Game of Thrones in Financial Planning: Sebagian besar penduduk dunia sedang menanti Final Season Game of Thrones ke-8.

Bahkan, salah satu provider TV kabel memutar drama series tersebut dari Season 1 sampai Season 7, back to back non-stop supaya me-refresh ingatan para penggemarnya.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Game of Thrones in Financial Planning

Westeros seperti dunia nyata yang kita tinggali: tidak ada naga, tidak ada white walkers dan tidak ada faceless man. Tapi di Westeros tidak ada telepon seluler atau televisi kabel, dimana di dunia nyata, orang-orang menonton acara paling populer dan sukses di HBO, Game of Thrones.

Benang merah film ini adalah kesetiaan keluarga, cinta, rahasia, pengkhianatan, balas dendam, persahabatan dan politik yang melampaui fantasi.

Perebutan singgasana di Westeros jauh lebih berdarah daripada dunia nyata, yang jika diumpamakan persaingan perusahaan, terutama terletak pada upaya mengatasi manuver lawan untuk promosi, mendiskreditkan input mereka dan mengurangi pengaruh mereka.

Sama seperti di Westeros, mendapatkan kekuasaan itu sulit, tetapi mempertahankan kekuasaan itu dua kali lebih sulit dan karakter yang berbeda mengambil pendekatan yang sangat berbeda.

GAME of THRONES in Financial Planning 02 - Finansialku

[Baca Juga: Hambatan Utama dalam Mencapai Kebebasan Keuangan (Plus Cara Mengatasinya)]

 

Apakah kamu seorang penggemar berat (atau pembaca) dari seri ini, atau kamu bahkan belum pernah mendengarnya, baca pelajaran hidup mengenai Financial Planning berikut ini yang bisa kamu pelajari dari Game of Thrones:

 

#1 Listen to Your Advisor

Tema dalam Game of Thrones adalah penasihatnya sering lebih bijaksana daripada sang penguasa. Contoh: Ned Stark lebih bijaksana daripada Robert Baratheon, Davos lebih bijaksana daripada Stannis, Samwell Tarly dan Maester Aemon lebih bijaksana daripada Jon Snow, Tyrion dan Jorah lebih bijaksana daripada Daenerys.

Akan tetapi para advisor tidak memiliki visi atau karisma dari pemimpin mereka sehingga meminjamkan kebijaksanaan mereka kepada penguasa.

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 728 x 90

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 336 x 280

Para pemimpin terbaik, baik CEO sebuah perusahaan atau Raja Westeros, seharusnya mengelilingi diri mereka dengan orang-orang yang bijaksana dan mendengarkan sarannya.

Ya, betul. Kamu incharge dalam hidupmu, dalam beberapa hal. Mungkin kamu belum berpengalaman atau mempunyai pengetahuan yang cukup.

Tidak ada salahnya meminta bantuan Financial Advisor daripada membuat keputusan yang kurang bijaksana dan pada akhirnya memakan banyak waktu dan tenaga untuk memperbaikinya.

 

#2 It’s All In Where You’re Standing

Game of Thrones menceritakan satu cerita melalui mata dari banyak karakter.

Hal ini memungkinkan untuk mengeksplorasi dari berbagai perspektif, mengungkap dampak budaya dan adat pada sudut pandang seseorang akan dunia. Seperti sebuah kota yang terlihat berbeda dari tempat-tempat tertentu, satu peristiwa dapat memiliki penampilan dari sisi orang yang berbeda.

Bagi penggemar, Ned Stark adalah pahlawan terhormat yang mati sia-sia, tetapi bagi Daenerys Targaryen, Ned adalah prajurit dingin yang membunuh keluarganya.

The Wildlings dipandang sebagai orang biadab oleh sebagian besar Westeros, tetapi bagi Mance Rayder dan Jon Snow, mereka hanyalah orang-orang bersemangat yang mencintai kebebasan.

