Siapa bilang banyak cicilan enggak bisa beli rumah? Coba cek contoh kasus di bawah ini, deh!

Yuk, ketahui sama-sama contoh kasusnya di artikel video di bawah ini!

 

Kanal youtube Finansialku akan menemanimu selama di rumah aja dengan ratusan video literasi keuangan lainnya selain video yang akan dibahas di bawah ini. Oleh karena itu, jangan lupa mampir, ya!

 

 

Sebelum masuk ke pembahasan, jangan lupa untuk berikan dukungan buat kanal youtube kami dengan meninggalkan jejak komentar, like, juga menekan tombol subscribe dan lonceng, ya! Terima kasih!

 

 

Emang Punya Banyak Cicilan Bisa Beli Rumah?

Suatu hari, ada seorang pegawai swasta di bidang teknologi bernama Budi. Dia sudah bekerja selama 2 tahun.

Gajinya satu bulan yang dua digit itu (Rp 12 juta), sangat lebih dari cukup untuk membiayai dirinya sendiri.

Tapi nyatanya tetap terasa kurang karena Budi harus membiayai seorang adiknya yang masih kuliah.

Sampai saat ini, pemasukannya hanya berasal dari gajinya saja. Tabungan yang sudah ada di rekening sebesar Rp 10 Juta.

 

Kalau di-rinci, begini lah kira-kira kondisi keuangan Budi setelah melakukan pemeriksaan kondisi keuangan di aplikasi Finansialku:

 

 

Ternyata, hasil dari pemeriksaan di atas, adalah:

VIDEO Punya Banyak Cicilan Bisa Beli Rumah 5 Tahun Lagi 04 - Finansialku

Hasil pengecekan kondisi keuangan Budi

 

Kok bisa begitu? Mari kita analisis bersama-sama hasil dari pemeriksaan di atas:

  • Pajak: Rp 50.000 per bulan
  • Sedekah: Rp 300.000 per bulan
  • Menabung di Bank: 1.837.000 per bulan
  • Makan: Rp 3000.000 per bulan
  • Tempat tinggal: Rp 1.500.000 per bulan
  • Kebutuhan sehari-hari: Rp 750.000 per bulan
  • Transportasi: Motor seharga Rp24.630.000 dengan DP Rp 2.200.000 dan cicilan sebanyak 29x kali sebesar Rp 1.263.000 per bulan.
  • Bensin: Rp 500.000 per bulan
  • Biaya semester adik: Rp 2.000.000 per bulan
  • Biaya hiburan: Rp 800.000 per bulan

 

 

Katanya, Budi punya mimpi untuk beli rumah dalam kurun 5 tahun mendatang. Bisakah Budi mewujudkan impiannya itu?

Bisa! Asalkan….

Mending kita simak langsung apa kata perencana keuangan (CFP) Finansialku soal pertanyaan Budi di bawah ini, yuk!

 

#1 Tambah Alokasi Nabung

Kata CFP, alokasi menabung seharusnya bisa ditambah menjadi Rp 2.400.000 per bulannya.

Artinya, Budi harus mengurangi pengeluaran akhir pekan untuk hiburan. Ditambah utang cicilan yang akan selesai 6 bulan lagi, artinya dia bisa menabung lebih banyak dari Rp 2.400.000.

 

#2 Tambah Dana Darurat dan Asuransi

CFP juga bilang, Budi harus menambah dana daruratnya, karena uang di tabungannya hanya Rp 10 juta.

Padahal seharusnya, Budi harus memiliki dana darurat sebesar 6 kali pengeluaran bulanan, yaitu Rp 60 juta di rekeningnya.

Budi juga harus mulai memikirkan untuk membeli produk asuransi kesehatan untuk melindunginya.

 

#3 Taktik Nabung Beli Rumah

Sebelum menabung untuk membeli rumah atau mengumpulkan DP rumah, Budi harus tahu berapa harga rumah impiannya itu.

Tapi CFP menyarankan untuk mulai menabung DP rumah setelah dana daruratnya selesai.

Selain itu, untuk bisa beli rumah, jumlah DP rumah yang harus dikumpulkannya disarankan minimal 40 persen dari harga rumah.

Kenapa? Hal ini dilakukan agar cicilannya nanti tidak terlalu besar dan membebani Budi terlalu banyak ke depannya.

 

#4 Investasi

Terakhir, Budi disarankan oleh CFP untuk mulai melakukan investasi agar dana untuk membeli rumah terkumpul.

Ada beberapa instrumen investasi yang cocok untuk Budi, salah satunya adalah reksa dana.

Kalau bingung, Budi disarankan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum melakukan investasi, segera setelah dana daruratnya terkumpul.

 

Bagaimana CARA AMPUH Membeli Rumah Pertama?

Download ebook-nya, GRATIS!!!

ebook rumah pertama

Download Ebook Sekarang

 

Kamu Gimana?

Budi akhirnya punya jawaban atas kegelisahan dan langkah-langkah apa yang harus diambilnya untuk mewujudkan impian punya rumah.

Langkah pertama Budi sudah benar, dia langsung melakukan pengecekan kondisi keuangan di aplikasi Finansialku premium dan langsung berkonsultasi dengan CFP di Finansialku.

Kamu juga bisa menjawab keresahan masalah keuanganmu dengan melakukan pengecekan kondisi keuangan di aplikasi Finansialku hanya dengan biaya Rp 350.000 untuk langganan aplikasi selama satu tahun penuh, lho!

Tapi, kamu bisa dapat potongan Rp 50.000 kalau memasukkan kode CUAN50 saat upgrade ke premium!

Apa saja yang akan kamu dapatkan dengan aplikasi Finansialku premium?

Banyak! Dari mulai perencanaan anggaran, dana hari tua, dana liburan, pengecekan kondisi keuangan, sampai konsultasi gratis dengan para CFP kapan pun dan di mana pun!

Jadi, dengan harga Rp 300.000 untuk satu tahun penuh, kamu sudah bisa mendapatkan jawaban terperinci untuk masalah keuanganmu!

Tapi, kami tentu tidak bisa memaksa kamu untuk segera upgrade ke premium mumpung kodenya masih berlaku.

Ini semua tergantung dengan caramu memandang hidup dan prioritas. Tapi kami yakin, mereka yang sukses, adalah mereka yang gesit dalam mengambil kesempatan.

Sementara mereka yang mengabaikan kesempatan, adalah mereka yang selalu tertinggal dan jauh dari impian.

 

Apakah Sobat Finansialku punya kasus yang sama dengan Budi? Mari kita diskusikan di kolom komentar!

Jangan lupa untuk membagikan juga artikel ini pada rekan atau keluarga yang membutuhkan lewat pilihan platform yang tersedia di bawah ini! Terima kasih!