Salah satu keuntungan menjadi freelancer adalah waktu kerja yang fleksibel. Selain itu, masih ada beberapa keuntungan lain yang nggak kalah menggiurkan, lho!

Cari tahu selengkapnya di artikel Finansialku di bawah ini, ya!

 

Summary:

  • Alasan banyak pekerja memilih untuk jadi freelancer salah satunya karena punya kebebasan dan tidak terikat kontrak,
  • Meski bersifat fleksibel dari segi waktu, pekerjaan freelancer juga perlu memerhatikan sisi kelebihan dan kekurangannya.
  • Seiring dengan berkembangnya zaman, pekerjaan freelancer tidak hanya terbatas pada pekerjaan yang terkait dengan teknologi.

 

Apa itu Freelancer?

Belakangan, menjadi freelancer adalah pekerjaan yang banyak generasi masa kini minati. Salah satu alasannya adalah karena tidak terikat kontrak kerja, dan bisa bekerja di mana saja juga kapan saja.

Melansir laman majoo.id, freelancer adalah tenaga kerja lepas yang bekerja mandiri karena tidak terikat kontrak kerja dengan sebuah perusahaan.

Pekerjaan yang perusahaan berikan kepada freelancer adalah pekerjaan yang bisa mereka selesaikan dalam waktu singkat.

Adapun, besaran bayaran yang diterima juga bergantung pada kesepakatan kedua belah pihak pada awal perjanjian.

Umumnya, pekerjaan freelancer ini berhubungan dengan pekerjaan-pekerjaan seperti desain grafis, website, pembuatan website, pengelolaan media sosial, copywriting, penyuntingan video, dan lain-lain.

Tapi pada praktiknya, hampir semua bidang kerja juga memiliki porsi untuk freelancer.

Melansir laman yang sama, jumlah freelancer di Indonesia menurut Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 33,34 juta orang per Agustus 2020.

Lebih dari itu, dalam laporan statistik yang sama, para freelancer ini mengaku bahagia dengan pekerjaannya daripada harus menjadi pekerja kantoran.

Selain itu, Sekolah Bisnis Brighton University, dalam risetnya juga mengatakan bahwa kebahagiaan para freelancer lebih tinggi daripada karyawan tetap.

Meski tidak semuanya, menjadi freelancer memberikan kebebasan para pekerjanya untuk fokus pada lebih dari satu pekerjaan.

Hal ini tentu membuat mereka tidak mudah bosan, dan lebih merasa bahagia serta bebas menjalani kegiatan sehari-harinya.

[Baca Juga: Menambah Penghasilan Untuk Seorang Freelancer? Simak Tips-tips Berikut Ini]

 

Perbedaan Freelancer dan Part Time

Beberapa orang mungkin menganggap pekerjaan freelancer sama dengan part time. Padahal sebenarnya, keduanya memiliki perbedaan yang cukup jauh.

Sebagaimana yang Finansialku jelaskan, umumnya freelancer tidak terpaku pada sistem pembagian waktu. Sementara part time, mengharuskan adanya sistem pembagian waktu yang jelas. 

Perbedaan selanjutnya adalah, besaran gaji part time dihitung berdasarkan jumlah waktu kerja dalam satu hari. Sedangkan freelance, gajinya berdasarkan jumlah atau jenis project yang dia kerjakan.

Karena penghasilan freelancer bisa dikatakan tidak menentu, sebab pembagian waktu kerja dan besaran gajinya menyesuaikan project. Maka sebaiknya, freelancer mampu mengelola keuangannya secara tepat agar cash flow tetap aman.

Sebagai referensi mengenai hal ini, Sobat Finansialku bisa tonton video berikut:

 

Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Freelancer

Selain tidak adanya kontrak kerja dan memiliki jam kerja  fleksibel, menjadi freelancer juga memberikan beberapa kelebihan lain, seperti:

  • Potensi mendapatkan pendapatan lebih besar daripada karyawan tetap, meski tidak ada jaminan kalau kamu akan mendapatkan jumlah yang sama setiap bulannya.
  • Menjadi freelancer artinya kamu bebas bekerja di mana saja, tidak ada keharusan untuk datang ke kantor perusahaan pemberi kerja.
  • Meski jumlah pekerja freelancer terus bertambah setiap tahunnya, prospektif pekerjaan ini tetap menjanjikan, karena perusahaan akan terus membutuhkan jasa atau tenaga freelancer untuk menghemat anggaran perusahaan.