Semua tergantung pada individu, satu hal dapat memiliki makna yang sama sekali berbeda, seperti es dan api – tetapi semuanya valid.

Ada kebijaksanaan besar yang bisa didapat dari mempertimbangkan semua perspektif dan asal-usulnya. Memperluas sudut pandang akan membantu kamu melihat dunia lebih objektif dan menjadi lebih memahami orang lain.

GAME of THRONES in Financial Planning 03 - Finansialku

[Baca Juga: Ilustrasi: Memandang Peluang Lewat Sudut Pandang Orang Kaya]

 

Financial Planning is half knowledge and half art, akan selalu berbeda-beda pada tiap orang. Dimana tiap orang mempunyai prioritas, tingkat risiko dan cara pandang yang berlainan akan tetapi semua menuju financial freedom.

Financial Planner tidak hanya memahami dan menganalisis angka dan jumlah, tapi juga mempertimbangkan baik buruk dari semua pengambilan keputusan dari sudut pandang yang lebih luas untuk kepentingan client-nya.

 

#3 Make Every Moment Count

Valar morghulis. All men must die. Banyak dari kita menghindar dari topik kematian. Game of Thrones menunjukkan bahwa kematian datang untuk semua orang.

Menjadi warga negara yang baik tidak membuat kamu kebal terhadap penyakit kritis atau mobil yang mengebut.

Kita rentan terhadap kematian seperti pada akhirnya, hal itu akan datang. Bisa besok atau bisa juga dalam sembilan puluh tahun, tetapi semua manusia harus mati. Jadi selagi hidup, buatlah setiap momen berarti.

Lakukan apa yang kamu sukai, habiskan waktu bersama orang-orang yang kamu sayangi dan bersyukurlah karena, seperti yang ditunjukkan George R. R. Martin (penulis buku Game of Thrones) bahwa setiap saat bisa menjadi momen terakhir kamu.

Sama halnya dengan Financial Planning, setiap momen kamu mengambil keputusan untuk boros atau menunda investasi, akan membuat hasil akhir yang berbeda.

Mungkin momen itu akan terlambat atau tidak terkejar lagi. Who to blame?

 

#4 A Chair Doesn’t Make the Man; The Man Makes the Chair

Salah satu leluhur Jon Snow adalah Aegon V. Sebagai seorang anak, Aegon secara anonim menjelajahi Seven Kingdoms sebagai pengawal Ser Duncan.

Duo ini bertemu rakyat jelata dan memahami perjuangan mereka. Ketika Aegon menjadi raja ia bertekad untuk memberlakukan hukum yang melindungi mereka dari tekanan penguasa Westeros yang kuat.

GAME of THRONES in Financial Planning 04 - Finansialku

[Baca Juga: 8 Mindset untuk Sukses Ini Perlu Anda Miliki Sebagai Modal Utama Berhasil]

 

Namun terlepas dari niat baiknya, Aegon tidak mampu menjaga perdamaian. Aegon terpaksa memutar balik pasukannya untuk memadamkan pemberontakan penguasa Westeros.

Aegon yakin bahwa jika dia memiliki naga dia dapat memerintah seperti yang dia inginkan dan dia akan dapat membantu rakyat jelata.

Dia meninggal pada Tragedy of Summerhall, bersama dengan Ser Duncan dan yang lainnya, mencoba menetaskan fosil telur naga dengan sihir dan api. Aegon adalah raja dengan niat baik, tetapi itu masih belum cukup.

Dianalogikan dengan Financial Planning, bukan besar gaji kamu yang membuat kamu kaya dan berhasil dalam hidup. Tapi cara kamu mengelolanya dan yang terpenting dari semuanya adalah MINDSET.

Jadi, jangan malas melakukan investasi, baik untuk pengetahuan di kepala kamu dan masa depan. Terutama jangan terlalu positive thinking karena tipis bedanya dengan “halu” seperti Aegon yang mencoba meneteskan fosil telur naga dan berakhir dengan kegagalan.

