Kali ini kita akan belajar Financial Survival di tengah badai COVID 19 bersama Melvin Mumpuni dan seorang business trainer, mentor sekaligus guru.

Bagaimana keseruannya? Yuk langsung simak artikel Finansialku berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Financial Survival

Apakah kamu sudah aman secara keuangan di tengah badai Covid 19? Kalau kamu sudah mengikuti Finansialku, kamu tentunya sudah tidak asing lagi dong dengan yang namanya keamanan keuangan.

Keamanan keuangan itu seperti cashflow yang harus positif, memiliki dana darurat, utang-utang konsumtif lunas, dan punya asuransi sebagai proteksi.

Bagaimana dengan kondisi kamu? Apakah kamu mampu untuk survive?

Nah di episode yang spesial kali ini, saya akan mengundang seorang business trainer yang juga pernah menjadi mentor sekaligus guru saya untuk membahas tentang financial survival di tengah badai Covid 19.

 

Sebelum bahas lebih detail, Sobat Finansialku dapat mengirimkan pertanyaan atau curhat keuangan melalui fitur TANYA PERENCANA KEUANGAN di Aplikasi Finansialku. Jangan lupa kasih hashtag #CURHATKEUANGAN

 

Membahas Financial Survival Bersama James Gwee

Finansialku Podcast kali ini adalah hasil percakapan di Instagram live dengan mentor sekaligus trainer favorit, tidak lain dan tidak bukan adalah James Gwee.

Nah bagaimana tanggapan beliau dengan orang-orang yang terkena dampak Covid 19? Check this out!

 

Jawaban Ko James,

Pasti banyak orang yang terkena dampak, dan bahkan kita-kita pun terkena dampaknya juga kok… selama ini income saya berasal dari seminar-seminar live yang diadakan di hotel atau trading, dan kini beralih dari live ke online.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan,

 

Step pertama, terima kenyataan!

Don’t be in denial tetapi terima kenyataan. Kita berharap kondisi ini secepatnya berangsur-angsur membaik, namun coba anggap kalau misalnya kondisi ini akan bertahan cukup lama, mungkin sampai bulan september.

Lalu bagaimana Anda mencari uang?

Untuk teman-teman yang selama stay at home dalam 3 bulan saja uang Anda sudah habis, maka perencanaan keuangan Anda belum benar.

Karena kalau perencanaan keuangan Anda sudah benar, setidaknya Anda punya cadangan untuk 6 bulan kedepan.

Maka dari itu perencanaan keuangan adalah hal yang pertama, hal yang sangat mendasar.

Ataupun kalau usaha Anda dalam tiga bulan tidak menghasilkan omzet, dan Anda sudah sampai “kering”, berarti perencanaan keuanganmu untuk bisnismu benar-benar salah.

Dalam hal ini Anda harus belajar. Karena sebenarnya untuk kondisi yang seperti ini, jika masih belum sampai enam bulan, Anda seharusnya masih santai-santai.

Bayangkan saja, apabila ban kempes kita pasti akan panik kalau tidak ada ban cadangan.

Tetapi jikalau punya ban cadangan, mau bannya kempes pun Anda hanya perlu minggir dan mengganti, dan setidaknya bisa bertahan sampai ke tempat Anda bisa mendapat ban baru.

Jadi pelajaran pertama, apapun situasi Anda, jika Anda tidak memiliki uang untuk enam bulan, Anda benar-benar perlu mempelajari ini dan merubah perencanaan keuanganmu agar kesalahanmu tidak terulang lagi.

Kamu perlu menyiapkan dana darurat untuk keperluan pribadi, dana darurat untuk keluarga, dan juga dana darurat untuk perusahaan.

 

Step ke dua, mengingat perkataan Charles Darwin si penemu teori evolusi, ia mengatakan “yang bertahan bukanlah yang kuat tetapi yang dapat beradaptasi”. Jadi orang yang bisa beradaptasi lah yang bisa bertahan, ataupun malah bisa menghasilkan uang.

“So bagaimana caranya?”

Nah… step ke dua adalah “forget about the all way”. Cara Anda bekerja, cara Anda jualan di masa-masa sebelum Covid 19.

