Apakah investasi beneran bikin kaya? Apakah kamu masih belum yakin bahwa investasi itu benar-benar bisa membuat kaya?

Yuk dengerin bahasan podcast Fintalk kali ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

3 Penyebab Seseorang Gagal dalam INVESTASI

Pada podcast sebelumnya saya pernah bicara mengenai konsep Make Money, Keep It (not save it) dan Accelerate It. Semuanya sudah saya bahas detail di buku Finansialku: Make A Plan and Get Your Financial Dreams Come True.

Finansialku Talk Podcast juga dapat kamu dengarkan di:

Logo Spotify

Curhat keuangan, akses di Aplikasi Finansialku, menu Tanya Perencana Keuangan, kirim kode: PODCAST CURHAT.

 

Gunakan kode voucher FINPODCAST untuk DISKON 10% upgrade Aplikasi Finansialku.

 

Dalam podcast kali ini, saya ingin berbagi sebuah pemikiran mengenai investasi. Beberapa waktu lalu saya berdiskusi dengan salah seorang teman yang menanyakan:

Teman:Seandainya saya punya uang nganggur Rp10 juta setiap bulan, saya lebih memilih bisnis daripada investasi.
Melvin:Kenapa begitu?
Teman:Bisnis bisa bikin kaya.
Melvin:Bukannya investasi juga bisa?
Teman :Kalau INVESTASI bisa MEMBUAT KAYA, Kenapa Banyak Masyarakat Indonesia yang masih belum kaya?
Melvin:Senyum :D, begitu juga dengan bisnis. Kalau bisnis bisa MEMBUAT KAYA, kenapa kamu tidak jalankan saja bisnismu?

 

Dari percakapan sederhana tersebut, saya berpikir: Jika INVESTASI bisa Membuat Kaya, Kenapa Banyak Masyarakat Indonesia yang Masih Belum Kaya?

 

Sebelum bahas lebih dalam, jika kamu ada pertanyaan atau curhat mengenai keuangan, silakan Download Aplikasi Finansialku dan klik Tanya Perencana Keuangan. Gunakan hashtag Curhat Podcast (#CurhatPodcast).

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Saya akan jawab curhatan kamu di episode selanjutnya.

Pada episode ini saya membahas sebuah pertanyaan yang relevan dengan bahasan hari ini, yaitu:

 

Pak, saya mau bertanya investasi apa yang paling baik?

Dan jawaban saya adalah:

Investasi adalah kendaraan seseorang untuk mencapai tujuan keuangan. Sekarang apa tujuan kamu? Berapa yang dibutuhkan? Berapa lama lagi? Berapa yang sudah kamu punya? Berapa yang dapat kamu investasikan setiap bulannya?

Jujur saja, saya sangat excited untuk membahas topik apakah benar investasi bikin kaya?

Pelajaran pertama saya mengenai investasi, adalah dari sebuah buku yang diberikan oleh papi saya. Pada saat itu, saya berangkat dari kota kelahiran saya di Pekalongan ke Bandung untuk kuliah.

Papi saya membekali beberapa buku karya Robert T. Kiyosaki. Saya adalah tipe orang yang bisa larut dalam bacaan saya. Dan salah satunya adalah buku berjudul Rich Dad Guide to Investing: What the Rich Invest in, That the Poor and the Middle Class Do Not!

Investasi adalah Rencana bukan Produk - Robert T. Kiyosaki Guide to Investing - Perencana Keuangan Independen Finansialku

Robert T. Kiyosaki penulis buku Rich Dad

 

Wow banyak pelajaran yang saya dapatkan.

Ketika saya membuat podcast ini, saya membaca kembali beberapa catatan-catatan saya. Berikut ini 3 hal yang membuat tidak semua orang bisa kaya dari INVESTASI:

 

#1 Mindset yang Salah: INVESTASI cara CEPAT KAYA atau #INSTARICH

Banyak orang yang mulai berinvestasi dengan mindset atau pemikiran untuk CEPAT KAYA atau #INSTARICH. Apakah mindset tersebut benar?

Sejauh yang saya lihat dan saya jalani saat ini, saya belum pernah melihat orang yang LANGSUNG KAYA dari investasi pertamanya.

Bahasa sederhana dari 0 menuju 1, kita perlu penghasilan aktif (active income).

Dari active income tersebut diubah menjadi penghasilan investasi.

Dalam kenyataannya, saya menemukan 3 jenis investor atau mirip investor.

Orang A: Kaya Dulu Baru Berinvestasi. Polanya adalah bekerja keras berdagang, mendapatkan keuntungan besar, berhemat dan uangnya diinvestasikan. Tidak repot pakai perhitungan, yang penting investasi sebanyak-banyaknya.

Orang B: Justru Karena Belum Kaya Maka Berinvestasi. Polanya adalah bekerja keras mendapatkan keuntungan usaha, gaji atau bonus. Alokasi uangnya untuk diinvestasikan. Hidup dari sisanya dengan normal tanpa harus bermewah-mewah.

