Sukuk ritel

Investasi sekaligus membantu negara dengan return yang cukup besar dan modal cukup terjangkau

frequently asked questions

Sukuk Negara Ritel (Sukuk Ritel) adalah produk investasi syariah yang ditawarkan oleh Pemerintah kepada individu Warga Negara Indonesia, sebagai instrumen investasi yang aman, mudah, terjangkau, dan menguntungkan.

Sukuk Ritel dikelola berdasarkan prinsip syariah, tidak mengandung unsur maysir (judi) gharar (ketidakjelasan) dan riba (usury), serta telah dinyatakan sesuai syariah oleh Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Penerbitan Sukuk Ritel menggunakan struktur akad Ijarah – Asset to be Leased.

Modal minimal untuk investasi dalam Surat Utang Negara adalah sebesar Rp1.000.000 (satu juta rupiah).

Beberapa keuntungan dari investasi Surat Utang negara Sukuk Ritel diantaranya:

  • Pokok dan imbalan dijamin oleh negara
  • Tingkat imbalan kompetitif dan tetap, lebih tinggi dari rata-rata tingkat bunga deposito Bank BUMN.
  • Imbalan dibayarkan tiap bulan.
  • Dapat diperdagangkan di pasar sekunder antar investor domestik.
  • Cukup dengan Rp1 juta kamu sudah bisa berinvestasi di Sukuk Ritel.
  • Mendukung Pembiayaan Pembangunan Nasional.
  • Akses investasi sesuai prinsip syariah.

Proses pendaftaran Calon Investor melalui Sistem Elektronik yang disediakan oleh Mitra Distribusi (Midis). Memasukan data-data antara lain, data diri, nomor SID (Single Investor Identification) atau Nomor Tunggal Identitas Pemodal, nomor Rekening Dana dan nomor Rekening Surat Berharga.

Calon investor yang belum memiliki nomor SID, rekening dana, dan/atau rekening surat berharga, akan dibantu oleh Midis.

SID adalah kode tunggal dan khusus yang diterbitkan oleh Kustodian Sentral Efek lndonesia (KSEI) selaku lembaga penyimpanan dan penyelesaian.

Setelah registrasi berhasil, Calon Investor melakukan pemesanan dengan sebelumnya membaca ketentuan dalam Memorandum Informasi. Pemesanan hanya dapat dilakukan pada saat masa penawaran.

Setelah pemesanan diverifikasi (verified order), Calon Investor mendapatkan kode pembayaran (Billing Code) melalui email/SMS sesuai kebijakan masing-masing Mitra Distribusi.

Kode pembayaran digunakan untuk penyetoran dana investasi melalui Bank Persepsi (teller, ATM, internet banking, mobile banking) dalam batas waktu yang ditentukan.

Bunga Surat Utang Negara Sukuk Ritel lebih tinggi dari rata-rata tingkat bunga deposito Bank BUMN.

Dengan berinvestasi melalui Surat Utang Negera Sukuk Ritel, masyarakat dapat berkontribusi secara langsung melalui pendanaan pembangunan negara.

Investor A membeli Sukuk Ritel di pasar perdana sebesar Rp70 juta, dengan tingkat imbalan 6,30% per tahun. Jika Sukuk Ritel tersebut tidak dijual sampai dengan jatuh tempo, maka hasil yang diperoleh adalah:

Imbalan = (Rp70.000.000 x 6,30% x 1/12)= Rp367.500 (diterima setiap bulan sampai dengan jatuh tempo).

Nilai Nominal = Pada saat jatuh tempo, investor A menerima kembali nilai nominal Sukuk Ritel sebesar Rp70 juta.

Finansialku Podcast

Mau tau gimana caranya merencanakan keuangan? Dengerin aja Finansialku Talk Podcast bersama Melvin Mumpuni

Video Seputar Sukuk Terbaru

Barbagi cara memilih investasi yang menguntungkan dengan modal terjangkau

mockup audiobook asuransi kesehatan

Audiobook Asuransi Kesehatan

Tambah literasi keuangan Anda dengan mendengarkan audiobook album pertama dengan bahasan “Asuransi” di aplikasi Finansialku

Artikel

© Finansialku.com 2020

Sukuk ritel

Investasi sekaligus membantu negara dengan return yang cukup besar dan modal cukup terjangkau

frequently asked questions

Sukuk Negara Ritel (Sukuk Ritel) adalah produk investasi syariah yang ditawarkan oleh Pemerintah kepada individu Warga Negara Indonesia, sebagai instrumen investasi yang aman, mudah, terjangkau, dan menguntungkan.

