Apakah kebiasaan ngutang bisa menyebabkan gangguan mental pada si peminjam?

Yuk, cari tahu kebenarannya di artikel Finansialku di bawah ini!

 

Artikel ini dipersembahkan oleh:

HerStory

 

Apakah Kebiasaan ‘Ngutang’ Bisa Menyebabkan Gangguan Mental?

Kebiasaan ‘ngutang’ biasanya menjadi salah satu langkah yang dilakukan oleh banyak orang bisa sudah terhimpit kebutuhan yang mendesak.

Tapi rupanya, banyak pula orang yang justru rela berutang demi memenuhi kebutuhan untuk menunjang standar kehidupannya.

Dalam artian, ia ingin memiliki sesuatu yang enggak bisa didapatkan lantaran kondisi keuangan yang enggak memungkinkan.

Hal inilah yang mendorongnya untuk meminjam uang dan berutang kepada orang lain.

Beauty, berutang boleh saja kalau itu benar-benar mendesak. Tapi, kamu harus tahu risiko dari berutang dan harus segera melunasinya biar enggak terlilit utang.

Sebisa mungkin, tahan diri untuk meminjam uang atau berutang dengan orang lain dan jangan jadikan berutang menjadi suatu kebiasaan.

Tahu enggak, sih, kalau ternyata kebiasaan berutang bisa mengganggu kesehatan mental, lho!

Yuk, simak penjelasannya berikut ini seperti dikutip dari laman sindikasi Muslimah Daily, Rabu (24/06).

banner -perencanaan keuangan usia 30an

 

Risiko Kesehatan Mental Saat Berutang

Bagi sebagian orang, mungkin akan merasa cemas dan gelisah apabila memiliki utang yang belum dibayarkan.

Mungkin ia akan melakukan berbagai hal dan mencari solusi untuk melunasinya. Kalau enggak cepat menemukan solusi, ,bisa saja hal itu akan membuatnya menjadi depresi.

Dilansir dari laman Halodoc, John Gathergood, seorang dosen Fakultas Ilmu Sosial dari University of Nottingham, mengatakan kalau sebenarnya utang dengan depresi dan kecemasan memiliki keterkaitan kuat.

rest-in-debt-meninggal-dan-mewariskan-utang-apa-solusinya-2-finansialku

[Baca Juga: Banyak Utang Demi Status Sosial? Coba Deh Baca Ini!]

 

Seseorang yang berusaha untuk melunasi utangnya, bisa mengalami masalah kesehatan mental seperti depresi, dan kecemasan dua kali lebih besar.

Enggak jauh berbeda dengan Gathergood, dalam laman Psychology Today, para peneliti dari University of South Hampton meneliti 65 studi tentang utang dan kesehatan mental.

Laporan yang diterbitkan pada Clinical Psychology Review itu menunjukkan hasil yang sama.

Kalau ternyata terdapat hubungan antara masalah keuangan dan penyakit mental.

Para peneliti menyimpulkan kalau seseorang yang memiliki utang akan tiga kali lebih besar terkena gangguan mental.

Biasanya, mereka akan mengalami gangguan depresi, kecemasan, dan psikotik.

Bahkan mereka juga cenderung mengalami masalah minum dan ketergantungan obat, lho!

 

Benar atau Tidak?

Kalau menurutmu, mana yang lebih dulu menjadi pemicu, utang atau kesehatan mental? Sebenarnya, belum ditemukan mana yang lebih dulu.

Beberapa penelitian mengungkapkan kalau kekhawatiran terhadap utang dapat menimbulkan rasa stre.

Sebagian lainnya mengatakan kalau masalah kesehatan mental dapat mengganggu dalam mengolah keuangan.

Sehingga, orang tersebut akan membuat pengeluaran lebih banyak dan menyebabkan kesulitan dalam membayar tagihan.

Enggak cuma itu, ada pula yang mengatakan kalau keduanya saling memicu dan berkaitan.

Dilansir dari laman healthline, Dr. Thomas Richardson seorang psikolog klinis mengungkapkan kalau utang dapat menyebabkan masalah pada kesehatan mental.

Namun, bisa juga sebaliknya, seseorang yang memiliki gangguan kesehatan mental akan mudah untuk berutang.

“Mungkin utang itu menyebabkan kesehatan mental yang lebih buruk karena stres yang ditimbulkannya. Mungkin juga mereka yang memiliki masalah kesehatan mental lebih rentan terhadap hutang karena faktor-faktor lain, seperti pekerjaan yang enggak menentu.” Ungkapnya.

 

Bagaimana pendapat Sobat Finansialku mengenai informasi di atas? Mari kita diskusikan di kolom komentar bersama-sama!

Sobat Finansialku juga bisa mendiskusikan hal ini bersama dengan teman-teman atau keluarga dengan membagikan artikel dari Finansialku melalui pilihan platform yang tersedia di bawah ini. Terima kasih!

 

Artikel ini merupakan hasil kerja sama antara Finansialku dengan Herstory.co.id. Isi artikel menjadi tanggung jawab sepenuhnya Herstory.co.id.

 

 

Sumber Referensi: