Pernahkah Anda mendengar istilah “generasi sandwich”? Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan generasi sandwich?

Yuk kita simak apa yang dimaksud dengan generasi sandwich ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Generasi Sandwich? Apa Maksudnya?

Apa itu generasi sandwich? Anda mungkin pernah mendengar istilah generasi milenial, generasi X, Y, Z, dan sebagainya. Tapi istilah yang satu ini mungkin masih asing di telinga Anda.

Generasi sandwich (sandwich generation) merupakan sebuah istilah bagi generasi yang terhimpit secara finansial untuk mencukupi kebutuhan pihak atas dan pihak bawah, dan bukan hanya dirinya saja (anggapan bahwa mereka harus menghidupi orang tuanya serta keturunannya kelak).

Istilah sandwich generation atau generasi sandwich pertama kali dikemukakan oleh pekerja sosial bernama Dorothy Miller pada 1981.

Apa Itu Generasi Sandwich 02 Generasi Sandwich 2 - Finansialku

[Baca Juga: Hindari 5 Kesalahan dari Kaum Milenial dalam Cara Mengatur Keuangan]

 

Istilah ini banyak dipakai untuk menggambarkan orang-orang di usia paruh baya (middle age) yang terjepit (sandwiched) dalam memenuhi kebutuhan anak-anak mereka dan juga orang tuanya dari mulai kebutuhan finansial sehari-hari hingga kesehatan secara bersamaan.

Dewasa ini, studi demografis menunjukkan bahwa generasi sandwich ini berjumlah sekitar 47 persen dari kaum dewasa di usia 40 hingga 50 tahun dengan orang tua berusia 65 tahun atau lebih yang juga menyokong anaknya.

Meski demikian, banyak skenario dalam situasi generasi sandwich ini. Aging and elder care expert, Carol Abaya menjelaskan 3 skenario dalam generasi sandwich yakni sebagai berikut:

 

The Traditional Sandwich Generation

Skenario dimana orang dewasa umumnya berusia 40 hingga 50 tahun terhimpit antara orang tuanya yang sudah menginjak usia lanjut dan anaknya yang mulai beranjak dewasa.

Kondisi ini terjadi saat keduanya membutuhkan dukungan baik secara finansial maupun dukungan lainnya.

 

The Club Sandwich Generation

Skenario dimana orang dewasa umumnya berusia 50 hingga 60 tahun yang terhimpit antara orang tuanya yang sudah menginjak usia lanjut dan anaknya serta kemungkinan cucunya.

Skenario ini juga termasuk bagi mereka yang berusia antara 30 hingga 40 tahun dan terhimpit situasi anaknya, orang tuanya, dan kemungkinan kakek neneknya.

 

The Open Faced Sandwich Generation

Skenario dimana setiap orang yang secara tidak profesional tergabung dalam pengurusan kaum lanjut usia.

Apa Itu Generasi Sandwich 03 Generasi Sandwich 3 - Finansialku

[Baca Juga: Para Freelance, Mau Bebas Keuangan? 20 Usaha Sampingan yang Dapat Anda Jalankan]

 

Carol juga menekankan betapa istilah generasi sandwich semakin umum dewasa ini sehingga dimasukkan dalam Merriam-Webster Dictionary pada tahun 2006.

Namun, kamus tersebut gagal mendeskripsikan stres finansial dan emosional yang menjadi bagian generasi ini.

Statistik menunjukkan bahwa beban finansial yang berkaitan dengan tanggung jawab generasi sandwich ini terus meningkat.

Sayangnya, umumnya stres ini bukan terjadi pada pihak orang tua, namun pada kaum dewasa yang memiliki beban atas bawah.

Stres itupun ditunjukkan dengan beberapa ciri-ciri berikut ini:

  • Kelelahan dan depresi, rasa bersalah berlebihan, serta isolasi.
  • Kesulitan menemukan pasangan yang baik.
  • Kesulitan mengelola pekerjaan, hobi, hubungan, dan waktu bagi dirinya sendiri.
  • Isu psikologis karena berjuang dalam berbagai arah setiap harinya.

 

Prioritas Keuangan Generasi Sandwich

Seiring umur panjang orang tua dan keterlambatan anak dalam menjadi independen secara finansial, maka terjadilah fenomena generasi sandwich ini.

Satu hal yang kita tahu, beban finansial mereka tentunya sangat berat mengingat banyak yang harus mereka tanggung dari pihak atas dan bawah. Lalu bagaimana dengan prioritas keuangan mereka?