 

Sementara itu, menjadi freelancer pun memiliki kekurangan, antara lain:

  • Jumlah pendapatan tidak tetap, pekerjaan untuk freelancer tidak melulu ada setiap bulannya. Maka tidak ada jaminan bahwa kita akan mendapatkan penghasilan dengan jumlah yang sama setiap bulannya.
  • Tidak ada fasilitas kerja sebagaimana yang karyawan tetap dapatkan. Misalnya asuransi, komputer atau laptop, dan fasilitas-fasilitas lainnya seperti tunjangan.
  • Tidak ada kawan kerja, mengingat freelancer tidak memiliki perusahaan yang menaungi, maka kecil kemungkinan buat freelancer bekerja bersama orang lain.
  • Tidak punya waktu bekerja yang pasti. Layaknya dua mata pisau, ini mungkin bisa menjadi keuntungan, tapi sekaligus jadi hal yang harus kita waspadai. Karena jika tidak pandai mengatur waktu, freelancer akan sulit membedakan antara waktu kerja dan pribadi.
  •  Ada risiko tidak dapat bayaran. Misalnya ketika klien tidak bertanggung jawab atas kewajibannya, dan kabur setelah freelancer menyerahkan hasil kerjanya.

 

Menimbang beberapa poin kekurangan di atas, sebaiknya freelancer bisa lebih jeli melihat peluang yang ada untuk menambah pemasukan demi mewujudkan tujuan keuangan. 

Jika kamu merasa stuck akan hal ini, Finansialku punya ebook gratis yang bisa kamu pelajari seputar Strategi Cerdas Menambah PemasukanmuKlik banner di bawah ini untuk download ebook-nya, sekarang!

Banner Iklan Ebook Strategi Cerdas Menambah Pemasukanmu - PC
Banner Iklan Ebook Strategi Cerdas Menambah Pemasukanmu - HP

 

Contoh Pekerjaan Freelance

Seiring dengan berkembangnya zaman, pekerjaan freelance tidak hanya terbatas pada pekerjaan yang terkait dengan teknologi. Spektrumnya menjadi lebih luas.

Berikut ini adalah beberapa contoh pekerjaan freelance di antaranya:

 

#1 Desain

Pekerjaan freelance yang banyak kita temukan dan selalu klien butuhkan adalah pekerjaan desain.

Pekerjaan desain ini pun terbagi-bagi atas beberapa jenis, seperti desain website, desain karikatur, dan desain-desain lainnya.

 

#2 Penulis

Bukan hanya untuk penulisan website, banyak pula klien yang membutuhkan tenaga freelance untuk melakukan beberapa jenis penulisan.

Misalnya, penulisan konten media sosial, wartawan lepas, hingga penulisan copywriting.

 

#3 Editor

Cakupan pekerjaan editor sangat luas. Mulai dari editor video, tulisan, hingga foto. Maka dari itu, pekerjaan ini adalah salah satu yang tidak lekang oleh waktu. 

Jika kamu punya keterampilan tersebut, tidak ada salahnya untuk fokus meningkatkan skill agar lebih banyak klien yang datang.

 

#4 Data Entry

Data entry adalah pekerjaan yang selalu klien butuhkan. Contoh dari pekerjaan ini adalah transkrip suara seperti wawancara atau lainnya, merekam suara, input data, hingga mengetik dokumen.

Satu hal yang harus kamu ketahui, meski terlihat mudah, pekerjaan ini mengharuskan kamu untuk memiliki skill ketelitian yang tinggi untuk menghindari adanya kesalahan data.

