Apakah kamu pernah terpikir memulai karir di industri keuangan?

Karir di industri keuangan bukanlah hal mudah bagi banyak orang, termasuk saya. Saya ingin berbagi pengalaman saya dan mewawancarai salah satu kenalan saya di industri keuangan.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Bagaimana Cara Menjadi Seorang Financial Planner

Finansialku Talk Podcast juga dapat kamu dengarkan di:

Logo Spotify

Curhat keuangan, akses di Aplikasi Finansialku, menu Tanya Perencana Keuangan, kirim kode: PODCAST CURHAT.

 

Gunakan kode voucher FINPODCAST untuk DISKON 10% upgrade Aplikasi Finansialku.

Sebelum bahas lebih detil, Sobat Finansialku dapat mengirimkan pertanyaan atau curhat keuangan melalui fitur TANYA PERENCANA KEUANGAN di Aplikasi Finansialku. Jangan lupa kasih hashtag #CURHATKEUANGAN.

Sebelum itu kamu bisa cek episode podcast Finansialku lainnya disini.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Salah satu curhatan kali ini adalah membahas:

Mas Melvin, saya sering mendengar podcast mas. Saya adalah seorang akuntan dan lulusan manajemen. Saya ingin menjadi seorang perencana keuangan. Bagaimana caranya agar saya bisa menjadi seorang perencana keuangan?

 

Jawaban:

Di Indonesia profesi perencana keuangan yang tersertifikasi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) adalah CFP (Certified Financial Planner). Untuk mendapatkan gelar CFP, seseorang harus lulus yang namanya 4E.

 

E pertama adalah education, artinya Kamu harus ikut pelatihan mengenai keuangan dan ada empat modul. Modul pertama membahas perencana keuangan secara general, modal kedua membahas mengenai investasi, modul ketiga membahas asuransi dan modul keempat membahas mengenai pajak, persiapan pensiun dan distribusi kekayaan.

 

E kedua adalah examination, artinya Kamu harus ikut ujian. Pada waktu saya ambil ujian CFP total ada 4 ujian dan masing-masing kurang lebih 80 – 100 pertanyaan. Keempat ujian tersebut diselesaikan dalam waktu 2 hari.

 

E ketiga adalah ethics, artinya seorang financial planner harus patuh dan tunduk dalam kode etik profesi perencana keuangan yang telah dikeluarkan oleh Financial Planning Standard Board (FPSB).

 

E keempat adalah experiences, artinya seorang calon financial planner harus memiliki pengalaman kerja di industri keuangan. Kamu dapat bekerja sebagai banker, agen asuransi, bekerja di sekuritas, bekerja di aset manajemen atau bekerja di perusahaan perencana keuangan.

Nah itu adalah syarat menjadi seorang Certified Financial Planner. Setelah kamu dapat CFP, kamu juga harus memperpanjang gelar kamu setiap dua tahun. Syaratnya adalah kamu harus memenuhi kewajiban poin pengembangan diri CPD.

 

Semoga jawaban saya dapat bermanfaat buat para pendengar.

 

Pengalaman Pertama Memulai Karir di Industri Keuangan

Saya masuk ke industri keuangan dari bekerja di sebuah bank asing. Namun karir saya tidak lama dan pindah ke perusahaan manufaktur. Selama saya bekerja di awal karir, saya juga melanjutkan kuliah di SBM ITB dan mengambil jurusan keuangan.

 

Saya sangat tertarik dan terobsesi dalam hal keuangan, karena saya pikir Masyarakat Indonesia akan jauh lebih sejahtera jika tahu mengenai keuangan.

 

Singkat cerita saya lulus kuliah di tahun 2013, mengambil sertifikasi profesional Certified Financial Planner dan mulai mendirikan Finansialku.com

 

Finansialku.com lahir dengan visi membantu masyarakat Indonesia mewujudkan tujuan keuangan dengan perencanaan keuangan, literasi keuangan dan inklusi keuangan.

 

Saya ingin bercerita lebih banyak mengenai pengalaman saya di episode lain atau di YouTube. Saya ingin menggunakan kesemapatan ini untuk mewawancarai salah seorang teman. Yuk langsung saja kita ngobrol bersama.