Masalah yang muncul adalah terkadang generasi sandwich ini tidak tahu apa yang sedang mereka hadapi.

Bart Mindszenthy, seorang eldercare expert dari Toronto menjelaskan bahwa:

“Some of them don’t realize the gravity of what they’re getting into. There’s this reluctance to look deeper into their own personal lives.”

 

Alhasil, timbul masalah saat mereka menentukan prioritas keuangannya.

Kemudian, Kathryn Del Greco, vice president and investment advisor dari TD Waterhouse Private Investment Advice di Toronto juga menjelaskan bahwa:

“The challenges associated with caring for your family don’t appear to diminish at all with age – even when (the baby boomer is) in retirement.”

 

Mindszenthy mengungkapkan bahwa umumnya generasi sandwich menghabiskan mayoritas uangnya untuk menyediakan fasilitas yang cukup bagi orang tuanya.

Padahal biaya ini bukanlah sesuatu yang sudah mereka persiapkan sebelumnya.

Hal yang sama terjadi saat mereka harus menyewa jasa untuk mengurus orang tuanya yang menolak untuk masuk panti jompo dan ingin terus tinggal di rumahnya.

Ini 5 Cara Jitu Mengatur Cashflow Keluarga Supaya Hati, Jiwa dan Pikiran Tenang 03 Donasi - Finansialku

 [Baca Juga: Nyaris Terlambat, Seorang Karyawan Baru Menyiapkan Dana Pensiun di Usia 40 an. Jangan Khawatir Ini Strategi yang Dapat Anda Lakukan!]

 

Satu penemuan lagi yang menyeramkan adalah, sebuah polling dari Study Canada mengungkapkan bahwa generasi ini merasa wajib menurunkan standar hidupnya sendiri untuk bisa memenuhi kebutuhan generasi atas dan bawahnya.

Hasil polling-nya sendiri menunjukkan bahwa 30% generasi ini mengambil lebih sedikit liburan, 43% mengurangi makan di luar, 36% terus mengambil tabungan masa mudanya, dan 37% bekerja dengan waktu lebih panjang.

Kini mari masuk ke beban finansial bagi anak-anaknya. Sebuah studi oleh StatsCan menunjukkan bahwa 51% dewasa berusia 20 hingga 29 tahun masih tinggal dengan orang tuanya.

Nilai ini meningkat hingga 60% untuk dewasa berusia 20 hingga 24 tahun.

Dengan demikian, tampak jelas bahwa generasi sandwich harus membiayai anak-anaknya dalam kurun waktu yang lebih lama. Ini adalah fenomena yang terjadi antar generasi.

Saat memikirkan soal masa pensiun, generasi sandwich cenderung berinvestasi lebih sedikit karena keterbatasan mereka.

Oleh karena itulah, tak jarang generasi ini terpaksa mengorbankan masa tuanya sendiri demi menyokong hidup orang tua dan anak-anaknya.

 

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Memutus Rantai Generasi Sandwich

Populasi kita terus berkembang, yang artinya jumlah generasi sandwich ini pun semakin tinggi.

Kim Parker, direktur dari Pew Research Center mengungkapkan bahwa hal ini semakin memburuk karena banyak kaum milenial yang kembali ke rumah orang tuanya.

Melihat fenomena yang terjadi di seluruh dunia ini tentu membuat kita bertanya-tanya, bagaimana cara mengatasinya?

Untuk mengurangi stres dan beban finansial bagi generasi sandwich, maka penting untuk mempersiapkan lebih dini dan merencanakan kebutuhan orang tua serta anak-anak kita.

Selain itu disarankan agar Anda mulai melakukan beberapa langkah berikut untuk meminimalisasi dampak generasi sandwich yang akan Anda hadapi:

Iklan Banner Perencanaan Dana Membeli Rumah - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

#1 Bantu Orang Tua Anda Mempersiapkan Masa Pensiunnya

Umumnya orang tua yang menjadi beban finansial pada kasus ini adalah mereka yang sudah berusia di atas 50 tahun dan masuk dalam generasi baby boomers.

Generasi ini tentunya belum melek terhadap masa tua di zamannya, sehingga tak jarang Andalah yang harus menanggung beban tersebut.

Solusinya adalah membicarakan sekaligus merencanakan alokasi dana untuk mereka. Sediakan waktu khusus untuk mendiskusikan masalah keuangan bersama orang tua.

Ajak mereka merencanakan masa pensiunnya sedini mungkin sehingga masa tua mereka akan jauh lebih terjamin. Ini juga tentunya akan mengurangi beban Anda sebagai generasi sandwich.

