Ramai beredar video Pizza Hut memasarkan produknya di pinggir jalan, hingga serangkaian promo di masa pandemi ini, bagaimana prospek emiten PZZA?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Efek PSBB dan Prospek Bisnis New Normal

Menjadi salah satu emiten ritel yang fokus pada pizza dan hidangan pendamping lainnya berkonsep restoran keluarga, F&B ini juga tertekan akibat pandemi di 2020.

Penurunan secara drastis penjualan akibat penutupan dan pembatasan jam operasional restoran di masa PSBB membuat Laba perusahaan ini turun hingga 89% dibanding periode yang sama di tahun 2019.

Berita yang merebak bahwa Pizza Hut dinyatakan bangkrut, menjadi bahan perbincangan di sosial media, namun yang bangkrut adalah NPC International, pemegang lisensi Pizza Hut di USA.

Strategi New Normal Pizza Hut_ Prospek Sarimelati Kencana Tbk. (PZZA)

[Baca Juga: Finansialku Podcast Eps 55 – Multi Bagger Investasi Saham Dengan Keuntungan Berkali Lipat]

 

Dikutip dari tempo.co, kepailitan yang dialami NPC tidak ada hubungannya dengan Pizza Hut Indonesia, baik dari aspek keberlangsungan usaha, kegiatan operasional hingga keuangan.

Emiten diketahui masih membuka 19 outlet baru di berbagai wilayah Indonesia, masih memperoleh Laba bersih hingga Rp 10,47 miliar per Juni 2020 ini.

Beredarnya video bahwa Pizza Hut menjual produk hingga ‘jualan di jalan’, memberlakukan diskon, fokus pada pemesanan delivery dan bekerja sama dengan ojek online, dengan besarnya tantangan bisnis F&B apakah prospek restoran pizza ini bisa bertahan setelah pandemi berakhir nanti?

 

Kinerja Keuangan Sarimelati Kencana (PZZA)

Jika dilihat dari kinerja Pizza Hut sejak IPO hingga pandemi ini, fundamentalnya menunjukkan nilai yang baik atas revenue dan net profitnya bertumbuh sejak IPO di 2018.

Dikutip dari Financial Statement per Juni 2020 ini, PZZA mengalami penurunan laba mencapai 89,48% dibanding periode yang sama di 2019.

Revenue pzza

Revenue PZZA

 

Kinerja keuangan PZZA di 2020 ini bisa dinilai sangat tertekan, mencatatkan penurunan penjualan bersih 6,04% dibanding tahun sebelumnya

Untuk Valuasi PZZA, diperdagangkan di harga 620 dengan Price Book Value (PBV) nya yang ada di 1,51x per Juni 2020, yang tergolong cukup overvalue dalam industri sektor ritel.

Untuk Price to Earning Ratio PZZA yang melonjak hingga 90,2x di 2020, memiliki PER lebih tinggi dibanding ritel lain di sektor yang sama.

Jika PER Sarimelati Kencana tinggi berarti harga saham sudah dinilai overvalued atau overpriced, selain itu return saham yang relatif rendah akan menjadikan PER nya lebih tinggi.

PZZA Consolidated financial statements as of June 30, 2020 (1)

Consolidated financial statements as of June 30, 2020

 

Jika melihat aset nya yang terus bertumbuh sejak 2018 tahun terakhir, per Juni 2020 PZZA memiliki Aset Lancar Rp 543 miliar dan Aset tidak Lancar Rp 2,36 Triliun yang artinya Asetnya tergolong dalam keadaan tidak baik dan harus berhati-hati, tidak likuid karena Aset tidak lancar yang lebih besar.

PPZA Consolidated financial statements as of June 30, 2020 2 (1)

Consolidated financial statements as of June 30, 2020

 

Jika melihat Liabilitas, PZZA memiliki utang yang meningkat di 2020. Liabilitas naik sebesar 43,9% menjadi Rp 1,1 Triliun dibanding periode yang sama di tahun 2019.

Kenaikan ini juga penyebab dari Imbalan kerja karyawan yang meningkat, selain itu penjualan yang langsung turun ke jalan membutuhkan perlengkapan yang juga menjadi beban bagi perusahaan.

PZZA Consolidated financial statements as of June 30, 2020 3 (1)

Consolidated financial statements as of June 30, 2020

 

Penjualan bersih terbesar ada di wilayah Jakarta dan Jawa/Bali lalu disusul wilayah Sumatera, dengan sangat berpengaruhnya penetapan PSBB atau new normal di wilayah Jabodetabek, maka akan sangat berpengaruh dengan kelangsungan bisnis restoran.

PZZA Consolidated financial statements as of June 30, 2020 4

Consolidated financial statements as of June 30, 2020

 

Perseroan diketahui mencetak EPS periode kuartal II tahun ini di 21,06 turun dibanding kuartal II tahun lalu di 27,74 (data dari Indopremier) yang berarti di tahun 2020 ini perusahaan mengalami penurunan laba bersih dari tahun lalu.

EPS berfungsi untuk melihat bagaimana sebuah emiten menghasilkan laba per saham nya.

