facebook_pixel

CEO Snapchat, Evan Spiegel Memberikan Kata-kata Motivasi Agar Jadi Anak Muda Terkaya di Dunia

Apakah Anda pengguna Snapchat? Sudah tahukah Anda siapa orang dibalik aplikasi yang mendunia ini? Dialah Evan Spiegel, anak muda terkaya di dunia. Setelah karyanya menjadi aplikasi yang digandrungi oleh kebanyakan remaja di dunia. Mari kita simak biografi tentang Evan Spiegel dan kisah sukses dibalik hingar bingar kehidupannya yang serba mewah serta kata-kata bijak yang dapat memberi inspirasi bagi kita. Selamat membaca dan terinspirasi!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Fin Quotes

 

Biografi Evan Spiegel, Anak Muda Terkaya di Dunia

Terlahir sebagai pemuda kaya dari tiga bersaudara dimana sang ayah dan ibu adalah lulusan hukum dari universitas tersohor di dunia. Sang ayah, John W. Spiegel merupakan lulusan fakultas ekonomi dari Universitas Stanford dan juga lulusan hukum dari Yale. Ibunya, Melissa Ann Thomas lulusan Harvard, adalah ibu rumah tangga dimana sebelumnya sempat bekerja sebagai pengacara pajak.

Masa kecil Evan Spiegel sangat jauh dari kehidupan yang berkekurangan. Segala sesuatunya sudah tersedia karena kekayaan orangtua yang berlimpah, dimana ia menikmati sebuah rumah dengan harga US$2 juta dan pendapatan keluarganya dilansir mencapai US$3 juta pada tahun 2006. Selain itu, mobil bermerek papan atas yang terdiri dari 3 Lexus dan Mustang tahun 1996 bertandang di garasi rumah mewah keluarga Spiegel.

CEO Snapchat, Evan Spiegel Memberikan Kata-kata Motivasi Agar Jadi Anak Muda Terkaya di Dunia 02 - Finansialku

[Baca Juga: Kisah Sukses Johnny Andrean Pendiri J.CO Donuts, BreadTalk dan Johnny Andrean Salon]

 

Ia bersama kedua saudarinya mengecap pendidikan bagi orang-orang kelas atas secara privat di Santa Monica. Tak disangka, ketiga anak John W. Spiegel ini memiliki seorang mentor dengan gaji yang cukup fantastis, yakni US$250 per jamnya.

Menjadi anak orang kaya ternyata tetap saja ada masalah yang tidak dapat terhindarkan walaupun segala sesuatunya tersedia dengan mudahnya. Jiwanya sempat tergoncang ketika orangtuanya memutuskan untuk berpisah alias bercerai. Begitulah hidup di dunia, tidak ada sesuatu yang sempurna karena penuh dengan segala yang fana. Kehidupannya lebih banyak dihabiskan dengan sang ayah walaupun ia juga masih mendapatkan kasih sayang dari sang ibu.

Evan Spiegel yang beranjak dewasa merampungkan jenjang sekolah tingginya dari Crossroads di Santa Monica, California dan berencana melanjutkan pendidikannya di Stanford University, mengikuti jejak sang ayah namun berbeda fakultas. Evan Spiegel berminat mengambil gelar Bachelor of Arts and Science, walaupun sempat dikabarkan bahwa ia gagal dalam tes masuk fakultas hukum.

 

Yang Muda, Yang Berkarya

Meski hidup serba ada dan mewah, Evan Spiegel tetap bekerja. Ia sempat bekerja sebagai Marketing Internship di Perusahaan Red Bull, sebuah perusahaan minuman berenergi. Evan Spiegel memang dikenal sebagai orang yang memiliki kemampuan yang menonjol dalam berkarier.

CEO Snapchat, Evan Spiegel Memberikan Kata-kata Motivasi Agar Jadi Anak Muda Terkaya di Dunia 03 - Finansialku

[Baca Juga: Kisah Sukses Yasa Singgih, Pendiri Men’s Republic]

 

Hal ini memang telah dibuktikan dalam pengalamannya ketika ia berusia 15 tahun saat Evan Spiegel bekerja di sebuah Koran sekolah yang bernama Crossfire, bagian dari Crossroad Newspaper. Kala itu, Evan berkeliling ke setiap bisnis lokal dan mulai menawarkan ilkan. Ia disebut-sebut sebagai orang yang paling unggul dalam penjualan iklan dan orang yang paling punya tujuan serta target untuk mencapai angka penjualan.

