Investment Outlook 28 Maret – 1 April 2022: IHSG break resisten 7.100 minggu ini??

Simak review dan prediksi IHSG, rekomendasi reksa dana, obligasi hingga p2p lending berikut.

 

Review IHSG 21 – 25 Maret 2022

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari Jumat (25/3) ditutup mengalami koreksi atau penurunan tipis sebesar -47 poin atau -0,67% ke level 7.002.

Pada perdagangan hari Jumat, IHSG dibuka pada 7.050 dan sempat mengalami kenaikan ke 7.055 yang merupakan titik all time high IHSG selama ini, sebelum mengalami penurunan di sesi pertama ke 6.978 efek taking profit wajar (koreksi wajar).

Selama 1 minggu kemarin IHSG diperdagangkan di range harga low 6.929 dan harga high di 7.055.

 

52 week Range -
/

[Baca IHSG Hari Ini]

 

IHSG masih sulit mengalami koreksi/penurunan dalam karena arus modal asing (foreign flow) masih cukup tinggi terutama efek investor asing keluar dari bursa saham Rusia ke negara berkembang (emerging market) yang lebih stabil dan undervalue seperti di Indonesia.

Sebagai gambaran net buy (pembelian bersih) investor asing selama awal tahun sampai kemarin (YTD) sudah mencapai Rp 39 triliun di pasar reguler, dan komposisi investor lokal terutama generasi milenial yang mencapai 80% dari total transaksi harian BEI.

Investor lokal terutama generasi milenial tidak memperhatikan dampak global dan kenaikan suku bunga AS namun lebih ke arah trading jangka pendek.

Sektor keuangan yang menjadi penggerak masih di Bigbank (BBCA, BBRI, dll) dan sektor komoditas serta energi terutama yang mengalami kenaikan siginifikan.

 

Kinerja Sektoral IHSG Minggu Kemarin (21-25 Maret 2022)

Investment Outlook 28 Mar - 1 Apr sektoral

Sumber: IDX

 

IHSG pada minggu kemarin (21-25 Maret 2022) IHSG ditutup di harga 7.002, selama seminggu perdagangan IHSG mengalami kenaikan sebesar 47,57 atau 0,68%.

Hal yang sama juga dialami oleh indeks LQ45 yang naik 1,38% dan Indeks IDX30 yang juga naik 1,43%.

Sektor yang mengalami kenaikan tertinggi adalah sektor transportasi dan logistik yang naik 4,65%, sektor basic (bahan baku) mengalami kenaikan 3,69% dan sektor energi yang juga mengalami kenaikan sebesar 3,69%.

Sedangkan sektor yang mengalami penurunan terbesar adalah sektor Infrastruktur yang turun -2,43% disumbang oleh penurunan saham konstruksi. Sektor keuangan juga mengalami penurunan sebesar -0,95%.

 

Investor Asing

Pola Pergerakan Investor Asing pada IHSG

Berdasarkan Data RTI, investor asing (foreign) pada hari Jumat (25/3) melakukan aksi pembelian bersih (net buy) Rp 1,21 triliun dengan perincian di pasar reguler terjadi net buy sebesar Rp 820 miliar sedangkan di pasar negosiasi dan tunai juga terjadi pembelian bersih  (net buy) sebesar Rp 391 miliar.

Sedangkan selama seminggu total inflow asing yang masuk sebesar Rp 4 triliun , derasnya inflow asing ini yang membuat IHSG dapat break high terus.

Selama bulan maret 2022 sudah masuk sebesar Rp 17 triliun dana investor asing. Dari awal tahun (YTD) 2022 investor asing sudah masuk sebesar Rp 28,69 triliun.

 

5 Saham yang Diakumulasi Asing Terbesar Dalam Mingguan (Dibeli Asing)

Investment Outlook 28 Mar - 1 Apr buy asing

Sumber data: RTI Business

 

Pergerakan dari 5 saham yang menjadi akumulasi pembelian asing yang dipimpin oleh bank BRI, saham Telkom Indonesia, saham Bank Mandiri, saham Vale Indonesia (INCO), dan saham Bank BNI.

