Apakah Anda pernah mengalami pengajuan KPR Ditolak dan kemudian merasa kecewa atau putus asa? Ketahui penyebab dan cara mengatasinya di sini!

Agar tidak terulang lagi cek tips dari Finansialku berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Alasan Umum KPR Ditolak

Kebutuhan akan adanya tempat tinggal membuat semua orang berusaha melakukan hal terbaik yang ia bisa untuk mendapat sebuah hunian, baik itu sebuah rumah atau pun apartment.

Namun jika melihat di lingkungan masyarakat kita saat ini, tentu yang paling di impikan ialah memiliki rumah.

Hanya saja harga rumah tampaknya semakin lama semakin menggila saja, terlebih jika Anda mengincar rumah yang berdiri di lokasi strategis, di mana harganya bisa mencapai miliar-an rupiah per unit.

Buat yang memiliki income gede, hal ini mungkin gak terlalu menjadi masalah bukan? Tapi bagaimana dengan yang memiliki nasib sebaliknya?

Belum lagi kita perlu mengalokasikan uang yang dimiliki untuk membiayai keperluan lainnya.

Maka dari itu, adanya KPR seakan memberi secercah harapan untuk memiliki hunian yang jadi impian.

Eits… tapi jangan senang dulu!!!

Bahkan untuk mendapatkan KPR alias Kredit Pemilikan Rumah sekalipun, itu gak semudah membalikkan telapak tangan, karena ada persyaratan yang harus dipenuhi.

Dan jika tidak, maka pengajuan KPR ditolak. Nah apa aja sih yang biasanya membuat KPR ditolak?

Berikut penjelasannya:

 

#1 Pihak yang Mengajukan Tidak Memiliki DP Rumah yang Cukup

Sobat Finansialku, meskipun dengan adanya KPR kita tidak perlu membayar harga rumah dengan sekaligus.

Melainkan dengan mencicil-nya tiap bulan, namun di awal pengajuan KPR kita perlu menyiapkan yang namanya down payment atau DP, atau juga disebut sebagai uang muka.

Mengapa harus demikian?

Sesuai dengan peraturan yang berlaku, hal ini merupakan penerapan manajemen risiko pada bank yang memberikan kredit atau pun pembiayaan pemilikan properti, di mana setiap pengajuan KRP pertama membutuhkan DP atau uang muka.

Alasan Mengapa KPR Syariah Terlihat Lebih Mahal Daripada KPR Konvensional 02 Kredit Rumah - Finansialku

[Baca Juga: Ketahui Besaran Bunga KPR untuk Peserta TAPERA, Jangan Salah!]

 

Pada umumnya, sebagai calon debitur yang mengajukan KPR, Anda perlu menyiapkan uang muka atau DP yang jumlahnya sebesar 30% dari harga properti yang ingin Anda miliki, baik itu pada rumah maupun juga pada apartment.

Nah untuk rumah yang harganya mahal, tentu uang muka sebesar 30% ini termasuk besar bukan?

Misalnya saja rumah yang Anda inginkan seharga 800 juta rupiah, maka DP nya saja sudah 240 juta rupiah.

“Lalu bagaimana jika saya tidak bisa membayar uang muka?”

Tentu saja, KPR yang diajukan akan ditolak!

 

#2 Terkendala Oleh BI Checking

Apakah Anda pernah mendengar istilah BI Checking?

Sebelumnya, Anda perlu mengetahui bahwa semua lembaga keuangan di Indonesia seperti bank dan yang lainnya, akan memberikan laporan data setiap orang yang tercatat sebagai debitur-nya kepada Bank Indonesia.

Nah… BI Checking atau Informasi Debitur Individual Historis (IDI) sendiri adalah produk dari Sistem Informasi Debitur Bank Indonesia, yang tadinya berasal dari berbagai bank, dan mencakup semua informasi penyediaan dana alias pembiayaan.

Di sini juga tertera informasi mengenai historis pembayaran yang dilakukan dalam 24 bulan atau 2 tahun terakhir.

Tahukah Anda Tentang Kredit Inhouse Saat Membeli Rumah Temukan Jawabannya! 01 - Finansialku

[Baca Juga: KPR Konvensional VS KPR Syariah, Mana yang Menguntungkan?]

 

Informasi mengenai debitur, pembiayaan yang diterima, penjamin, agunan, pemilik dan pengurus.

Data-data inilah yang kemudian menjadi acuan atau referensi bagi pihak bank dalam memberikan penilaian kepada Anda yang mengajukan KPR.

Khususnya untuk karakter dan kemampuan dalam membayar. Bila data-data yang ada menunjukkan bahwa Anda memiliki historis yang baik, maka pengajuan KPR akan diterima.

