Kasus investasi katering bodong di Indonesia masih marak bermunculan. Jangan sampai Anda terjebak dalam kasus ini!

Yuk ketahui ciri-ciri investasi bodong ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Investasi Katering Bodong, ‘Telan’ Kerugian Hampir Miliaran

Keuntungan investasi memang menggiurkan, maka tak heran jika banyak pihak yang memanfaatkan kondisi ini untuk melakukan aksi penipuan investasi bodong.

Investasi bodong adalah penanaman modal pada produk keuangan atau bisnis palsu atau bodong.

Investasi bodong ini akan meminta Anda untuk menanamkan modal pada suatu produk atau bisnis, yang sebenarnya tidak ada.

Melansir laman avrist.com, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sepanjang tahun 2019, Satgas Waspada Investasi telah menutup sekitar 444 perusahaan investasi bodong.

Bahkan angka kerugiannya pun mencapai lebih dari Rp 45 triliun.

Pahami Cara Perhitungan Biaya Katering untuk Pesta Pernikahan Anda 02 - Finansialku

[Baca Juga: Wow! OJK Berhasil Tutup 28 Investasi Bodong]

 

Celakanya kasus investasi bodong ini merambah pada banyak hal, sehingga angka korban pun bertambah.

Seperti halnya kasus investasi katering bodong yang terjadi di Kebumen, Jawa Tengah.

Aksi penipuan yang dilakukan seorang ibu rumah tangga asal Jakarta berinisial SP (37), telah menelan kerugian total hampir Rp 1 miliar.

Tersangka yang ditangkap anggota Satreskrim Polres Kebumen, Jawa Tengah menipu sejumlah orang dengan menjanjikan keuntungan dari modal usaha katering yang dititipkan kepadanya, padahal usaha tersebut tidak ada.

Besaran uang yang diinvestasikan para korban pun bervariasi antara Rp 10 juta hingga Rp 700 juta. Jika diakumulasi, total kerugian para korban sebesar Rp 935 juta.

Terbongkarnya kasus ini berangkat dari laporan salah satu korbannya yang telah menginvestasikan Rp 25 juta pada Desember 2019 untuk modal usaha katering.

Keuntungan yang dijanjikan adalah 10% setiap bulan, tapi hasilnya nihil karena keuntungan tersebut tidak pernah diterima korban.

Itu hanyalah satu dari sekian banyak korban dan kasus investasi bodong di Indonesia.

Kendati masyarakat semakin melek pentingnya berinvestasi, namun perlu diimbangi dengan edukasi agar hal serupa bisa dihindari.

Lalu, bagaimana cara agar terhindar dari jebakan investasi bodong ini?

 

Waspada! Inilah Ciri-ciri Investasi Katering Bodong

Menghadapi situasi pandemi Covid-19 saat ini, banyak diantara kita yang semakin  tertarik berinvestasi sebagai bagian dari strategi pengelolaan keuangan.

Bisa jadi untuk menambah pemasukan atau mencapai tujuan keuangan. Mungkinkah Anda salah satunya?

Nah, supaya Anda tidak salah langkah dalam berinvestasi dan terhindar dari investasi bodong, kenali lima ciri-ciri investasi bodong ini. Apa saja?

 

#1 Tidak Memiliki Izin

Kasus investasi bodong umumnya melibatkan sebuah produk investasi yang tidak memiliki izin dari pihak terkait.

Maka itulah, jika Anda mendapat tawaran investasi dari pihak manapun, pastikan Anda menanyakan aspek legalitas dari produk tersebut.

Saat ini, industri keuangan yang meliputi industri pasar modal, perbankan, asuransi, multifinance, berada dalam satu payung pengawasan di bawah OJK.

Sedangkan perdagangan berjangka dan komoditi diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) di bawah Kementerian Perdagangan.

Selain mengantongi izin usaha, ada perizinan khusus yang harus diperoleh dari otoritas terkait.

Jadi, bila ada klaim “sudah mengantongi izin” berupa izin pendirian Perseroan Terbatas (PT) saja, itu tidak cukup menguatkan aspek legalitas produk investasi tersebut.

 

#2 Menawarkan Keuntungan Pasti yang Tidak Wajar

Kebanyakan kasus investasi bodong menjaring korban-korbannya dengan iming-iming keuntungan pasti dalam nilai yang tinggi atau tidak wajar.

Anda juga patut curiga bila ada klaim “pasti untung” atau “dijamin untung”. Karena dalam investasi, keuntungan sejatinya masih berupa prospek atau ekspektasi (expected return), bukan sebuah kepastian.

Penyedia produk investasi juga dilarang memberikan janji kepastian keuntungan pada investor. 

 

#3 Tidak Memiliki Aset Dasar yang Jelas

Investasi seharusnya memiliki aset dasar atau underlying asset yang jelas. Contohnya reksa dana saham memiliki aset dasar berupa saham.

Jadi, dana para investor yang ditanamkan di produk reksa dana saham akan dikelola oleh manajer investasi di saham agar bisa tumbuh dan menghasilkan keuntungan.

Lain halnya dengan investasi bodong, pengelolaan dana investasi tidak ada kejelasan.

 

#4 Tidak Ada Transparansi Risiko

Penyedia investasi bodong terus mengunggul-unggulkan keuntungan yang pasti akan diraih oleh investor tanpa mengimbanginya dengan paparan risiko-risiko investasi. Padahal tidak ada investasi tanpa risiko.

Jadi, jangan mudah silau dengan iming-iming keuntungan tanpa mengingat risikonya.

 

#5 Bergantung pada Rekrutmen Investor Baru

Skema Ponzi adalah ciri penting sebuah investasi bodong, yaitu modus penipuan di mana keuntungan yang dibayarkan pada investor sebenarnya berasal dari uang investor itu sendiri atau dari investor yang baru masuk.

Kecurigaan harus muncul jika Anda ditawarkan investasi yang bergantung pada pertambahan anggota atau investor baru.

Atau, ketika Anda diminta terus menerus menambah nilai investasi agar tetap bisa mendapatkan keuntungan.

Besar kemungkinan investasi seperti itu adalah modus penipuan berskema ponzi.


 

Hati-hati dengan Investasi Katering Bodong

Itulah lima ciri investasi bodong yang harus Anda ketahui dan waspadai sebelum terjun ke dunia investasi. “Investasi leher ke atas”, agar tidak terjebak investasi bodong Anda bisa belajar terlebih dahulu sebelum memulainya.

Finansialku memiliki beberapa e-book tentang investasi mulai dari investasi emas hingga investasi reksa dana, Anda bisa mengunduhnya secara gratis.

Download Sekarang! Ebook PERENCANAAN KEUANGAN Untuk USIA 20-an, GRATIS!

15 Ebook Perencanaan Keuangan 20an

 

Semoga informasi dalam artikel ini bisa menambah wawasan Anda, jangan lupa share artikelnya agar tidak banyak orang yang terjebak pada investasi bodong!

 

 

Sumber Referensi:

  • Dion. 23 January 2020. Awas Tertipu, Kenali 5 Ciri-Ciri Investasi Bodong Lebih Jeli. Avrist.com- https://bit.ly/35MhwRU
  • Redaksi. 16 Juni 2020. Investasi bodong katering terbongkar, ini modusnya. Regional.kontan.co.id- https://bit.ly/2FLaHFm