 

5 Saham yang Distribusi Asing Terbesar Dalam Mingguan (Dijual Asing)

Investment Outlook 28 Mar - 1 Apr sell asing

Sumber data: RTI

 

Saham yang dijual/distribusi oleh investor asing terbanyak adalah saham bank BCA, saham Bank Jago, saham Indo Tambangraya Megah, saham ADRO dan saham ACES.

 

Outlook IHSG Minggu Ini 28 Maret-1 April 2022

Outlook IHSG Minggu Ini 28 Maret-1 April 2022

IHSG minggu ini akan tes resisten di 7.100, namun jika tekanan jual tinggi efek koreksi sehat maka support di 6.900 dan 6.800 akan dicoba ditembus. Secara outlook IHSG akan bergerak MIX cenderung koreksi.  

 

Data dan Sentimen Kuat Penggerak Market

Data Global:

Investment Outlook 28 Mar - 1 Apr Data Global

Sumber: Investing.com

 

  • Data minggu pertama yang paling ditunggu adalah data tenaga kerja AS (ADP dan NFP AS).
  • Data pertumbuhan Ekonomi AS (GDP) ditunggu oleh pelaku pasar dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Q4 di AS mencapai 7,1%.
  • Geopolitik yang masih fokus pada perang Rusia-Ukraina dengan potensi ada negosiasi pada selasa yang difasilitasi oleh Turki.

Secara umum perang ini akan menjadi panjang karena menyangkut banyak kepentingan, imbas secara lansung adalah kenaikan harga komoditas dan pangan secara global.

 

Rekomendasi Saham

Take profit pada saham-saham sektor komoditas yang sudah kita rekomendasikan pada beberapa minggu kemarin seperti ANTM dan INCO.

Lebih banyak wait and see dulu karena biasanya akhir bulan ada koreksi atau rebalancing portofolio dari Big Fund dan menunggu koreksi di BIGBANK (BBCA , BBRI).

Untuk minggu ini beberapa rekomendasi saham kita.

 

#1 PGAS

Secara valuasi fundamental berdasarkan metode EPS, book value dan ROE harga wajar di kisaran 1.800-1.900.

Investment Outlook 28 Mar - 1 Apr PGAS

Secara rekomendasi pembelian bertahap di 1.405 dan 1.370 dengan target jangka pendek di 1.500-1.600.  

 

#2 TOWR

Investment Outlook 28 Mar - 1 Apr TOWR

Rekomendasi beli di 1.060 dan 1.030 dengan target profit di 1.200-1.250.

 

#3 MEDC

Investment Outlook 28 Mar - 1 Apr MEDC

Sentimen positif adalah harga minyak secara global yang tetap tinggi efek perang Rusia-Ukraina.

Target pembelian MEDC di 580-600 dengan target take profit di 700-750.

 

#4 CPIN

Investment Outlook 28 Mar - 1 Apr CPIN

Sentimen positif terkait menjelang puasa dan lebaran menjadi faktor kunci. Target akumulasi pembelian di 5.700 dan 5.550 target take profit di 6.000 dan 6.200.

 

Jika Sobat Finansialku memiliki tujuan keuangan khusus atau butuh bantuan dalam merencanakan investasi dan jual beli saham, kalian bisa ngobrol dengan saya, Gembong S., CSA, CFP®, QWP®, AEPP, QFE, sebagai salah satu Perencana Keuangan Finansialku, dengan cara klik banner berikut untuk langsung terhubung dengan admin whatsapp dan buat janji ketemu.

Banner Konsultasi WA - PC
Banner Konsultasi WA - HP

Yuk, sambut masa depan lebih aman. Saya tunggu, ya! 😄

 

Reksa Dana

Berikut ini adalah analisis teknikal dan produk-produk reksa dana terbaik yang telah dianalisis. Untuk sobat Finansialku yang belum pernah berinvestasi reksa dana, kalian bisa saksikan video satu ini untuk memahami investasi reksa dana.

