Menjadi salah satu emiten berpengaruh di sektor makanan, bagaimana kinerja dan prospek PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI)?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Analisis Fundamental

Menjalani lini bisnis makanan ragam produk roti halal berkualitas tinggi dengan merek “SARI ROTI” kepada Masyarakat Indonesia, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. menjadi salah satu pemain yang cukup berpengaruh di industri ini.

Memiliki 90.000 titik penjualan yang tersebar di Indonesia dengan ragam produk Roti Tawar/Loaf Bread, Roti Manis/Filled Bread, dan Kue/Cakes.

Pertumbuhan kuat tersebut merupakan cerminan keberhasilan dalam menangkap peluang pasar pada kedua kanal Penjualan Modern (MT) dan Penjualan Tradisional (GT).

Aktivitas usaha di Filipina, entitas anak Perusahaan yaitu Sarimonde Foods Corporation (SMFC)-pun berhasil membukukan pertumbuhan Penjualan Neto sebesar 15,80% meraih Rp 116 miliar.

Prospek Bisnis ROTI di New Normal_ PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. 02

[Baca Juga: Prospek Emiten Poultry: PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA)]

 

Perseroan akan melanjutkan fokus melakukan pengembangan pasar baru di Sumatera, Kalimantan dan Indonesia bagian timur yang masih memiliki potensi pasar sangat besar untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan Perseroan.

Pengembangan pasar baru telah dimulai dengan dioperasikannya sejumlah pabrik baru di Batam pada tahun 2018 serta Gresik dan Balikpapan pada tahun 2019.

Saat ini Perseroan dalam tahapan pembangunan 2 pabrik baru di Banjarmasin dan Pekanbaru yang diharapkan dapat secara signifikan mendorong sebaran produk Sari Roti melalui pertumbuhan titik-titik penjualan kanal modern maupun tradisional di Indonesia, serta mampu menekan biaya yang dikeluarkan untuk logistik dan transportasi Perseroan.

Selanjutnya, kanal modern memiliki potensi yang besar seiring dengan pesatnya pertumbuhan ritel modern di hampir sebagian besar wilayah Indonesia.

Oleh karena itu, Perseroan akan menjalankan strategi usaha untuk memperkuat dominasi di kanal modern.

Perseroan juga melihat potensi pertumbuhan besar lainnya hadir melalui kanal tradisional yang mulai dikembangkan Perseroan sejak tahun 2018 melalui pemanfaatan sistem kemitraan yang unggul dan pembinaan berorientasi bisnis.

Perseroan telah memiliki portofolio produk yang luas terdiri dari beragam varian dan rasa yang dapat menjawab kebutuhan akan makanan praktis dan mengenyangkan bagi masyarakat yang terus berkembang.

Untuk menjangkau segmen pasar remaja, Perseroan hadir dengan strategi yang berbeda.

Perseroan meluncurkan program Millennials Campaign dengan menghadirkan kata-kata lucu dan manis pada setiap kemasan produk yang sesuai dengan segmen pasar remaja.

Untuk memaksimalkan jangkauan komunikasi kepada segmen remaja, pada tahun 2019 Perseroan pun terlibat dalam salah satu film karya Anak Bangsa yang berhasil menjangkau lebih dari 5 juta penonton di Indonesia.

Prospek Bisnis ROTI di New Normal_ PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. 03

[Baca Juga: Kiat Analisis Fundamental Saham Ala ”Warren Buffet Indonesia”]

 

Dalam menciptakan interaksi dan komunikasi yang lebih aktif, Perseroan berpartisipasi dalam beberapa ajang besar seperti Halal Expo 2019, serta melalui Sari Roti Goes to School, program sarapan sehat yang sudah menjangkau 45.000 anak sekolah PAUD dan menghasilkan 25.000 kreasi roti yang telah dilaksanakan sebanyak 761 kali di sepanjang tahun 2019.

Selain itu, Perseroan pun menjalankan program kunjungan pabrik yang memungkinkan masyarakat untuk dapat melihat proses pembuatan produk Sari Roti yang terjamin halal, higienis, aman dan berkualitas.

Pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB juga menjadi dalang perlambatan kinerja perseroan pada kuartal kedua disebabkan oleh hilangnya potensi penjualan di beberapa lokasi seperti jalan tol, stasiun MRT, bandara, tempat wisata dan gedung-gedung perkantoran.

Untuk melihat bagaimana kinerja ROTI di 2020 ini, kita bisa menganalisa dari sisi keuangan perseroan.

