Ingin punya keuangan yang aman? Simple sih! Hal yang kamu perlukan yaitu dana darurat ideal.

But anyway… tahukah kamu berapa jumlah dana darurat yang ideal? Kita cari tahu yuk dalam artikel Finansialku berikut ini. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Kenapa Milenial Perlu Punya Dana Darurat?

“Huft…tiba-tiba mobil mogok, belom lagi mesin pompa air di rumah ngadat pengen ganti yang baru, ditambah anak harus studi banding ke luar kota dan biayanya lumayan”.


Kutipan di atas adalah contoh narasi yang bisa saja menggambarkan keadaan siapa pun dan itu belum seberapa.

Masih banyak berbagai kemungkinan lainnya, seperti terkena PHK, sakit keras, atau terdampak bencana alam. Who knows?

Eits, jangan under estimate dulu kalau tulisan ini cuma untuk nakut-nakutin kamu, BUKAN kok!

Tulisan ini ngajak kamu buat lebih melek dan bersiap diri menghadapi hal-hal yang tak terduga, no body knows what will happen tomorrow!

Freelance Mengelola Masa Krisis 02 Stres - Finansialku

[Baca Juga: 5 Cara Melindungi Dana Darurat Supaya Hidup Aman Terkendali]

 

Oh ya, sebelumnya saya mau nanya dong, kamu masuk generasi mana nih? Milenial atau bukan?

Kalau kamu masih bingung, saya coba jelasin ya generasi sesuai tahun dan usianya.

GenerasiTahun Lahir (Usia)
Boomers I (The Baby Boomers)1946-1954 (64 hingga 72 tahun)
Boomers II (Generation Jones)
1955-1965 (53 hingga 63 tahun)
X1966-1976 (42 hingga 52 tahun)
Y (Echo Boomers atau Milenial)1977-1994 (24 hingga 41 tahun)
Z1995-2012 (6 hingga 23 tahun)

Sumber: http://socialmarketing.org

 

Nah kalau kamu ada di range generasi milenial yaitu kisaran usia 24 hingga 41 tahun, biasanya banyak di antara kalian yang menjadi sandwich generation.

Artinya generasi yang terjepit karena harus membiayai orangtua yang sudah pensiun dan membiayai anak istri.

Menjadi sandwich generation cukup dihadapkan dengan berbagai tantangan.

Contohnya saja dari segi kesehatan, kamu harus alokasikan dana kesehatan untuk kamu, keluargamu (istri/suami/anak) serta orang tua. Selain itu kamu harus siapkan dana darurat untuk hal insidentil lainnya.

Kok harus banget sih? Yup, supaya arus kas atau cash flow kamu enggak jadi berantakan!

Cara Menghitung Dana Darurat Dengan Aplikasi Finansialku 01 - Finansialku

[Baca Juga: Kata-kata Motivasi Suze Orman: Cara Membangun Dana Darurat]

 

Enggak pingin kan keuangan berantakan hanya karena enggak punya persiapan?

Tapi sayangnya, hampir kebanyakan orang terlalu sibuk mewujudkan apa yang jadi keinginannya.

Misalnya, beli gadget baru, baju baru, kendaraan baru, peralatan make up baru, dan hal baru lainnya yang sudah masuk di wish list belanjaan online.

Belum lagi kurangnya literasi dan edukasi tentang perencanaan keuangan membuat masyarakat seolah mengabaikan pentingnya mempersiapkan dana darurat.

Sekalipun aware, ada saja yang belum paham berapa besaran atau jumlah ideal dana yang harus mereka siapkan.

So, tertarik untuk mencari tahu lebih banyak tentang dana darurat, khususnya dana darurat ideal?

Perlu diketahui bahwa persiapan dana darurat ini dibagi menjadi tiga kategori, yang pertama dana darurat untuk yang single, dana darurat untuk yang sudah menikah, dan dana darurat yang sudah menikah dan punya anak.

Kamu termasuk yang mana ya kira-kira?

 

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Download Sekarang

 

Berapa Idealnya Dana Darurat yang Harus Disiapkan?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa terdapat tiga kategori saat mempersiapkan dana darurat ideal, yaitu:

 

#1 Dana Darurat Ideal untuk Single

Jika kamu seorang yang masih single, tidak perlu mempersiapkan dana darurat berlebihan karena yang kamu perlukan minimal 3 kali pengeluaran bulanan.

Ada seseorang yang pernah berkata “pay yourself first”, yang artinya “bayarlah dirimu sendiri terlebih dahulu.”