You should shape your future, terutama dengan skenario terburuk. Kalau semua berjalan dengan baik ya bersyukurlah, tapi kita harus siap di saat hari hujan.

 

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

 

#5 You Can Make Difference

Di dalam Game of Thrones banyak karakter kuat, tetapi beberapa dari mereka tidak memulai dengan cara itu. Daenerys, misalnya, pernah menjadi gadis yang lemah lembut, dikendalikan oleh kakak lelakinya yang sombong.

Empat musim kemudian, dia adalah seorang ratu yang melepaskan ribuan budak dari tahanan dan mengambil sikap menentang perbudakan manusia.

GAME of THRONES in Financial Planning 05 - Finansialku

[Baca Juga: Kenali Perbedaan Kebiasaan Orang Kaya dan Orang Miskin]

 

Jika kamu sangat peduli tentang sesuatu, tetapi merasa sulit sekali mengubah kebiasaan, pikirkan lagi. Belajar dari Daenerys, menjadi kuat, punya sikap dan semangat yang tinggi, kamu dapat membuat perbedaan dalam hidup.

Hal yang sama dalam Financial Planning adalah mengubah kebiasaan buruk dalam mengatur keuangan dan terutama SPENDING.

Jika kamu tahu bahwa dengan menahan diri dan hidup sesuai lifestyle akan membuat hidup tenang in the long run, maka lakukanlah.

Jangan terpancing melakukan hal yang kurang bijaksana dan impulsif hanya untuk sesaat.

 

Summary

Hidup itu tidak sempurna. Banyak dongeng fantasi yang berfokus pada “HAPPILY EVER AFTER” tetapi tidak dengan Game of Thrones.

Martin menceritakan sebuah kisah yang epik, mengasyikkan, tetapi yang paling penting, REALISTIS. Dalam kehidupan nyata, kamu tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dan sentimen ini digambarkan dengan sempurna di Game of Thrones.

Orang baik tidak dijamin akan menang dan orang jahat tidak akan mati dengan lambat dan menyakitkan. Bahkan di Game of Thrones, orang jahat sering menang dan orang baik sering mati. Hidup ini penuh liku-liku dan sering kali hal-hal tidak berjalan seperti yang diharapkan.

 

Akan lebih baik jika kita punya planning dalam hidup. Terlepas bagaimana takdir akan membawa kita.

Setidaknya, jika ada plot twist dalam perjalanan hidup, kita sudah siap dengan ada dana yang cukup untuk melanjutkan hidup. Karena kita harus bersikap dan berpikir realistis untuk diri sendiri dan terlebih, untuk orang yang kita sayangi.

 

Silakan beri komentar dan pendapatmu di kolom yang sudah tersedia! Thank you!

 

Sumber Referensi:

  • Sammy Nickalls. 15 Juni 2014. 7 Inspiring Lessons We Can Learn From Game Of Thrones. Inspiyr.com – https://goo.gl/qBWqGU
  • Frances Bridges. 13 Juli 2017. The 8 Best Leadership Lessons From ‘Game Of Thrones’. Forbes.com – https://goo.gl/ihQSsn
  • Leanne Louie. 5 Life Lessons From Game Of Thrones. Lifehack.org – https://goo.gl/cXWyKD
  • Michael Walsh. 29 Agustus 2017. 8 Lessons That GAME OF THRONES’ Past Targaryen Kings Can Teach Jon Snow. Nerdist.com – https://goo.gl/oeqiwo

 

Sumber Gambar:

  • Game of Thrones in Financial Planning 01 – https://goo.gl/7fWJ6V
  • Game of Thrones in Financial Planning 02 – https://goo.gl/uRJqyt
  • Game of Thrones in Financial Planning 03 – https://goo.gl/akfQSz
  • Game of Thrones in Financial Planning 04 – https://goo.gl/ZJNE5v
  • Game of Thrones in Financial Planning 05 – https://goo.gl/SpPK7H