Perlunya dana darurat sering kali membuat kita terjebak dalam lingkaran utang pinjaman online. Bagaimana cara menghindari pinjol ini?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Kasbon Digital, Bisa Dipakai Untuk Dana Darurat?

Berada di situasi sulit dan memerlukan dana darurat, seringkali membuat kita tidak bisa menentukan langkah tepat untuk mencari solusinya.

Alhasil niat menyelesaikan masalah, malah terjebak lingkaran pinjaman online (pinjol) ilegal yang menjadi biang masalah.

But anyway, saat ini ternyata ada kasbon digital. Yuk kita cari tahu, apakah kasbon digital berbeda dengan pinjol? Check it out!

 

Menentukan Investasi yang Tepat

Sebelum membahas lebih detil, Sobat Finansialku dapat mengirimkan pertanyaan atau curhat keuangan melalui fitur TANYA PERENCANA KEUANGAN di Aplikasi Finansialku. Jangan lupa kasih hashtag #CURHATKEUANGAN

 

Kali ini curhatan datang dari salah satu sobat Finansialku.

“Saya KA tinggal di Bali, baru menikah dan kami berdua bekerja. Saya seorang pemilik usaha pariwisata dan istri adalah dokter. Income kami berdua sekitar Rp30-40 juta per bulan. Kira-kira, apa investasi yang tepat? Apakah saham, reksadana, atau deposito?”

 

Jawaban Melvin Mumpuni:

Halo Pak KA, sebelumnya perlu diketahui bahwa saat ini Indonesia tidak sedang dalam keadaan krisis, namun bisa dibilang perlambatan ekonomi karena ada beberapa sektor yang tidak bertumbuh atau bahkan minus.

Mengenai pilihan investasi, seperti yang tertulis dalam buku Make A Plan, investasi adalah kendaraan untuk mewujudkan keinginan seseorang. Maka produk investasi akan menyesuaikan dengan kebutuhan, bukan sebaliknya.

Adapun advice yang biasa saya lakukan dalam konteks Pak KA, adalah:

    1. Lakukan Financial Check Up, untuk mengetahui kondisi keuangan.
    2. Pastikan keuangan dalam keadaan sehat, bisa dilakukan dengan mengecek cash flow. Cash flow positif adalah pemasukan lebih besar dari pengeluaran.
    3. Selain itu lihat kondisi dana darurat, dan adakah pinjaman konsumtif atau tidak. Jika ada, maka lunasi terlebih dulu dan miliki proteksi yang cukup. Sebagai entrepreneur, Pak KA perlu asuransi kesehatan, penyakit kritis, dan jiwa, termasuk juga istri.
    4. Lakukan perhitungan kebutuhan Pak KA dan pasangan. Seperti apa goals-nya, jangka waktu, dan sebagainya. Berdasarkan perhitungan itulah baru ditentukan produk investasinya.

 

Kasbon Digital untuk Dana Darurat

Dalam podcast kali ini, saya mewawancarai seorang dengan inovasi luar biasa. Membuat kasbon versi digital yang dinamai dengan Danain Kasbon.

Penasaran dengan idenya? Arman dari Danain.co.id, akan menjelaskan tentang kasbon digital, dinilai jauh lebih solutif bagi mereka yang memerlukan dana darurat.

 

Danain Kasbon, Solusi Terhindar dari Pinjol Ilegal

Danain kasbon merupakan salah satu produk Danain.co.id dengan sistem B to B to C, dimana Danain.co.id bekerja sama dengan perusahaan untuk memfasilitasi pinjaman uang kepada karyawan di perusahaan tersebut atau dikenal dengan istilah kasbon.

Fasilitas ini memungkinkan karyawan menarik sebagian gajinya sebelum tanggal gajian.

Nantinya, pelunasan dilakukan secara otomatis melalui pemotongan gaji pada saat tanggal gajian. Tenornya terhitung dari saat peminjaman hingga akhir gajian.

HRD atau pihak perusahaan diberikan LTV atau Loan to Value, misalnya semacam aturan pinjaman sebesar 70 persen dari gaji bersih karyawan, sehingga pada saat tanggal gajian, uang karyawan tidak akan sepenuhnya habis untuk membayar kasbon. Contohnya, karyawan dengan gaji R10 juta dan LTV 70 persen, maka pinjaman maksimalnya adalah 70 persen dari Rp10 juta yaitu Rp7 juta”.

 

Sistem Kasbon Digital di Danain Kasbon

Danain Kasbon menerapkan sistem akumulatif, sehingga tidak keseluruhan dana diberikan di awal. Misalnya hari pertama Rp200 ribu, begitu pun seterusnya disesuaikan dengan jumlah pinjaman.

Hal ini upaya antisipasi, jika karyawan tersebut ‘muntaber’ alias mundur tanpa berita atau menghilang.

Sehingga, pihak perusahaan tidak akan merugi karena yang dibayarkan perusahaan dihitung secara harian dan menghindari karyawan tidak mengambil kasbon secara masif.

Danain Kasbon dapat digunakan real-time 24/7 hari, bunganya pun cukup rendah yaitu 0,05 persen per hari.

Karyawan yang memanfaatkan kasbon digital, dikenakan biaya bunga dan admin yang dipotong di awal, sehingga nantinya tidak akan dikenakan biaya apapun lagi.

Contohnya, karyawan A meminjam Rp1 juta di tanggal 10. Sedangkan, ia baru akan gajian di tanggal 25 sehingga ada tenor 15 hari.

Perhitungannya, bunga selama 15 hari sekitar Rp7.500 dan biaya admin Rp10 ribu untuk peminjaman ≥ Rp1 juta, dan Rp500 ribu untuk peminjaman sebesar Rp500 ribu.

Secara teknologi, sistem Danain Kasbon mengambil data yang diintegrasikan pihak perusahaan sesuai kebutuhan.

Sederhananya, Danain tidak ada akses untuk berhubungan langsung dengan karyawan atau peminjam, tetapi dengan pihak perusahaan.

 “Secara otomatis semua sudah ada di sistem. Potongan kasbonnya sudah terlihat, jadi akhir bulan pihak perusahaan tinggal potong gaji otomatis, hak karyawan diberikan ke karyawan, dan potongan kasbon akan masuk ke sistem Danain.

 

Legalitas Danain Kasbon

Sejak 2018 Danain sudah terdaftar dan teregistrasi di OJK, saat ini mengantongi ISO 27001.

Selain data manajemen, namun keseluruhan transaksi user pun sudah terjamin keamanannya bahkan semua lini mulai dari IT, manajerial, sudah menjalankan SOP dengan benar.

Menutup Finansialku Podcast bersama Arman dari Danain.co.id, ia pun memberikan advice:

“…hindari pinjol ilegal, karena itu bukan solusi tapi biang masalah. Danain bersedia menjadi solusi untuk kebutuhan dana darurat melalui Danain Kasbon”. 

 

Semoga bahasan kali ini dapat memberikan manfaat bagi Sobat Finansialku, dan akhir kata Make A Plan and Get Your Financial Dreams Come True!