 

#2 Tetap Upayakan Masa Pensiun Anda

Memiliki beban generasi sandwich bukan berarti Anda mengorbankan masa tua Anda.

The National Retirement Risk Index from the Center for Retirement Research di Boston College mengungkapkan bahwa lebih dari separuh kaum pekerja berisiko tidak mampu membiayai pensiunnya.

Oleh karena itulah, penting untuk tetap mengupayakan dan mempersiapkan masa pensiun Anda.

Setidaknya ambillah program pensiun dari tempat kerja atau mengambil program pensiun dengan biaya yang paling minimal sekalipun. Ini akan membantu memastikan Anda tidak membiarkan uang Anda sia-sia.

Tapi jangan anggap ini sudah cukup, teruslah perbaiki program pensiun Anda saat Anda mampu.

Jika Anda masih kebingungan bagaimana cara mempersiapkan dana untuk masa pensiun, maka Anda bisa menggunakan Aplikasi Finansialku.

Aplikasi ini membantu Anda untuk mengetahui seberapa besar dana yang Anda perlukan untuk masa pensiun Anda.

Bagi Anda yang belum memiliki Aplikasi Finansialku maka Anda bisa download aplikasi ini sekarang juga di Google Play Store.

Iklan Perencanaaan Hari Tua - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

Mari simak bagaimana cara menggunakan Aplikasi Finansialku untuk mempersiapkan dana pensiun Anda.

Pertama-tama buka menu utama pada Aplikasi Finansialku, pilih menu Rencanakan Keuangan, setelah itu pilih menu Dana Hari Tua.

Apa Itu Generasi Sandwich 05 Aplikasi 1 - Finansialku

Aplikasi Finansialku

 

Pada menu Dana Hari Tua, Anda akan diminta untuk mengisi beberapa kolom, seperti berapa usia Anda saat ini, berapa usia pensiun Anda, berapa perkiraan lama waktu pensiun Anda, dan yang lainnya.

Misalkan usia Anda saat ini 35 tahun, usia pensiun Anda 55 tahun, dan perkiraan lama waktu Anda pensiun adalah 30 tahun.

Sementara pengeluaran Anda saat ini sebesar Rp9.000.000 per bulan, dan perkiraan pengeluaran bulanan Anda ketika pensiun nanti adalah 80% per bulannya. Setelah semuanya terisi, tekan Lanjutkan.

Apa Itu Generasi Sandwich 06 Aplikasi 2 - Finansialku

Aplikasi Finansialku

 

Berikutnya Anda akan diminta untuk mengisi jumlah tunjangan hari tua dari perusahaan Anda, jumlah tunjangan lainnya, hasil investasi Anda, dan yang lainnya.

Misalkan tunjangan hari tua dari perusahaan Anda adalah sebesar Rp555.000 per bulan, tunjangan lainnya sebesar Rp2.800.000 per bulan, hasil investasi Anda Rp800.000 per bulan, dan Anda tidak memiliki penghasilan pasif.

Sementara itu perkiraan inflasi 10% per tahun, perkiraan imbal investasi saat hari tua 13% per tahun, dan keuntungan investasi saat ini adalah 12% per tahun.

Apa Itu Generasi Sandwich 07 Aplikasi 3 - Finansialku

Aplikasi Finansialku

 

Setelah mengisi kolom-kolom yang dibutuhkan, maka tekan Hitung untuk melihat hasil perhitungan.

Dari asumsi diatas maka hasil perhitungan menunjukkan bahwa Anda perlu berinvestasi sebesar Rp26.244.010 setiap tahunnya selama 20 tahun untuk bisa memenuhi dana pensiun Anda.

Apa Itu Generasi Sandwich 08 Aplikasi 4 - Finansialku

Aplikasi Finansialku

 

Mudah dan cepat bukan?

 

#3 Manfaatkan Life Cycle Investment

Life cycle investment adalah investasi yang dilakukan berdasarkan fase hidup, terdiri dari masa muda, menjelang pensiun, dan masa pensiun.

Tiap fase memiliki potensi investasi yang berbeda, yang secara berurutan meliputi, growth, protection, dan distribution.

Pada masa muda alias fase growth, Anda disarankan berinvestasi dalam saham. Jelang masa pensiun alias fase protection, alokasikan dana investasi pada obligasi negara yang risikonya cenderung lebih rendah.

