Bagaimana cara memilih angel investor yang cocok? Mari ketahui kiat dan caranya dengan penjelasan artikel Finansialku berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Angel Investor

Masa ketika suatu bisnis baru berdiri merupakan salah satu tahap yang paling menantang untuk perkembangan usahanya.

Dengan bisnis yang baru saja dirintis di mana belum dikenal oleh masyarakat, maka para pendiri bisnis harus berusaha keras. Oleh karena itu, tidak jarang para pebisnis juga mencari pendanaan untuk bisnisnya dari calon investor.

Dalam bisnis yang masih seumur jagung ini, para pendiri bisnis dapat mulai mengembangkan usaha mereka dengan mengandalkan dana segar dari angel investor.

Apa itu angel investor? Angel investor adalah individu atau pihak dari kalangan pribadi yang memiliki minat serta kemampuan berinvestasi pada suatu bisnis (termasuk startup).

Namun, dengan imbalan berupa sebagian kepemilikan dari bisnis tersebut.

Lalu, dimana biasanya kita dapat mencari angel investor? Biasanya, angel investor berasal dari lingkungan terdekat pendiri bisnis terlebih dahulu. Misalnya keluarga, sahabat, atau pun teman dekat.

Tapi, seiring dengan berkembangnya zaman maka para pendiri bisnis juga dapat menemukan angel investor dengan berbagai cara.

Kiat dan Cara Memilih Angel Investor yang Cocok 02 - Finansialku

[Baca Juga: Hey, Mau Tahu Rahasia Cepat Kaya Raya Di Usia Muda?]

 

Beberapa diantaranya adalah melalui program akselerator atau pun bergabung dengan komunitas jaringan yang menyediakan koneksi.

Tentunya dari sisi angel investor sendiri ada suka dan dukanya. Salah satu dukanya adalah kehilangan uang. Oleh karena itu salah satu angel investor berkata bahwa sebagai angel investor ia lebih mengarah ke giving back.

Angel investor harus tahu konsekuensinya bahwa ini bukan sesuatu yang dapat return dalam jangka waktu yang singkat.

Namun, suatu hari angel investor akan mendapatkan uang dari startup/bisnis yang berhasil dan mungkin hasilnya bisa berlipat-lipat.

Untuk mendapatkan angel investor tidak hanya dilakukan pendekatan secara individual tapi, sekarang juga dapat memanfaatkan jaringan angel investor.

Jaringan angel investor ini biasanya merupakan suatu institusi yang menghubungkan startup/bisnis dengan sekumpulan orang yang berniat menjadi angel investor.

Kiat dan Cara Memilih Angel Investor yang Cocok 03 - Finansialku

[Baca Juga: Pebisnis Start Up, Film Ocean’s Eleven (2001) Memberikan Nasihat Bagi Anda!]

 

Dari sisi angel investor itu sendiri tentunya terdapat beberapa hal yang menjadi pertimbangan para angel investor sebelum memutuskan untuk berinvestasi di suatu bisnis.

Beberapa hal yang diperhatikan adalah model bisnisnya, visi dan misi perusahaan, serta nilai tambah yang dapat diberikan oleh bisnis tersebut.

 

Kiat dan Cara Memilih Angel Investor yang Cocok

Kali ini rubrik Finansialku akan berbagi kiat dan cara untuk memilih angel investor yang cocok untuk Anda. Berikut 8 kiat dan cara memilih angel investor.

 

#1 Mencari di Kolam yang Tepat

Mencari angel investor di komunitas yang tepat merupakan hal yang penting.

Sebagai contoh, para angel investor yang sudah berinvestasi di startup atau perusahaan berbasis teknologi tentunya akan lebih memahami model bisnis dunia digital dari pada investor dari sektor bisnis yang lainnya.

 

#2 Mengetahui Ticket Size Investor

Biasanya, setiap investor memiliki standarnya tersendiri terkait dengan seberapa besar dana yang akan diberikan.

Sebelum mengincar angel investor maka sebaiknya Anda memastikan calon angel investor tersebut memiliki jumlah ticket size yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.

 

#3 Memerhatikan Preferensi Investor

Dalam berinvestasi, investor juga memiliki seleranya sendiri. Investor yang sector agnostic biasanya tidak akan mematok hal tertentu untuk berinvestasi.

Kiat dan Cara Memilih Angel Investor yang Cocok 01 - Finansialku

[Baca Juga: Apa Saja Modal untuk Menjadi Entrepreneur Sukses?]