 

#5 Penerjemah

Jika kamu menguasai satu atau lebih bahasa asing, tidak ada salahnya untuk mengomersialkan kemampuan tersebut.

Apalagi jika kamu punya dokumen yang bisa membuktikan kemampuan bahasa asingmu ini, seperti sertifikat resmi.

Kemampuan bahasa asing bukan hanya bisa kamu manfaatkan untuk jadi penerjemah. Tapi, juga bisa menjadi proofreader penerbit buku.

[Baca Juga: Ngaku Freelancer? Begini Perhitungan Pajaknya!]

 

Tips Mengatur Waktu untuk Freelancer

Meski waktu kerja tidak terikat, ini bukan jadi sesuatu yang mutlak menyenangkan buat kita.

Ada kalanya kita harus berhadapan dengan momen di mana kita enggan mengerjakan sejumlah project yang menumpuk, misalnya karena keterbatasan ide.

Berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk mengatur waktu kerja sebagai seorang freelancer:

 

#1 Membuat To-Do List

Ketika menerima pekerjaan terlalu banyak dalam satu waktu, kadang kita merasa kewalahan dan justru menjadi malas untuk mengerjakannya.

Untuk mengatasi kondisi ini, kamu bisa membuat to-do list terkait apa yang akan kamu kerjakan pada hari itu untuk kamu jadikan sebagai kebiasaan.

Usahakan, to-do list tersebut kamu buat berdasarkan skala prioritas, ya!

 

#2 Buat Karakteristik Pekerjaan

To-do list tersebut bisa kamu lengkapi dengan membuat karakteristik untuk pekerjaan yang akan kamu kerjakan setiap harinya.

Membuat karakteristik pekerjaan artinya kamu memisahkan pekerjaan tersebut berdasarkan beberapa kategori, seperti:

  • Lama waktu yang kamu butuhkan untuk menyelesaikan.
  • Tenggat waktu masing-masing pekerjaan.
  • Jenis pekerjaan, dan lain-lain.

​​

 

Jangan Lupakan Ini!

Demikian penjelasan seputar freelancer, mulai dari kelebihan dan kekurangan sampai peluang kerja yang bisa kamu manfaatkan sesuai dengan skill dan passion untuk menambah pundi-pundi cuan.

Agar kamu lebih mudah mengontrol dan mengatur keuangan, manfaatkan fitur-fitur yang ada di Aplikasi Finansialku. Karena kamu bisa menyusun anggaran dan mencatat cash flow keuangan hanya dalam genggaman.

Selain itu, kamu juga bisa mengetahui kondisi kesehatan keuanganmu menggunakan Financial Check Up yang ada di dalam aplikasi tersebut.

Banner Iklan FCU - PC

 

Setelah mendapatkan hasilnya, jangan ragu untuk konsultasi secara langsung bersama Perencana Keuangan Finansialku dengan menghubungi WhatsApp untuk buat janji. Apalagi jika kondisi keuanganmu tidak baik-baik saja.  Selamat mencoba…

 

Semoga informasi kali ini bermanfaat khususnya untuk para freelancer. Jangan lupa untuk bagikan artikel ini kepada teman-temanmu lewat pilihan platform yang tersedia di bawah ini. Terima kasih.

 

Editor: Ari A. Santosa

Sumber Referensi:

  • Rizfa Putri Khainayya. 29 Agustus 2022. Arti Freelance dan Contoh Pekerjaannya, Beda dengan Part Time!. Tokopedia.com – https://bit.ly/3M40guG
  • Kikit Azeharie. 13 Januari 2022. Freelancer adalah: Contoh dan Tips Menggeluti Profesi Ini. Majoo.id – https://bit.ly/3Cpa5A4
  • Putri Aprilia. 14 Agustus 2021. Apa itu Freelance? Berikut Pengertian, Contoh, dan Manfaatnya!. Niagahoster.co.id – https://bit.ly/3SSKB3x
  • Admin. 03 Oktober 2022. Apa Itu Freelance? Inilah Pengertian Lengkap nya. Voffice.co.id – https://bit.ly/3SuGTwZ