Script:

  • M: Melvin Mumpuni
  • C: Caroline

 

M: Oke sobat Finansialku, kembali lagi bersama saya Melvin Mumpuni CFP. Sekarang saya akan mengundang salah satu teman saya, rekan saya, Ci Caroline yang sudah cukup lama di industri asuransi. Dan langsung kita panggil ci Caroline, boleh donk di perkenalkan.

 

C: Halo Melvin, Saya Caroline, apa kabar?

 

M: Ci boleh donk dikenalin, diceritain, cici ini background-nya sebagai insurance agent sudah berapa lama? Kemudian insurance agent ini life insurance atau di general insurance?

 

C: Oke Melvin, aku dari pertama di dunia insurance itu life insurance ya. Aku sejak tahun 2005, jadi ya udah 14 tahun ya.

 

M: Wah ternyata sudah cukup lama ya? Sudah 14 tahun nih. Pastinya dalam 14 tahun ini sudah banyak banget yang terjadi gitu ya. Boleh kita ngobrol-ngobrol ini untuk ngobrolin pengalaman dalam 14 tahun ini.

 

Ci kalau boleh tahu nih, siapa klien pertama cici? Atau background-nya siapa? Gimana mendapatkan klien pertama? Soalnya banyak orang pasti berpikir agen asuransi bakal sulit jualannya.

 

C: Memang ga gampang ya. Pada saat awal-awal itu memang sering ditolak. Itu kan istilahnya nightmare nya agen asuransi kan kaya gitu ya. Takut ditolak. Ya sama itu aku ya juga ngalami, ditolak bolak-balik.

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 728 x 90

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 336 x 280

Klien ku yang pertama, setelah tiga bulan prospek cari sana-sini. Nah ini temenku sendiri. Temen kuliah yang notabene anaknya rewel.

 

M: Waktu itu dia belinya life insurance, health insurance atau apa ci?

 

C: Waktu itu dia ambilnya sama calon istrinya dia itu life insurance ada health-nya juga. Ya cuman untuk angkanya zaman dulu kan ga terlalu besar sekali. Tapi karena itu first case ya jadi happy banget.

 

M: Biasanya begini ci ketika orang jadi agen asuransi itu merasa rendah diri atau dianggap: “Duh kalau jadi agen asuransi, nanti teman-teman gw bakal menjauh gitu.” Pada waktu itu, cici mengalami hal itu ga sih?

Terus gimana cara ngobatinnya? Atau gimana membuat cici tetap: “Oke gw tidak berpikir begitu!” atau “Gw berpikir cara yang lain”?

 

C: Waktu itu memang, aku sebenarnya orangnya cuek ya, jadi dia menjauh atau tidak ya aku rada-rada…  Ya wes pokoknya tiap hari ada aktivitas jadi ya finefine saja.

 

Tapi memang setelah aku flash back, selama satu dua tahun kebelakang memang aku ga banyak prospek ke teman-teman sendiri. Kebanyakan itu orang luar atau kolega dari pekerjaan ku yang lama.

 

Karena agen itu sebenarnya gini lho, ada gengsi ya. Karena zaman waktu aku pertama kali gabung, industri asuransi itu ga dilirik. Dianggep itu kaya, kalau lu ada kerjaan lain. Pilihannya jatuhnya ke agen, gitu lho.

Sedangkan kalau sekarang ini kan, mulai lumayan dianggap sebagai profesi yang prestige gitu ya.

 

M: Ci aku sendiri pada awal-awalnya jauh sebelum menjadi seorang perencana keuangan, aku paling takut atau aku paling males itu dideketin agen asuransi. Karena pasti ujung-ujungnya dijualin.

Nah ini sebenarnya kalau menurut pendapat cici tuh seperti apa? Apakah agen insurIance itu memang SOP-nya begitu kah?

 

Saya pikir waktu pertama lihat agen insurance itu kaya orang jualan biasa saja. Bukan barang-barang keuangan yang high. Sebenarnya seperti apa sih di insurance agent itu?

 

C: Sebetulnya agen insurance itu, waktu dulu memang ga ada yang terlalu spesial ya. Jadi pokoknya lu jual-jual gitu aja.

