Masih dalam situasi pandemi, bagaimana prospek saham emiten BTPN? Apakah layak untuk dibeli, atau dijual, atau mungkin di-hold?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Analisa Fundamental

Di tengah pertumbuhan ekonomi yang melambat, ketidakpastian perekonomian global, hingga dunia yang berusaha mengendalikan pandemi, laporan yang diberikan oleh IMF untuk prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diprediksi Minus 1,5% pada 2020, dengan asumsi bahwa aturan social distancing yang masih berlanjut hingga 2021 dan diprediksi menurun di akhir 2022.

Ini membuat semua sektor harus memutar otak agar tetap berjalan, walau di tengah kondisi sulit.

Terlebih pemberlakuan PSBB dan WFH yang berdampak pada perekonomian masyarakat karena daya beli masyarakat untuk memenuhi kebutuhan menurun.

Analisa Saham BTPN_ Prospek Emiten Perbankan BTPN 02

[Baca Juga: Mengenal Istilah Perbankan: Apa Itu Kategori BUKU Bank?]

 

Kebijakan memberikan keringanan guna menurunkan suku bunga, perpanjangan waktu, pengurangan tunggakan bunga juga diberikan oleh beberapa perbankan, walau dengan syarat dan pengajuan permohonan dari debitur atas keringanan cicilan pada pihak kreditur.

Ini tentu akan mempengaruhi kinerja keuangan hingga laba dari perbankan. BTPN menjadi salah satu perbankan yang menerapkan program restrukturisasinya selama pandemi Covid-19.

 

Kinerja Keuangan Bank BTPN

Jika dilihat valuasi Bank BTPN, kinerja fundamentalnya menunjukkan nilai yang naik terlebih sejak adanya merger di awal 2019.

Untuk melihat apakah saham ini tergolong mahal/murah, kita bisa melihat valuasi Price Book Value (PBV) nya yang ada di 0,57x per Juni 2020, yang tergolong undervalue.

Income Statement BTPN

Income Statement BTPN

 

Jika melihat Net Profit tumbuh naik dari tahun 2015-2019, Revenue juga meningkat.

Balance Sheet BTPN

Balance Sheet BTPN

 

Jika melihat Liabilitas, wajar mengalami peningkatan karena dana pihak ketiga yang ada di bisnis perbankan.

Dari Asset terlihat ada peningkatan, terlebih setelah merger di tahun 2019, BTPN mencatatkan Aset ke-9 terbesar untuk Bank di Indonesia, naik hingga 79%.

Tidak hanya dari sisi Aset, pertumbuhan kredit melonjak 114%, karena peningkatan penyaluran kredit disumbang oleh kredit korporasi yang menjadi bisnis SMBCI.

Melihat laporan keuangan konsolidasi per Juni 2020, analisa Capital Adequancy Ratio (CAR) adalah salah satu indikator penting untuk industri perbankan.

KPMM BTPN ada di 23,09% YoY, walau turun tipis dari tahun sebelumnya, namun ini cukup bagus ditengah keadaan saat ini.

Semakin besar nilai KPMM akan semakin baik karena menunjukkan seberapa kuat modal suatu bank. Jika turun secara signifikan, maka bisa diprediksi bank berisiko bangkrut karena tidak mampu membayar kewajibannya pada nasabahnya.

Dari ketetapan yang diberikan Bank Indonesia minimal 8% untuk nilai CAR sebuah Bank.

Rasio Keuangan BTPN

Rasio Keuangan BTPN

 

Jika melihat poin nomor 2, aset bermasalah ada di 0,64% ini artinya kualitas aset nya aman, batas maksimal untuk nilai tersebut 3%.

Jadi, akan lebih baik jika nilainya rendah yang artinya kredit dari BTPN cukup lancar. Untuk Aset Produktif bermasalah juga masih aman untuk industri perbankan.

Untuk NPL (artinya: pinjaman yang tidak perform/menimbulkan kerugian), untuk NPL Gross ada di kategori aman, yakni 1,12% yang dinilai dari total Kredit yang diberikan.

Sedangkan NPL Net (Kredit macet) ada di 0,52% yang juga aman. Kondisi ideal sebuah bank adalah nilai NPL harus kecil, untuk NPL Gross <2% dan NPL Net <1%.

Rasio Keuangan BTPN

Rasio Keuangan BTPN

 

Untuk ROA ada di 1,72%, ini cukup bagus, karena idealnya ada di 1,50%.

Namun ROE Bank BTPN cukup kecil ada di 7,97%, turun cukup banyak dari tahun sebelumnya.

Idealnya ROE berada di 15% atau lebih, ini artinya BTPN kurang menguntungkan, labanya kecil jika dibanding bank lainnya.

