Potongan harga merupakan salah satu godaan terbesar bagi para Shoppaholic, Ketika kita berbelanja, kita sebagai konsumen sangat senang melihat diskon 40%, 50%, atau lebih. Ada juga barang yang ditulis diskon 30%+20%. Apa bedanya dengan diskon 50%?
50-off

 

Beberapa dari kita, kadang cuek mengenai perhitungan, pokoknya bayar lebih murah, tetapi ga tahu lebih murah berapa banyak. Bagi beberapa orang menghitung berapa besarnya harga setelah diskon menjadi hal yang cukup menarik. Disini finansialku akan mencoba mengulas beberapa perhitungan harga yang didiskon.

 

Diskon Pertama adalah Diskon Tunggal.

Harga sebuah baju adalah 100.000 rupiah, didiskon 20%, maka harga yang harus dibayar adalah 80.000 rupiah. Diskon tunggal ini relatif sederhana, yaitu :

Harga yang dibayar    = (100%-20%) x 100.000 = 80.000

 

Diskon kedua adalah Diskon Ganda

Harga sebuah baju adalah 100.000 rupiah, didiskon 30% + 20%. Berapa harga baju ini sekarang? Apakah total diskonnya adalah 50%, sehingga harga baju adalah 50.000 rupiah? Bagaimana perhitungannya?

Pertama          = (100%-30%) x 100.000        = 70.000

Kedua              = (100%-20%) x 70.000          = 56.000

Harga yang harus dibayar adalah 56.000 rupiah.

Loh ternyata kita hanya mendapat diskon 44% bukan 50%.

aneh-kok-bisa-harga-saham-bisa-rp-0-berarti-ada-saham-gratisan-1-finansialku

[Baca juga : Tips Belanja Online yang Aman & Terhindar dari Toko Online Penipu]

 

Diskon Makanan

Harga total makanan 100.000, diskon 15%, surcharge 0%, service fee 10%, hayo berapa yang dibayar?

Harga yang harus dibayar        (100%-15%) x 100.000           = 85.000

Service fee                                 (100%+10%) x 85.000            = 93.500

Pajak                                           (100%+10%) x 93.500            = 102.850

Loh setelah service fee dan pajak, harga makanan menjadi lebih dari 100.000.

Sebagai konsumen kita wajib tahu apa yang kita bayar. Pertanyaan tidak hanya bagaimana cara perhitungannya? Kapan kita mengaplikasikan diskon? Sebisa mungkin kita dapat mengaplikasikan diskon untuk pengeluaran baik dan pengeluaran buruk. (artikel 3 Cara Meningkatkan Kekayaan).

Pengeluaran baik adalah pengeluaran yang digunakan untuk meningkatkan kekayaan, maksudnya? Contoh pengeluaran baik: seseorang yang membelanjakan uangnya untuk membeli sebuah tanah. Kapan harga tanah didiskon? Ada beberapa orang yang mendapatkan tanah dengan harga diskon, contoh pada saat pemilik tanah akan pergi ke luar negeri dan tidak kembali lagi, pemilik rumah membutuhkan dana untuk pengobatan, pemilik tanah ingin membagi waris. Beberapa kondisi di atas umumnya akan menyebabkan tanah akan dijual lebih rendah daripada harga pasaran tanah tersebut. Mungkin yang awalnya 1.000.000 per meter persegi menjadi 900.000 per meter persegi.

Jadi sebagai konsumen kita sebaiknya tahu berapa diskonnya, kapan waktunya kita membeli untuk mendapatkan manfaat yang lebih banyak. Semoga artikel ini dapat membantu para pembaca. Apabila Anda memiliki pengalaman menarik mengenai diskon, jangan ragu silakan di share.

 

Finansialku adalah beberapa orang yang ingin berbagi mengenai ilmu keuangan. Silakan bergabung dengan Finansialku di Twitter, Facebook, dan Google+.