pengalaman, penulispun terkadang menjadi Tour Leader musiman (nah lagi!). Jadi, singkirkan semuanya yang namanya gengsi dan jadilah oportunis musiman.

 

Oportunis Belanja

Atau bahasa kerennya “the art of shopping”. Lho kok?? Iya, tidak salah baca kok. Bulan ini adalah musim ‘sale’. Pas sekali bulan Ramadhan mulai berdampingan dengan Ulang Tahun Jakarta bagi yang tinggal di Jakarta. Godaan untuk berbelanja lebih dari biasanyapun sangat kuat. Baik untuk yang merayakan Lebaran ataupun yang tidak. Gunakan periode ini memang untuk belanja! Lho kok? Iya, belanja, tapi dengan kontrol ya. Justru maksimalkan periode belanja pada saat-saat sale begini saja.

Cara Mengelola THR dan Oportunis - Ramadan Sale - Perencana Keuangan Finansialku

Bagi 2-3 kali periode belanja besar dalam setahun pada musim festive/perayaan begini. Bagaimana caranya? Sekali lagi gunakan gadget HP untuk mencatat, atau sesimple secarik kertas yang selalu disimpan di dompet. Seperti mencatat apa yang harus kita lakukan setiap hari, catat apa yang kita butuhkan di rumah, barang fashion apa yang kita perlukan,sampai warna spesifik yang kita butuhkan.

Percayalah bahwa hal simple ini akan banyak menyelamatkan kita dari pembelian impulsif atau ‘khilaf shopping’ yang berlebihan, terutama bagi para wanita. Kebanyakan orang punya pengalaman jalan tanpa tujuan di pusat perbelanjaan, melihat sesuatu yang dirasa harus dimiliki – saat itu juga. Yang aneh, tentunya dalam beberapa minggu kemudian, barang yang harus dimiliki – saat itu juga, ternyata tidak penting-penting amat. Jangan dibayangkan bahwa resikonya hanya pada saat kita mengeluarkan uang, tapi menumpuknya barang yang tidak perlu. Apalagi dengan kemudahan menggunakan internet untuk belanja sekarang. Belanja hanya sejauh gerakan jari atau mouse kita. Hindari browsing yang tidak perlu di sosial media/internet.

Mumpung akhir-akhir ini keadaan ekonomi membuat banyak harga saham nasional berfundamental bagus menjadi terdiskon, tidak ada salahnya juga alokasi shopping bisa disisihkan juga untuk investasi – shopping investasi jangka panjang, bisa langsung saham perusahaan tertentu berfundamental bagus (gampangnya cari yang produknya kita pakai sehari-hari) atau melalui reksadana.

Antara mau hemat sampai terpelintir, atau meningkatkan pendapatan agar bisa punya budget lebih untuk senang-senang atau tujuan keuangan lainnya. Antara mau simpan rasa gengsi atau jadi oportunis musiman. Itu pilihan kita. Hidup itu indahnya penuh pilihan, bukan?

 

Semoga pembahasan cara mengelola THR dan Oportunis dapat berguna buat para pembaca. Apakah Sobat Finansialku memiliki tips cara mengelola THR yang asik? Silahkan tinggalkan komentar di bawah ini. Terima kasih.

 

Sumber: 

  • Sale Shopping – http://goo.gl/tllblk
  • Ramadhan – http://goo.gl/ZoS2oP
  • Jualan Kolak – http://goo.gl/v077cy

 

Download E-Book Apa Tujuan Keuangan Anda? (GRATIS)

Apa Tujuan Keuangan Anda Ebook - Perencana Keuangan Independen Finansialku

Download Sekarang