Orang C: Biar Kelihatan Keren, Maka Ikutan Investasi. Setiap ada tren investasi baru, langsung ikutan meskipun dengan uang yang relatif kecil. Punya banyak investasi dan siapa tahu dari uang Rp1 juta bisa menjadi Rp100 juta.

Ilustrasi-Sudut-Pandang-Orang-Kaya-5-Finansialku

Apakah memiliki banyak kekayaan merupakan impian kebanyakan orang?

 

Kamu lebih setuju seperti orang A, B atau C?

Inilah sudut pandang saya mengenai ketiga jenis orang tersebut.

Orang A adalah orang pada umumnya. Kalau nunggu sukses baru bisa investasi berarti kita kehilangan waktu. Ingat di podcast saya sebelumnya, saya membahas salah satu penghambat Rezeki adalah tidak sadar bahwa waktu adalah mahal.

Orang B adalah cara yang paling bisa dilakukan, tetapi memang butuh pengetahuan di bidang keuangan (disebut financial literacy).

Orang C adalah menurut saya bukanlah seorang investor. Orang C mirip seperti orang yang beli togel, angka atau buntutan. Dengan uang Rp10 ribu, eh analisis atau tebakannya benar. Uang Rp10 ribu bisa menjadi Rp50 juta.

 

Pada saat saya membaca buku Rich Dad’s Guide to Investing, saya sempat merasa bosan. Ini judulnya guide to investing, mana bagian hitung-hitungan angka. Kok semua isinya tulisan dan lebih ke arah personal advice.

Halaman demi halaman saya baca dan kebanyakan isinya mengenai mindset seorang investor. Salah satunya berjudul seperti ini:

‘The single most powerful asset we all have is our mind. If it is trained well, it can create enormous wealth.’

Robert T. Kiyosaki

 

Saya 100% setuju dengan pendapat Robert T. Kiyosaki bahwa harus punya tujuan yang jelas di pikiran, karena kamu tidak akan kemana-kemana kalau tidak punya tujuan yang jelas.

Pernah ga, pergi makan sama pasangan dan nanyain, makan mana ni?

Jawabannya terserah… dan bebas…

Males banget kan?

 

#2 Tidak Ada Planning, Main Feeling Aja

Investasi tidak akan membuahkan hasil jika kamu berinvestasi dengan mengandalkan feeling dan emosi. Baik itu emosi ketakutan (fear), misal kamu ketakutan karena opini dari orang orang lain. Dan emosi rakus (greedy), misal mendadak borong saham PT A, karena dikomporin grup saham.

 

Rencana Investasi

Untuk menjadi sukses sebagai seorang investor, kamu perlu yang namanya rencana dan prioritas. Saya sudah pernah bahas mengenai rencana keuangan baik di YouTube Finansialku.com, artikel website Finansialku.com, Instagram @Finansialku_com dan lain sebagainya.

Rencana keuangan membutuhkan informasi-informasi seperti: Sekarang apa tujuan kamu? Berapa yang dibutuhkan? Berapa lama lagi? Berapa yang sudah kamu punya? Berapa yang dapat kamu investasikan setiap bulannya?

Silakan download Aplikasi Finansialku untuk membantu kamu mengelola dan merencanakan keuangan.

 

Prioritas

Apakah kamu sudah memprioritaskan pengeluaran bulanan untuk investasi? Artinya, sebelum kamu pakai penghasilan untuk biaya hidup bulanan, gunakan terlebih dahulu untuk investasi.

Setiap bulan, siapkan di depan sejumlah uang (sesuai dengan perhitungan di rencana keuangan) untuk diinvestasikan.

Bagaimana kalau ternyata uangnya sisa tinggal sedikit dan tidak bisa buat hidup?

Ada dua opsi, pertama kamu hemat atau tekan budget pengeluaran bulanan. Opsi kedua cari cara kreatif untuk menambah penghasilan.

Cara Membuat Skala Prioritas Dalam Mengatur Keuangan Keluarga Anda 01 - Finansialku

Apa prioritas pengeluaran keuanganmu?

 

#3 Takut Rugi = Takut Untung!

Setiap investor sukses pernah mengalami kerugian dan itu WAJAR. Sayangnya banyak orang yang merasa MAIN AMAN dengan tidak berinvestasi. Menurut Robert T. Kiyosaki kebanyakan orang gagal dalam investasi karena mereka khawatir takut rugi.

Saya sendiri belajar berinvestasi dengan cara baca buku, ikut seminar, dengerin seminar online dan coba. Belajar dari setiap kesalahan yang saya lakukan dan lakukan perbaikan. Buat saya, membuat kesalahan adalah proses dari sebuah pembelajaran.

 

Investasi adalah Kendaraan Kamu

Finansialku.com memandang sebuah investasi adalah sebuah kendaraan. Kendaraan yang dapat mengantarkan kamu mewujudkan tujuan-tujuan keuangan kamu.

Setiap orang bisa jadi memiliki dua, tiga atau lebih kendaraan untuk mencapai tujuannya. Dan kendaraan yang cocok untuk saya belum tentu cocok untuk kamu.