 

Reksa Dana Indeks Basis LQ45 dan ETF LQ45

Investment Outlook 28 Mar - 1 Apr LQ45 dan ETF LQ45

Reksa dana berbasis Indeks dan ETF berbasis LQ45 minggu akan bergerak cenderung koreksi dengan resisten di 1020 dan support di 980 dan 965.

 

Reksa Dana Indeks Basis IDX30 dan ETF IDX30

Investment Outlook 28 Mar - 1 Apr IDX30 dan ETF IDX30

Indeks IDX30 outlook minggu ini akan cenderung koreksi dengan resisten di 545 dengan support di 525 dan 515.

 

Indeks Syariah/Jakarta Islamic Indeks (JII)

Investment Outlook 28 Mar - 1 Apr Jakarta Islamic Indeks (JII)

Secara teknikal, JII juga akan naik minggu ini akan test naik ke resisten 600 namun secara global akan membuat turun dengan target batas support di 570.

 

Reksa Dana Saham YTD Kinerja Lebih Baik (Aktif) Dibandingkan Dengan Market

Kriteria seleksi berdasarkan parameter:

  • Return 2021: Year To Date (YTD) di atas IHSG
  • Asset Under Management (AUM): di atas 200 M
  • Sharpe Ratio: Positif dan semakin tinggi semakin baik
  • DrawDown (DD): 9-15%
  • Top 20 Manajer Investasi (MI) sisi Dana Kelolaan

 

Investment Outlook 28 Mar - 1 Apr rds

Sumber: Indopremier per 25 Maret 2022

 

Sektoral dan Top Holding Sahamnya Per Data FFS

  • BNI-AM IDX30: Jenis reksa dana pasif yang pengelolaannya mengikuti bobot saham di IDX30.
  • Eastpring Investment Value Discovery: Alokasi penempatan investasinya di 97,4% di saham sisanya kas, dengan top sahamnya di BBCA, ARTO, HRUM, MDKA, ASII, BBRI, BMRI.
  • HPAM Ultima Ekuitas: Alokasinya sekarang adalah 83% saham, time deposit 3% dan cash sebesar 14%. Sedangkan untuk top holding sahamnya adalah BBRI, BRPT, TPIA, MPMX, MSIN, SMGR, WSKT.

 

Reksa Dana Campuran YTD Kinerja Lebih Baik Dibandingkan Dengan Market

Kriteria seleksi berdasarkan parameter:

  • Return 2021: Year To Date (YTD) di atas Infovesta Balance Fund Indeks
  • Asset Under Management (AUM): di atas 100 M
  • Sharpe Ratio: Positif dan semakin tinggi semakin baik
  • DrawDown (DD): 7-12%

 

Investment Outlook 28 Mar - 1 Apr rdc

Sumber: Indopremier

 

Sektoral dan Top Holding Saham dan Obligasinya Per Data FFS

  • Batavia Dana Dinamis: Alokasi kebijakan investasinya di pasar uang 11%, obligasi perusahaan sebesar 8%, obligasi pemerintah di 19,94% dan saham sebesar 61,03%. Tops Holding sahamnya: BCA, ARTO, BMRI, BBRI, BTN, BBNI, TLKM.
  • Jarvis Balance Fund: Portofolio investasi di saham 73,1%, obligasi 1,3% dan pasar uang sebanyak 25,6%. Sedangkan top holding sahamnya adalah ASSA, ARTO, ERAA, HRUM, LINK, MDKA, FREN, EXCL.
  • Schroder Dana Campuran: Portofolio aset alokasi di saham 57 %, obligasi 39,58% dan cash sebesar 3% sedangkan untuk top holding perusahaannya adalah BBCA, BBRI, BBNI, TLKM, ASII.