 

Perjalanan Karier Snapchat

Awal Juli 2011 menjadi sebuah momen penting dimana ia memutuskan untuk fokus mengerjakan sebuah proyek kelasnya saat mengambil mata kuliah desain produk di Stanford.

Evan Spiegel ditemani oleh 2 orang sahabatnya, Brown & Murphy. Namun sayang, Brown sempat keluar dari tim Snapchat dan sekaligus meminta 20% saham dari perusahaan. Akhirnya Evan menjabat sebagai pendiri dan CEO aplikasi Snapchat  

Dalam perkembangannya, aplikasi Snapchat semakin digandrungi, terutama oleh kalangan remaja di dunia. Melihat potensi ini, Facebook sempat ingin mengakuisisi Snapchat dengan tawaran sebesar US$3 miliar, namun Evan Spiegel menolaknya.

CEO Snapchat, Evan Spiegel Memberikan Kata-kata Motivasi Agar Jadi Anak Muda Terkaya di Dunia 04 - Finansialku

[Baca Juga: Cara Melatih Ketekunan Untuk Meraih Kesuksesan]

 

Snapchat yang dulunya sempat berganti nama dari Picabbo ini, dilansir telah meningkatkan pendapatannya sebesar US$537,6 juta pada bulan Mei 2015. Atas keberhasilannya ini, Evan Spiegel dinobatkan sebagai orang terkaya ke-99 dalam kategori Richest in Tech 2015 dan termasuk urutan ke-1250 dalam kategori The World’s Billionaires 2015.

 

Kata-kata Bijak dari Evan Spiegel, CEO Snapchat

Mari simak berapa kata-kata bijak dari seorang CEO Snapchat berikut ini yang tentunya dapat menginspirasi kita akan kesuksesannya.

 

#1 It’s important to be thoughtful and mindful about the things you say to other people.

Penting untuk berpikir dan memperhatikan hal-hal yang Anda katakan kepada orang lain.

 

#2 We do have a sense of entitlement, a sense of ownership, because after all, this is the world we were born into, and we are responsible for it.

Kita memiliki hak dan rasa memiliki karena bagaimanapun juga, inilah dunia tempat kita dilahirkan, dan kita bertanggung jawab untuk itu.

 

#3 There is a real value in sharing moments that don’t live forever.

Ada nilai dalam berbagi pengalaman yang tidak hidup selamanya.

 

#4 I think everyone is born creative but it can be suppressed by fear.

Saya pikir semua orang terlahir kreatif tapi bisa ditekan oleh rasa takut.

 

#5 We don’t want to own people’s photos. We want to help them communicate with friends in whatever way makes them happiest.

Kami tidak ingin foto orang lain. Kami ingin membantu mereka berkomunikasi dengan teman melalui cara apa pun yang membuat mereka sangat bahagia.

 

#6 It’s not about working harder, it’s about working the system.

Ini bukan tentang bekerja lebih keras, ini tentang cara mengerjakan sistem.

 

#7 We’re just going to keep executing on what we believe.

Kami hanya akan terus melakukan apa yang kami percaya.

 

#8 The feed was probably the biggest innovation in social media of late. But the interesting thing about the feed is that the more content you consume, the farther in time you go.

Umpan mungkin merupakan inovasi terbesar di media sosial akhir-akhir ini. Tapi yang menarik dari umpan adalah semakin banyak konten yang Anda konsumsi, semakin jauh Anda ditarik oleh umpan itu.

 

#9 Everyone is born very, very, very creative, but at some point it can be scary to try to do something new, that feels different.

Setiap orang terlahir sangat, sangat, sangat kreatif, namun pada suatu saat bisa jadi menyeramkan untuk mencoba melakukan sesuatu yang baru, yang terasa berbeda.

 

#10 When we’re in that kind of childish space, we’re more genuine and feel more comfortable with our friends.

Saat kita berada di area kekanak-kanakan seperti itu, kita lebih tulus dan merasa lebih nyaman dengan teman kita.

 

#11 I’d like to create a space for people who have a lot of talent but not a lot of reach.

Saya ingin membuat ruang bagi orang yang memiliki banyak bakat tapi tidak yang banyak terjangkau.

