Apakah Anda tahu perbedaan antara asuransi syariah dengan asuransi jiwa tradisional? Produk mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan Anda? Kali ini salah satu rekan Finansialku akan membahas mengenai asuransi jiwa syariah.

 

Artikel ini dipersembahkan oleh

DuitPintar

 

Asuransi Jiwa Syariah

Beberapa tahun terakhir ini, banyak sekali tumbuh produk – produk syariah di Indonesia. Mulai dari produk tabungan syariah, pinjaman syariah, pinjaman rumah syariah hingga asuransi jiwa syariah. Apakah Anda pernah ditawari produk asuransi jiwa syariah?

Apa Bedanya Asuransi Jiwa Syariah dengan Asuransi Jiwa Tradisional - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga : Mengapa Saya Butuh Asuransi Jiwa?]

 

Sebenarnya apa saja perbedaan antara asuransi jiwa syariah dengan asuransi jiwa tradisional ?

Menurut Dewan Syariah Nasional (DSN), asuransi jiwa syariah (Ta’mim, Takaful, atau Tadhamum) adalah usaha saling melindung diantara sejumlah orang, melalui investasi dalam bentuk asset atau tabarru’ melalui akad syariah.

Apa Bedanya Asuransi Jiwa Syariah dengan Asuransi Jiwa Tradisional - Takaful -  Perencana Keuangan Independen Finansialku

Apa Bedanya Asuransi Jiwa Syariah dengan Asuransi Jiwa Tradisional - Tradisional - Perencana Keuangan Independen Finansialku

Berdasarkan definisi tersebut, sangat jelas perbedaan antara asuransi jiwa tradisional dengan asuransi jiwa syariah. Berikut ini karakteristik asuransi jiwa syariah:

  1. Prinsip asuransi syariah adalah tolong menolong (takafuli). Nasabah satu denagn nasabah yang lain berusaha saling tolong menolong. Dapat disimpulkan asuransi syariah menerapkan berbagi risiko (risk sharing). Jika dibandingkan dengan asuransi jiwa tradisional, prinsipnya adalah memindahkan risiko (risk transfer).
  2. Klaim nasabah asuransi syariah dibayarkan dengan menggunakan dana yang terdapat di dalam rekening tabarru (dana sosial). Rekening tabarru adalah kumpulan dana seluruh peserta asuransi jiwa syariah, yang digunakan untuk membantu nasabah lain yang mengalami musibah. Pada asuransi konvensional, klaim dibayar dari uang milik perusahaan asuransi.
  3. Asuransi syariah diawasi dengan ketat oleh Dewan Syariah Nasional (DSN). Asuransi jiwa tradisional tidak diawasi oleh Dewan Syariah Nasional.
  4. Asuransi syariah membagi hasil keuntungan investasi ke seluruh nasabah. Perusahaan pengelola mendapatkan bagian berupa biaya pengelolaan. Pada asuransi jiwa tradisional, keuntungan sepenuhnya milik perusahaan asuransi.
  5. Dana nasabah asuransi syariah dinvestasikan pada produk-produk investasi syariah dengan sistem bagi hasil. Tujuannya adalah untuk menghindari riba (bunga) dan ghohor. Asuransi jiwa tradisional diinvestasikan pada produk-produk keuangan.
  6. Uang yang dibayarkan nasabah ke perusahaan asuransi syariah tetap menjadi milik nasabah. Perusahaan asuransi jiwa syariah bertugas untuk mengelolanya saja. Pada perusahaan asuransi konvensional, premi yang dibayarkan oleh nasabah menjadi milik perusahaan sepenuhnya.
  7. Asuransi syariah tidak mengenal dana hangus. Asuransi jiwa tradisional premi hangus, jika tidak ada klaim.

 

Mekanisme Asuransi Syariah

Prinsip utama asuransi jiwa syariah adalah tidak ada pihak (nasabah, perusahaan asuransi dan pihak lainnya) yang dirugikan. Nasabah menyetorkan sejumlah dana yang dikenal dengan dana tabarru’.  Dana tabarru’ berarti sumbangan atau donasi. Peserta wajib mengiklhaskan sumbangan ketika peserta lain mengalami nasabah.

[Baca Juga: Manajemen Risiko Pribadi]

 

Contoh ada seorang peserta meninggal dunia dalam masa perjanjian. Ahli waris akan mendapatkan dana santuanan dari dana tabarru’ dengan jumlah yang telah disepakati dari awal. Jika peserta berumur panjang hingga perjanjian habis, maka mereka akan mendapatkan bagi hasil yang telah disepakati dari awal.

Perusahaan asuansi jiwa syariah bertugas untuk mengelola dana tabarru’ tersebut mendapat persetujuan dari seluruh peserta. Persetujuan dari peserta menjadi syarat dalam pengelolaan, termasuk investasi berbasis syariah.

 

Menurut Anda, Jenis asuransi jiwa mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda, apakah Asuransi Jiwa Syariah atau Asuransi Jiwa Tradisional?

 

  • Takaful – http://goo.gl/4Ut0lx

  • Conventional vs Takaful – http://goo.gl/I6DCxw

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku