Dengan adanya virus corona, apakah ada dampak pada investasi saham? Apakah investasi saham masih menarik di tahun 2020 ini?

Yuk… simak pembahasan seru ini dalam artikel Finansialku berikut. Selamat membaca.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Virus Corona dan Investasi Saham

Beberapa waktu lalu, IHSG menjadi terpuruk ke angka Rp 5.900, dari yang sebelumnya di awal tahun dibuka pada harga Rp6.200, atau dalam kata lain hingga sekarang IHSG telah mengalami penurunan sekitar 5%.

Nah… sebagian besar mengatakan bahwa penurunan IHSG ini terjadi karena adanya kasus virus corona yang terjadi di kota Wuhan, China.

Pertanyaannya, apakah virus corona memang memberi dampak pada penurunan IHSG? Dan apakah portofolio investasi saham juga menjadi terganggu dan mengalami penurunan?

Dalam podcast kali ini, Melvin kembali mengajak Felicia Putri untuk berbincang mengenai virus corona dan investasi saham. Langsung aja dengarkan podcastnya di sini!

Sebelum bahas lebih detail, Sobat Finansialku dapat mengirimkan pertanyaan atau curhat keuangan melalui fitur TANYA PERENCANA KEUANGAN di Aplikasi Finansialku. Jangan lupa kasih hashtag #CURHATKEUANGAN

 

Pertanyaan datang dari K, seorang penonton video Finansialku tentang reksa dana pasar uang, pertanyaannya,

“Mengapa reksa dana pasar uang menjadi instrumen investasi yang cocok untuk pemula? Bukankah reksa dana pasar uang atau forex itu bahaya atau high risk ya?”

 

Jawaban Melvin,

#LetMeShareMyView Saya mau bahas dulu mengenai Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) atau yang dalam Bahasa Inggris disebut Money Market Fund.

Jadi Reksa Dana Pasar Uang adalah reksa dana yang berisi surat uang yang jatuh tempo kurang dari satu tahun dan deposito. Jadi, RDPU bukanlah reksa dana yang berisi mata uang asing, bukan dollar atau yuan, atau yang sejenis, bukanlah forex.

Kenapa cocok untuk pemula?

Biasanya, investor pemula adalah orang yang belum punya pengalaman sama sekali dalam berinvestasi. Berdasarkan data yang saya punya, investor pemula biasanya belum punya tujuan keuangan atau tujuan investasi.

Kalau ditanya, ‘Kenapa investasi?’ biasanya jawabannya adalah inflasi atau karena punya uang lebih, tidak memiliki tujuan atau angka yang jelas.

Ciri-ciri investor pemula adalah orang yang punya uang lebih, biasanya masih sekolah atau kuliah, atau baru punya gaji.

Karena punya uang lebih yang nganggur, maka mereka berinvestasi. Mereka tidak punya tujuan jelas seperti dana membeli rumah, dana menikah, biaya pendidikan, ini ciri khasnya.

Satu lagi ciri khas investor pemula adalah tidak memiliki dana darurat. Jadi, dana darurat adalah dana yang harus disiapkan secara terpisah untuk kebutuhan yang sifatnya mendadak. Contohnya laptop kamu rusak dan perlu cepat diganti.

Jadi, untuk investor pemula, saya sarankan kalian punya dana darurat terlebih dahulu. Di mana bisa simpan dana darurat? Bisa di tabungan, deposito, logam mulia/emas, atau Reksa Dana Pasar Uang.

Saya sarankan dana darurat disimpan di reksa dana pasar uang. Kenapa?

Pertama, likuid. Artinya kalau kamu butuh tarik, uangnya bisa langsung diambi.

Kedua, RDPU bukan objek pajak. Artinya RDPU ini tidak dikenakan pajak dari keuntungan reksa dana. Tetap harus dilaporkan di laporan pajak, tapi tidak perlu bayar.

Ketiga, return-nya bersaing dengan deposito. Kok bisa? Karena RDPU ini isinya juga deposito, jadi return-nya masuk akal dan bersaing.

Saya pribadi menggunakan RDPU untuk penyimpanan dana darurat, full dana darurat.

Nah untuk besarannya nih, berapa?

