Sebaiknya investasi dimana ya: Deposito Syariah atau Reksa Dana Syariah? Kali ini salah satu rekan Finansialku.com akan membahas mengenai untung ruginya investasi di deposito syariah dan reksa dana syariah.

 

Artikel ini dipersembahkan oleh:

Bareksa Logo

 

Apa Itu Deposito Syariah?

Produk deposito boleh dibilang salah satu produk bank yang paling umum dan dikenal oleh masyarakat luas. Anda tentu saja tidak terlalu asing bukan, dengan istilah deposito? Bagaimana dengan Deposito Syariah? Deposito Syariah adalah produk simpanan berjangka yang dijual oleh bank Syariah dan dikelola dengan menggunakan prinsip-prinsip Syariah. Deposito Syariah ini ditawarkan oleh bank kepada nasbah perorangan dan perusahaan, dengan menggunakan prinsip mudharabah (bagi hasil).

Mau Investasi Dimana Deposito Syariah atau Reksa Dana Syariah - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Megenal Produk Simpanan Perbankan]

 

Definisi Mudharabah menurut OJKPedia adalah:

Kamuspenanaman dana dari pemilik dana (shahibul maal) kepada pengelola dana (mudharib) untuk melakukan kegiatan usaha tertentu, dengan pembagian menggunakan metode bagi untung dan rugi (profit and loss sharing) atau rnetode bagi pendapatan (revenue sharing) antara kedua belah pihak berdasarkan nisbah yang telah disepakati sebelumnya.

 

Seperti penjelasan OJK, Kita sebagai nasabah bertindak sebagai shahibul maal atau pemilik dana. Bank akan bertindak sebagai mudharib yang akan mengelola dana. Bank diperbolehkan melakukan berbagai macam usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Syariah dan mengembangkannya, termasuk di dalamnya Mudharabah dengan pihak lain.

[Baca Juga: Cara Investasi Reksa Dana Online]

 

Deposito Syariah tidak menerapkan sistem bunga (riba), karena mekanismenya menjamin semua pihak yang terlibat dalam investasi akan mendapatkan manfaat (keuntungan). Cara kerjanya adalah Kita sebagai nasabah akan menitipkan uang dalam jangka waktu tertentu: 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan atau 1 tahun. Kemudian Kita akan mendapat bagi hasi keuntungan sesuai dengan periode penempatannya.

Hasil keuntungan deposito konvensional dalam bentuk bunga tetap, sedangkan deposito syariah imbalannya berdasarkan mudharabah. Hal ini ditegaskan fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia No. 03/DSN-MUI/IV/2000. Karena sifatnya pendapatan dari deposito syariah tidaklah tetap atau berfluktuasi sesuai dengan tingkat pendapatan dan kinerja bank syariah tersebut.

Idea Solusi Finansialku - Perencana Keuangan Independen FinansialkuTips: Cek laporan keuangan bank Syariah di surat kabar / situs bank yang bersangkutan. Jika penyaluran dana bagus, maka bagi hasil yang diberikan diharapkan bagus.

 

Apa Plus Minusnya Investasi di Deposito Syariah?

Berikut ini penjelasan mengenai keuntungan dan kerugian investasi di deposito Syariah:

Keuntungan deposito syariah:

  1. Nisbah bagi hasil biasanya lebih besar dari tabungan Syariah
  2. Deposito Syariah adalah sarana yang cukup aman untuk memarkir dana dalam jangka pendek (1-12 bulan).
  3. Cocok untuk nasabah yang konservatif.
  4. Produk Deposito Syariah dilindungi oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan).
  5. Deposito Syariah dapat digunakan sebagai dana darurat untuk jangka waktu 1 bulan.

 

 

[Baca Juga: Gaji Besar Tetapi Tidak Punya Tabungan, Ini Penyebabnya]

 

Kekurangan deposito syariah:

  1. Bagi hasilnya cenderung lebih rendah dibandingkan dengan reksa dana Syariah.
  2. Ada risiko hasil bagi usaha lebih rendah dibandingkan dengan inflasi.
  3. Butuh kesabaran untuk mengurus dana, jika sampai terjadi risiko bank bankrut.
  4. Dana di Deposito Syariah tidak bisa dicairkan sewaktu-waktu, ada aturan yang berlaku. Jika Anda ingin mencairkan tiba-tiba, Anda akan terkena denda.
  5. Ada pajak yang dikenakan atas deposito syariah.

 

Apa itu Reksa Dana Syariah?

Reksa Dana Syariah adalah alat atau wadah untuk mengumpullkan dana dari pemodal dan kemudian diinvestasikan dalam produk-produk keuangan Syariah, seperti: saham syariah, obligasi syariah (sukuk), atau instrumen keuangan jangka pendek lainnya dengan konsep syariah. Aturan main dan pedoman reksa dana syariah ditetapkan berdasarkan fatwa DSN MUI.

Iklan Bareksa 2 - 728x250 - Jangan Menunda Investasi Reksadana Online

 

Produk Reksa Dana Syariah ditawarkan dalam dua bentuk akad, yaitu akad Wakalah dan akad Mudharabah. Akad antara pemodal dengan manajer investasi disebut akad Wakalah. Wakalah adalah pelimpahan kuasa dari suatu pihak kepada pihak lain dalam hal-hal yang boleh diwakilkan. Akad antara manajer investasi dengan pengguna dana investasi biasanya disebut akad Mudharabah.

 

Apa Plus Minusnya Investasi Reksa Dana Syariah?

Berikut ini untung ruginya investasi di Reksa Dana Syariah adalah:

  1. Anda dapat berinvestasi dengan modal Rp 100.000 saja.
  2. Nasabah dapat mencairkan reksa dana Syariah sewaktu-waktu (sesuai jam kerja).
  3. Anda tidak perlu repot untuk membeli reksa dana Syariah, karena dapat dibeli melalui bank maupun online.
  4. Kita sebagai nasabah dapat menjual reksa dana Syariah kapan saja.
  5. Secara otomatis, kita sebagai nasabah sudah melakukan diversifikasi produk investasi. Fungsi utamanya adalah untuk mengurangi risiko.
  6. Bagi hasil investasi reksa dana tidak dikenai pajak.
  7. Kita sebagai nasabah dapat mengetahui hasil kinerja reksa dana melalui Koran maupun website portal reksa dana online (contoh: Bareksa.com).

[Baca Juga: Risiko dan Keuntungan Investasi Reksa Dana Konvensional]

 

Kekurangan reksa dana syariah:

  1. Hasil investasi reksa dana Syariah, tidak dijamin oleh LPS. Nasabah dapat kehilangan modal awal.
  2. Ada biaya-biaya transaksi yang dikenakan (untuk beberapa jenis produk reksa dana Syariah).
  3. Risiko terjadi penurunan hasil investasi karena kondisi ekonomi, politik dan lain sebagainya.
  4. Ada biaya pembersihan atau cleansing yang dikenakan pada keuntungan usaha. Cleansing adalah pembersihan pendapatan yang dinilai tidak sesuai dengan Syariah dan digunakan untuk tujuan ama.

 

Investasi Tidak Hanya Produk, Tetapi Butuh Rencana

Berbicara investasi, kita perlu memahami bahwa investasi adalah alat atau sarana. Jadi investasi tidak hanya melulu mengenai produk. Anda perlu memiliki sebuah rencana keuangan agar Anda tidak bingung dalam berinvestasi dan investasi Anda lebih terarah.

 

Menurut Anda apa saja yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko dalam berinvestasi?

 

Sumber gambar:

Investment – http://goo.gl/8vngzy

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Download Sekarang