Pemerintah menetapkan hasil penjualan Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR006 sebesar Rp2,26 triliun.  Penjualan tersebut akan dimanfaatkan untuk memenuhi sebagian pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 

Kali ini Finansialku akan membahas berita mengenai penjualan SBR006. Agar lebih jelas mari simak penjelasannya berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Penjualan SBR006 2019

Kementerian Keuangan melalui Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Dirjen PPR) mencatat total dari pemesanan surat utang ritel, yaitu Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR006 mencapai Rp2,26 triliun.

Namun, angka ini terbilang kecil jika dibandingkan dengan penawaran sejumlah Surat Berharga Negara (SBN) ritel yang diterbitkan pada awal tahun 2019.

Meski begitu, pencapaian yang diperoleh dari penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel keempat yang diterbitkan di tahun 2019 berhasil melebihi target indikatif sebesar Rp2 triliun.

Angka tersebut didapatkan hasil dari sepanjang masa penawaran yang telah berlangsung pada 1-16 April lalu.

Profil SBR006

Masa Penawaran

1-16 April 2019

Total Pemesanan

Rp2,259 triliun

Jumlah Investor

9.520 investor

Tanggal Setelmen

24 April 2019

Tanggal Jatuh tempo

10 April 2021

Minimum Pemesanan

Rp1 juta

Maksimum Pemesanan

Rp3 miliar

Jenis Kupon

Floating with floor

Tingkat Kupon Minimal

7,95% dengan spread tetap 195 bps

Pengajuan early redemption

27 April 2020 – 4 Mei 2020

Sumber: DJPPR

 

Dana dari hasil penjualan SBR006 itu akan dipergunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan APBN 2019, seperti untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Kupon SBR-006 bersifat mengambang dengan kupon minimal. Artinya, kupon pertama yang ditetapkan sampai akhir masa jatuh tempo dengan mengacu pada BI 7 days Reverse Repo Rate yang disesuaikan setiap 3 bulan sekali.

Terdapat pula fasilitas early redemption yaitu fasilitas yang memungkinkan investor menerima sebagian pelunasan pokok SBR-006 oleh pemerintah sebelum jatuh tempo.

Fasilitas ini hanya bisa dimanfaatkan oleh investor dengan minimal kepemilikan Rp2 juta di setiap mitra distribusi dan jumlah maksimal yang bisa diajukan untuk early redemption adalah 50 persen dari kepemilikan investor.

Jumlah realisasi SBR006 ini lebih mini dari SBN ritel sebelumnya. Realisasi SBR005, misalnya mencapai Rp4 triliun. Selain itu total investor dari SBR006 ini hanya berhasil menggaet 9.520 investor.

Jika dibandingkan dengan SBR005 total investornya mencapai 16.966.

Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kementerian Keuangan Loto Srinaita Ginting mengungkapkan, meski terjadi penurunan realisasi, jika dibandingkan seri sebelumnya, secara umum capaian SBR006 cukup sukses.

Mengingat, tujuan utama penerbitan SBN ritel melalui sistem online ini untuk memperluas basis investor domestik.

 

Investor yang pernah membeli penerbitan Surat Utang Negara (SUN) ritel sebelumnya (repeated order) mencapai 3.300 investor sejak instrumen ini diterbitkan secara online.

Sedangkan, investor SBR006 yang selalu membeli SUN ritel sejak pemerintah menerbitkan SBR secara online berjumlah 332 investor.

Penerbitan SBR006 ini berhasil menjangkau 34 provinsi di Indonesia dengan jumlah investor terbesar adalah yang memesan di rentang Rp1 juta hingga Rp100 juta yang mencapai 67,02%.

Saving Bond Ritel Kupon (SBR006) Terbaru Turun Menjadi 7,95% 01 - Finansialku

[Baca Juga: Surat Utang Negara Ritel Bertebaran di Pasar Obligasi]

 

Menurut Ekonom Pemeringkat Efek Indonesia (Perfindo) Fikri C. Permana mengatakan mulai berkurangnya jumlah penawaran yang masuk untuk SBR006 juga karena sebagian besar dana idle yang dimiliki masyarakat sudah berkurang.

Hal ini diakibatkan karena telah digunakan untuk membeli SBN ritel sebelumnya. Tahun ini pemerintah memang cukup rutin menerbitkan SBN ritel.

Sebelum SBR006, pemerintah telah menawarkan tiga SBN ritel yaitu SBR005, ST003, dan SR011. Total nilai penawaran dari ketiganya mencapai Rp28,35 triliun.

Selain itu, Fikri menambahkan alasannya yang menyebut masyarakat cenderung menahan diri untuk berinvestasi menjelang Ramadan dan Lebaran.

Karena saat ini investor lebih memilih menyiapkan dananya untuk konsumsi di bulan puasa dan Idul Fitri.

 

Profil Pembeli SBR006

Berikut ini profil pembeli SBR006, yaitu:

 

#1 Berdasarkan Usia

Generasi milenial merupakan target investor yang sangat potensial bagi kamu karena instrumen SBR ini mempunyai keunggulan antara lain aman, terjangkau dan dapat dibeli secara online, sehingga sesuai dengan karakter milenial, apalagi milenial yang baru mulai belajar berinvestasi

Sebanyak 22,20% investor SBR006 berasal dari mitra distribusi kelompok fintech. Persentase ini lebih baik dibandingkan capaian fintech pada penjualan SBR005 sebesar 21,63%.

Jika berdasarkan usia, jumlah investor dari generasi milenial yang ada di rentang usia 19-39 tahun mendominasi, mencapai 49,42% dari total jumlah investor. Selanjutnya generasi X yang ada di rentang 40-54 tahun mencapai 27,80%.

Jika dilihat dari sisi volume pemesanan, kelompok baby boomers mencapai 20,75%. Dan bagi generasi Tradisionalis yang ada di rentang 74-91 tahun hanya mencapai 1,87%.

Yang paling rendah ada di Generasi Z yaitu yang berada di bawah 19 tahun hanya mencapai 0,16%.

 

#2 Berdasarkan Profesi

Berdasarkan kelompok profesi, jumlah investor terbesar adalah pegawai swasta yang mencapai 36,52 %, selanjutnya kelompok wiraswasta dan PNS/TNI/Polri masing-masing 17,83% dan 11,13%.

Selanjutnya bagi kalangan Ibu rumah tangga mencapai 9,41% disusul dengan para pelajar atau mahasiswa yang mencapai 9,11%.

Bagi para pensiunan pun mereka yang berkontribusi di SBR006 sebesar 3,95%. Sedangkan bagi pegawai Otoritas seperti lembaga, BUMN, BUMD mencapai 2,93% dan bagi Profesional mencapai 1,29%, dan lainnya 7,83%.

Pencapaian-pencapaian ini merupakan kabar baik ditengah upaya pemerintah yang memperluas basis investor di dalam negeri dalam rangka pendalaman pasar keuangan domestik.

 

Free Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

 

Bagaimana pendapat Anda setelah membaca berita diatas? Berikan tanggapan Anda pada kolom komentar di bawah ini.

Ayo bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat Anda. Semoga bermanfaat.

 

Sumber Referensi:

  • Nur Qolbi. SBR006 Hanya Terserap Rp 2,26 Triliun. Tabloid Kontan.
  • Admin. 22 April 2019. Penjualan SBR006 mencapai Rp 2,26 triliun dan melebihi Target Awal. Investasi.kontan.co.id – http://bit.ly/2vjTwCa