Pernah enggak, sih, kepikiran, “Saya sudah investasi, tapi kok enggak kaya-kaya?” Mau tahu alasannya? Simak penjelasannya di bawah ini!

 

Sebelum membaca penjelasannya lebih jauh, ada video lainnya yang nggak kalah menarik di kanal youtube resmi Finansialku yang bisa kamu tonton secara Cuma-Cuma, lho! Jangan lupa mampir, ya!

 

 

Finansialku butuh banget dukungan kamu agar kami bisa sajikan video-video informatif dan menarik lainnya Cuma buat kamu.

Dengan menekan tombol subscribe di bawah ini, kamu udah turut serta mendukung Finansialku untuk membuat video-video yang lebih menarik lagi di masa depan! Terima kasih, ya!

 

 

 

Udah Investasi Tapi Kok Enggak Kaya-Kaya?

Buat kamu para investor, pasti enggak sekali dua kali kamu berpikir seperti, “Udah investasi banyak, tapi kok enggak kaya-kaya, ya?

Tenang, kamu nggak sendiri. Banyak juga, lho, investor pemula yang kebingungan kenapa nggak cuan dari investasi.

Di pembahasan kali ini, Finansialku akan kasih tahu kamu beberapa alasan kenapa kamu nggak kaya-kaya padahal udah investasi. Ini dia:

 

#1 Salah Mindset: Investasi Cara Singkat atau #InstanRich

Hampir semua orang yang mulai berinvestasi dengan mindset atau pola pikir agar cepat kaya dalam waktu yang singkat atau bahasa gaulnya, sih, #InstanRich.

Padahal dalam kenyataannya, kamu nggak pernah bisa berubah jadi kaya dari investasi pertamamu.

Bicara soal salah mindset investasi, ada tiga jenis investor yang biasa Finansialku temui, lho! Kamu bisa tonton selengkapnya di video di atas.

Setelah ditonton, kasih tahu Finansialku, kamu tipe investor nomor berapa lewat kolom komentar, ya!

 

#2 Cuma Mengandalkan Intuisi

Kalau kamu tipe orang yang hanya mengandalkan intuisi atau feeling dalam memutuskan sesuatu, gawat banget! Ketika berinvestasi, kamu disarankan untuk nggak mengandalkan feeling dan emosi.

Feeling yang dimaksud di sini adalah ketakutan (fear). Contohnya, ketika kamu merasa ketakutan setelah mendengar opini dari orang lain yang bahkan ditangguhkan kebenarannya. Jangan sampai begitu, ya!

Emosi, dalam konteks ini adalah rakus (greedy). Kamu cenderung bertindak impulsif untuk borong saham satu perusahaan setelah dikompori grup saham. Hayo, kamu begini juga, nggak?

 

#3 Takut Rugi = Takut Untung

Pola pikir begini biasanya yang banyak ditemukan pada beberapa investor pemula. Mereka cenderung bermain di zona nyaman dan takut untuk mengalami kerugian.

Padahal, mengalami kerugian saat berinvestasi adalah hal yang sangat wajar, lho! Karena investasi sendiri sifatnya dinamis dan fluktuatif, jadi kamu nggak perlu khawatir untuk memberanikan diri mengambil risiko ketika berinvestasi, ya!

 

Kalau kamu masih belum bisa memutuskan sendiri, daripada bertanya pada pihak yang enggak kredibel, kamu bisa berkonsultasi dengan para ahli finansial langsung di aplikasi Finansialku!

Karena Cuma di sana kamu bisa berkonsultasi sampai akar-akarnya langsung dengan para ahli yang siap menjawab pertanyaan kamu kapanpun dan di manapun. Keren, kan?