Bagaimana kita melihat orang-orang yang belum bisa move on dalam kondisi pandemi ini?

Biasanya yang belum bisa move on akan mengeluh: “waduh saya gak bisa jualan karena costumer saya gak mau ketemu saya, costumer sekarang juga lagi gak ada duit, bisnis mereka lagi lesu.” Nah ini lah yang belum bisa move on.

Jelas-jelas kondisi sudah berubah, berarti orang-orang yang dulunya kita anggap memiliki banyak uang dan kita prospek bisa saja sudah tidak seperti itu lagi. dan sebaliknya, orang yang dulunya kita tidak prospek bisa saja saat ini memiliki banyak uang.

Sebagai contoh, perusahaan-perusahaan besar yang dulunya memiliki banyak uang, saat ini bisa saja pendapatannya anjlok sedangkan pengeluarannya mengalir terus.

Sedangkan ibu-ibu rumah tangga yang dulunya kita tidak prospek, jika dia rajin jualan masker, jualan makanan, rajin catering dan segala macam, pendapatannya bisa saja semakin banyak.

Jadi kalau Anda masih bingung dengan customer yang lama, itu artinya Anda masih belum bisa move on, dan Anda perlu melihat ke semua customer!

Ibarat sedang dalam kolam, Anda perlu melihat tempat yang ikannya paling banyak itu dimana.

Anda perlu beralih dari “ikan” yang lama ke “ikan” yang baru, kamu perlu melihat apa yang mereka butuhkan, apa yang mereka inginkan, dan berfikir bagaimana produk yang Anda miliki bisa relevan dengan orang-orang yang baru.

Anda perlu berpikir bagaimana caranya Anda memperkenalkan diri kepada mereka, bagaimana caranya agar orang-orang yang mengenal calon costumer ini menggandeng tangan saya ke tempat yang banyak “ikan baru”.

Bagaimana cara saya jualan, bagaimana proses bisnis saya yang dulu sebelum covid seperti ini dan sekarang dengan Covid-19 proses bisnis sudah harus berubah.

Salah satu fenomena yang diperhatikan oleh Melvin, pada tahun 1998 ketika terjadi krisis ekonomi yang menjadi tulang punggungnya adalah UMKM.

Dan di 2020, tulang punggungnya itu masih di UMKM, tetapi yang sudah naik level dan adanya di online.

Ini karena traffic yang di online sudah naik, bahkan sebagai contoh, yang memiliki rumah makan kalah dengan penjual makanan yang tidak memiliki tempat untuk orang nongkrong.

 

Bagaimana tanggapan Ko James dengan orang-orang yang memiliki utang di masa seperti sekarang ini?

Jawabannya,

Siapa sih yang mau memiliki utang? Tentu tidak ada yang mau. Tetapi jika Anda sudah memiliki utang, Anda harus tenang saja.

Mengapa demikian?

Alasannya adalah karena yang dihutang lebih stress dari pada Anda! Yang memberi hutang akan khawatir sekali kalau yang menghutang hilang.

Jadi, jika Anda bisa membayar maka silahkan bayar, tetapi jika belum bisa maka temuilah yang memberi hutang, beri tau kondisi Anda kepadanya dan yang terpenting adalah kita jangan menghindarinya.

Coba cari solusi bagaimana caranya agar Anda tetap bisa mencicil, meskipun tidak sebesar cicilan sebelum adanya pandemi ini. dengan melihat itikad baik Anda, maka ia juga akan menjadi senang dan bisa memaklumi kondisi Anda karena Anda meminta restrukturisasi utang kepadanya.

Yang dimaksud dengan restrukturisasi utang adalah ketika kita memiliki utang kita melakukan negosiasi kepada pihak yang memberi utang.

Nah kalau Anda ingin tau, di Finansialku kita memiliki mini-webinar yang hanya satu hingga dua jam, khusus membahas restrukturisasi utang.

 

INI YANG KAMU BUTUHKAN!

DOWNLOAD GRATIS!!!! E-book Perencanaan Keuangan Untuk Usia 20-an dan 30-an!

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Download Sekarang

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

 

Download Sekarang

 

Lalu bagaimana dengan yang saat ini tidak memiliki gangguan keuangan karena gajinya tetap, tetapi bos tempat ia bekerja yang menjadi panik?