 

Tapi dengan perkembangan saat ini, terus ada CFP segala kaya semacam Finansialku.com gini, kita dapat informasi, ilmu, upgrade skills yang lebih banyak lagi. Jadi ga sekedar cuma jual.

 

Jadi untuk ke hard selling itu mulai di switch ke soft selling semua. Makanya ya harus sering-sering lihat di websitenya Melvin ini (baca: Finansialku.com).

 

Banyak ide-ide baru yang kita ga kepikir ke sana gitu lohh…

Bener ni ga jualan lho…

 

M: Anyway Finansialku.com dibikin bukan buat jualan ci, tetapi memang untuk edukasi.

 

Nah kalau dari agen insurance nya sendiri, di tempat perusahaan cici bekerja (boleh diceritain tempat kerja cici juga), itu ada ga sih program atau apa pun yang dilakukan untuk meningkatkan trust masyarakat terhadap seorang agen asuransi?

 

Jadi agen asuransi ga seperti orang yang asal jualan aja gitu ci?

 

C: Ya kalau mengenai trust itu sebenarnya dari sikap kita sendiri ya. Dari attitude ya,   

 

Contoh-contoh simpelnya macem kaya kita kalau bikin appointment sama orang jangan dari pihak kita cancelcancel seenaknya atau terus ketepatan waktu itu juga penting, terus ngomong degan kenyataannya juga harus matching. Jadi ga asal-asalan gitu lho.

 

Trust itu memang ga bisa jadi dalam satu malam. Itu butuh waktu. Tapi pada akhirnya nasabah juga akan tahu kok ini agen yang bisa dipercaya dan ini agen yang tidak bisa dipercaya. Mereka (baca: nasabah) akan tahu.

 

Dan terus orang-orang yang ngomong juga banyak ya, jadi referensi gitu lah.

 

M: Berarti intinya result yang membuktikan bahwa ini bisa dipercaya atau tidak. Begitu ya ci?

 

C: Betul… betul… Melvin… ya…

 

M: Kemaren, aku lihat di instagramnya cici dapat MDRT ya?

 

Mungkin buat teman-teman belum pada tahu MDRT itu apa?

MDRT itu million dollar round table artinya penjualannya dia masuk ke angka tertentu.

 

Nah supaya lebih detil saya mau tanya nih apa saja achievement cici setelah sekian lama berada di industri insurance? Boleh diceritain.

 

C: oke ya benar banget, thank you … Kemaren yang pencapaian cici tahun lalu itu MDRT, mudah-mudahan doain yang tahun ini MDRT lagi ya vin ya…

Sekitar Rp560 jutaan FYP untuk mecapai MDRT itu.

 

Dan untuk pencapaianku ada di honor and awards yang ada di Linkedin Celestina Caroline. Itu sudah aku update yang terbaru jadi selain yang MDRT, juga ada achievement yang lain, termasuk jalan-jalan trip ke luar negeri ya.

 

Image nya gitu ya kalau agen? Tukang jalan-jalan hahaha….

M: Ci selain achievement personal, saya mau tanya apakah cici sebagai seorang yang membangun tim bisnis, termasuk agen di bawah cici atau gimana?

 

Dan sejauh ini misal pun ada sejauh mana nih achievement dari timnya cici?

 

C: Untuk achievement di tim saya memang gini, dulu pertama kali aku kan jadi agent kan ya?

Terus naik dari bawah banget, menjadi team leader.

Dan Puji Tuhan, sekararang sudah jadi yang atas ya. Atau layer atas.

 

Untuk saat ini tim saya sudah ada yang MDRT itu 2 orang di luar saya,

Terus juga ada yang mendapatkan elite agent,

Aku ada juga yang generasi satu juga di tempatku.

 

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

 

Jadi aku memang fokusnya di pengembangan tim terus ya.

 

M: Ci ini menarik sekali, kalau tadi cici sudah bilang ada personal achievement, ada team achievement, kalau cici sebagai seorang leader atau senior leader gitu ya, apa yang cici lakukan untuk membantu teman-teman atau agen baru yang ada di timnya cici?

