Biaya kuliah yang semakin mahal adalah tantangan dari dunia pendidikan di Indonesia. Finansialku akan membahas cara-cara mendanai uang kuliah.

mm-college-fund biaya kuliah

 

Besar Uang Kuliah

Berapa biaya yang harus dipersiapkan untuk uang kuliah S1? Pada tahun 2013 biaya pendidikan yang paling mahal boleh dikata masih jurusan Kedokteran dan Teknik Arsitektur. Biaya yang harus disediakan untuk dapat lulus (dari awal masuk sampai lulus kuliah) jurusan kedokteran dan teknik arsitektur berkisar antara Rp 50.000.000 – Rp 200.000.000.

Bagi para pembaca yang memiliki anak yang masih kecil, usia SD kira-kira berapa uang kuliah yang harus dipersiapkan untuk anak? Dengan asumsi kenaikan uang kuliah 15% setahun, maka dana yang harus dipersiapkan adalah

Asumsi Uang Kuliah saat ini Rp 50.000.000

Tabel Kenaikan Uang Kuliah - Rp 50.000.000

Grafik Kenaikan Uang Kuliah Rp 50.000.000

Cara membaca tabel di atas.

Rata-rata usia seseorang memasuki bangku kuliah S1 adalah 18 tahun. Jika anak Anda saat ini berusia 1 tahun, maka waktu menuju bangku kuliah S1 adalah 18-1 = 17 tahun. Hasil perhitungan uang kuliah dengan asumsi kenaikan biaya per tahunnya adalah 20% dan uang kuliah saat ini adalah Rp 50.000.000, maka dana yang perlu Anda siapkan adalah Rp 1.109.305.553.

Asumsi Uang Kuliah saat ini Rp 200.000.000

Tabel Kenaikan Uang Kuliah - Rp 200.000.000

Grafik Kenaikan Uang Kuliah Rp 200.000.000

Wow ternyata dengan skema terburuk yaitu kenaikan biaya sampai 20% setahun dan periode menuju kuliah masih 17 tahun lagi maka uang kuliah yang harus disiapkan adalah Rp 1.109.305.553 – Rp 4.437.222.213. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara mempersiapkan uang kuliah tersebut?

 

Strategi Mendanai Uang Kuliah

Bagaimana strategi mendanai uang kuliah? Berikut ini 4 strategi yang dapat digunakan untuk menadanai uang kuliah.

 

Tabungan Pendidikan dan Deposito

Cara yang paling mudah adalah dengan menggunakan tabungan pendidikan dan deposito. Seperti yang kita ketahui tabungan pendidikan dan deposito adalah cara yang paling mudah dan relative aman, tetapi imbal hasilnya kecil. Sebagai contoh perhitungan deposito saat ini berkisar di antara 6,5% gross (setelah dipotong pajak menjadi 5,2%). Maka untuk memenuhi uang kuliah sebesar Rp 1,109.305.553 –  Rp 4.437.222.213 untuk 17 tahun yang akan datang Kita harus menabung sebesar: Rp 42.185.771 – Rp 168.743.086 tiap tahunnya.

 

Investasi: Reksadana, Saham

Cara yang kedua adalah dengan menggunakan investasi di reksadana dan saham. Tentunya seperti yang Kita semua ketahui dengan investasi di reksadana dan saham potensi imbal hasil dan potensi risiko lebih tinggi dibanding deposito dan tabungan. Ketika berinvestasi saham atau reksadana pastikan Anda sudah memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup.

mom_and_dad_lost_my_college_fund_in_the_stock_m_tshirt-r698e0f0fda7f432bb6413c3a25ee6ada_804gs_512 uang kuliah

[Baca juga : Apa itu Aturan 72 dalam Investasi?]

 

Investasi di Aset Real

Pendanaan uang kuliah dapat dilakukan dengan investasi di asset real seperti emas dan properti. Tetapi ingat sebelum melakukan investasi apapun sebaiknya Kita pelajari terlebih dulu segala aspeknya, agar tidak menyesal.

 

Asuransi Pendidikan

Produk keuangan yang dapat digunakan untuk mendanai uang kuliah adalah asuransi pendidikan. Asuransi pendidikan adalah produk perusahaan asuransi, yang bersifat endowment atau unit link. Kita harus mendiskusikan kebutuhan besarnya uang kuliah yang dibutuhkan kepada agen asuransi, agar premi yang kita keluarkan sesuai dengan kebutuuhan dan waktunya.

 

Kesimpulan

Biaya pendidikan terutama uang kuliah yang semakin mahal harus dipersiapkan sejak awal. Jangan sampai Kita gagal melakukan perencanaan dana pendidikan dan tiba saatnya Kita kewalahan membayar biaya pendidikan anak.

 

 

Anda memiliki cerita seputar dana pendidikan atau uang kuliah? Silakan tinggalkan sharing atau komentar Anda di bawah ini. Terima kasih atas komentarnya.

 

Jangan lupa baca artikel-artikel Finansialku:

finansialkuGagal Merencanakan berarti Merencanakan untuk GagalBaca
finansialkuHati-Hati dengan Strategi Buy MoreBaca
finansialku5 Alasan Kita Harus Belajar Keuangan PribadiBaca
finansialkuMenjadi Entrepreneur melalui Bisnis OnlineBaca