Maksudnya adalah alokasikan sebagian penghasilan untuk kamu sendiri, seperti layaknya mengalokasikan untuk pengeluaran kamu yang lain, yaitu bayar listrik atau belanja kebutuhan sehari-hari.

Karyawan Milenial Siapkan Dana Darurat 02 Dana Darurat 2 - Finansialku

[Baca Juga: Bingung Nih, Asuransi atau Dana Darurat Dulu? Mana yang Dipilih Duluan Ya?]

 

Kenapa? Karena seorang single atau bujangan itu biasanya punya semangat yang menggebu-gebu, kebiasaan kerja keras, sampai tak jarang sakit. Istilahnya “Kerja terus sampai tifushehe.

Kalau kamu enggak punya dana darurat, bisa jadi kamu terlalu menikmati hidup hanya untuk bersenang-senang.

Padahal ada kalanya kamu pun jatuh sakit dan memerlukan biaya untuk pengobatan terlebih jika tidak memiliki asuransi.

So, untuk kamu yang single tetap alokasikan dana daruratmu ya!

 

#2 Dana Darurat Ideal untuk yang Menikah

Setelah menikah tentunya beban keuangan bertambah, begitu juga dengan dana darurat yang harus disiapkan.

Jika single cukup mengalokasikan minimal 3 kali pengeluaran, lain halnya dengan yang menikah yaitu minimal 6 kali pengeluaran.

Tujuannya, jika kamu mengalami satu kondisi yang kurang baik misalnya sakit sehingga tidak bisa mendapatkan penghasilan, maka kamu dan pasangan masih bisa hidup minimal untuk 6 bulan ke depan.

Sekalipun “amit-amitnya” kamu terkena PHK, keluarga masih bisa makan dan kehidupan masih bisa berjalan normal untuk waktu sekitar 6 bulan sampai kamu mendapat pekerjaan baru.

 

#3 Dana Darurat Ideal untuk Pasangan yang Menikah & Punya 1 Anak

Kehadiran anak dalam kehidupan kamu dan pasangan, adalah kebahagiaan yang tak ternilai.

Apapun kondisinya, pasti kamu ingin memberikan yang terbaik untuk si buah hati kan?

Setidaknnya kamu perlu menyiapkan 9 kali pengeluaran bulanan untuk pasangan yang sudah punya anak 1 dan 12 kali pengeluaran bulanan untuk yang punya anak 2 atau lebih.

Begitu kira-kira gambaran dana darurat yang harus disiapkan sesuai dengan kategorinya masing-masing, simple bukan?

Kalau kamu masih bingung cara menghitungnya, jangan khawatir! Kamu bisa manfaatkan aplikasi Finansialku untuk menghitung dana daruratmu.

Karyawan Milenial Siapkan Dana Darurat 01 - Finansialku

[Baca Juga: Cara Menghitung Dana Darurat Dengan Aplikasi Finansialku]

 

Sebelumnya, kamu install aplikasinya di smartphone dulu ya. Kamu bisa install aplikasinya dari Google Play Store atau lakukan registrasi melalui PC.

Kalau sudah install dan registrasi, kamu bisa coba ikuti langkah di bawah ini ya:
Buka menu aplikasi Rekeningku kemudian pilih menu “Rencana Keuangan”.

  1. Klik simbol “+” pada bagian kanan bawah untuk menambahkan Rencana Keuangan dan pilih “Dana Darurat”.
  2. Masukkan sejumlah data yang diperlukan, yaitu: Pengeluaran bulanan, misalnya Rp3.500.000, status pernikahan, misalnya: Lajang.
  3. Setelah itu klik hitung, maka kesimpulan berupa dana darurat yang diperlukan pun akan muncul. Jumlah tersebut merupakan hal perhitungan dari data yang telah dimasukkan.

 

 

Supaya lebih mudah, kamu bisa ikuti tips ini:

  • Dana darurat harus terpisah dari rekening, instrumen investasi, atau tabungan jangka pendek. Hal ini diterapkan untuk mengantisipasi gelap mata saat melihat nominal dana darurat tersebut.
  • Dana darurat harus mudah diambil kapan saja dan di mana saja. Saat ini, proses penarikan akan lebih efisien dengan adanya ATM Bersama dan ATM Prima.
  • Dana darurat harus likuid dan dapat dicairkan saat dibutuhkan. Jenis simpanan seperti deposito, RDPU, dan LM bisa saja diterapkan, tapi pilihan terbaik tetaplah tabungan ber-ATM.
  • Dana disimpan di instrumen yang aman.
  • Hasil investasi tinggi itu penting. Tapi, bukan berarti menjadi pertimbangan utama untuk menyimpan dana darurat.

