Salah satu produk investasi yang dianggap aman oleh sebagian besar orang adalah emas. Banyak orang berasumsi bahwa harga emas selalu naik. Apakah benar harga emas selalu naik? Dengan adanya prinsip gadai, beberapa tahun yang lalu sempat tenar sebuah cara berinvestasi emas dengan prinsip gadai, yaitu Berkebun Emas. Apa itu berkebun emas? Apakah pasti menguntungkan? Apakah gunanya emas tersebut?

gold-investment (1)
 

Harga Emas (tidak) selalu Naik

Banyak teori yang mengatakan sebenarnya harga emas tidak pernah naik, tetapi harga emas seolah-olah naik. Hal ini disebabkan karena nilai mata uang kita (Rupiah) yang mengalami penurunan. Seringkali kita mengenal istilah ini dengan kata inflasi. Berdasarkan data historis, harga emas secara jangka panjang mengalami kenaikan. Tetapi dalam jangka pendek bisa saja emas mengalami penurunan harga. Penurunan harga pada jangka pendek biasanya disebabkan oleh sentiment atau pengaruh dari berita-berita terkait, misalnya keberadaan QE, kekuatan Dollar dan lain-lain.

Harga emas hari ini menurut logammulia.com 1 gram nya di harga Rp 498.000. Berikutnya adalah gambar grafik harga emas dari 2-3 dekade yang lalu.

harga-emas

Sumber gambar: kitco.com

Gambar di atas menunjukan harga emas pada tahun 1975 sampai tahun 2013. Satuan mata uang yang digunakan adalah US$ per ounce. Hati-hati dalam membaca grafik, karena ada grafik yang menuliskan dalam satuan ounces (oz) dan troy ounces (troi oz). Grafik di atas menunjukan ada sebagian periode waktu, dimana harga emas cenderung tidak mengalami pergerakan yang cukup signifikan (area bewarna kuning). Setelah tahun 1998 harga emas mengalami peningkatan yang signifikan (dari harga US$350 per ounce sampai US$1850 per ounce) kurang lebih naik 5 kali lipat.

Cara menghitung harga emas dari grafik adalah

(harga emas US$ per ounce / 28,35 gram) x harga US$ saat waktu tersebut.

Atau

(harga emas US$ per troy ounce / 31,1035 gram) x harga US$ saat waktu tersebut.

 

Cara Berinvestasi Emas dengan Berkebun Emas

untung-ruginya-menggunakan-mewariskan-emas-batangan-2-finansialku

[Baca juga : Apakah Benar Ada Pajak Penjualan Emas Sebesar PPH Final 0,45% ?]

 

Berkebun emas adalah salah satu cara berinvestasi emas yang dikenalkan oleh Pak Rulli Kusnandar. Intinya kebun emas adalah cara berinvestasi emas dengan memanfaatkan instrument gadai. Sistem gadai dapat digunakan untuk mengangkat daya beli kita terhadap emas. Kita hanya butuh dana yang relatif minim untuk mendapatkan emas yang kita inginkan. Langsung saja mengenai ilustrasi kebun emas:

Asumsi 1         =          harga emas 340.000 per gram.

Asumsi 2         =          kita akan membeli emas batangan 10 gram.

Asumsi 3         =          uang yang kita miliki adalah Rp 4.612.000

 

Berikut ini video liputan mengenai berkebun emas,

 

Cara kerja

Langkah pertama adalah kita beli emas pertama 10 gram dengan uang kita, maka biaya yang diperlukan adalah Rp 340.000 x 10 gram = Rp 3.400.000. Sisa dana yang kita miliki adalah Rp 4.612.000 – Rp 3.400.000 = Rp 1.212.000.

Setelah itu bawalah emas Anda untuk digadaikan di pegadaian atau bank Syariah. Proses gadai berlangsung 10-15 menit atau bahkan kurang dari 10 menit. Misal perusahaan gadai atau Bank Syariah memberikan pinjaman 80% dari nilai taksir emas (NTE). Contoh dalam perhitungan ini NTE Bank adalah Rp 323.000 / gram. Maka uang yang Anda dapat adalah 80% x Rp 323.000 x 10 gram = Rp 2.584.000.

Pada pegadaian konvensional Anda dikenai bunga yang dibebankan pada masa akhir gadai. Pada Bank Syariah Anda tidak dikenai biaya bunga tetapi dikenai biaya titip. Besar biaya titip berbeda dari setiap bank. Contoh biaya titip suatu bank Syariah adalah Rp 3.300 per gram per bulan. Jadi besar biaya titip emas kita yang 10 gram adalah Rp 33.000 per bulan. Biasanya masa gadai harus diperpanjang setiap 4 bulan sekali.

Salah satunya cara untuk mempermudah pembayaran biaya titip adalah simpan dana sebesar biaya titip di bank, contoh 12 x Rp 33.000 = Rp 396.000. Sisa uang yang Anda miliki adalah Rp 1.212.000 – Rp 396.000 = Rp 816.000. Kini total dana yang Anda miliki adalah Rp 816.000 (sisa uang tunai) + Rp 2.584.000 (dana dari gadai emas) = Rp 3.400.000, cukup untuk pembelian emas kedua.

Siklus ini berulang untuk pembelian emas ketiga, keempat dan seterusnya. Jadi Anda dapat membeli 10 gram emas dengan tambahan dana sebesar Rp 1.212.000.

 

Pada artikel selanjutnya akan dibahas bagaimana cara memanen, biaya terkait gadai emas dan perencanaan keuangan dengan menggunakan emas. Jangan lewatkan pembicaraan seputar kebun emas di twitter Finansialku dan di facebook Finansialku.