Menghitung ROI atau tingkat pengembalian investasi adalah salah satu hal penting bagi seorang wirausaha atau investor. Finansialku akan berbagi cara menghitung ROI atau Tingkat Pengembalian Investasi.

 

Menghitung ROI atau Tingkat Pengembalian Investasi - Bagaimana Strategi Investasi untuk Dana Pensiun - Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Definisi ROI atau Tingkat Pengembalian Investasi

Finansialku pernah menuliskan pentingnya seorang pengusaha mempelajari bahasa keuangan atau kosakata keuangan, ketika akan mengajukan pendanaan usaha.

Di sisi lain kita sebagai nasabah produk-produk keuangan, seperti reksadana, saham dan investasi lainnya juga berkutat dengan kosakata keuangan.

Nah kali ini Penulis akan berbagi salah satu hal penting yaitu cara menghitung ROI atau tingkat pengembalian investasi.

 yuk-tiru-kunci-sukses-di-usia-muda-yang-dapat-diteladani-dari-jepang-2-finansialku

[Baca juga : 4 Kunci Sukses Pendanaan Usaha ]

 

Apakah yang dimaksud dengan ROI (return on investment)? ROI adalah ukuran atau besaran yang digunakan untuk mengevaluasi efisiensi sebuah investasi dibandingkan dengan biaya dan modal awal yang dikeluarkan.

Pernakah Anda berinvestasi atau ditawari investasi reksadana? Hal apa yang menjadi pertimbangan ketika memilih reksadana?

Tentu saja salah satu pertimbangannya adalah return atau tingkat pengembalian investasi. Hal ini bisa dibilang sama dengan ROI (return on investment) atau tingkat pengembalian investasi.

Iklan Banner Online Course Value Investing - Finansialku 728 x 168

Iklan Banner Online Course Value Investing - Finansialku 336 x 280

Cara Menghitung ROI atau Tingkat Pengembalian Investasi

Cara perhitungan ROI sangat sederhana, misal Anda berinvestasi sebesar Rp 1.000.000, kemudian investasi tersebut menghasilkan keuntungan sebesar Rp 1.100.000, maka ROI nya adalah 1,1.

 

Rumus yang digunakan untuk perhitungannya adalah:

ROI = Pendapatan yang dihasilkan / Modal yang ditanam

 

Pendapatan yang dihasilkan dapat berupa arus kas yang diterima setiap periode atau pendapatan dalam jumlah besar (lumpsum). Dalam beberapa investasi, jumlah dana atau pendapatan yang dihasilkan disebut juga dengan yield.

Contoh perhitungan yang sedikit lebih rumit. Bapak A membeli sebuah rumah sebesar 500.000.000 dan mengeluarkan uang dimuka (DP) sebesar 100.000.000. Bapak A sangat beruntung karena rumahnya disewa oleh sebuah perusahaan dan Bapak A mendapatkan pendapatan sebesar 15.000.000 per tahun. Maka ROI investasi rumah yang dilakukan Bapak A adalah 15% (15.000.000 / 100.000.000).

 

Kesimpulan

ROI adalah besaran yang harus ada ketika Anda akan berinvestasi atau Anda meminta pendanaan kepada investor. ROI harus dihitung ketika kita berinvestasi apapun, termasuk ketika berinvestasi pada sebuah website (contoh berapa pengembalian modal dari penjualan online?), teknik pemasaran dan lain-lain.

 

Kami akan sangat senang dan berterima kasih jika Anda mau berbagi kisah atau memberi komentar mengenai menghitung ROI.