Tetapi jika ditemukan masalah dalam data, maka KPR akan ditolak karena Anda dianggap tidak memenuhi persyaratan.

Masalah ini biasanya seperti catatan bahwa Anda mengalami kredit macet sebelumnya, sering menunggak dan lain sebagainya.

Maka dari itu, jika sebelumnya Anda telah mengajukan kredit untuk hal lain dan belum melunasi-nya, maka se-bisa mungkin segeralah melakukan pelunasan sebelum mengajukan KPR.

 

#3 Tidak Memenuhi Syarat Masa Kerja atau Usaha

Perlu diingat bahwa tidak semua orang bisa mengajukan KPR!

Yang bisa mengajukan KPR adalah mereka yang telah memiliki status sebagai pegawai tetap pada sebuah perusahaan, dan telah bekerja pada perusahaan yang sama dalam jangka waktu setidaknya 2 tahun.

Atau jika orang yang mengajukan KPR tidak bekerja sebagai pegawai tetap, maka ia setidaknya tercatat sebagai seorang pengusaha atau pun profesional yang telah menjalankan usahanya dalam jangka waktu yang sekurang-kurangnya adalah 2 tahun.

Jika masa kerjanya masih kurang dari itu, maka pengajuan KPR ditolak!

Peraturan ini bertujuan untuk memastikan bahwa Anda memiliki kemampuan untuk melunasi cicilan.

 

Bagaimana CARA AMPUH Membeli RUMAH PERTAMA?

Download ebook-nya, GRATIS!!!

ebook rumah pertama

Download Ebook Sekarang

 

#4 Dianggap Tidak Mampu Membayar

Dengan jumlah pendapatan yang berbeda-beda, maka dapat dipastikan bahwa setiap orang juga memiliki kemampuan membayar utang yang berbeda-beda.

Hal ini pun menjadi bahan pertimbangan untuk memberikan KPR kepada calon debitur.

Pihak bank akan melihat kemampuan dalam membayar cicilan, apakah akan sanggup atau tidak.

Biasanya ini akan dipengaruhi oleh harga rumah yang ingin beli, serta jangka waktu pelunasan yang Anda ajukan.

Jika mereka menganggap Anda tidak mampu membayar cicilan dalam jangka waktu tersebut, maka KPR akan ditolak.

 

#5 Usia Calon Debitur Telah Melebihi Ketentuan

BI Checking lewat, DP sudah ada, masa kerja memenuhi syarat, dan memiliki kemampuan dalam membayar cicilan.

Lalu mengapa masih ditolak saja?

Mungkin saja halangannya terletak pada usia yang mengajukan KPR.

Pasalnya, pihak bank memiliki aturan bahwa debitur maksimal berusia 55 tahun hingga 65 tahun ketika cicilan KPR dinyatakan lunas.

Jadi jika mengajukan KPR dengan tempo pelunasan selama 15 tahun, maka untuk mengajukan pada pihak bank yang menetapkan cicilan KPR berakhir di usia 65 tahun, Anda maksimal berusia 50 tahun.

Dan jika lebih dari itu, maka dipastikan bahwa KPR akan ditolak.

 

#6 Objek KPR Kurang Layak Sebagai Jaminan

Meskipun memudahkan untuk memiliki rumah, namun bukan berarti semua rumah yang diinginkan dapat diajukan KPR.

Karena terdapat kriteria yang harus dipenuhi agar pihak bank dapat menyetujuinya.

Mengapa demikian? Hal ini adalah untuk mencegah adanya kemungkinan kredit macet.

Nah, jika rumah yang di KPR tidak masuk kategori atau pun tidak strategis, maka nantinya pihak bank akan kesulitan dalam lelang rumah tersebut.

Rumah yang ditolak biasanya adalah rumah yang bersebelahan dengan makam, berada di lokasi yang rawan bencana, terlalu dekat dengan sungai, atau pun akses jalannya tidak sesuai dengan persyaratan.

 

Ebook Panduan Sukses Atur Gaji Ala KARYAWAN

Download Sekarang, GRATISSS!!!

Mockup Ebook Karyawan

Download Ebook Sekarang

 

#7 Bank Tidak Membiayai Kavling Siap Bangun

Biasanya pihak bank hanya akan membiayai rumah atau memberi KPR jika rumah tersebut telah 100% jadi.

Yang artinya, apabila status objek yang Anda ajukan KPR ternyata masih tanah kavling yang siap bangun, maka pihak bank tidak akan menyetujuinya.

Biasanya ini berlaku jika mengajukan KPR kepada pihak bank yang bukan merupakan rekanan dari developer di perumahan tersebut.

Namun jika mengajukannya kepada bank yang telah menjadi rekanan developer-nya, maka KPR bisa saja disetujui.