Coba bayangkan, saat ini kamu ingin bepergian dengan pasangan kamu. Di awal yang kamu butuhkan bukan kendaraannya apa? Juga bukan berapa banyak kendaraannya?

 

Yang dibutuhkan adalah kemana tujuan kamu dan bagaimana caraya?

Biasanya setelah orang tahu tujuannya, mereka akan mengaktifkan Maps, Waze atau Google Maps.

 

Sama halnya dengan keuangan kamu. Pertama-tama siapkan dulu apa tujuan keuangan Kamu, buat sebuah rencana keuangan (seperti Google Maps atau Waze) dan baru cari kendaraan yang cocok.

Slide Perencanaan Keuangan Rencana Keuangan Sebagai GPS untuk Masa Depan dan Tujuan Keuangan Anda 01 - Finansialku

Kemana dan bagaimana cara kamu pergi ke suatu tempat?

 

Jika kamu ingin membuat sebuah rencana keuangan, maka kamu dapat gunakan Aplikasi Finansialku. Silakan download di Google Play Store.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Bagaimana Cara Mulai INVESTASI PERTAMA SAYA yang Benar?

Jika kamu belum mulai berinvestasi, maka kamu perlu siapkan 3E untuk memulai investasi pertama kamu. Saran ini adalah saran dari Robert T. Kiyosaki yang saya ikuti sejak tahun 2009 dan sampai sekarang yaitu EDUCATION, EXPERIENCE dan EXCESS MONEY.

 

Education

Sebelum berinvestasi ke produk keuangan apa pun, saya pastikan untuk belajar produknya. Saya cari informasi mulai dari website, podcast, YouTube. Jika saya tertarik lebih detail, saya akan cari buku-buku penunjang di Amazon Book atau toko buku lainnya serta ikut workshop.

Dengan pendidikan di awal, setidaknya kita tidak melakukan kesalahan awal atau kesalahan bodoh. Belajar dari pengalaman orang lain, adalah salah satu short cut saya.

Ow ya kalau kamu ingin belajar investasi reksa dana, kami sedang memiliki kelas kursus online reksa dana yang diadakan secara rutin setiap bulannya. Sebulan sekali dan jadwal paling dekat adalah hari Sabtu ini tanggal 26 Januari 2019.

Investasi Reksa Dana Tingkat Lanjut - web 1

Ikut Webinar

 

Experience

Baca buku saja tidak akan bermanfaat jika tidak dipraktikkan. Saya tipe orang yang ingin tahu, bagaimana praktiknya. Contoh kamu diajarkan ilmu untuk menilai harga wajar sebuah perusahaan dengan pendekatan yang teknis sekali.

Namun kamu tidak pernah mencoba berinvestasi, cuma tahu teorinya saja. Kalau teori doank tanpa action gimana bisa jadi sukses?

Teori itu adanya di pikiran, action itu yang mengisi rekening kita.

Tapi kalau coba investasi bisa gagal?

Justru kita harus kumpulkan sebanyak-banyaknya jam terbang agar semakin ahli dan berpengalaman. Investor sukses itu tahu teori, praktik dan punya jam terbang.

 

Excess Money

Bagaimana bisa berinvestasi jika tidak memiliki uang (excess money)?

Satu-satunya cara adalah memprioritaskan pemasukan kamu untuk diinvestasikan. Cobain aja dulu 20% dari penghasilan langsung dibelikan produk investasi, entah itu reksa dana atau saham.

Penerbitan SBN Obligasi Ritel di Tahun 2019! Bersiap Untuk Investasi 01 Koin - Finansialku

Perlu prioritas uang untuk investasi

 

Key Take Aways

Jadi dari obrolan kita hari ini ada 3 hal yang menyebabkan seseorang tidak bisa sukses dalam INVESTASI yaitu:

  1. Mindset yang salah. Sebaiknya kamu punya tujuan yang jelas di atas.
  2. Punya rencana keuangan dan prioritas.
  3. Jangan takut rugi, tetapi belajar mengendalikan investasi dan risiko kamu.

 

Jika kamu mau mulai, silakan saja mulai dengan 3E: Education, Experiences dan Excess Cash.

Jadi itu semua yang kita obrolkan, semoga dapat bermanfaat. Jika kamu suka dengan podcast ini, jangan lupa share melalui Whatsapp, Instagram atau media sosial lainnya.

Sukses selalu untuk kamu dan akhir kata: “Make a Plan and Get Your Financial Dreams Come True

 

Sumber Referensi:

  • Robert T. Kiyosaki. 2000. RichDad – Guide to Investing
  • Robert T. Kiyosaki. 25 Maret 2014. Why Your Plan is More Important Than Your Investments. Richdad.com – https://goo.gl/FFeaQM
  • Kathleen Elkins. 27 Oktober 2015. 6 Timeless Money Lessons From A Nearly 20-Year-Old Personal Finance Classic. BusinessInsider.sg – https://goo.gl/R11LHx