 

Ebook GRATIS, Panduan BERINVESTASI SAHAM Untuk PEMULA

9 Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

 

Kinerja Keuangan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk

Untuk kinerja keuangan ROTI selama 9 tahun terakhir, fundamentalnya menunjukkan pertumbuhan nilai yang signifikan atas revenue dan net profitnya.

Penurunan laba menyusul kenaikan beban dan penurunan tipis dari pos pendapatannya hingga kuartal ketiga tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan per September 2020 membukukan penurunan laba bersih periode berjalan 39,92% secara tahunan menjadi Rp 127,19 miliar.

Adapun, perseroan memang mencatatkan penurunan tipis 0,91 persen secara tahunan pada pos penjualan neto menjadi Rp 2,4 triliun. Sementara, beban pokoknya juga terkoreksi 1,23 persen secara tahunan menjadi Rp 1,08 triliun.

Revenue ROTI

Data: Rivan Kurniawan

 

Penjualan dari wilayah Indonesia khusus pada kuartal ketiga dapat mencapai Rp 749,8 miliar, tumbuh 1,9 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Kanal tradisional (general trade) membukukan penjualan Rp 701 Miliar untuk 9 bulan tahun 2020, tumbuh kuat sebesar 22 persen secara tahunan sebagai hasil penerapan strategi di masa pandemi Covid-19 untuk fokus pada pasar potensial area pemukiman dengan memperkenalkan moda pemesanan produk melalui WhatsApps dan chatbot.

Sementara itu kanal modern (modern trade) pada 9 bulan tahun 2020 meraih penjualan Rp 1,67 triliun dan tetap merupakan kontributor terbesar penjualan perseroan.

Kinerja operasional pabrik pada 2020 dapat terlihat dari produktivitas dan efisiensi perseroan yang cenderung bergerak stagnan, yang menghasilkan Laba Kotor mencapai Rp 1,35 triliun atau setara dengan Margin Laba Kotor 55%, cenderung stagnan dari tahun sebelumnya.

GPM ROTI

Data: Rivan Kurniawan

 

Segmen operasi berdasarkan wilayah dikelola secara independen oleh masing-masing pengelola segmen yang bertanggung jawab atas kinerja dari masing-masing segmen.

Penjualan dan Laba terbesar dicetak oleh segmen wilayah Timur yang mencapai 27% dari total penjualan domestik dan Filipina, untuk Segmen tengah dan Filipina mengalami rugi hingga Rp 96 miliar.

Perseroan akan melanjutkan fokus melakukan pengembangan pasar baru di Sumatera, Kalimantan dan Indonesia bagian timur yang masih memiliki potensi pasar sangat besar untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan Perseroan.

Consolidated financial statements as of September 30, 2020 ROTI

Informasi Segmen: Consolidated financial statements as of September 30, 2020

 

Berdasarkan keterangan resmi perseroan, sebagai refleksi atas operasional yang kuat, EBITDA perseroan dari wilayah Indonesia pada 9 bulan pertama pada tahun ini mencapai Rp 96,7 miliar meningkat signifikan 20,9% secara kuartalan.

Untuk melihat apakah saham ini tergolong mahal/murah, kita bisa melihat valuasi Price Book Value (PBV) nya yang ada di 2,7x, yang tergolong overvalued dan premium dalam industri ini. Untuk Price Earning Ratio ROTI ada di 41,9 yang menandakan ROTI berada di harga mahal untuk di sektor consumer.

PBV n PER ROTI

Data: Rivan Kurniawan

 

Untuk Return on Equity ROTI pada 2020 ada di 3%, turun dari 2019, yang artinya di tahun ini ROTI tidak seefisien tahun lalu dalam mengelola asset dan liabilities-nya untuk mendapatkan profit ditengah kondisi pandemi saat ini.

ROE ROTI

Data: Rivan Kurniawan

 

Jika melihat aset ROTI selama 9 tahun terakhir, di 2020 ROTI mencatatkan pertumbuhan aset yang berasal dari piutang, persediaan-neto, beban dibayar dimuka, hingga Aset Non-Keuangan.

Aset ROTI

Data: Rivan Kurniawan

 

Untuk kondisi Liabilitas, total utang ROTI juga tercatat meningkat 12,34% menjadi Rp 1,3 triliun pada kuartal III-2020, beban penjualan yang meningkat dari Rp 757 miliar menjadi Rp 890 miliar pada kuartal III-2020.

Beban umum dan administrasi pun naik sebesar 5,9%.

Beban usaha perseroan meningkat 6,79 persen secara tahunan menjadi Rp 1,24 triliun yang juga dibarengi dengan penurunan penghasilan operasi lainnya sebesar 9,68 persen secara tahunan menjadi Rp 47,31 miliar.

