Pilih mana ya? Certified Financial Planner (CFP) atau Chartered Financial Analyst (CFA)? Apakah perlu memiliki semuanya?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Pilih CFP atau CFA Yaa?

Di episode kali ini kita akan membahas mengenai ‘Pilih mana, CFP atau CFA?’.

Dalam industri keuangan terkenal banyak gelar bergengsi, seperti CFP (Certified Financial Planner) dan CFA (Chartered Financial Analyst). Apakah perlu dikoleksi semua gelarnya?

Yuk, kita bahas gelar-gelar yang ada dalam industri keuangan. Apakah perlu dimiliki semuanya?

 

Investasi Untuk Fresh Graduate

Sebelum bahas lebih detil, Sobat Finansialku dapat mengirimkan pertanyaan atau curhat keuangan melalui fitur TANYA PERENCANA KEUANGAN di Aplikasi Finansialku. Jangan lupa kasih hashtag #CURHATKEUANGAN.

Curhatan kali ini datang dari Mbak P, seorang Fresh Graduate dengan gaji sekitar Rp5 juta plus bonus.

Pertanyaannya:

Apakah saya perlu berinvestasi? Investasi apa yang cocok untuk saya? Saya bisa berinvestasi Rp1 juta per bulannya.

 

Jawaban Melvin:

Saat ini sebenarnya investasi bisa dilakukan dari modal Rp100 ribu. Instrumennya pun banyak, ada reksa dana, buka saham, atau peer to peer lending.

Mungkin lebih tepat pertanyaannya adalah investasi apa yang menghasilkan return terbesar dengan dana paling kecil.

Sebagai Financial Planner, saya mau berikan beberapa poin penting, yang sudah saya tulis sebelumnya dalam buku #MakeAPlan.

Poin-poin penting tersebut adalah:

    1. Amankan posisi keuanganmu, pastikan cashflow-nya sehat. Artinya pemasukan lebih besar dari pengeluaran
    2. Harus punya dana darurat, kumpulkan dahulu untuk dana darurat. Besarnya 6 kali pengeluaran. Dana ini bisa kamu masukkan ke reksa dana, emas, atau deposito, yang aksesnya mudah untuk dicairkan.
    3. Sebisa mungkin hindari utang konsumtif
    4. Punya asuransi kesehatan dan penyakit kritis. Ini penting. Kalau masih muda, lebih baik punya asuransi ini, karena sakit datang tanpa kita tahu, kalau tiba-tiba sakit dan membutuhkan biaya besar jadi bisa ter-cover.
    5. Investasi dengan tujuan yang jelas, mengerti bagaimana instrument investasinya bekerja dan sesuai dengan kebutuhan yang kamu inginkan.

Nah, di Finansialku.com kami punya webinar rutin mengenai reksa dana, saham, dll. Coba ikuti dan belajar dari situ, karena akan berguna sekali untuk mengerti tentang investasi.

Untuk fresh graduate, saya sarankan alokasikan 5-10% pendapatan kamu untuk update your skill, seperti beli buku, menghadiri seminar, juga networking. Alokasikan uangmu ke situ.

 

Perbedaan CFP atau CFA

Nah, hari ini saya akan membahas mengenai dua profesi di industri keuangan, yaitu CFP (Certified Financial Planner) dan CFA (Chartered Financial Analyst).

 

Chartered Financial Analyst (CFA) by Felicia Putri Tjiasaka

Sertifikasi yang berlaku secara global (seluruh dunia), khusus untuk orang yang mau terjun atau berkarier ke dunia investasi dan pasar modal, entah investasi di saham perusahaan terbuka atau saham perusahaan tertutup.

Klien CFA adalah perusahaan atau institusi dimana CFA akan menganalisa laporan keuangan kemudian di-forecast masa depan perusahaan itu, kemudian di-valuasi besaran nilai perusahaan atau aset tersebut.

Untuk mendapatkan gelar CFA harus lulus 3 level dengan harga setiap levelnya mencapai US$600-1000.

Setiap level dilewati selama 1 tahun. Jadi untuk lulus gelar CFA, harus melewati 3 tahun dengan mengikuti ujian di setiap levelnya kemudian 4 tahun untuk mendapatkan working experiences.

Setelah lulus, ada biaya gelar sebesar US$100 setiap tahunnya.

Pembelajaran CFA di setiap level pun berbeda-beda, kemudian di level 3 akan belajar membuat produk atau me-manage portofolio (kumpulan investasi) sebuah reksa dana.

Dalam setiap levelnya, seorang calon praktisi bergelar CFA, Felicia kembali menerangkan sebagai berikut:

  • CFA Level 1 mempelajari kulit luar dari dunia investasi dan pasar modal. (mirip dengan WMI, WPPE di dunia pasar modal Indonesia).
  • CFA Level 2 mempelajari cara menilai sebuah aset.
  • CFA Level 3 mempelajari strategi dalam memilih investasi yang tepat di setiap kondisi.

 

Certified Financial Planner (CFP) by Melvin Mumpuni

Certified Financial Planner (CFP) juga berstandar global, kebanyakan dipakai oleh para praktisi profesional di industri untuk personal finance. Kliennya adalah orang perorangan, bukan korporasi atau perusahaan.

CFP banyak ngobatin “penyakitnya” individu atau keluarga yang mau merencanakan dana pendidikan, dana pensiun, termasuk proteksi, investasinya, cash flow dan lain sebagainya.

Untuk memiliki gelar Certified Financial Planner (CFP), mereka harus melewati 4 level, antara lain:

  • CFP Level 1 belajar hal umum tentang personal finance.
  • CFP Level 2 belajar tentang investasi, bagaimana menerangkan kepada klien tentang berbagai produk investasi yang ada.
  • CFP Level 3 belajar tentang proteksi, life insurance, health insurance dan critical insurance. (memastikan klien memiliki proteksi).
  • CFP Level 4 belajar tentang warisan, pernikahan dan pensiun. Warisan di sini adalah bagaimana cara membagi warisan, menyalurkan kekayaan seseorang ke orang yang tepat di waktu yang tepat dengan harga yang efektif atau tidak terlalu mahal. Bukan menghindari pajak tetapi mencari cara agar pajaknya paling efektif.

 

Para praktisi yang belajar paket CFP Level 1 dan Level 2 akan menyandang gelar RFP (Registered Financial Planner) yang bekerja di asset management.

Bagi praktisi yang belajar paket CFP Level 1 dan Level 3 juga menyandang gelar RFP (Registered Financial Planner) yang biasanya bekerja sebagai agen asuransi.

Sedangkan mereka yang bergelar CFP (Certified Financial Planner) harus mengambil semua paket, dari Level 1 hingga Level 4.

Dalam satu tahun ada beberapa kali ujian dengan soal berbahasa Indonesia berisi soal-soal tentang hitungan, logika dan istilah keuangan.

 

Pesan dari Felicia Putri Tjiasaka

Ketika kita sudah mau memutuskan satu gelar atau sertifikasi tertentu, jangan lupa untuk berbagi beban, berbagi mimpi dan belajar bersama.

Cari orang yang bisa membagi beban dan libatkan orang lain untuk berbagai mimpi.

Bagi yang mau berkarier di dunia keuangan tapi belum tahu mau pilih CFP atau CFA, Anda bisa mendapat beberapa informasi melalui Podcast Episode ini.

 

Semoga bahasan kali ini dapat memberikan manfaat bagi Sobat Finansialku, dan akhir kata Make A Plan and Get Your Financial Dreams Come True!