 

Reksa Dana Pendatapan Tetap

Kriteria seleksi berdasarkan parameter:

  • Return 2021: Year To Date (YTD) di atas Infovesta Fix Income Indeks
  • Asset Under Management (AUM): di atas 100 M
  • Sharpe Ratio: Positif dan semakin tinggi semakin baik
  • DrawDown (DD): 4-6%

 

Investment Outlook 28 Mar - 1 Apr rdpt

 

Reksa dana pendapatan tetap dengan kinerja di atas rata-rata pendapatan tetap yang ada di market karena strategi investasi mereka adalah di obligasi swasta yang dominan diambil.

Oleh karena itu kinerjanya lebih bagus dan stabil. Contoh pada FFS di Succor Invest Stable Fund dan Equity Dana Pasti.

 

Reksa Dana Pasar Uang

Kriteria seleksi berdasarkan parameter:

  • Return 2021: Year To Date (YTD)
  • Asset Under Management (AUM): di atas 500 M
  • DrawDown (DD): 0-0,5%

 

Investment Outlook 28 Mar - 1 Apr rdpu

Sumber: Indopremier

 

Penempatan reksa dana pasar uang lebih dominan di obligasi jangka pendek dibandingkan dengan deposito dan penempatan deposito dengan rate bunga yang menarik yaitu ada di Bank buku 1-2 dan porsi obligasi lebih banyak.

Simak juga analisis produk reksa dana dalam segmen artikel analisis produk reksa dana Finansialku supaya investasi kamu bisa sesuai dengan tujuannya.

 

Obligasi

Obligasi negara tipe FR yang menjadi acuannya adalah FR tenor 10 tahun:

Investment Outlook 28 Mar - 1 Apr Obligasi negara

Investment Outlook 28 Mar - 1 Apr Obligasi negara 2

Sumber: CNBC

 

Efek kenaikan suku bunga AS membuat yield obligasi baik Treasury AS dan Surat Berharga Negara (SBN) minggu ini mengalami penurunan wajar setelah kenaikan efek kenaikan suku bunga AS.

Yield obligasi acuanya sekarang di 6,69%. Obligasi acuan FR tenor 10 tahun di 97,70.

Untuk sobat Finansialku ingin berinvestasi obligasi supaya bisa bantu negara sambil dapat cuan, tapi masih kurang paham bagaimana cara investasinya, kamu bisa baca ebook Finansialku berikut ini secara gratis. Klik banner untuk download ebook-nya ya.

Ikuti juga online course-nya di aplikasi Finansialku agar semakin paham dan investasi semakin cuan.

Banner Ebook Ebook Cerdas Berinvestasi Sambil Bantu Negara - Hp
Banner Iklan Ebook Cerdas Berinvestasi Sambil Bantu Negara - PC

 

Selain ebook investasi obligasi, Finansialku juga punya banyak ebook lainnya tentang keuangan yang bisa kalian download secara gratis. Kunjungi Perpustakaan Finansialku untuk baca lebih banyak ebook mengenai perencanaan keuangan, investasi, hingga trading.

 

Peer-to-Peer (P2P) Lending

4 P2P Lending yang mempunyai TKB90 sebesar 99-100%.

Investment Outlook P2p
TKB90 adalah ukuran tingkat keberhasilan penyelenggara P2P dalam memfasilitasi Penyelesaian Kewajiban Pinjam meminjam dalam jangka waktu sampai 90 hari terhitung sejak jatuh tempo.

 

Disclaimer ON: Sifat dari Analisis ini adalah pandangan Pribadi penulis berdasarkan pemahaman dan pengalaman , segala instrumen Investasi ada sisi risiko dan potensinya. Do Your Own Riset (DYOR)

 

Bagaimana pendapat Anda mengenai Investment Outlook di atas? Yuk, tulis pandangan Anda dalam kolom komentar di bawah ini. Jangan lupa untuk membagikan informasi ini pada rekan-rekan investor lainnya. Terima kasih.

 

Editor: Eunice