Liabilitas ROTI

ROTI Data: Rivan Kurniawan

 

Dilansir dari bisnis.com, melalui penjualan saham treasuri kepada Lief Holdings Pte. Ltd. penggunaan dana hasil pengalihan tersebut akan digunakan untuk keperluan ekspansi usaha perseroan dalam rangka pengembangan pasar produk roti di Indonesia dan membayar utang jangka pendek perseroan.

 

Analisis Teknikal PT Nippon Indosari Corpindo Tbk

Hingga penutupan market Sesi I-23 November 2020, ROTI diperdagangkan pada 1305/unit. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. terlihat mengalami Uptrend dari Maret 2020.

Untuk analisa teknikal jangka panjang terhadap emiten ini, dalam grafik kerangka waktu weekly.

ROTI yang dalam 3 bulan terakhir dalam terlihat membentuk pola Flag dan Pennant adalah bahwa momentum yang terlihat selama fase Flag Pole dapat berlanjut setelah pola selesai.

Namun jika menarik views dari bulan Juni juga membentuk pola Cup and Handle merupakan sebuah pola bullish berkelanjutan.

Kejatuhan nilai harga suatu saham yang seolah-olah melengkung dari atas ke dasar lengkungan kemudian, kemudian nilai harga mulai berbalik secara melengkung keatas kembali

Indikator MACD berada di atas garis nol dengan sinyal sell dan sinyal buy yang sangat tipis sehingga tidak terbentuk pergerakan saham secara signifikan, ada kemungkinan akan terbentuk harga stagnan dan bearish di kemudian hari.

Indikator Stochastic menggunakan kerangka waktu Weekly terlihat sinyal overbought momentum.

Untuk menentukan Open position indikator EMA (20), EMA (50) dan EMA (100) masih membentuk pola bearish, disarankan wait and see untuk beberapa hari, melihat dari pola yang terbentuk.

Jika ada sinyal terbentuk pola Cup and Handle maka harga diprediksi akan turun hingga titik 1275-1278, dan target harga nantinya di 1348, akan menjadi menarik jika bisa mengoleksi di harga dasar lengkungan.

Pembentukan pola biasanya berkisar pada periode waktu rata-rata tiga bulanan, namun tidak tertutup kemungkinan untuk terbentuk dalam sebuah periode waktu yang lebih bervariasi.

Ada indikasi harga akan terjadi penurunan untuk short-term melihat dari pola tren sebelumnya, untuk cut loss disarankan jika sudah mencapai resistancenya.

Teknikal ROTI

 

Outlook PT Nippon Indosari Corpindo Tbk.

Perseroan merupakan pemain besar di segmen bisnis roti. Daya beli, pola konsumsi, pola belanja dan pola aktivitas masyarakat Indonesia dapat menentukan strategi yang tepat dalam menghadapi tantangan usaha dan ketidakpastian Pandemi Covid-19.

Secara umum, dampak pandemi Covid-19 dapat dirasakan pada berbagai industri, termasuk sektor makanan dan minuman.

Meskipun demikian, hingga saat ini tidak berdampak signifikan terhadap kinerja operasional Nippon Indosari mencari alternatif lain sebagai makanan pokok karena kandungan karbohidrat dalam nasi sangat mudah mengikat zat apa pun.

Salah satu alternatifnya adalah makan roti.

Di antara banyak roti yang beredar, roti Sari Roti adalah jenis roti yang cukup terkenal baik oleh masyarakat perkotaan maupun pedesaan.

Ekspansi iklan dari brand yang satu ini memang tidak main-main. Belanja modal atau capital expenditure perseroan pada tahun 2020 sebesar Rp 400 miliar.

Hingga paruh pertama tahun 2020, perseroan sudah membelanjakan sekitar Rp 182 miliar atau 45 persen penyerapan capex pada tahun ini.

Emiten berkode saham ROTI tersebut terus mengembangkan pabrik distribusi, yang tercermin dari penyelesaian pembangunan fasilitas pabrik di Batam dan Manila, Filipina pada tahun 2018.

Selain itu, perseroan terus membangun dua pabrik lainnya di Balikpapan dan Gresik pada tahun 2019.

Pertumbuhan positif pada segi ekonomi juga tidak lepas dari dukungan pemerintah dalam mengupayakan peningkatan kualitas hidup masyarakat yang dapat dilihat dari pencapaian pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM), di mana Indonesia terus mengalami kemajuan dan meningkat dari 66,5 pada tahun 2010 menjadi 71,9 pada tahun 2019.

