Perencanaan Dana Pernikahan?

“Jangan rindu. Ini berat. Kau tak akan kuat. Biar aku saja.”  – Dilan

Lebih berat rindu atau memulai pernikahan dengan utang?

Nah lho?

Ternyata “Menikah” itu bukan hanya masalah pestanya. Pestanya boleh cuma 1 hari, tetapi selanjutnya itu yang harus disiapkan.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Watch

 

Pernikahan: 2 Insan yang Dipersatukan

Mengutip dari sumber Kumparan.com yang berdasarkan data statistik dan survei BPS menyatakan:

Pada tahun 2018 terjadi kenaikan angka perceraian, yaitu dari 84 ribu kasus di tahun sebelumnya menjadi 88 ribu kasus.

 

Data BPS Jatim 2018 menyebutkan tiga penyebab utama kasus perceraian adalah:

  • 43,51% kasus perceraian disebabkan karena pertengkaran yang terus menerus.
  • 36,67% kasus perceraian disebabkan karena masalah perekonomian.
  • 14,38% kasus perceraian disebabkan karena meninggalkan salah satu pihak.

 

Saya tertarik untuk membahas penyebab kedua yaitu PERCERAIAN, karena masalah EKONOMI.

Setiap pasangan yang menikah, pasti memiliki doa sakinah (damai tenteram), mawaddah (cinta kasih/harapan) dan warohmah (kasih sayang).

 

Permasalahannya, kalau keuangannya berantakan gimana bisa damai tenteram?

 

Mengapa hal tersebut terjadi?

Sederhana, pada awalnya ada dua insan yang berbeda dan disatukan dalam satu perjanjian pernikahan.

Dua orang tersebut pastinya memiliki sudut pandang yang berbeda, pemikiran yang berbeda dan kebiasaan-kebiasaan yang berbeda.

  • Yang pria tidak suka belanja baju, tapi sekali belanja langsung borong banyak. Sementara wanita hampir setiap bulan belanja online.
  • Yang pria tahu investasi saham, yang wanita lebih suka investasi emas dan deposito.
  • Yang pria berani utang untuk beli motor dan barang koleksi, yang wanita berani gesek kartu kredit untuk cicilan liburan.

 

Nah lho, ada yang merasa begitu?

Coba deh tulis di kolom komentar, satu hal perbedaan kamu dan pasangan dalam mengatur keuangan.

 

Untungnya sekarang ini ilmu pengetahuan sudah berkembang, jadi hal-hal terkait keuangan dapat dipelajari.

Saya ingin share salah satu pengalaman kawan saya. Beliau adalah salah satu senior di industri dan sudah menjalani pernikahan peraknya. Beliau mengatakan:

“Vin, ada 5 skills yang harus kamu kuasai bersama pasangan, sebelum menikah, yaitu agama, komunikasi, sex, parenting dan keuangan.”

 

Ya, saya setuju yang dikatakan oleh Beliau. Keuangan perlu dibicarakan, perlu dikomunikasikan dan perlu dikompromikan.

Saya coba rangkum dari beberapa kasus yang masuk ke tiket Finansialku terkait dengan masalah keuangan dan pernikahan. Yuk kita bahas satu per satu.

 

8 Hal yang Harus Dibicarakan dengan Pasangan Sebelum Menikah

Yuk kita bahas satu-persatu, apa saja yang harus dibicarakan dengan pasanganmu sebelum menikah:

 

#1 Kesehatan Keuangan dan Cash Flow

Bagian pertama yang harus dibicarakan dengan pasangan kamu adalah CASH FLOW. Se-simple: berapa pemasukanmu dan berapa pengeluaranmu.

Meskipun kelihatan simple, tapi SULITTTT… banget menanyakan cash flow ke pasangan.

Terlebih kalau ternyata pasangan punya pemasukan yang jauh lebih tinggi dibanding yang satunya. Jadi minder dan tidak percaya diri. Meskipun pasangan kamu tidak terlalu peduli dengan perbedaan income.

Kalau kamu lihat saya gampang ngomong seperti ini, jujur topik Cash Flow bukanlah hal menyenangkan untuk jadi bahan diskusi.