Dana darurat itu 6-12 kali pengeluaran bulanan, itu jumlah dana darurat. Contoh kasusnya, misal Pak Budi, dia single dengan pengeluaran Rp 5 juta sebulan.

Maka dana darurat yang harus dikumpulkan Rp 30 juta.

Nah 30 juta ini mau disimpan di mana? Pak Budi bisa simpan Rp 15 juta di rekening dan Rp 15 juta di Reksa Dana Pasar Uang.

 

Semoga jawaban ini dapat bermanfaat buat kamu dan kamu bisa coba buka rekening reksa dana pertama.

 

Virus Corona

Dengan adanya virus corona, dunia memang mengalami gejolak yang cukup luar biasa, terlebih lagi dengan jumlah korban yang semakin hari semakin banyak saja.

Hal ini membuat banyak orang yang menjadi takut dan sangat berhati-hati dalam menjalankan aktivitas di luar rumah.

Dengan begitu, orang-orang juga tidak akan berani melakukan kegiatan traveling, atau jalan-jalan untuk sekedar berbelanja di tempat-tempat umum.

Nah… efek dari hal ini jelas sangat besar pengaruhnya, sebab tentu saja tingkat consume masyarakat juga akan berkurang.

Misalnya saja, sebelum adanya wabah virus corona, pada hari-hari perayaan tertentu seperti Imlek dan hari raya Idul Fitri jumlah konsumsi masyarakat menjadi lebih tinggi, dan harga jual pun turut naik.

Sedangkan dengan adanya virus corona, jumlah konsumsi masyarakat malah semakin berkurang, karena hanya berdiam di rumah saja.

Seperti yang kita ketahui, jumlah masyarakat yang mengalami hal ini jelas tidak sedikit, terutama di China yang merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar.

Hal ini akhirnya membuat harga komoditas menjadi ikutan turun, seperti misalnya batubara ataupun CPO.

Hal-hal seperti inilah yang akhirnya memicu turunnya nilai dari IHSG.

 

Bagaimana Nasib Investasi Saham di Situasi Seperti Ini?

Selain IHSG yang mengalami penurunan, adanya virus corona juga memang membuat nilai portofolio investasi saham ikutan menurun.

Lalu bagaimana nasib investasi saham dengan situasi yang seperti ini?

Pertama perlu dipahami lagi bahwa investasi saham ialah investasi untuk jangka panjang, dan meskipun saat ini sempat terganggu karena adanya virus corona, tentu tidak berarti nilai saham tidak akan naik lagi di kemudian hari.

Namun hal ini sebenarnya tergantung dari cara pandang masing-masing orang, apakah ia yakin bahwa corona akan cepat menghilang, atau corona akan terus ada.

Maka dari itu, yang perlu dilakukan saat ini ialah memperhatikan portofolio saham yang mengalami penurunan.

Ada banyak yang bisa dilakukan oleh para investor, seperti misalnya membeli lagi saham yang dianggap akan menguntungkan. Selain itu, kamu dapat melakukan money management agar nilai portofolio kamu menjadi lebih seimbang.

Selain itu, buat kamu yang ingin memulai untuk terjun ke dunia investasi saham, sebenarnya kamu bisa memulainya dari sekarang, mengingat market sedang turun sehingga kamu bisa mulai membeli dengan harga yang murah.

Namun sangat disarankan untuk membeli saham yang blue chip, saham blue chip merupakan saham yang besar di Indonesia atau yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan besar. Keuntungannya, saham blue chip ini biasanya lebih tahan ketika terjadi masalah.

 

Kesimpulan

Dari pembahasan kali ini, kesimpulannya ialah investasi saham sebenarnya masih memiliki peluang di tahun 2020, sebab meskipun saat ini nilainya mengalami penurunan tetapi bukan berarti nilainya tidak dapat naik lagi di kemudian hari, terlebih lagi karena investasi saham merupakan investasi jangka panjang.

 

Semoga bahasan kali ini dapat memberikan manfaat bagi Sobat Finansialku, dan akhir kata Make A Plan and Get Your Financial Dreams Come True!

 

Finansialku Talk Podcast juga dapat kamu dengarkan di:

Logo Spotify