Jawaban Ko James,

Kondisi ini tidak akan berlangsung selamanya. Dengan kondisi bos Anda yang kepepet, bos Anda menjadi in trouble. Respon Anda dalam kondisi sulit ini, dukungan Anda terhadap bos Anda, itu semua akan dipertimbangkan setelah kondisi menjadi lebih normal.

Dia akan tau siapa karyawan yang sesungguhnya punya hati, dan siapa karyawan yang tidak punya hati, dan itu akan berdampak ke karir Anda.

Nantinya ketika kondisi normal kembali, Anda ke kantor, kembali bekerja, kembali bertemu, dan ia akan tau bagaimana hati Anda.

Jika Anda termasuk orang yang dia anggap punya hati, maka ketika bertemu kembali dia akan menjadi lebih respect kepada Anda.

Tetapi jika sebaliknya, Anda bersikap acuh tak acuh, maka meskipun dulunya ia respect ke Anda, sayang ke Anda, maka bisa saja ia akan berubah.

Jadi jangan hanya bersenang-senang saja, tetapi bantulah bosmu sekarang!

Dalam training yang saya berikan, saya selalu mengatakan kalau ingin sukses ada tiga unsur, yaitu knowledge, skill dan attitude atau karakter.

Knowledge bisa didapat dari rajin membaca dan sebagainya, skill meningkat kalau kita rajin praktek, tetapi karakter akan meningkat kalau kita sering-sering menderita.

Jadi disinilah akan dilihat apakah Anda kreatif, apakah kamu seorang pejuang, apakah kamu bisa bangkit, dan apakah kamu adalah seorang pemimpin yang mana semua orang sedang panik dan Anda dapat menunjukkan jalan.

Atau Anda hanya good time leader, saat semua baik kamu adalah pemimpin tetapi jika tidak kamu akan marah-marah, stres dan sebagainya.

 

Bagaimana tanggapan Ko James dengan orang-orang yang tidak kepikiran dengan Asuransi tetapi hanya sibuk dengan membeli hand sanitizer hingga menggunakan APD untuk pergi ke mal?

Hal ini berkaitan dengan edukasi finansial orang tersebut.

Sekarang, saya berani bertaruh kalau orang-orang yang saat ini sedang panen duit dengan menjual alat kesehatan dan sebagainya, di tahun depan uangnya pasti habis.

Dan ia akan kembali susah lagi, dan bahkan kalau ada covid lagi maka ia tidak akan bisa bertahan hingga tiga bulan.

Mengapa demikian?

Ini karena ia tidak memiliki financial planning, sehingga ketika duit masuk ia hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga, dan yang selebihnya untuk kesenangan.

Di financial planning, kita tau akan mengalokasikan uang kemana, sehingga kalau ada hujan rintik-rintik kita bisa mengatasinya, kalau badai juga kita ada, uang untuk invest ada, dan bahkan bisa merencanakan bagaimana di usia muda sudah bisa memiliki properti.

Lalu bagaimana dengan mereka? Apakah mereka melakukan hal yang sama? Apakah ada duit yang mereka alokasikan untuk DP sebidang tanah atau DP satu unit rumah? Tidak! Maka yang terjadi adalah uang akan habis lagi.

Ada dua masalah keuangan yang sering dihadapi, yang pertama ialah ia tidak bisa cari uang dan itu perlu belajar. Tetapi ke dua, ada juga yang memiliki uang banyak, jualannya jago, tetapi tetap tidak bisa kaya.

Masalahnya terletak di financial planning! Knowledge-nya tidak ada apalagi skill-nya.

Maka dari itu, menurut Ko James, dua hal yang paling perlu di dunia ini adalah cari duit dan manage duit. Tetapi hal ini tidak dapat dicari di sekolah!

Sekolah tidak mengajarkan bagaimana cara mencari duit, sekolah tidak mengajarkan bagaimana cara mengatur duit, dan sekolah tidak mengajar bagaimana duit menghasilkan duit.

Ada satu quote yang saya bagikan kepada Anda, “when You growth, your income will growth”. Kalau knowledge Anda, skill Anda, integritas Anda bertumbuh, maka income Anda pasti akan bertumbuh juga.

