Para Entrepreneur, sudahkah memiliki asuransi penyakit kritis? Sepenting apa asuransi penyakit kritis untuk entrepreneur?

Simak dalam artikel Finansialku berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Secure

 

Pentingnya Asuransi Penyakit Kritis untuk Entrepreneur

Pada zaman modern ini, kita tahu bahwa aset terbesar dan tak ternilai dari seorang pengusaha adalah kesehatan, karena orang yang sehat baik jiwa dan raganya mampu melakukan dan mengerjakan segala hal.

Namun banyak dari kita dengan alasan “tidak punya waktu”, sering kali tidak menjaga kesehatan diri kita sendiri.

7+ Alasan Bahwa Asuransi Penyakit Kritis Penting Kamu Miliki 01 - Finansialku

[Baca Juga: Quiz: Keuntungan Asuransi Penyakit Kritis, Rugi Jika Anda Tidak Punya]

 

Sebut saja kebiasaan yang sering dilakukan; merokok, minum alkohol, tidak berolahraga, sering makan junk food, tidur dini hari, dan sebagainya.

Semua hal tersebut mungkin tidak akan langsung ada dampaknya hari ini tapi akan dirasakan ke depannya,.

Namun tentunya kalau kita tidak mengubah kebiasaan-kebiasaan tersebut, akan ada yang harus kita tebus di masa depan.

Sebagai seorang pengusaha, hal ini harus menjadi perhatian utama.

Kita perlu sadar untuk risiko terburuk yang mungkin terjadi di masa mendatang. Sebagai risk management untuk melindungi usah, kita bisa memiliki asuransi.

Asuransi sendiri dapat kita bedakan menjadi 3 tipe:

  1. Asuransi Kesehatan
  2. Asuransi Sakit Kritis & Cacat Permanen
  3. Asuransi Jiwa

 

Pada artikel kali ini, saya akan membahas mengenai pentingnya asuransi penyakit kritis yang perlu dimiliki seorang pengusaha.

Bayangkan seandainya kita sebagai pengusaha tidak memiliki proteksi ini.

Kerugian yang mungkin timbul bisa saja mengganggu keberlangsungan usaha kita, karena jika kita terkena penyakit kritis, besar kemungkinannya untuk tidak bisa bekerja secara optimal lagi.

Sementara usaha kita harus berjalan, ditambah lagi perlu income yang diperlukan untuk menghidupi keluarga.

 

Sebagai contoh:

Seorang pengusaha, sebut saja si A. Ia memiliki bisnis di bidang jual beli makanan dan saat ini menjadi key person dari bisnis tersebut.

Pada saat ia dirawat di rumah sakit karena tifus, mungkin beberapa minggu setelah dirawat bis kembali menjalankan bisnisnya secara optimal.

Namun, kemudian ia menderita sakit kanker dan perlu kemoterapi untuk bisa sembuh. Bisa dibayangkan berapa lama proses penyembuhannya?

Penyembuhan sakit kanker sekalipun itu masih dalam stadium awal akan memakan waktu.

Bagaimana risiko kerugian yang mungkin terjadi saat si A tidak mampu mengelola bisnisnya?

 

Hitung potensial lost yang terjadi

1 bulan rata-rata omzet bisnisnya Rp100 juta, fix cost Rp20 juta, dengan nett profit hingga 40% yaitu Rp40 juta.

Namun saat dia sudah tidak mampu mengelola secara optimal bisnisnya, omzet per bulan rata-rata hanya mencapai Rp50 juta, sedangkan fix cost tetap Rp20 juta, sehingga margin nett profit-nya mengecil di kisaran Rp10-20 juta saja.

Padahal kita tahu, dengan menurunnya profit yang diperoleh berarti semakin kecil juga pemasukan si A, di satu sisi untuk proses pemulihan dia memerlukan biaya yang tidak murah.

Skenario kedua, A sudah memiliki asuransi penyakit kritis dengan nominal Rp2 miliar rupiah. Saat terkena sakit kritis, dana tersebut akan cair dan hasil pengelolaan investasi dari Rp2 miliar bisa menghasilkan 7-10% per tahun ( menggunakan RDPU atau RD Campuran atau P2P lending) dan memberikan tambahan Rp140-200 juta di luar penghasilan bisnis utamanya. Tentunya ini menjadi “financial support” bagi pengusaha tersebut.

Jadi kalian para pengusaha, sudah punya asuransikah? Kalau sudah, hitung dulu, kira-kira sudah cukup atau perlu tambah lagi?

Segera konsultasikan hal ini kepada CFP Finansialku lewat fitur Konsultasi Keuangan di aplikasi Finansialku.

Download aplikasinya gratis di Google Play Store dan Apple Apps Store dengan klik ikon berikut.

playstore icon
appstore icon

 

Entrepreneur, bagaimana pendapat kalian mengenai artikel ini? Share pada kolom di bawah untuk berbagi.

Jangan lupa bagikan artikel ini pada rekan-rekanmu ya! Semoga bermanfaat!