Nggak ribet, begini cara mengatur portofolio investasi buat para pemula agar dapat keuntungan maksimal!

Ketahui selengkapnya di bawah ini, ya!

 

Summary

  • Portofolio penting dalam investasi karena bisa menjadi acuan untuk memaksimalkan keuntungan.
  • Untuk mengurangi risiko investasi, kita perlu melakukan manajemen portofolio dengan cara diversifikasi investasi.

 

Apa yang Dimaksud Dengan Portofolio Investasi?

Ketika pertama kali mulai investasi, investor pemula tentu harus mengetahui berbagai istilah-istilah yang ada di dunia perinvestasian, seperti salah satunya adalah portofolio investasi.

Beberapa dari kita mungkin sudah sering mendengar istilah ini. Secara sederhana, portofolio investasi ini bisa kamu pahami sebagai kumpulan aset investasimu.

Aset investasi ini bisa terdiri dari satu atau beberapa instrumen investasi, seperti deposito, obligasi, emas, properti, saham, dan sebagainya.

[Baca Juga: Begini Cara Menghitung Kinerja Portofolio Saham Kamu]

 

Portofolio investasi menjadi salah satu aspek yang cukup penting saat melakukan investasi.

Kenapa? Karena portofolio ini akan menentukan imbal hasil atau return yang kamu dapatkan nantinya dan menjadi acuan kita untuk memaksimalkannya. 

Nah, untuk memaksimalkan keuntungannya, kamu harus menghindari beberapa hal, seperti yang dijelaskan dalam video ini.

 

Ketika kamu memiliki portofolio investasi, ada istilah yang disebut dengan manajemen portofolio.

Manajemen portofolio adalah istilah untuk kegiatan mengelola kumpulan aset tersebut untuk mencapai tujuan investasimu.

Dengan begitu, portofolio investasi tidak bisa begitu saja dibiarkan agar cocok untuk kita, tapi harus dikelola dengan baik, sesuai dengan kebutuhanmu ketika investasi.

 

Cara Mengatur Portofolio Investasi

Tidak ada hukum saklek tentang mengatur portofolio investasi, tapi banyak investor merekomendasikan kamu untuk melakukan diversifikasi investasi.

Diversifikasi investasi ini bisa kita pahami sebagai salah satu manajemen portofolio investasi.

Diversifikasi investasi berguna untuk mengurangi risiko investasi dengan cara meletakkan dana investasimu ke berbagai jenis instrumen investasi, yang dilakukan untuk menghindari kerugian yang mendalam.

Karena jika kamu all in dan memasukkan 100% dana investasimu ke satu instrumen, maka kerugian yang kamu dapatkan akan jauh lebih besar dibandingkan jika kamu melakukan diversifikasi.

[Baca Juga: Mengenal Investasi Reksa Dana, Solusi Investasi dengan Modal Kecil]

 

Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan diversifikasi sebagai salah satu bentuk cara mengatur portofolio investasimu.

Kamu bisa meletakkan kekayaanmu ke berbagai instrumen investasi, seperti emas, saham, reksa dana, surat utang, dan instrumen lainnya.

Dengan begitu, ketika satu instrumen merugi, kekayaanmu masih bisa diselamatkan di instrumen lainnya.

Maryadi Santana, salah satu perencana keuangan dari Finansialku mengatakan kalau diversifikasi investasi juga punya peran penting agar portofolio kamu tidak rentan terhadap risiko, karena siapa pun tidak bisa terhindar dari risiko kerugian.

“Sebenarnya kalau menghindari agar tidak merah untuk pemula bahkan untuk yang udah pro sekalipun tidak mudah ya.” Katanya.

 

Nah, selain diversifikasi portofolio investasi, ada tiga tips sederhana dari Maryadi Santana, salah satu perencana keuangan dari Finansialku tentang cara mengatur portofolio investasimu, di antaranya:

 

#1 Tentukan Tujuan

Hal pertama yang harus kamu lakukan sebelum tahu cara mengatur portofolio adalah mengetahui tujuan investasimu.

“Tetep yang pertama pastinya set goal-nya dulu, investasinya punya tujuan untuk apa. Kalau sudah tahu untuk apa, harusnya tahu kapan diperluinnya.” Kata Maryadi.

Lalu, untuk mengetahui strategi investasinya, kamu bisa baca ebook berikut ini. Di dalamnya juga ada studi kasus bagaimana cara menyusun portofolio investasi, jadi kamu akan semakin paham.

Banner Iklan Strategi Praktis Mencapai Impian Masa Depanmu (Goal Based Investment) Web
Banner Iklan Strategi Praktis Mencapai Impian Masa Depanmu (Goal Based Investment) HP

 

#2 Tentukan Instrumen Investasi

Setelah itu, kamu sudah mulai menentukan instrumen investasi apa saja yang akan dipilih sebagai tempat untuk menyimpan kekayaanmu. 

Jika ingin menentukannya sendiri, kamu mungkin perlu menambah wawasan tentang tujuan investasi. Kamu bisa membaca ebook gratis seputar investasi di Perpustakaan Finansialku untuk menambah pengetahuan.

Cara lainnya, kamu bisa mendapatkan daftar instrumen investasi dengan menggunakan investment plan atau dengan mengandalkan bantuan dari perencana keuangan tersertifikasi Finansialku.

 

#3 Tentukan Rasio

Sebenarnya, jika kamu memanfaatkan bantuan dari perencana keuangan, mereka akan sekaligus membuatkan rasio pembagian besaran dana investasi yang ideal ke instrumen investasi yang sudah ditentukan.

Tapi, jika kamu ingin menentukan rasio pembagian investasi sendiri, Maryadi memberikan contoh referensi tentang pembagian rasio berdasarkan profil risiko, seperti:

  • Konservatif: (50% Reksa Dana Pasar Uang/Deposito/Tabungan bank digital/P2P Lending) + (40% Obligasi/Reksa Dana Pendapatan Tetap) + (10% Saham/Reksa Dana Saham)
  • Moderate: (30% Reksa Dana Pasar Uang/Deposito/Bank Digital/P2P Lending) + (40% Obligasi/Reksa Dana Pendapatan Tetap) + (30% Saham)
  • Agresif: (20% Likuiditas/cashflow) + (30% obligasi) + (50% saham).

 

Perlu ditekankan sekali lagi kalau ini hanya contoh referensi pembagian rasio, bukan peraturan saklek yang kamu ikuti.

Agar lebih pasti, kamu bisa melakukan konsultasi langsung dengan Maryadi Santana agar dapat rekomendasi yang tepat. Kamu bisa hubungi melalui WhatsApp di nomor 0851 5866 2940.

Banner Konsultasi WA - PC
Banner Konsultasi WA - HP

 

Nah, itu dia informasi mengenai cara mengatur portofolio yang mudah untuk investor pemula. Apakah kamu punya pertanyaan lain terkait topik ini? Kalau ada, tuliskan di kolom komentar, ya!

Jangan lupa untuk bagikan informasi ini kepada teman-teman investor lainnya agar mereka juga tahu bagaimana caranya mengatur portofolio yang mudah, ya! Sampai jumpa di artikel berikutnya!

 

Editor: Ratna Sri H.