 

C: Biasanya kita.. ini ya … ada meeting bulanan sama dua mingguan, jadi kita saling contact, dan ga habis-habisnya untuk komunikasi di group ya. Kita ada WA group khusus.

 

Jadi kita itu lebih mengarah kekeluargaan. Jadi aku bukan sekedar leader dengan agent, tetapi kita sudah kaya saudara gitu lho.

 

Tim-tim di bawah aku itu, aku pasti kenal sama pasangannya, sama orang tuanya, karena aku yakin kalau support dari keluarga itu yang paling utang untuk menjadi agent.

 

Dengan mereka mengenal leader-nya siapa, maka mereka dengan senang hati, dengan rela hati mereka akan men-support pasangannya atau anaknya.

 

M: Wow keren ya, ternyata industrinya seperti itu ya, penuh dengan kekeluargaan.

 

Agen insurance zaman dahulu dan zaman sekarang itu berbeda, karena bedanya sekarang adalah eranya teknologi.

 

Nah saya juga penasaran ini apakah teknologi ini mengancam keberadaan industri agen?

 

Apakah industri agen itu akan punah?

 

Kita akan diskusikan mengenai itu…

 

Apakah Teknologi akan Membuat Industri Agen Asuransi Punah?

Oke kita lanjut lagi, diskusi kita tadi mengenai agen asuransi dan di industri teknologi. Yang online-online itu.

 

M: Ci, setelah 14 tahun dan sekarang eranya teknologi apakah keberadaan agen insurance atau industri cici ini terancam dengan teknologi digital?

 

C: Sama sekali ga ya, jadi memang teknologi digital ini gila-gilaan. Apa yang namanya revolusi industri 4.0.

 

Menurut saya justrunya, perusahaan asuransi berlomba-lomba untuk mengarah ke situ, ke digital.

 

Nah Puji Tuhan, di tempatku sekarang bekerja, kita ber-partnership, untuk urusan digital ini sudah pionernya gitu lho.

 

Jadi untuk masalah penjualan, malah teknologi digital ini malah membantu para agen untuk menjual lebih banyak.

 

Malah kita dikasi kebebasan berkreasi, supaya kita lebih personal branding dan company branding jalan semua.

 

M: So teman-teman ternyata ini sudut pandang yang bagus juga sih.

Ternyata teknologi bisa jadi ancaman atau kawan. Nah kalau di tempat Ci Caroline bekerja, itu menggunakan teknologi sebagai kawan bukan sebagai lawan.

 

Bukan dimusuhi, malah menjadi kawan.

So teman-teman saya sendiri akan membahas mengenai teknologi di industri keuangan, itu ada di acara saya di next-nya tanggal 22 April 2019 di Jakarta.

 

Kalau mau tahu silakan cek di Instagram saya @Melvin_Mumpuni atau Instagram @FinansialkuEvent itu boleh di cek. Nanti akan di share di situ.

 

Saya mau ngobrolin yang berikutnya begini, kalau misal ada dari teman-teman yang ingin atau penasaran pengen tahu gimana caranya atau tipsnya menjadi agen asuransi yang sukses itu seperti apa? So dengerin saja, stay tune.

 

3 Tips Menjadi Agen Asuransi yang Sukses dari Ci Caroline

M: Oke Ci Carline, saya ingin nanya kalau misal ada orang yang tertarik jadi agen atau sekarang ini sudah menjadi agen baru apa sih tips untuk menjadi agen yang sukses?

 

C: Kayanya dari dulu sampai sekarang, orang yang sudah lama dan orang yang baru itu kalau belajar itu ga ada habisnya. Setiap hari harus belajar harus upgrade skill leher ke atas.

 

Tipsnya Cuma tiga saja sih, pertama FOKUS, kedua PERSISTENCE dan ketiga PATIENCE.

 

Fokus artinya apa?

Artinya jangan terlalu banyak yang digarap. Kalau memang jadi agen itu godaanya banyak, karena waktunya flexible, jadi akhirnya: “kepengen ih itu ada bisnis keren lucu.”

 

aku pengen cobain dan terus diajakin sama temen “eh ayo garap ini, kan waktumu kan masih lowong.”

