Apakah benar berinvestasi sesuai dengan profil risiko? Atau berinvestasi sesuai dengan rencana keuangan? Mana yang lebih tepat?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Berinvestasi Sesuai Profil Risiko atau Rencana Keuangan?

Industri keuangan di Indonesia (bank dan asset management) selalu menyarankan agar calon investor berinvestasi sesuai dengan profil risiko. Disisi lain, seorang calon investor ketika berinvestasi pasti punya tujuan kan, ga mungkin investasi karena iseng-iseng saja. Sebenarnya investasi itu sesuai dengan profil risiko atau rencana keuangan?

 

Berinvestasi Sesuai Profil Risiko atau Sesuai Rencana Keuangan - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Apakah Penting Cek Profil Risiko Sebelum Berinvestasi?]

 

Untuk menjawab pertanyaan di atas, mari kita bahas lebih dalam. Contoh Pak Ronald ingin membeli sebuah rumah kos di dekat area kampus. Rumah kos tersebut saat ini harganya Rp 5M. Pak Ronald rencananya ingin membeli rumah tersebut 10 tahun lagi. Perkiraan kenaikan harga rumah kos adalah 10% per tahun. Setelah dihitung-hitung Pak Ronald memerlukan uang muka (down payment) sebesar Rp 5.2M (karena adanya inflasi). Berapa yang harus diinvestasikan Pak Ronald setiap tahunnya?

 

Hasil Investasi

(%)

Jumlah Investasi 

(Rp/Tahun)

5%392.789.318
8%331.564.289
10%295.900.718
12%263.932.583
20%166.530.184

 

Berdasarkan simulasi perhitungan di atas, dapat disimpulkan semakin besar hasil investasi (lihat angka persennya), maka semakin kecil jumlah yang harus diinvestasikan setiap tahunnya (lihat angka Rupiah). 

 

Menurut Pandangan Finansialku 

Sebuah rencana keuangan disusun dengan banyak pertimbangan, salah satunya adalah profil risiko klien. Jadi saran investasi atau alokasi asset, sejatinya sudah sesuai dengan profil risiko klien. Selalu ada konsekuensi atau trade-off antara jumlah yang diinvestasikan, waktu dan hasil investasi. 

 

[Baca Studi Kasus: Merencanakan Dana Pendidikan Anak

 

Sejatinya profil risiko itu menunjukkan 3 hal yaitu: risk required, risk capacity dan risk tolerance. 

 

Risk Required

Risk required adalah besaran risiko yang berkaitan dengan hasil investasi yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan keuangan. Lihat kembali contoh Pak Ronald di atas. Apa yang dapat dilakukan jika Pak Ronald mampu berinvestasi hingga Rp 500.000.000 setahun? Mungkin Pak Ronald bisa memilih produk investasi dengan risiko paling rendah (5%).

 

[Baca Juga:  Perbedaan Risiko dan Berisiko]

 

Bagaimana jika Pak Ronald  hanya mampu berinvestasi maksimum Rp 200 juta per tahun? Pak Ronald harus memilih produk investasi dengan hasil investasi 20%, untuk dapat memenuhi tujuan keuangannya.

 

Risk Capacity

Risk capacity adalah kemampuan seseorang untuk menerima risiko. Biasanya risk capacity berhubungan dengan kondisi keuangan seseorang saat ini. Misal

  • Seseorang dalam kondisi keuangan yang sehat, bisa lebih berani mengambil risiko.
  • Seseorang yang menguasai keuangan dan produk-produk investasi, akan lebih berani mengambil risiko.
  • Seseorang yang sudah berpengalaman dalam investasi, akan lebih berani mengambil risiko.

 

Risk Tolerance

Risk tolerance adalah kemampuan seseorang berhadapan dengan risiko, secara psikologi. Misal:

  • Seseorang yang berusia lebih tua cenderung lebih konservatif.
  • Seseorang yang tidak suka tantangan, cenderung berinvestasi lebih konservatif.

 

Jadi, Berinvestasi Sesuai …

Banyak orang kebingungan saat berinvestasi, karena mereka tidak memiliki rencana keuangan. Jadi sebelum berinvestasi, sebaiknya Anda memiliki rencana keuangan. Rencana keuangan yang akan membantu Anda dalam menentukan produk-produk keuangan.

[Baca Juga: Berinvestasi Sesuai dengan Rencana Keuangan]

 

Apakah Anda pernah merasa investasi Anda masih kurang untuk memenuhi tujuan – tujuan keuangan Anda?

 

Sumber Gambar:

  • Profil risiko – http://goo.gl/6Rxbwa

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

 

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

Download Sekarang