Segala kemudahan yang diberikan kemajuan teknologi menimbulkan perilaku konsumtif terutama pada kaum milenial. Ayo tunjukan kalau kaum milenial bisa bijak menggunakan media sosial dan terhindar dari perilaku konsumtif!

Jangan sampai perilaku konsumtif mengakibatkan teman-teman milenial terlilit utang. Simak artikel finansialku berikut ini selengkapnya.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Lifestyle (rev)

 

Jadilah Milenial yang Bijak

Saya sebagai bukan angkatan milenial, sering sekali merasa lahir di zaman yang salah. Saat ini informasi begitu mudah dicari dan diakses. Pada jaman saya, susah sekali informasi didapat. Betul-betul manual dan sering kali berakhir tidak dapat apa-apa.

Sekarang informasi mengenai pengembangan diri banyak sekali di media sosial.

Akan sangat baik jika milenial bisa memilah dan memilih yang baik dan tidak terpengaruh yang hanya berakhir sia-sia seperti hedon, travelling dan selebgram wannabe. Marilah kita menikmati media sosial dalam pandangan dan fungsi yang lebih produktif.

 

Bijak Menggunakan Media Sosial

Kemajuan teknologi berupa internet dan kecanggihan mobile phone telah banyak mengubah perilaku dan pola pikir. Dimulai dan terasa sekali pada tahun 2010 an saat internet masuk secara merata dan menjadi bagian gaya hidup yang tidak dapat dipisahkan.

Coba saja, kalau tidak dapat signal atau kuota internet habis, pasti garing.

Informasi berfaedah banyak bertebaran untuk kemajuan pribadi semacam info beasiswa dan info mencari pekerjaan. Informasi yang kurang berfaedah juga bertebaran untuk mengimbangi yang berfaedah.

Milenial Terlilit Utang Hindari Perilaku Konsumtif dan Bijak Menggunakan Media Sosial 02 Media Sosial - Finansialku

[Baca Juga: Tips “Cara Cepat Melunasi Hutang Dalam 1 Hari” Perlu Kamu Tahu]

 

Tidak jarang banyak orang yang merasa depresi dan melakukan detoks media sosial karena beracun untuk mata, hati dan pikiran.

Disinilah kita harus pintar-pintar mengikuti suatu akun, kalau banyak mudarat daripada manfaatnya sekalian di-block saja. Beres kan? hati tenang, mulut tidak nyinyir dan aura positif memancar.

Banyak yang bilang, jangan salahkan platform media sosialnya, salahkan diri sendiri yang tidak bisa memilah dan memilih konten positif.

Media sosial ini semacam double-edge sword, kedewasaan berpikir dan mental diperlukan untuk bereaksi atau tidak dari tiap postingan. Jadi tidak salah untuk memagari diri sendiri dengan konten positif demi kesehatan mental dan rekening.

Manusia ditakdirkan untuk menjadi manusia sosial dan salah satunya bersosialisasi melalui media sosial. Sudah bukan hal yang aneh, manusia senang pamer mengenai liburan, barang mewah atau achievement lainnya.

Bahkan yang bukan siapa-siapa saja bisa jadi seseorang di media sosial. Kita juga tidak bisa mengontrol tiap orang yang mau posting yang sok keren atau benar-benar keren.

Karena itu hak mereka sepenuhnya, bahkan banyak yang mencari rejeki disitu dengan menjadi selebgram, travelergram, endorse-an dan sebagainya.

Perlu diingat adalah mereka menampilkan seperti apa mereka ingin dilihat dan diingat dari segi marketing. Semua hanya kulit di permukaan, janganlah terlalu dipercaya.

 

Hindari Perilaku Konsumtif

Salah satu efek buruk dari post atau berita yang kurang berfaedah adalah perasaan untuk ingin menjadi seperti mereka. Kalau mampu silahkan saja walaupun tidak disarankan, yang tidak mampu ini yang jadi masalah.

Untuk mencontoh gaya dan trend, diperlukan dana yang tidak sedikit dan sering kali milenial rela berutang untuk memenuhi ego sementara nya.

Kalau sudah terjebak lilitan utang kartu kredit itu susah keluarnya dan butuh pengorbanan untuk membayar semua kehedonan yang tidak perlu itu.

Nanti pada akhirnya adalah bagaimana caranya saya melunasi utang-utang saya yang menumpuk ini?

Beberapa saran dari tim Finansialku adalah:

  • Stop membuat cicilan baru yang konsumtif
  • Menjual aset seperti emas, kendaraan bermotor atau barang elektronik untuk membantu melunasi utang konsumtif.
  • Jika bekerja berdasarkan komisi, bekerjalah lebih giat agar komisi lebih besar dan bisa digunakan untuk pelunasan kartu kredit
  • Mencari sumber pendapatan lain, disinilah fungsi produktif media social dan aplikasi online
  • Memakai aplikasi Finansialku untuk mengatur keuangan
  • Bijak menggunakan media sosial dan menjauhi akun hedon tidak berfaedah. Kalau sudah bisa mengontrol diri dan tidak mudah terpicu silakan diikuti/follow.

 

Selain itu, agar kondisi keuangan dapat terjaga, teman-teman bisa membaca ebook Perencanaan Keuangan untuk usia 20 an di bawah ini secara GRATIS. Rencanakan, kelola dan capai tujuan keuanganmu dengan tepat sasaran.

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku 

Download Sekarang

 

Bijak dalam Melangkah

Selain bijaksana menggunakan media sosial, kita juga harus bijaksana dalam merencanakan keuangan.

Aplikasi Finansialku dapat membantu teman-teman milenial untuk mengatur alur kas. Jika menemukan kesulitan atau ingin bertanya bisa melalui ask the planner melalui aplikasi Finansialku Premium.  

Marilah kita berinvestasi pada sesuatu yang bermanfaat dan berguna untuk masa depan kita sendiri. Karena kalau bukan kita, siapa lagi?

Aplikasi finansialku dapat dengan mudah di download melalui link di bawah ini atau melalui Google Play Store, selamat mencoba.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Terimakasih telah membaca artikel ini hingga selesai. Saya yakin Anda sudah mendapatkan deskripsi mengenai perilaku bijak menggunakan media sosial dan tidak terpengaruh sehingga tidak sadar terlilit utang.

Mungkin ada teman atau kenalan Anda yang perlu membaca artikel ini untuk melakukan refleksi diri.

Jika Anda share informasi ini, maka Anda akan membuka kenyataan hidup yang harus dihadapi. Semoga bermanfaat, terima kasih.

 

Sumber Gambar:

  • Konsumtif – https://goo.gl/WfTt4g
  • Media Sosial – https://goo.gl/AovJtA