 

#12 There are very few people in the world who get to build a business. I think trading that for some short-term gain isn’t very interesting.

Hanya ada sedikit orang di dunia yang bisa membangun bisnis. Saya pikir berdagang untuk beberapa keuntungan jangka pendek tidak terlalu menarik.

 

#13 When we first started working on Snapchat in 2011, it was just a toy. In many ways it still is.

Saat pertama kali mengerjakan Snapchat di tahun 2011, itu hanya mainan. Dalam banyak hal, masih sampai sekarang.

 

#14 On perseverance: “In times of despair, you may believe the cynic who tells you that one person cannot make difference – and there are times it may be hard to see your own impact. I beg you to remember that it is not possible at this time or any time to know the end results of our efforts.

Pada ketekunan: “Di masa keputusasaan, Anda mungkin percaya si sinis yang mengatakan bahwa satu orang tidak dapat membuat perbedaan – dan adakalanya sulit untuk melihat dampak Anda sendiri. Saya mohon agar Anda ingat bahwa saat ini tidak mungkin untuk mengetahui hasil akhir dari usaha kita.

 

#15 It seems odd that at the beginning of the Internet, everyone decided everything should stick around forever.

Tampaknya aneh bahwa di awal Internet, semua orang memutuskan segalanya harus bertahan selamanya.

 

#16 We do all sorts of silly things to avoid appearing different.

Kita melakukan segala macam hal konyol agar tidak tampil beda.

 

#17 I love this story because Bill de Kooning had the humility to recognize that the greatest thing we can do is provide the best possible foundation for those who come after us. We must welcome our own erasure.

Saya menyukai cerita ini karena Bill de Kooning memiliki kerendahan hati untuk menyadari bahwa hal terbesar yang bisa kita lakukan adalah memberikan fondasi terbaik bagi mereka yang datang setelah kita. Kita harus menyambut penghapusan kita sendiri.

 

#18 Conforming happens so naturally that we can forget how powerful it is – we want to be accepted by our peers – we want to be a part of the group. It’s in our biology. But the things that make us human are those times we listen to the whispers of our soul and allow ourselves to be pulled in another direction.

Kesesuaian terjadi secara alami sehingga kita bisa melupakan betapa kuatnya hal itu – kita ingin diterima oleh rekan-rekan kita – kita ingin menjadi bagian dari kelompok tersebut. Hal itu ada dalam hayat kita. Tapi hal-hal yang membuat kita manusia adalah saat kita mendengarkan bisikan jiwa kita dan membiarkan diri kita ditarik ke arah lain.

 

#19 More people are watching college football on Snapchat than they are on television.

Lebih banyak orang menonton sepak bola perguruan tinggi di Snapchat daripada di televisi.

 

#20 Social media is about friending someone so they’ll invite you to a party or get you a job. If that’s the work, Snapchat is the playground.

Media sosial adalah tentang berteman dengan seseorang sehingga mereka akan mengundang Anda ke pesta atau mendapatkan pekerjaan untuk Anda. Jika itu pekerjaannya, Snapchat adalah taman bermain.

 

#21 I’m not a great manager; I try to be a great leader. And for me, that’s been going through a process of not how to be a great CEO but how to be a great Evan, and that’s really been the challenge.

Saya bukan manajer hebat; Saya mencoba menjadi pemimpin yang hebat. Dan bagi saya, itu sudah melalui proses bagaimana menjadi CEO hebat tapi bagaimana menjadi seorang Evan hebat, dan itu benar-benar menjadi tantangannya.

 

#22 One of the things I’m trying to get better at is apologizing when I make mistakes. That’s been a big priority of mine.

Salah satu hal yang ingin saya lakukan adalah meminta maaf saat membuat kesalahan. Itu menjadi prioritas utama saya.

 

#23 The fun thing about Snapchat is really the surprise and the joy that comes from learning how to use it.

Hal yang menyenangkan tentang Snapchat adalah benar-benar kejutan dan kegembiraan yang datang dari belajar bagaimana menggunakannya.

 

#24 I am a young, white, educated male. I got really, really lucky. And life isn’t fair.

Saya adalah seorang pria muda, kulit putih, berpendidikan. Aku benar-benar beruntung. Dan hidup itu tidak adil.

 

#25 It would be better for everyone if we deleted everything by default and saved the things that are important to us.