IPM Indonesia diharapkan dapat meningkat secara konsisten dengan memperhatikan aspek umur panjang dan hidup sehat, aspek pengetahuan serta aspek standar hidup layak yang terus membaik.

Hal ini sejalan dengan meningkatnya masyarakat usia kerja di Indonesia.

Prospek Bisnis ROTI di New Normal_ PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. 04

[Baca Juga: Finansialku Podcast Eps 80 – Side Hustle Dengan Trading Saham]

 

Pada November 2019, Asian Development Bank (ADB) memprediksikan pada tahun 2020-2050 angka penduduk usia kerja di Indonesia dapat tumbuh sampai 15,5 persen.

Pertumbuhan ini secara tidak langsung dapat mendorong peningkatan jumlah masyarakat pada status ekonomi kelas menengah yang ada di Indonesia.

Pada awal tahun 2019, Kementerian Keuangan mencatat setidaknya masyarakat ekonomi kelas menengah harapan (aspiring middle class) mencapai 120 juta penduduk dan sekitar lebih dari 50 juta penduduk Indonesia saat ini merupakan mereka yang berada pada kelas menengah yang dinilai akan memberikan dampak terhadap ekonomi Indonesia khususnya dalam segi permintaan dan gaya hidup.

Angka masyarakat kelas menengah diestimasikan masih akan meningkat menjadi sekitar 80 juta penduduk pada tahun 2020.

Peningkatan kualitas hidup masyarakat, pertumbuhan kelas menengah, maupun peningkatan optimisme konsumen merupakan peluang dan potensi yang sangat baik bagi Perseroan untuk terus berkembang kedepannya.

 

Kesimpulan

Pandemi telah menekan beberapa sektor, namun sektor consumer digolongkan sebagai sektor yang defensif, turunnya daya beli masyarakat banyak sektor mengalami penurunan kinerja, namun ROTI tidak terlalu baik di 2020 ini,

Pada masa pandemi Covid-19, kanal modern dapat mempertahankan penjualan khususnya periode Juli-September tahun 2020 sebesar Rp 505 miliar yang relatif stabil dibandingkan periode April-Juni 2020 didukung inisiatif promo dan marketing yang efektif,

Dengan melakukan berbagai aksi seperti akuisisi yang memiliki prospek, kerja sama, strategi pemasaran yang diterapkan senantiasa ditinjau secara berkala hingga evaluasi dilakukan untuk melihat tingkat efektivitas keberlanjutan kinerja ROTI, semoga dapat membuat ROTI tetap menunjukkan kinerja yang melejit lagi setelah New Normal.

12,64 Persen Saham Sari Roti Diakusisi Investor Global Lewat KKR - 02

[Baca Juga: Sudah Tahu Pentingnya Public Expose Dalam Investasi Saham?]

 

Seiring pola konsumsi rutin masyarakat membaik, sektor Industri konsumsi adalah salah satu sektor yang cukup tahan dari resesi, namun tidak semua emiten di sektor ini memiliki fundamental dan kinerja yang cemerlang, yang pantas untuk di masukkan ke dalam Long-term Investment.

Maka dari itu analisa lebih lanjut sangat diperlukan, peluang bisnis di industri ROTI bisa jadi akan semakin menarik di tahun depan jika ROTI selalu berinovasi sesuai dengan permintaan dan keadaan pasar.

 

Disclaimer on: Penyebutan nama saham tidak bermaksud memberikan opsi buy/sell atau pun rekomendasi untuk saham tertentu. Artikel menunjukkan fakta dan analisa dari penulis. Berdasar laporan keuangan dan diambil dari sumber dianggap terpercaya. Data dapat berubah tergantung kondisi. Seluruh tulisan dan tanggapan adalah opini pribadi.

 

Itulah analisa saham ROTI dan prospeknya ke depan yang bisa membantu pertimbangan investasi Anda. Punya pertanyaan? Anda bisa tanyakan dalam kolom komentar.

Anda juga bisa bergabung dalam grup komunitas belajar saham Finansialku untuk info terbaru dan diskusi mengenai saham dengan praktisi dan pakarnya.

 

Sumber Referensi:

  • Aplikasi IPOTGO
  • Annual Report PT Nippon Indosari Corpindo Tbk(www.idx.co.id)
  • Bisnis.com
  • CNBC Indonesia

 

Sumber Gambar:

  • Aplikasi ChartNexus
  • Consolidated Financial Statements PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, September 2020
  • https://bit.ly/3l221cC, https://bit.ly/2J4UKvd, https://bit.ly/3pZdQUH, https://bit.ly/360AK5V