 

Ebook GRATIS, Panduan BERINVESTASI SAHAM Untuk PEMULA

9 Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

 

Analisa Teknikal Sarimelati Kencana (PZZA)

Hingga penutupan market Sesi I 3 November 2020, saham PT Sarimelati Kencana (PZZA) terlihat meneruskan tren bearish consolidation dari Juli 2020. Untuk analisa teknikal jangka panjang terhadap emiten ini, dalam grafik kerangka waktu Weekly.

Sejak Maret 2020 mengalami uptrend, terlihat potensi bearish di kemudian hari. Melihat besarnya prospek ritel ini di periode berikutnya.

Saat tulisan ini ditulis (03/11), PZZA diperdagangkan dengan harga 620/unit. Secara analisa teknikal yang dibuat dengan menggunakan ChartNexus maka terlihat ada bearish sejak Januari 2020.

Indikator MACD, berada tipis di atas garis nol dengan batang histogram yang mulai melemah yang menandakan tekanan beli yang turun ada kemungkinan akan terjadi koreksi harga di kemudian hari.

Indikator Stochastic menggunakan kerangka waktu Weekly terlihat garis %K memotong %D dari atas kebawah maka sinyal untuk sell, namun wait and see bisa jadi pertimbangan.

Untuk menentukan Open position indikator EMA (20), EMA (50) dan EMA (100) membentuk pola bearish, akan menjadi kesempatan yang menarik jika 648 atau lebih tinggi dari resistance nya di 1666 jika mampu naik lagi bisa mencapai target price di area resistance 670 dan cut loss jika melewati garis support-nya di 590.

Analisis Teknikal PZZA

 

Outlook PZZA untuk Long-term Investment

Pandemi saat ini membuat sektor perdagangan dan ritel sangat tertekan, begitu juga dengan Sarimelati Kencana (PZZA) yang terkena dampak, salah satu restoran keluarga yang sangat terpukul saat pandemi.

Efek penurunan daya beli masyarakat di pandemi, prospek perusahaan berubah. Kebutuhan masyarakat yang mulai berubah, pilihan yang semakin beragam, terlebih pembatasan dine in akibat PSBB menjadi faktor terbesar PZZA mengalami penurunan penjualan.

Berbagai upaya dilakukan PZZA mulai dari bekerja sama dengan Ojek Online seperti Gojek hingga Grab, promosi hingga outlet yang turun langsung ke konsumen yang beberapa waktu lalu sempat viral, ini menjadi bukti bahwa beberapa ritel makanan dan resto memang sangat terpukul.

Mengubah strategi marketing ke delivery menjadi fokus utama Sarimelati Kencana untuk tetap bisa bertahan di kondisi saat ini.

Dikutip dari Bisnis.com, PZAA menyatakan menggencarkan sejumlah promosi. pelanggan yang butuh produk terjangkau namun tetap bisa menikmati rasa dan kualitas.

Berbagai strategi mulai dari All You Can Eat, Buy 1 Free 1 saat dine in, hingga berbagai paket yang dipromosikan.

Beberapa waktu lalu, jika dilihat dari sisi analisa teknikal, di April 2020 sempat naik tipis.

Kenaikan terjadi karena efek IHSG dan isu new normal yang membolehkan beberapa restoran memberlakukan dine in dengan protokol kesehatan tertentu bukan karena prospek yang membaik.

Kemungkinan hingga akhir 2020 ini PZZA akan turun penjualannya, namun upaya marketing hingga membuka beragam ide dan inovasi yang baru tidak menutup kemungkinan bahwa PZZA bisa bangkit kembali di 2021.

Karena kinerja dan track record-nya dahulu bisa dibilang cukup baik. Jika perencanaan Pizza Hut dengan membuat inovasi, menu baru hingga cara marketing yang lebih menarik menggunakan brand ambassador atau trik marketing lainnya, maka Pizza Hut akan memiliki prospek baik di tahun depan.

Terlebih jika pesaing seperti Domino Pizza dan pemain lainnya tidak bisa bertahan di 2020 ini, maka Pizza Hut masih bisa menguasai dunia Pizza.

 

Disclaimer: Penyebutan nama saham tidak bermaksud memberikan opsi buy/sell atau pun rekomendasi untuk saham tertentu. Artikel menunjukkan fakta dan analisa dari penulis. Berdasar laporan keuangan dan diambil dari sumber dianggap terpercaya. Data dapat berubah tergantung kondisi. Seluruh tulisan dan tanggapan adalah opini pribadi.

 

Itulah analisa saham ACES dan prospeknya ke depan yang bisa membantu pertimbangan investasi Anda. Punya pertanyaan? Anda bisa tanyakan dalam kolom komentar.

Anda juga bisa bergabung dalam grup komunitas belajar saham Finansialku untuk info terbaru dan diskusi mengenai saham dengan praktisi dan pakarnya.

 

Sumber Referensi:

  • Aplikasi IPOTGO
  • Annual Report PT Sarimelati Kencana (PZZA) (www.idx.co.id)
  • Mirae Asset Sekuritas

 

Sumber Gambar:

  • Aplikasi ChartNexus
  • Consolidated Financial Statements PZZA, June 2020
  • RTI Business
  • Pizza Hut – https://bit.ly/2JyVEAs