 

Tapi, ada juga investor yang hanya mengincar sektor-sektor tertentu saja. Beberapa sektornya adalah fintech, healthtech, agritech, dan lain sebagainya.

 

#4 Visi dan Misi

Selain minat dan kemampuan berinvestasi yang dimiliki oleh investor, tentunya Anda juga perlu memiliki investor yang memahami visi dan misi perusahaan Anda. Mengapa demikian?

Hal ini untuk memastikan bahwa pengembangan bisnis ke depannya tetap berjalan sesuai dengan tujuan pendirian perusahaan.

 

#5 Sesuaikan Cara Pitching dengan Kebutuhan Investor

Sebagai pendiri usaha yang baik, maka sebaiknya Anda memiliki komunikasi yang baik. Anda juga diharapkan untuk mampu membedakan gaya pitching ke calon investor Anda dan ke pengguna.

Akan lebih baik lagi apabila Anda, sebagai pendiri usaha juga bisa membuat presentasi serta gaya pitching yang berbeda, disesuaikan dengan karakter investornya.

Walaupun hal yang dipresentasikan sama tapi, pendiri bisa memberikan penekanan pada hal yang berbeda-beda.

Penekanan tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan investor yang dituju. Misalnya menekankan pada traffic bisnis ataupun dampak sosial.

 

#6 Aktif Berjejaring

Sebagai pendiri suatu usaha tentunya Anda wajib memperluas jaringan pergaulan Anda. Baik pergaulan dengan sesama komunitas startup misalnya atau pun pergaulan dengan investor.

Anda harus mencari koneksi dengan aktif sehingga memperbesar peluang Anda untuk mendapatkan investor impian Anda.

 

#7 Membangun Hubungan yang Baik

Sekalipun seorang investor tidak memberikan investasi kepada bisnis Anda sekali pun, Anda tetap harus memiliki hubungan yang baik dengan calon investor tersebut.

Ketika kesempatan yang lebih baik datang maka, bisa saja hubungan pertemanan yang sudah Anda jalin itu dapat membantu bisnis Anda di masa yang akan datang.

 

#8 Percaya Diri

Sebelum meyakinkan bisnis Anda kepada investor, tentu saja Anda sebagai pendiri bisnis harus memiliki keyakinan terhadap bisnis yang Anda jalankan.

Hal ini sangat penting karena jika Anda tidak yakin dengan bisnis Anda sendiri lalu bagaimana investor bisa percaya kepada bisnis Anda?

Kiat dan Cara Memilih Angel Investor yang Cocok 04 - Finansialku

[Baca Juga: Para Pebisnis, Beberapa Hal Ini Bisa Anda Pelajari dari The Greatest Showman!]

 

Anda perlu menunjukkan keyakinan Anda terhadap bisnis yang Anda dirikan ketika melakukan pitching.

Daripada menggunakan gaya yang seolah-olah memohon atau mengemis kepada investor maka akan jauh lebih baik jika Anda menunjukkan antusias Anda dalam mencari mitra bisnis.

 

Sukses Memilih Angel Investor yang Cocok

Setelah mengetahui kiat dan cara untuk memilih angel investor yang cocok, maka sekarang Anda sudah bisa mencoba untuk mengeksekusinya.

Teori saja tanpa praktek maka tidak menjadikan apa-apa. Jangan lupa untuk yakin dan optimis terhadap bisnis yang Anda dirikan sebelum Anda meyakinkan para investor.

Dengan tekad yang kuat, bisnis yang menjanjikan, dan rasa percaya diri yang tinggi niscaya Anda bisa mendapatkan angel investor yang cocok untuk Anda.

 

Jadi, apakah Anda memiliki pengalaman memilih angel investor? Yuk, bagikan pengalaman Anda melalui kolom komentar di bawah ini. Anda juga dapat membagikan artikel ini kepada rekan-rekan Anda yang sedang memilih angel investor.

Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Deandra Syarizka. 2 Januari 2020. Kiat Memilih Angel Investor yang Tepat bagi Startup. Techinasia.com –  https://bit.ly/2U5Lc6M

 

Sumber Gambar:

  • Angel Investor 1 – http://bit.ly/2SHAMIa
  • Angel Investor 2 – http://bit.ly/2SrnWPp
  • Angel Investor 3 – http://bit.ly/2OTYmQS
  • Angel Investor 4 – http://bit.ly/2u0sv9Y