Atau jika tetap ingin mencari bank lainnya, maka jika ada pun biasanya pembayaran akan diberikan secara bertahap alias metode termin.

Yang mana pembayaran akan disesuaikan dengan progres pembangunan rumah tersebut, dan tidak secara sekaligus.

 

Tips Menyelesaikan Masalah KPR Ditolak

“Tidak ada masalah yang tanpa jalan keluar.”

Kalimat di atas cukup sering kita dengar, dan pastinya berlaku juga untuk masalah KPR yang terus ditolak.

Untuk itu, sebaiknya Anda jangan buru-buru kecewa atau putus asa, tapi coba dulu lakukan tips berikut ini.

 

#1 Siapkan DP atau Uang Mukanya Terlebih Dahulu

Jika yang menjadi permasalahan ditolaknya KPR yang ajukan adalah karena kurangnya uang muka yang telah Anda miliki, maka sudah pasti jalan satu-satunya ialah dengan menyiapkan uang mukanya terlebih dahulu.

Jika ingin cepat, mungkin bisa menggunakan uang yang selama ini sudah Anda tabung lama.

Atau mungkin menjual beberapa barang berharga yang Anda miliki seperti emas atau pun yang lainnya.

Namun bila belum memiliki dana sama sekali dan tidak terlalu terburu-buru, Anda bisa mulai siapkan dari sekarang, dengan menabung atau berinvestasi di beberapa produk investasi yang tepat.

Nah agar Anda bisa menyiapkan uang muka dengan baik atau dengan efektif, maka perlu membuat perencanaan keuangan, dan mengatur keuangan dengan baik.

Mengapa harus demikian?

DP rumah yang sebesar 30% tentu masih termasuk angka yang besar bukan?

Beli Rumah Over Kredit. Yakin Aman CEK Penjelasannya! 01 - Finansialku

[Baca Juga: Mau Beli Rumah? Ketahui Dulu Penjelasan KPR Di Sini!]

 

Maka dari itu, perlu mengatur keuangan dengan baik agar bisa terkumpul.

Jika tidak, maka bisa saja uang habis untuk hal-hal yang lain dan akhirnya nabung buat DP rumahnya malah tidak jalan sama sekali.

Sedangkan kalau Anda sudah mengatur keuangan, seperti contohnya saja dengan membuat anggaran, maka dalam satu bulan Anda sudah memiliki berapa jumlah yang perlu Anda gunakan untuk belanja, dan berapa jumlah yang akan Anda tabung untuk DP rumah.

Nah hal ini bisa Anda lakukan dengan melakukan pencatatan keuangan di kertas atau pun di Excel.

Namun kalau merasa itu ribet dan menyita waktu, maka solusinya Anda bisa pakai Aplikasi Finansialku.

Di Aplikasi Finansialku Anda bisa melakukan pencatatan arus keuangan, membuat anggaran, hingga merencanakan keuangan, yang pastinya akan sangat membantu dalam menyiapkan DP rumah.

Selain itu, kalau suatu saat merasa kesusahan dalam menyiapkan DP rumah karena gaji yang pas-pasan atau pun karena alasan lainnya, bisa sekaligus gunakan fitur Konsultasi Keuangan yang juga ada di Aplikasi Finansialku.

Sehingga Anda bisa mendapat jalan keluar yang tepat dari para perencana keuangan yang profesional.

Keren bukan? Kalau begitu tunggu apa lagi?

Mari langsung saja download Aplikasi Finansialku dan dapatkan paket premium gratis selama satu bulan buat Anda yang baru pertama kali download.

Untuk lebih mudah klik link berikut ini.

playstore icon
appstore icon

 

#2 Solusi untuk BI Checking

Gak bisa mengajukan KPR karena BI Checking tadi? Waah tampaknya perlu mengatur kembali masalah keuangan, dan juga utang yang Anda miliki.

Mungkin saja saat ini Anda memiliki kewajiban untuk cicil kartu kredit atau pun sepeda motor dan yang lainnya, namun pernah tunggak beberapa waktu.

Solusinya Anda bisa mulai rutin membayar dan menjadikan utang cicilan sebagai salah satu yang Anda prioritaskan saat memiliki uang atau terima gaji.

Jika memungkinkan bisa langsung melunasi-nya lebih cepat, agar pihak bank kembali memberi kepercayaan kepada Anda.

Selain itu, biasanya pihak bank tidak hanya melihat historis saja, tetapi pasangan Anda juga.

Untuk itu pastikan bahwa pasangan Anda juga tidak memiliki semacam tunggakan atau apapun itu yang bisa membuat pihak bank tidak menyetujui KPR yang diajukan.

Namun jika merasa tidak memiliki cicilan lagi tapi tetap tidak disetujui, mungkin hal ini karena Anda telah kehilangan kepercayaan dari pihak bank.