Untungnya, Finansialku.com punya report bentuknya seperti ini:

Report Keuangan Finansialku

Report Keuangan Finansialku

 

Kamu bisa dapatkan reportnya dari Aplikasi Finansialku. Caranya begini:

  1. Klik menu financial check up.
  2. Isi datanya.
  3. Klik tombol bagikan.

 

Jadi kamu dan pasangan sama-sama buat financial check up secara jujur. Buat janji ketemuan dan bicarakan dari reportnya.

 

#2 Utang dan Cicilan

Bagian kedua yang harus dibicarakan adalah utang dan cicilan.

Jangan sampai kamu dapat kejutan setelah pernikahan, yaitu UTANG.

Sama seperti cash flow, kamu bisa pakai report financial check up untuk diskusi.

Contoh ini:

Report Financial Check Up Finansialku

Report Financial Check Up Finansialku

 

Supaya diskusi gak berujung ribut, catat perbedaan pendapat kalian. Kamu bisa diskusikan dengan saya atau salah satu perencana keuangan di Aplikasi Finansialku.

Coba gunakan menu Konsultasi Keuangan.

Cara Konsultasi Keuangan dengan aplikasi Finansialku

Cara Konsultasi Keuangan dengan aplikasi Finansialku

 

#3 Asuransi yang Sudah Dimiliki

Meskipun banyak orang tidak terlalu peduli dengan asuransi, tapi saya sarankan kalian bahas asuransi.

Kenapa? Asuransi itu pondasi utama dalam keuangan rumah tangga.

Seperti yang saya tulis di buku Make A Plan, bagian yang paling dasar adalah Keamanan Keuangan. Berikut ini gambar piramida perencana keuangan:

Piramida-Perencanaan-Keuangan-Finansialku

Piramida Perencanaan Keuangan Finansialku, Prioritaskan Keamanan Keuangan

 

Kamu bisa pelajari mengenai piramida keuangan ini melalui video Finansialku berikut:

 

Seperti yang saya pernah lakukan:

Ilustrasi Asuransi Kesehatan, Asuransi Penyakit Kritis, dan Asuransi Jiwa

Ilustrasi Asuransi Kesehatan, Asuransi Penyakit Kritis, dan Asuransi Jiwa

 

Asuransi yang sudah saya miliki adalah unitlink, dengan perlindungan kesehatan Rp1 juta/malam, asuransi penyakit kritis Rp1 milliar dan asuransi jiwa Rp200 juta. 

Ketika beli produk asuransi ini, pertimbangan saya adalah; salah satu penyebab saya bisa bangkrut adalah sakit kritis, oleh sebab itu saya perbesar bagian asuransi penyakit kritis.

Di akhir tahun 2019, saya memutuskan untuk menambah asuransi kesehatan. Saya beli asuransi kesehatan tradisional.

Uang pertanggungannya mencapai Rp20 miliar setahun, dengan premi Rp5 jutaan, dan bisa dicicil dua kali.

Selain itu saya juga beli asuransi jiwa senilai Rp1 miliar, dengan harga premi sekitar Rp5 jutaan setahun.

Coba kalian bayangkan, asuransi jiwa dan kesehatan lebih mudah daripada asuransi mobil. Untuk asuransi mobil kamu bayar Rp4 jutaan sebulan untuk cover kalau mobil hilang (sekitar Rp200 – 300 juta).

Good deal kan? Kalau mau tahu produknya DM ke saya aja di Instagram @Melvin_Mumpuni. Saya akan kasih tahu siapa yang jual ke saya.

 

#4 Tinggal Di Mana Setelah Menikah?

Bagian berikutnya yang perlu dibahas adalah, ‘tinggal di mana setelah menikah.’

  • Apakah di rumah sendiri atau perumahan mertua indah?
  • Apakah rumah sendiri atau kontrak?
  • Apakah beli rumahnya cash atau KPR?
  • Apakah beli rumahnya sendiri atau bagi dua?
  • dan seterusnya.

 

Topik mau tinggal dimana ini penting sekali, karena pasangan kamu belum tentu suka serumah dengan mertua. Ini memiliki potensi konflik.

Saran saya, coba diskusikan dengan pasangan kamu hal-hal berikut:

  • untung ruginya kalau beli atau kontrak,
  • untung ruginya kalau cash atau KPR,
  • dan mulai buat rencana dana membeli rumah.