Hal yang membuat seseorang kaya adalah kemampuan atau daya tampung yang ia miliki. Jika seseorang daya tampungnya hanya Rp 5 juta sampai Rp 10 juta, dan kemudian diberi uang Rp 2 miliar, maka uang tersebut akan hilang semua.

Tetapi orang-orang yang hebat dan memiliki daya tampung yang gede, akan bisa menjaga setiap yang masuk.

Jadi, yang menjadi kunci bukanlah uang yang Anda miliki, tetapi wadah Anda! Kalau wadah Anda kecil, maka jangan berfikir untuk uang yang gede.

Tetapi jika wadah Anda gede, maka sesedikit apapun uang yang Anda miliki maka itu akan lebih baik dari yang memiliki wadah kecil.

Jadi jangan khawatir dengan uang yang Anda miliki, tetapi khawatirlah dengan wadah yang Anda miliki.

Kalau Anda memiliki nilai, kalau Anda berguna buat orang, maka orang akan mencari Anda! Kalau Anda berguna buat orang, maka orang akan membayar Anda.

Jikalau orang menilai kehadiran Anda dalam timnya memiliki nilai, jika Anda semakin bernilai, maka orang juga akan semakin memberi nilai kepada Anda, membayar gaji Anda lebih tinggi.

Maka dari itu teman-teman, tingkatkan value Anda, tingkatkan wadah Anda. Ketika Anda bertumbuh, ketika ability Anda bertumbuh maka income Anda juga akan bertumbuh.

Ketika Anda bertumbuh dan Anda dapat berguna atau dipakai oleh banyak orang, maka uang akan bertambah.

 

Sebagai orang tua, apakah Ko James mengajari anak-anaknya tentang financial planning?

Jawaban beliau,

Setelah memiliki tiga anak, saya dapat melihat ketiganya memiliki cara kerja berbeda, habit yang berbeda, financial response-nya juga berbeda dan semuanya berbeda.

Dan itu kalau kita tidak mengerti, kita pastinya heran mengapa begitu, dan kita akan membanding-bandingkan anak.

Tetapi saya sangat beruntung, saya membaca buku “Money Types” dan kalau tidak salah ada lima tipe orang terhadap duit.

Jadi kalau dikasih duit, lima tipe orang ini akan memberikan respon yang berbeda-beda, cara mengolah duitnya berbeda-beda.

Dan karena saya tau ke tiga anak itu money types nya mana, maka saya tidak kaget, saya bisa mengerti, saya tidak membanding-bandingkan dan saya tidak sebel karena money types nya berbeda dengan saya.

Karena saya mengerti money types nya adalah seperti itu, maka saya tidak bermimpi untuk merubah dia.

 

Ebook Perencanaan Keuangan ENTREPRENEUR & FREELANCE

Download Sekarang, GRATISSS!!!

Mockup ebook entrepreneur dan freelancer

Download Ebook Sekarang

 

Jadi teman-teman harus tau money types Anda seperti apa, karena jika tidak, maka Anda akan gregetan dengan diri sendiri.

Anda akan berpikir: “mengapa saya sudah diajar, mengapa saya sudah tau, tapi saya tidak bisa mempraktikannya.” Ini karena money types nya berbeda.

Karena ada juga yang baru diajar sedikit, tetapi sudah bisa mempraktikkannya, karena money types nya cocok.

Anda juga perlu mengerti kalau tidak ada money types yang salah ataupun benar, tetapi yang ada adalah cocok atau tidak.

Jika Anda sudah memiliki pasangan, Anda juga perlu mengetahui money types pasangan Anda, karena kalau tidak, bisa-bisa terjadi masalah karena cara Anda dan cara dia berbeda banget.

 

Nah semoga diskusi saya dengan Pak James tentang Financial Survival bisa bermanfaat buat kamu, dan supaya kamu tetap survive dalam Covid 19 ini.

Sukses selalu, sampai jumpa di episode berikutnya, dan akhir kata, Make A Plant And Get Your Financial Dreams Come True.

 

Finansialku Talk Podcast juga dapat kamu dengarkan di:

Logo Spotify