Akan lebih baik bagi semua orang jika kita menghapus semuanya secara default dan menyimpan hal-hal yang penting bagi kita.

 

#26 For Snapchat, the closer we can get to ‘I want to talk to you’ – that emotion of wanting to see you and then seeing you – the better and better our product and our view of the world will be.

Untuk Snapchat, semakin dekat kita dengan ‘Saya ingin berbicara dengan Anda’ – emosi ingin melihat Anda dan kemudian melihat Anda – semakin baik dan lebih baik produk dan pandangan kita tentang dunia ini.

 

#27 What Snapchat said was if we try to model conversations as they occur, they’re largely ephemeral. We may try to write down and save the really special moments, but by and large, we just try to let everything go. We remember it, but we don’t try to save it.

Apa kata Snapchat jika kita mencoba memodelkan percakapan saat terjadi, sebagian besar bersifat sementara. Kita mungkin mencoba menuliskan dan menyimpan momen yang sangat spesial, tapi pada umumnya, kita hanya mencoba membiarkan semuanya berjalan lancar. Kita mengingatnya, tapi kita tidak mencoba untuk menyimpannya.

 

#28 Snapchat changed that perception of deleting something as bad. Online, typically you delete something if it’s bad or if it’s really embarrassing.

Snapchat mengubah persepsi untuk menghapus sesuatu yang buruk. Online, biasanya Anda menghapus sesuatu jika itu buruk atau apakah itu benar-benar memalukan.

 

#29 I don’t want to disrupt anything. We never conceive of our products as disruptive – we don’t look at something and say, ‘Let’s disrupt that.’ It’s always about how we can evolve this and make this better.

Saya tidak ingin mengganggu apapun. Kami tidak pernah memahami produk kami sebagai hal yang mengganggu – kami tidak melihat sesuatu dan berkata, ‘Ayo kita hentikan itu.’ Selalu tentang bagaimana kita bisa mengembangkan ini dan membuat ini menjadi lebih baik.

 

#30 The essence of conversation is not which media format we choose to talk to each other with, so we don’t differentiate between snaps and chats. It’s just someone wanting to talk to you.

Inti dari percakapan bukanlah format media yang kita pilih untuk diajak bicara satu sama lain, jadi kita tidak membedakan antara snap dan chat. Hanya seseorang yang ingin berbicara dengan Anda.

 

Evan Spiegel, CEO Snapchat

Evan Spiegel adalah sosok yang sangat berpengaruh dalam kebijakan-kebijakan Snapchat. Dia merupakan seorang yang tergolong masih mudah namun memiliki kekayaan yang fantastis. Semangat hidup yang tinggi akan membuat Anda akan antusias dalam menjalani hidup dan melakukan apapun yang terbaik.

 

Terinspirasi oleh anak muda terkaya, Evan Spiegel. Dia bisa, Anda pun juga bisa! Berikan tanggapan Anda perihal kesuksesan sang pendiri Snapchat melalui kolom yang tersedia di bawah ini dan jangan lupa untuk membagikan setiap artikel dari Finansialku kepada rekan-rekan dan kenalan Anda. Terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 19 Mei 2017. Profil & Biografi Evan Spiegel. Profilbos.com – https://goo.gl/qrAhnY
  • Admin. Kisah Inspiratif Pendiri Aplikasi SnapChat – Evan Spiegel. Sepositif.com – https://goo.gl/gWMWDN
  • Biografi Pengusaha. Biografi Lengkap Evan Spiegel Penemu SnapChat. https://goo.gl/VbS59k
  • Evan Spiegel. Wikipedia.com – https://goo.gl/xcnmiF
  • Bainy Quote. Evan Spiegel Quotes. Brainyquote.com – https://goo.gl/1f8CPx

 

Sumber Gambar:

  • Evan Spiegel Snapchat – https://goo.gl/2P2kDg dan https://goo.gl/SNLesw
  • Evan Spiegel – https://goo.gl/Lp3pkL dan https://goo.gl/NkQzbh

 

Download Ebook Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula Finansialku.com

Download Ebook Reksa Dana

About the Author:

Finansialku
Finansialku adalah perusahaan perencana keuangan independen yang berkompeten, berpengalaman dan tersertifikasi professional. Finansialku menyediakan layanan konsultasi perencanaan keuangan (financial planning) individu dan keluarga, seminar dan pelatihan terkait perencanaan keuangan.

Leave A Comment