 

Perhitungannya simple kok, kamu bisa pakai Aplikasi Finansialku untuk merencanakan dana membeli rumah. Kamu bisa download aplikasinya di Google Play Store maupun Apple Apps Store.

 

Atau kalau masih pusing, coba tonton video Webinar saya berikut.

 

#5 Apakah Pisah Harta atau Tidak?

Jangan baper dulu ya, perjanjian pisah harta itu bukan masalah harta gono-gini atau rebutan harta.

Apakah kamu pernah nonton film F4?

Ada satu salah satu scene yang menggambarkan tokoh utama si Dao Ming Si menikah dengan Shan Cai. Pernikahannya menggunakan pisah harta.

Perjanjian pisah harta juga banyak dipakai pada pernikahan para artis di Indonesia.

Tujuan utama pisah harta adalah mengamankan posisi masing-masing pihak, jika terjadi risiko keuangan. Artinya ujungnya adalah mengamankan posisi keuangan.

Kamu bisa konsultasikan perjanjian pisah harta ini dengan perencana keuangan dan notaris. Mereka bisa kasih beberapa sudut pandang sebagai seorang profesional. Jangan baper ya.

 

#6 Bagaimana dengan Pesta Pernikahan?

Ini ini yang menjadi penting dalam pernikahan yaitu PESTA PERNIKAHAN.

Saya mau share, pernikahan itu murah kok. Menurut Undang-Undang No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

 

Pasal 2

  1. Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu.
  2. Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Dalam perkawinan itu yang mahal adalah pestanya, ada pesta lamaran dan pesta pernikahan. Oleh sebab itu saya sarankan diskusikan dengan pasangan, orang tua dan calon mertua.

Satu yang pasti: jangan pernah utang untuk pesta pernikahan.

Kalau kamu mau menghitung berapa yang harus disiapkan untuk pesta pernikahan, kamu bisa pakai Aplikasi Finansialku.

Dana Pernikahan Finansialku

Dana Pernikahan Finansialku

 

Jika kamu masih bingung dengan hasil dari perhitungan tersebut, kamu bisa gunakan fitur Konsultasi Keuangan di Aplikasi Finansialku Premium.

 

#7 Mau Punya Anak Berapa? dan Kapan?

Penting gak ya, membicarakan punya anak berapa …?

Dan kapan mau punya anak…?

Jawabannya PENTING!

Kenapa penting?

Karena nambah anak, memang bawa rezeki.

Tapi nambah anak juga berarti menambah pengeluaran.

Mulai dari proses pra kelahiran, kelahiran dan setelah kelahiran.

Setelah itu ada juga dana pendidikan :D

 

#8 Utang Orang Tua atau Sandwich Generation

Last not least, yaitu utang orang tua pasangan atau sandwich generation.

Apakah kamu siap untuk menerima kondisi pasanganmu?

Saya akan bahas materi ini lebih dalam, pada artikel berikutnya.

 

Jadi… Pernikahan itu …

Saya tahu, kamu bisa jadi stress atau takut setelah membaca artikel ini.

WAJAR kok.

Hanya.. kembali ke esensi pernikahan dan alasan kenapa kamu sayang sama pacarmu. Saya ingat sebuah lagu yaitu nothing gonna change my love for you.

 

If the road ahead is not so easy

Our love will lead the way for us

Like a guiding star

I’ll be there for you if you should need me

You don’t have to change a thing

I love you just the way you are

 

Jalan ke depan memang tidak mudah.

Tantangan makin banyak dan susah.

Biarkan cinta kalian menjadi pengarah.

Selesaikan semua masalah.

 

Tetap kompak bersama pasangan.

Hadapi semua masalah keuangan.

Buat rencana keuangan,

Dan wujudkan mimpi kalian.

 

Happy Valentine for all couples!

 

Share artikel ini karena informasi ini sangat penting untukmu, terutama kamu yang sedang melakukan perencanaan dana pernikahan.

 

Sumber referensi:

  • Kumparan News. 28 November 2019. Kami Membandingkan Jumlah Pernikahan dan Perceraian di Indonesia. Kumparan.com – http://bit.ly/38PoxzK