Sukuk Ritel dikelola berdasarkan prinsip syariah, tidak mengandung unsur maysir (judi) gharar (ketidakjelasan) dan riba (usury), serta telah dinyatakan sesuai syariah oleh Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Penerbitan Sukuk Ritel menggunakan struktur akad Ijarah – Asset to be Leased.

Modal minimal untuk investasi dalam Surat Utang Negara adalah sebesar Rp1.000.000 (satu juta rupiah).

Beberapa keuntungan dari investasi Surat Utang negara Sukuk Ritel diantaranya:

  • Pokok dan imbalan dijamin oleh negara
  • Tingkat imbalan kompetitif dan tetap, lebih tinggi dari rata-rata tingkat bunga deposito Bank BUMN.
  • Imbalan dibayarkan tiap bulan.
  • Dapat diperdagangkan di pasar sekunder antar investor domestik.
  • Cukup dengan Rp1 juta kamu sudah bisa berinvestasi di Sukuk Ritel.
  • Mendukung Pembiayaan Pembangunan Nasional.
  • Akses investasi sesuai prinsip syariah.

Proses pendaftaran Calon Investor melalui Sistem Elektronik yang disediakan oleh Mitra Distribusi (Midis). Memasukan data-data antara lain, data diri, nomor SID (Single Investor Identification) atau Nomor Tunggal Identitas Pemodal, nomor Rekening Dana dan nomor Rekening Surat Berharga.

Calon investor yang belum memiliki nomor SID, rekening dana, dan/atau rekening surat berharga, akan dibantu oleh Midis.

SID adalah kode tunggal dan khusus yang diterbitkan oleh Kustodian Sentral Efek lndonesia (KSEI) selaku lembaga penyimpanan dan penyelesaian.

Setelah registrasi berhasil, Calon Investor melakukan pemesanan dengan sebelumnya membaca ketentuan dalam Memorandum Informasi. Pemesanan hanya dapat dilakukan pada saat masa penawaran.

Setelah pemesanan diverifikasi (verified order), Calon Investor mendapatkan kode pembayaran (Billing Code) melalui email/SMS sesuai kebijakan masing-masing Mitra Distribusi.

Kode pembayaran digunakan untuk penyetoran dana investasi melalui Bank Persepsi (teller, ATM, internet banking, mobile banking) dalam batas waktu yang ditentukan.

Bunga Surat Utang Negara Sukuk Ritel lebih tinggi dari rata-rata tingkat bunga deposito Bank BUMN.

Dengan berinvestasi melalui Surat Utang Negera Sukuk Ritel, masyarakat dapat berkontribusi secara langsung melalui pendanaan pembangunan negara.

Investor A membeli Sukuk Ritel di pasar perdana sebesar Rp70 juta, dengan tingkat imbalan 6,30% per tahun. Jika Sukuk Ritel tersebut tidak dijual sampai dengan jatuh tempo, maka hasil yang diperoleh adalah:

Imbalan = (Rp70.000.000 x 6,30% x 1/12)= Rp367.500 (diterima setiap bulan sampai dengan jatuh tempo).

Nilai Nominal = Pada saat jatuh tempo, investor A menerima kembali nilai nominal Sukuk Ritel sebesar Rp70 juta.

Finansialku Podcast

Mau tau gimana caranya merencanakan keuangan? Dengerin aja Finansialku Talk Podcast bersama Melvin Mumpuni

Video Seputar Sukuk Terbaru

Berbagi cara memilih investasi yang mneguntungkan dengan modal terjangkau

Audiobook Asuransi Kesehatan Finansialku

mockup audiobook asuransi kesehatan

Tambah literasi keuangan Anda dengan mendengarkan audiobook album pertama dengan bahasan “Asuransi” di aplikasi Finansialku

Artikel

Mau Konsultasi Seputar Sukuk Ritel?

Tanyakan langsung pada perencana keuangan di Aplikasi Finansialku

© Finansialku.com 2020