Subsidi LPG 3kg dihapus pemerintah, harga naik jadi Rp35.000. Bagaimana nasib masyarakat kecil atas kenaikan ini?

Simak berita kenaikan harga gas elpiji 3kg dan tanggapan masyarakat atas naiknya harga gas yang bakal semakin mencekik wong cilik melalui artikel Finansialku berikut ini! Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Harga Elpiji 3Kg Naik

Harga LPG (elpiji) 3kg atau yang biasa disebut gas melon kini tidak lagi murah. Jika sebelumnya harga LPG melon ini bisa didapatkan oleh masyarakat dengan harga di bawah Rp20.000, kini mengikuti harga LPG tabung warna biru untuk setiap kilonya.

Dengan demikian, harga LPG melon bisa berkisar hingga Rp35.000 per tabungnya.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan kebijakan ini pada pertengahan tahun dengan harapan agar subsidi elpiji 3 kg bisa lebih tepat sasaran dengan menyasar langsung kepada penerima manfaatnya yaitu masyarakat miskin.

Subsidi LPG 3Kg Dihapus, Harga Naik Jadi Rp35.000 02

[Baca Juga: Lakukan Dari Sekarang! 10 Tips Agar Anda Menjadi Kandidat Promosi Jabatan]

 

Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengatakan:

“Elpiji ini tantangan kita tahun ini. Secara prinsip, sektor terkait setuju LPG 3 kg secara tertutup hanya untuk masyarakat yang berhak. Ini persiapan subsidi langsung kepada masyarakat, mudah-mudahan pertengahan tahun ini bisa diterapkan.”

 

Untuk melancarkan kebijakan tersebut, Kementerian ESDM terus berkoordinasi dengan Kemenko Perekonomian, Kemenko Kemaritiman dan Investasi, termasuk Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan terkait skema penyaluran tepat sasaran.

“Uji coba di beberapa tempat pakai kartu, Pertamina pakai QR Code. Nanti yang beli LPG 3 kg langsung terekam. Misal, beli 3 tabung gas melon Rp100 ribu, nanti langsung transfer ke QR ini. Data sudah ada, kebijakan seperti apa belum diputuskan.”

Dalam penjelasannya, penyaluran subsidi tepat sasaran akan menghemat anggaran subsidi LPG hingga 15 persen.

“Kalau pertengahan tahun bisa hemat 10-15 persen pada tahap awal. Dengan kebijakan ini, nantinya harga LPG 3 kg akan disesuaikan dengan harga pasar seperti elpiji 12 kg. Elpiji 12 kg, tinggal dibagi 3 atau 4 saja. Nanti kita lihat.”

 

Menambahkan penjelasan mengenai kenaikan harga LPG 3kg ini, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Mohammad Hidayat menerangkan bahwa LPG 3 kg yang disalurkan ke masyarakat mencapai 6,9 juta ton per tahun.

“Ke depan, subsidi bukan pada komoditasnya, tapi pada penerima yang berhak. Pada orang yang berhak, sehingga saving makin besar.”

 

Tanggapan Wong Cilik Atas Naiknya Harga Elpiji Melon

Jangkung (60 tahun), pedagang bakso gerobak di sekitaran Pasar Minggu, dilansir dari laman Republika mengatakan, “Ya gila itu kalau naik jadi Rp 37 ribu. Mau pedagang pada mati apa?”

Rakyat kecil mulai menjerit mendengar kabar rencana kenaikan tabung gas LPG 3kg.

“Ya pemerintah harus ada caranya atau solusi buat pedagang kecil. Kalau pedagang besar yang omzet puluhan juta ya nggak masalah.”

 

Senada dengan Jangkung, teriakan serupa juga disuarakan oleh Ira (35), seorang pedagang gorengan di pinggir Jalan Raya Pejaten, Jakarta Selatan yang biasa menghabiskan menghabiskan 30-60 tabung gas melon setiap bulannya untuk proses produksi.

“Ya kalau subsidinya cuma 3 ya gimana, ya. Harus ada solusilah buat pedagang kecil.”

 

Warga Kurang Mampu Tak Perlu Khawatir

Dengan naiknya harga LPG 3kg, pemerintah tetap memberikan harga khusus, terutama kepada masyarakat yang dinilai kurang mampu.

Pasalnya, mereka akan tetap mendapatkan subsidi yang diberikan langsung dengan cara ditransfer, seperti yang dilansir dari laman Detik Finance.

Rata-rata setiap bulannya, masyarakat kurang mampu menghabiskan antara 2 hingga 3 tabung gas LPG melon atau sebesar 3kg.

Oleh sebab itu, untuk pembelian elpiji 3kg yang keempat dan seterusnya tidak akan lagi mendapatkan subsidi seperti penjelasan dari Plt Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto,

“Misalnya dia beli 3 tabung subsidi Rp 100.000 dan bank transfer ke nomor ini (penerima). Nanti bisa dicek rata-rata kebutuhan orang miskin 3 tabung. Kalau beli lebih dari 3 tabung bisa kelihatan berhak atau nggak.”

 

Dengan demikian, masyarakat yang tidak berhak mendapatkan subsidi akan membayar sesuai dengan harga pasar, yaitu sekitar Rp35.000 dan konsumsi LPG melon diperkirakan akan berkurang karena masyarakat akan lebih memilih tabung LPG berwarna biru.

 

Anda dapat membagikan artikel di atas kepada rekan atau kenalan yang membutuhkan!

Tuliskan komentar dan tanggapan Anda pada kolom di bawah ini!

 

Sumber Referensi:

  • Anisatul Uma. 15 Januari 2020. Duh! Harga Elpiji Melon Bakal Naik Jadi Rp 35.000/tabung. Cnbcindonesia.com – https://bit.ly/3a7KdIG
  • Soraya Novika. 15 Januari 2020. Harga Elpiji 3 Kg Naik Jadi Rp 35.000? Eits, Tunggu Dulu. Finance.detik.com – https://bit.ly/2uM0KSm
  • Ardan Adhi Chandra. 16 Januari 2020. Elpiji 3 Kg Naik Jadi Rp 35.000, Orang Miskin Bagaimana? Finance.detik.com – https://bit.ly/38m2tfZ
  • CNN Indonesia. 16 Januari 2020. Harga LPG 3 Kg Bakal Naik, Subsidi Disetop Juli 2020. Cnnindonesia.com – https://bit.ly/2FQmTBt
  • Giri Hartomo. 15 Januari 2020. Harga Gas Elpiji 3Kg Bakal Naik, Kementerian ESDM: Subsidi Dialihkan ke Penerima. Economy.okezone.com – https://bit.ly/2tdAnEN
  • Dimas Andhika Fikri. 16 Januari 2020. Elpiji 3 Kg Naik Jadi Rp35 Ribu, Ini 3 Siasat Masak Biar Enggak Boros. Lifestyle.okezone.com – https://bit.ly/2Nwnw7h
  • Admin. Subsidi Gas 3 Kg Dicabut, Tukang Bakso: Mau Pedagang Mati? Republika.co.id – https://bit.ly/30rK9zi

 

Sumber Gambar:

  • LPG 3kg 01 – http://bit.ly/2NzaKVQ
  • LPG 3kg 02 – http://bit.ly/361WOK5