 

Kenapa Saya Ingin Kamu Punya Dana Darurat?

Sebagai teman yang baik, setidaknya saya ingin kamu merasakan beberapa manfaat ketika memiliki dana darurat yang ideal.

 

#1 Menciptakan Keuangan yang Tenang

Buat kamu yang pernah mengalami kejadian buruk hingga harus menghabiskan uang banyak, kamu pasti merasakan bagaimana berada di bawah tekanan masalah keuangan, iya kan Guys?

Menurut studi, seseorang yang tidak memiliki margin keuangan seperti dana darurat, akan mempunyai tingkat stres lebih tinggi karena segala masalah yang terjadi akan menjadi ancaman bagi kondisi keuanganmu.

Dana Darurat Keluarga 02 - Finansialku

[Baca Juga: Resesi Meningkat Menjadi Pemicu Pergerakan Emas]

 

Coba bayangin deh, kalau kamu enggak punya dana darurat dan tiba-tiba kehilangan pekerjaan.

Tentu ini akan membuatmu lebih stres memikirkan nasib diri sendiri dan keluarga daripada fokus untuk mencari pekerjaan baru.

Walaupun kamu tidak dapat memperkirakan kapan risiko akan terjadi, kamu bisa lebih tenang menghadapi masalah tersebut.

 

#2 Terhindar dari Utang

Setuju atau tidak, meminjam uang dengan tidak bijak akan menimbulkan masalah, Guys.

Sederhananya, di dalam kehidupan ekonomi sebuah keluarga ada dua pilihan yang bisa kamu ambil.

Pilihan pertama adalah kerja keras untuk menyiapkan dana darurat sebelum permasalahan terjadi.

Pilihan kedua adalah bekerja keras untuk menyelesaikan permasalahan yang telah terjadi.

Buruknya, kebanyakan orang di Indonesia memilih yang kedua dan memutuskan untuk hidup dari utang, baik utang kartu kredit atau utang pinjaman hanya karena mereka tidak ingin bekerja keras.

Walaupun terdengar penuh strategi, tetapi meminjam uang untuk membayar utang sama dengan peribahasa “gali lubang, tutup lubang”.

 

#3 Bantu Kurangi Pengeluaran Bulanan

Berbeda dengan pendapat umum dimana dana darurat hanya menambah pengeluaran bulanan, dana darurat sebenarnya membantu kamu untuk mengurangi pengeluaran.

Memang dana darurat tidak dapat membantu mengurangi belanjamu karena hal ini berhubungan dengan kebutuhan dan gaya hidup masing-masing. Tetapi dana darurat dapat membantu pengeluaran bulanan secara keseluruhan.

Salah satu manfaat yang diberikan dana darurat adalah mengurangi biaya untuk asuransi, iya kan?

Kalau kamu tidak punya dana darurat, maka kamu membutuhkan asuransi untuk melindungi keuanganmu.

Dana Darurat Keluarga 01 - Finansialku

[Baca Juga: Kata-kata Motivasi Suze Orman: Singkirkan Utang Sekarang]

 

Contohnya, dengan uang pertanggungan Rp500 juta, tentu kamu harus membayar premi bulanan yang cukup besar.

Tapi kalau kamu punya dana darurat misalnya Rp100 juta, mungkin kamu tidak perlu pusing mengeluarkan Rp20 juta untuk membayar biaya perawatan dan rumah sakit.

Dengan adanya dana darurat tersebut, kamu tidak wajib membeli produk asuransi kesehatan dengan uang pertanggungan Rp500 juta, kamu bisa membeli produk yang lebih murah.

 

Hello Milenial, Yuk Persiapkan Dana Darurat Ideal

Gimana nih setelah tahu jumlah ideal dana darurat yang harus kamu persiapkan, makin semangat untuk mengalokasikan?

Atau sebaliknya, menutup mata dan telinga untuk pura-pura tidak tahu pentingnya dana darurat?

Prinsipnya hal ini bukan untuk menakut-nakuti lho ya, tapi memberikan pencerahan supaya hidupmu lebih tenang khususnya dari sisi finansial.

Jadi tunggu apalagi? Yuk persiapkan dana darurat dari sekarang.

 

Apakah kamu masih punya pertanyaan tentang mempersiapkan dana darurat ini? It’s oke, silakan tulis di kolom komentar ya karena perencana keuangan Finansialku siap membantu kamu. See you!

 

Sumber Gambar:

  • Dana Darurat Ideal – http://bit.ly/2NmkX8d