Apakah tabungan cukup berdaya untuk mengatur keuangan rumah tangga atau pribadi? Sebagian dari orang Indonesia menggolongkan tabungan sebagai investasi, apakah hal ini tepat? Bagaimana cara memanfaatkan tabungan? Mari kita bahas dalam artikel ini.

Mengatur Keuangan Pribadi dan keluarga

 

 

Tabungan dan Keuangan Keluarga

Berapa banyak uang yang dapat kita tabung? Mungkin sebagian kita ada yang berbicara 10%, 20% atau bahkan tidak tahu. Beberapa permasalahan yang sering dihadapi orang-orang seputar tabungan adalah

 

  • Orang-orang yang memiliki pendapatan secara tunai (gaji bulanan dibayar dalam bentuk uang tunai), biasanya akan malas untuk ke bank. Kebanyakan orang akan galau apabila sedang memegang uang di dompetnya. Pernakah Anda merasa keanehan apabila di dompet ada uang 50.000 maka uang tersebut akan habis. Ada 100.000 maka uang tersebut juga akan habis. Apabila ada uang 500.00 uang tersebut juga akan habis. Kesulitan dalam memegang uang menjadi semacam alergi, “alergi kebanyakan uang di dompet”. Apa obat yang manjur untuk penyakit ini? Beberapa obat yang bisa dilakukan, apabila memiliki uang berlebih di dompet adalah: pergi ke bank kemudian tabungkan dananya, simpan di tempat terpisah, atau jika jumlah danannya besar Anda dapat memanfaatkan untuk membeli asset, contoh: membeli emas batang.

 

  • Bagi orang-orang yang menerima pendapatan kerja melalui transfer ke bank,kadangkala juga mengalami kerepotan, contohnya uang keluar melalui rekening, sehingga jumlah yang ditabungkan tidak terlalu jelas. Penyakit kedua ini dapat disembuhkan dengan cara membuka rekening untuk konsumsi. Jadi setelah mendapatkan gaji atau pendapatan, langsung ditransfer kerening untuk belanja kebutuhan bulanan.

 

 

Tabungan dan Keuangan Pribadi

Berapa uang yang harus ditabung? Pada dasarnya tidak ada hukum pastinya. Bagi sebagian perencana keuangan, mengatakan “Bayar diri Anda terlebih dahulu sebesar 10%”. Tabungkan dana untuk masa depan Anda sebesar 10%. Perlu digaris bawahi dana tersebut bukan sisa belanja loo. Penulis coba gambarkan biar lebih jelas:

Pendapatan

Apabila ditanya berapa yang harus ditabungkan? Penulis akan menjawab dengan tentukan tujuan Anda menabung. Contoh kasus: Ada seorang Bapak dengan 2 orang anak ingin menabung untuk dana darurat (dana darurat dapat diibaratkan sebagai dana P3K, apabila ada permasalahan keuangan di dalam keluarga). Saat ini Bapak tersebut pengeluaran bulanannya sebesar 5.000.000 rupiah. Bapak tersebut ingin menabung untuk dana darurat, tetapi tanpa mengurangi pengeluaran bulanan. Berapa yang harus ditabung setiap bulannya.

Dana darurat yang perlu dipersiapkan Bapak  tersebut adalah 5.000.000 x 12 bulan = 60.000.000. Jumlah dana yang harus ditabung untuk memenuhi kebutuhan tersebut (asumsi pendapatan Bapak tersebut adalah 11.000.000 per bulan) adalah

11.000.000 – (donasi misal 20%) = 8.800.000

Dengan asumsi suku bunga tabungan adalah 0.72% setahun (setelah dipotong pajak), maka perhitungan jumlah yang ditabungkan adalah:

Tabungan-untuk-Dana-Darurat

Bapak tersebut perlu menabung sebesar 3.352.366 Rupiah/bulan, selama 18 bulan (satu tahun setengah). Bapak tersebut perlu mencari bank dengan bunga tabungan sebesar 0.72% per tahun (setelah di potong pajak).

 

Tabungan dan Investasi

Dilihat dari bunga tabungan, banyak orang yang tidak tertarik untuk berinvestasi di produk tabungan. Sayangnya hampir sebagian besar orang di Indonesia berinvestasi pada tabungan. Penulis tidak mengatakan berinvestasi di tabungan salah, tetapi sesuaikan dengan tujuan Anda berinvestasi. Coba Anda pikirkan kembali apabila dana yang tadi di simpan ditabungan bunganya sebesar 0.72% ditabungkan pada produk investasi lain, katakanlah deposito 3%, maka simulai perhitungannya adalah:

Deposito-untuk-Dana-Darurat

Ada perbedaan kan?

Jadi, tabungan dapat Anda manfaatkan dengan benar jika Anda tahu tujuan, tahu jumlah yang tepat untuk ditabung. Mengatur keuangan keluarga dengan tabungan tidak terlalu sulit. Kebiasaan buruk seperti alergi kebanyakan uang didompet bukan menjadi masalah karena Anda sudah mendapatkan beberapa solusi. Apabila semua pendapatan Anda disetor ke bank, maka ada baiknya Anda memiliki rekening terpisah untuk belanja bulanan.

 

Jika ada cerita menarik mengenai tabungan, silakan tinggalkan komentar, terima kasih.