Untuk NIM nilainya cukup bagus, yakni 6,21%, semakin tinggi akan semakin bagus untuk sebuah bank.

Untuk BOPO terlihat ada di 89,27%, akan semakin baik jika nilainya kecil dan bagus, karena semakin efisien. Nilai idealnya ada di 80%. Jika diatas 100% ini artinya bank merugi.

Untuk LDR (perbandingan kredit yang diberikan dengan dana pihak ketiga yang diterima oleh bank) ada di 148,40%.

Idealnya LDR berada di rentang 90% – <100%. Ini artinya BTPN cukup berisiko karena pinjaman yang diberikan lebih besar dari dana pihak ketiga yang diterima.

PT Bank BTPN Tbk. sejak 2017 hingga saat ini diketahui hanya dua kali membagikan dividen.

Dividen BTPN

Dividen BTPN

 

Analisa Teknikal Saham Bank BTPN

Hingga penutupan sesi I market 19 Oktober 2020, saham PT Bank BTPN terlihat meneruskan tren Sideways sejak satu minggu terakhir.

Untuk analisa teknikal jangka panjang terhadap emiten ini, dalam grafik kerangka waktu Weekly. Sejak Maret 2020 tren mengalami naik walau tidak tinggi, terlihat potensi bullish masih ada.

Saat tulisan ini ditulis (19/10), BTPN diperdagangkan pada harga 2270/unit. Secara analisa teknikal yang dibuat dengan menggunakan Chartnexus maka terlihat ada uptrend setelah rebound di pertengahan Maret 2020.

Kemungkinan akan ada uptrend selanjutnya. Indikator MACD, berada dibawah nol (negatif), pasar diprediksi akan ada di downtrend.

Indikator Stochastic dengan parameter standar (14,3,3) terlihat posisi %D memotong %K dari arah bawah keatas, mengisyaratkan sinyal sell.

Untuk menentukan kapan Open position dan Close position indikator Moving Average(20), MA(50) dan MA(100) menunjukkan tren Bearish.

Untuk menentukan peluang Sell/Buy, jika MA 20 bergerak melintasi MA 50 dari bawah keatas, maka akan ada sinyal buy. Walau harga saat ini dinilai undervalue, wait and see bisa jadi pilihan untuk open position saham ini.

Analisis Teknikal BTPN

Analisis Teknikal BTPN

 

Kesimpulan

Di tengah keadaan ekonomi yang bergerak dinamis dan ketidakpastian perubahan dunia karena Covid19, Bank BTPN tetap tumbuh Positif per semester-I di 2020.

Namun jika dilihat dari LDR, dan BOPO yang buruk, bank cenderung berisiko, dan harus berhati-hati, terkait dengan strategi yang mereka gunakan untuk mengatasi  pinjaman yang diberikan dan dana pihak ketiga yang diterima.

Jika melihat layanan digital yang dikeluarkan BTPN seperti Jenius yang populer dikalangan milenial dan generasi Z, BTPN cukup bagus dalam mengembangkan produk dan mampu mendisrupsi diri.

Namun untuk entry/open position ada baiknya wait and see, bagaimana strategi hingga corporate action dari BTPN di periode berikutnya.

 

Gabung Sekarang! Komunitas BELAJAR SAHAM Finansialku

komunitas saham

SAYA MAU JOIN

 

Disclaimer: Penyebutan nama saham tidak bermaksud memberikan opsi buy/sell atau pun rekomendasi untuk saham tertentu. Artikel menunjukkan fakta dan analisa dari penulis. Berdasar laporan keuangan dan diambil dari sumber dianggap terpercaya. Data dapat berubah tergantung kondisi. Seluruh tulisan dan tanggapan adalah opini pribadi.

 

Itulah pembahasan Finansialku mengenai emiten BTPN yang bisa membantu Anda dalam mempertimbangkan investasi. Apa artikel ini membantu? Anda bisa tuliskan komentar atau masukan dalam kolom di bawah ini.

Masih banyak rekan-rekan Anda yang membutuhkan informasi ini namun tidak mendapatkannya.

Bagikan pada mereka dan jadilah pahlawan investasi bagi mereka!

 

Ebook GRATIS, Panduan BERINVESTASI SAHAM Untuk PEMULA

9 Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

 

Sumber Referensi:

  • Aplikasi IPOTGO
  • Annual Report Bank BTPN. 2019 (www.idx.co.id)
  • Kontan.co.id     

 

Sumber Gambar:

  • Aplikasi ChartNexus
  • Financial Report Bank BTPN
  • Consolidated Financial Statements Bank BTPN, June 2020
  • RTI Business
  • BTPN: https://bit.ly/3o6FCNS, https://bit.ly/2IzLUoX