Terakhir, masa pensiun alias fase distribution adalah ketika Anda mulai mengumpulkan sekaligus menikmati hasil investasi secara berkala. Dengan demikian, Anda bisa meminimalisasi beban Anda sebagai generasi sandwich.

Games Liburan Akhir Tahun Kenapa Tidak Ke Tempat Wisata Budaya Indonesia 03 Liburan Keluarga 3 - Finansialku

[Baca Juga: Hindari 5 Kesalahan dari Kaum Milenial dalam Cara Mengatur Keuangan]

 

#4 Siapkan Dana Pendidikan Anak Sejak Dini

Dalam kondisi perekonomian saat ini, penting bagi calon orang tua untuk merencanakan kebutuhan pendidikan bagi sang buah hati agar tidak kesulitan nantinya.

Seperti yang telah Anda ketahui, kini biaya pendidikan menjadi hal yang mahal. Tak jarang orang tua berutang demi membiayai pendidikan anaknya.

Bahkan di Di Amerika, utang uang sekolah sudah menjadi utang konsumen tertinggi kedua setelah Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Utang ini sudah semakin besar pada tahun 2017 sehingga pantas dikategorikan sebagai suatu masalah serius yang semakin lama semakin buruk.

Di Indonesia, kenaikan biaya pendidikan bahkan biasa terjadi setiap tahun. Tingkat kenaikan biaya masuk sekolah dan iurannya bervariasi antara 6 hingga 20 persen per tahun.

Artinya, semakin cepat Anda mempersiapkan dana pendidikan buah hati Anda, semakin kecil juga beban Anda di masa depan sebagai sandwich generation.

Mohammad B. Teguh, Independent Financial Planner dari Quantum Magna Financial, dalam talkshow yang digelar di Bidakara Wedding Expo 6, beberapa waktu lalu mengatakan bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk mulai berinvestasi.

Semakin cepat berinvestasi maka akan semakin baik. Artinya, semakin waktunya lama, load-nya juga semakin kecil, karena waktunya panjang.

 

#5 Jangan Lupakan Proteksi

Cara melindungi diri dari ancaman generasi sandwich selanjutnya adalah dengan mulai menyediakan proteksi. Saat ini Anda bukanlah seorang yang masih single, dengan kata lain Anda kini memiliki tanggungan orang tua dan anak-anak.

Coba Anda bayangkan jika suatu hari Anda meninggalkan keluarga selama-lamanya tanpa memiliki asuransi jiwa. Siapa yang akan menghidupi keluarga Anda dan membantu keuangan keluarga?

Anda mungkin menganggapnya sepele untuk saat ini. Namun hal ini jelas akan menyelamatkan Anda dari beban generasi sandwich.

Apa Itu Generasi Sandwich 04 Generasi Sandwich 4 - Finansialku

[Baca Juga: 2 Jenis Asuransi Pendidikan: Studi Kasus Asuransi Manulife dan Asuransi Prudential]

 

Kesimpulan

Menilai pembahasan di atas, maka kita dapat menyimpulkan bahwa beban generasi sandwich bukanlah sebuah “nasib” yang harus kita hadapi.

Kita masih berkesempatan untuk memperbaiki keadaan, selama kita mau mencobanya sejak dini.

Jadi, jangan pasrah akan keadaan dan menerima nasib sebagai generasi sandwich. Namun upayakan untuk memutus rantai generasi sandwich tersebut dengan beberapa tips di atas.

Semoga berhasil!

 

Apa Anda memiliki pertanyaan mengenai prioritas keuangan generasi sandwich? Silahkan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda.

Jangan lupa juga untuk membagikan artikel ini kepada keluarga dan teman-teman Anda ya, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Olivia Li. 16 April 2012. Sandwich Generation Facing Conflicting Priorities. Investmentexecutive.com – https://goo.gl/SJ7sbd
  • Admin. The Sandwich Generation. Senior Living. Seniorliving.org – https://goo.gl/BjnJSr
  • Scott Spann. 20 September 2018. Financial Planning Tips to Balance Caring for Children and Parents. Thebalance.com – https://goo.gl/MCGbCn
  • Ulfa Sekar. 10 Agustus 2018. Stres Tanggung Orangtua dan Anak? Begini Solusinya! Moneysmart.id – https://goo.gl/zZoX2t

 

Sumber Gambar:

  • Generasi Sandwich 1 – https://goo.gl/SP4UzX
  • Generasi Sandwich 2 – https://goo.gl/HDvon6
  • Generasi Sandwich 3 – https://goo.gl/YYVNq5
  • Generasi Sandwich 4 – https://goo.gl/4Sh8pc