Jalan keluarnya, cobalah mengajukan kredit dalam nominal yang kecil, dan bayarlah secara teratur tanpa menunggak lagi.

Dengan demikian, pihak bank akan kembali menaruh rasa percaya kepadamu, dan mungkin akan mempercayakan kredit besar seperti KPR.

 

#3 Solusi Buat yang Kerja Belum Sampai Satu Tahun

Jika masa kerja masih belum memenuhi persyaratan, biasanya pihak bank akan ragu untuk menyetujui KPR, atau bahkan langsung menolaknya.

Namun sebenarnya untuk masalah yang seperti ini sekalipun, Anda masih bisa melewatinya asal mampu meyakinkan pihak bank yang bersangkutan.

Anda bisa saja negosiasi dan membuktikan bahwa Anda bisa dipercaya, seperti dengan menunjukkan cash flow yang cenderung positif, atau pun dengan menggunakan cara lainnya.

Intinya adalah Anda bisa meyakinkan mereka.

Atau jika tidak, Anda juga bisa meminta sebuah surat rekomendasi dari tempat atau perusahaan yang saat ini Anda bekerja, sehingga pihak bank menjadi lebih yakin lagi untuk menyetujui KPR yang Anda ajukan.

Tetapi tentu saja setiap bank memiliki kebijakan masing-masing.

Ada yang mau negosiasi namun ada juga yang mungkin sama sekali tidak mau keluar dari peraturan pertama.

Maka dari itu, Anda bisa mengajukan ke beberapa bank yang berbeda.

 

#4 Dianggap Tidak Mampu Bayar? Ini Solusinya!

Biasanya calon debitur dianggap tidak bisa bayar karena harga rumah yang diajukan sangat mahal, tetapi sebenarnya gaji yang ia miliki tidak memungkinkan.

Maka dari itu, solusinya ialah mencari rumah tipe lain yang sekiranya memungkinkan untuk dibayar dengan gaji yang dimiliki.

Selain itu, jika memang masih belum disetujui juga, Anda bisa mengambil jangka waktu pembayaran yang lebih panjang dari yang sebelumnya Anda ajukan.

Yes risikonya memang masa pelunasan menjadi lebih lama, dan bunga yang dibayar juga menjadi semakin besar.

Namun tidak tertutup kemungkinan kok jika nantinya Anda mengajukan percepatan pelunasan bila memiliki dana yang mencukupi.

 

#5 Solusi Buat yang Usianya Sudah Melebihi Ketentuan

Pertambahan usia tentu bukan sesuatu yang bisa kita hindari, maka dari itu ada baiknya Anda mengajukan Kredit Kepemilikan Rumah sebelum melewati batas usia yang sudah ditetapkan.

Atau jikalau mungkin ada di antara keluarga yang ingin mengajukan KPR namun usianya telah melewati ketentuan, maka solusinya beliau dapat mengajukan dengan mengatas namakan pihak keluarga yang lain, baik itu anak maupun istrinya yang mungkin masih memenuhi kriteria.

Tentu jika Anda memilih untuk menggunakan cara ini, maka perlu adanya pertimbangan yang sangat matang, dengan memikirkan risiko-risiko yang bisa saja terjadi.

 

#6 Pilih Rumah yang Berlokasi Strategis

Tadi kita juga membahas bahwa lokasi bisa saja membuat pengajuan KPR ditolak.

Dalam hal ini, solusinya tentu saja dengan mengganti lokasi rumah yang ingin Anda miliki, dan mencari rumah yang berlokasi strategis.

Atau jika tidak, mungkin perlu bernegosiasi dengan pihak bank dan menyampaikan hal-hal yang menguntungkan jika memilih rumah yang ada di lokasi tersebut.

Seperti misalnya walau dekat dengan sungai namun dekat dengan lokasi wisata dan sebagainya.

 

Gapai Impian!

Tidak sedikit yang masih belum bisa menggapai impiannya untuk memiliki sebuah rumah.

Maka dari itu Anda harus terus berusaha dan bertindak dengan bijak agar Anda dapat menggapai-nya, salah satu caranya ialah dengan merencanakan semuanya sedini mungkin.

 

Nah sampai di sini pembahasan kita kali ini, dan kalau Anda merasa ini bermanfaat maka Anda bisa membagikannya kepada sahabat rekan maupun saudara.

Untuk yang kurang jelasnya dan ada yang ingin Anda tanyakan silakan tulis pada kolom komentar, Perencana Keuangan Profesional Finansialku akan menjawabnya untuk Anda.

Terima Kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Ananda Bayu Pangestu. 08 April 2019. 7 Penyebab KPR Ditolak dan Bagaimana Solusinya. 99.co – https://bit.ly/3imF4zK