 

Tanpa terasa, akhirnya bukan waktu kita yang tersita tetapi perhatian kita tersita.

Nanti belum lagi ceritanya kalau ternyata apa yang kita coba-coba itu merugi atau partner yang kita ajak itu berulah. Makin habis kan perhatiannya?

 

Sedangkan kita harus fokus di agen itu, karena agen sendiri tantangannya banyak. Ga cuman sekedar jualan, tetapi nanti juga after sales service-nya gimana, bangun relasi dengan klien seperti apa, itu kan harus kita jaga terus.

 

Yang kedua harus tekun.

Tekun itu karena apa?

Artinya apa?

 

Tekun itu kalau misal ada masalah jangan terus demotivasi, stay di rumah atau terus mulai tergoda menggarap yang lain.

 

Tetapi kembalilah ke orang yang pasti akan membuat kamu bersemangat lagi yaitu leader kamu. Ga ada yang lain

 

Atau carilah sparing partner yang sama-sama positif, yang bisa ingetin kamu saat down dan sebaliknya.

 

Dan yang ketiga patience, sabar.

Semuanya itu butuh waktu.

Ga ada yang instant.

Mana ada si coba sekarang Melvin kasih tahu aku bisnis yang bisa instan?

Melvin jadi bisa kaya gini sekarang, dengan Melvin yang kaya dulu, yang setahun dulu beda.

Tapi kan tetap, Melvin dari pertama ngomong, aku fokus ci di sini. Aku ga ngurusi yang lain-lain aku fokus di sini. Dan ternyata berhasil kan berhasil di sini.

 

M: Oke teman-teman saya jadi keingetan dari tiga poin yang penting ini ada fokus, persistence, patience, ini memang saya setuju, karena saya pun di Finansialku, dari 2013 itu bukan waktu yang singkat untuk sabar.

 

Sabarnya udah banget.

Tekunnya uda ya pasti ada naik turunnya. Dan banyak turunnya banyak direndahani, banyak diremehin. Tapi dalam prosesnya waktu diremehin, yakinlah pada diri sendiri, yakinlah pada timnya dan yakinlah pada Tuhan dan itulah yang membuat kita berhasil.

 

Oke guys kita sudah ngobrol-ngobrol panjang di podcast kali ini  Kita akan masuk apa saja yang kita pelajari dari podcast kali ini oke?

 

Kesimpulan Memulai Karir di Industri Keuangan

Di awal saya sudah menjawab pertanyaan untuk menjadi seorang perencana keuangan butuh yang namanya 4E, education, examination, ethics dan experience.

 

Setelah itu kita ngobrol-ngobrol dengan Ci Caroline dan pengalamannya 14 tahun di industri asuransi. Selain itu bagaimana peran teknologi yang menjadi kawan, bukannya lawan serta tiga tips agen yang sukses yaitu Fokus, Persistence dan Patience.

 

M: Ci sekarang ini, atau apa pesan cici buat teman-teman yang ingin tahu industri keuangan khususnya insurance?

 

C: Oke mungkin quote yang salah satu aku demen si Richard Branson. Dia bilang

If somebody offers you an amazing opportunity but you are not sure you can do it say yes. Then learn how to do it later!

 

Jadi kalau ada teman atau siapa pun yang menawarin kamu untuk berbisnis di asuransi jangan julid. Jadi ngomong iya dulu, nanti perkara mau dipelajari nanti saja.

 

Karena kita semua untuk sistem training support-nya sudah oke.

Untuk upgrade skill, bisa belajar dari Melvin donk.

 

M: Ow ya Ci, kalau misal ada orang yang ingin tahu lebih banyak karena cici punya quote, nah sekarang kalau pengen tahu contactnya kemana? Jangan contact Finansialku tapi contact kemana?

 

C: Boleh di Whatsapp number ku ya 08123-125-8888 Celestina Caroline. Kalau tadi ada yang nanya cici di perusahaan apa, saya ada di FWD Life Indonesia.

 

Oke itu tadi diskusi kita, semoga diskusi kita kali ini dapat bermanfaat. Dan akhir kata make a Plan and  Get Your Financial Dreams Come True.